Showing posts with label Diary. Show all posts
Showing posts with label Diary. Show all posts

Nice Homework 1, Kelas Matrikulasi IIP




Assalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh! Lama ya gak posting blog, udah pada kangen, belum? Hihi.

Sok weh, biar cepet langsung saja yah ^^

Sejak mengetahui diri ini dihamili oleh pak suami (hihi), saya menjadi tertarik dengan segala hal tentang janin, bayi, pengasuhan dan kawan-kawannya. Tidak hanya itu, saya senang mempelajarinya, sehingga mereka betul-betul tidak menjadi beban ataupun momok untuk diri saya pribadi.

Dalam perjalanan saya menempuh tahap-tahap pembelajaran, saya menemukan sebuah komunitas yang bisa menampung minat dan cita-cita baik saya, bisa membersamai saya menempuh suka cita dalam mengasuh anak dan mengurus keluarga dengan energi yang positif lagi optimis. Saya bahagia. Alhamdulillah Allah memberikan saya kemudahan dalam mencari ilmu.

Sampailah saya pada Kelas Matrikulasi batch 3 yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional. Kelas ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan atau 9 minggu. Yang mana di setiap minggunya diberikan materi dan waktu untuk berdiskusi.

Berarti sampai kelas selesai kelak, saya akan menempuh 9 materi berikut diskusinya, dan disetiap materi, selalu diberikan homework, atau mereka sebut dengan Nice HomeWork (NHW). Setelah itu akan ditentukan lulus tidaknya para peserta. Deg-degan. Iya, saya takut. Saya merasa belum bisa memerankan sosok ibu dengan maksimal. Oleh sebab itu saya berharap dengan mengikuti kelas ini, saya bisa naik level menjadi seorang istri dan ibu yang jauh lebih baik.

Ini adalah minggu pertama saya dalam kelas matrikulasi, materinya adalah Adab Menuntut Ilmu. Menarik, karena peserta (baik para ibu maupun calon ibu), diarahkan supaya menyaring informasi yang diperoleh. Mengapa menyaring informasi menjadi penting di era digital seperti ini? Karena semua hal, hampir semua hal bisa kita cari tau di internet, namun, menyaring informasi, menyerap, berpikir, memilih dan memutuskan mana informasi yang baik lagi shahih, itu dikembalikan lagi kepada masing-masing personal. Contohnya saja jika anak demam, ada begitu banyak buku/artikel/informasi tentang demam beserta penanganannya, maka kemampuan sang Ibu untuk berpikir, menyaring informasi dan memutuskan lah ujung pangkalnya. Ibu adalah gerbang awal untuk menentukan pilihan metode-metode apa saja yang cocok diterapkan dalam keluarganya, sebelum dimusyawarahkan kembali bersama dengan sang suami. Dan bukan hanya demam, masih banyak lagi informasi-informasi atau ilmu yang perlu digali serta disaring oleh seorang ibu.


Maka, kemampuan berpikir dan menyaring informasi adalah kebutuhan dasar seorang ibu.

Selain itu, pembahasan tentang Adab Mencari Ilmu bisa dilihat pada postingan saya yang ini, ya: http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2017/01/materi-1-kelas-matrikulasi-batch-3.html?m=1

So, berikut adalah Nice Homework yang saya kerjakan minggu ini:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jawaban: Ilmu Parenting yang tidak bertentangan dengan Al Quran dan Al Hadits.

2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Jawaban: sebenarnya banyak sekali hal yang saya senangi dan ingin saya pelajari lebih dalam, diantaranya management waktu, financial planning, public speaking/ilmu komunikasi, marketing and business, handcrafting, upgrading ilmu perpajakan yang saya geluti semasa kuliah dan kerja juga pastinya, ilmu Alquran dan Alhadits. Namun, dikarenakan pertanyaannya untuk memilih satu bidang, maka saya pilih yang paling urgent saat ini serta beriringan pula dengan tuntunan Alquran juga Alhadits. Yaitu ilmu Parenting.

Mengapa urgent? Karena anak saya masih berada dalam masa golden age-nya, sehingga (mudah-mudahan) masih mudah dan masih banyak waktu untuk menginstall segala sesuatu yang baik, benar, terarah dan berkesinambungan.

Karena anak merupakan investasi dunia akhirot bagi saya, maka saat saya memberikan yang terbaik dari apa yang saya pelajari dan apa saya bisa lakukan, semoga Allah meridhoi ikhtiar ini untuk menjadikan anak-anak saya seseorang yang sholih/sholihah, seseorang yang akan menolong saya di akhirot kelak. Ilmu ini tak akan pernah selesai saya pelajari hingga akhir hayat saya, maka saya perlu meluangkan waktu jauh lebih banyak dibanding ilmu yang lain, perlu orang-orang yang kompeten untuk membimbing juga mengarahkan, perlu niat yang kuat untuk mempelajari dan mempraktekkannya dengan terarah dan konsisten, perlu lingkungan yang positif dan produktif agar saya selalu bersemangat melewati tahapan-tahapan pembelajaran sehingga (lagi lagi, mudah-mudahan) hasil yang didapat bisa lebih maksimal. 

Lebih dari itu, ternyata ilmu parenting, juga mencakup ilmu management waktu, ilmu perencanaan keuangan keluarga, juga ilmu public speaking guna menjadi the agent of change bagi lingkungan sekitar, kelak. Saya mengerti ini akan menjadi pelajaran yang sama sekali tidak mudah, namun saya akan terus mengusahakannya semampu saya.

Jika kemudian saya bisa membagikan ilmunya kepada lingkungan sekitar, akan jauh lebih baik lagi. Karena lapangan amal sholih masih berserak di luar sana, yang insyaAlloh bisa menjadi jariyah jika terlaksana.

Dan alasan yang tidak kalah penting adalah, saya bahagia mempelajarinya. Mudah-mudahan menjadi pahala yang bercabang-cabang hitungannya, Aamiin.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Jawaban:

a. Mengikuti kelas/workshop/seminar/pelatihan parenting baik online ataupun offline, salah satunya dengan mendaftar kelas matrikulasi ini. Saya berharap dengan kelas yang berjenjang dan kontinyu seperti ini, akan lebih menguatkan pondasi kefahaman saya sehingga ilmu tersebut dapat mengakar dan tidak mudah goyah ataupun hilang seiring berjalannya waktu ataupun perubahan situasi kondisi. 

Dilain kesempatan, saya cukup aktif mengikuti kuliah-kuliah parenting, bergabung dalam grup-grup parenting di media sosial juga berinteraksi dengan para narasumber.

b. Kemudian, tidak kalah penting adalah dengan membaca berbagai buku parenting serta ilmu yang berkaitan. Saya akan membaca dari banyak referensi, tidak hanya berasal dari satu sudut pandang psikolog/aktivis parenting melainkan dari banyak sumber, sehingga dapat memperkaya diri saya untuk memilih mana metode yang cocok dengan keluarga atau pengasuhan, mana yang sekiranya tidak, selama tidak berseberangan dengan Alquran dan sunah.

Saat ini buku yang sedang saya baca dan ingin saya baca adalah:

- Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional 1. 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. Tulisan rame-rame Ibu Profesional, Penerbit Gazza Media
- Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional 2. 12 Ilmu Dasar Management Ibu Rumah Tangga. Tulisan rame-rame Ibu Profesional, Penerbit Gazza Media.
- Raising $mart Kid, Rosina Simon, Penerbit Gramedia Pustaka
- dan buku-buku anak yang mengandung pesan moral lainnya. (Membacakan buku kepada anak, termasuk kategori 'membaca' juga kan, yaaa? :D )

Untuk Bunda Sayang, saya sudah membaca beberapa bulan yang lalu namun belum terselesaikan. Dimulai saat ini, saya akan mulai membaca 10-20 halaman perhari. Tak ketinggalan, untuk mengisi jiwa saya agar senantiasa mudah mengamalkan perintahNya serta sebagai rasa cinta saya kepadaNya maka sebagai muslimah, saya juga akan tilawah Alquran minimal 9 ayat per hari. Karena usaha saya tidak akan pernah cukup tanpa RidhoNya.

c. Berusaha mempraktekkan apa yang sudah saya dapatkan dari sumber-sumber ilmu. Berusaha sabar dan tenang menghadapi anak usia menjelang 2 tahun yang sudah banyak sekali mau (juga tidak maunya), dan selalu ingin diperhatikan. Berusaha me-manage waktu dengan baik, salah satunya yaitu dengan cara menuliskan "to-do-list" keseharian dalam buku Muslimah Jornal. Saya sudah membeli buku khusus untuk jurnal muslimah, sehingga (mudah-mudahan) memudahkan saya memanage waktu. Kemudian berusaha mengatur keuangan keluarga, memecah secara detil, pemasukan, pengeluaran, tujuan finasisal dan cara menggapai cita-cita bersama, melihat peluang serta kesempatan yang ada, menghitung jangka waktu cita-cita yang akan ditempuh dengan nominal yang perlu ditabung/diinvestasikan sesuai dengan asumsi persentase keuntungan berjalan/selama periode tersebut. Serta solat dhuha minimal 2 rakaat, untuk mengharap ridhoNya dan melenggangkan waktu saya yang padat, sesuai janjiNya.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

a. Tidak memperlakukan sumber ilmu yang berupa buku dengan serampangan terlebih pada Alquran dan Alhadits termasuk pada buku/kertas/notes yang mengandung ayat-ayat suci. Karena saya terkadang masih sembarangan menggeletakkan buku-buku, sehingga meningkatkan kreatifitas anak saya untuk mencoret/merobeknya. 

b. Mengosongkan "gelas" (kepala) setiap saya sedang mencari/mendapatkan ilmu agar ilmu tersebut bisa diserap dengan sempurna tanpa tersangkut kesombongan atau keangkuhan saya pada suatu ilmu yang sudah saya pelajari. Banyak sekali kita temui orang-orang yang merasa sudah cukup pintar ketika diberikan ilmu, yang padahal mungkin saja mereka baru belajar sedikit atau bahkan belum mempraktekkan ilmunya sama sekali. Naudzu billahi min dzalik. Semoga saya tidak termasuk dalam golongan ini, aamiin.

c. Memuliakan guru. Menghormati mereka sebagaimana kita menghormati orang tua. Khususnya untuk para guru yang menyampaikan tentang kebenaran Alquran dan Alhadits, siapapun orangnya bagaimanapun kondisinya. Ini sulit, melihat manusia adalah makhluk yang subjektif. Tapi, mudah-mudahan saya selalu bisa mengambil manfaat dan hikmah yang terkandung dalam setiap ilmu, siapapun yang menyampaikannya.

Sungguh menjadi ibu itu tidak mudah, mereka tidak hanya disibukkan dengan pekerjaan domestik, lalu dituntut untuk mengurusi serta memantau tumbuh kembang anak dan memenuhi keperluan suami, lebih dari itu, menjadi ibu adalah menjadi informan yang terpercaya, pengamat yang akurat, eksekutor yang hebat dalam berbagai hal, juga sebagai teman yang membahagiakan serta menenteramkan, maka kini, menjadi Ibu itu tidak lagi hanya "sekedar" namun harus Profesional.

Mudah-mudahan Allah selalu permudah ikhtiar ini, dan menjadikannya ladang pahala yang besar lagi nikmat untuk semua. Aamiin ya Robbal Alamiin. Barokallohulana..

Kuntum Farmfield, Bogor


Assalamualaikum, 

Kemarin saya dan keluarga kecil saya main-main ke Kuntum Farmfield atau Kuntum Nurseries Bogor. Kenapa "main-main", soalnya kan nggak terlalu jauh juga dari rumah ya dan acaranya, dadakan! Hahaha. 

Sebelum-sebelumnya memang lagi bikin rencana mau liburan kemana, sih (sambil mikirin budgetnya darimana jugak LOL), salah satu wacana yang ada adalah liburan ke puncak tapi mampir dulu ke Kuntum karena si abang memang suka dan sudah hapal beberapa nama hewan. Tapi, ya itu masih wacana saja. Lalu, kebetulan bulan ini sedang ada event Gramedia Big Sale, rencananya Sabtu mau berkunjung lah kesana, sambil membawa sekarung uang untuk dibelanjakan (ini boong, wqwq). Ternyata, tepat hari Sabtu pagi itu ada pengajian, jadilah kita batal berkunjung ke gudang buku yang sedang melangsungkan diskon besar-besaran tersebut. Rencana diubah ke hari Minggu, tapi eh tapi neneknya si abang ternyata ada acara dihari Minggu, jadinya si abang nggak bisa dititip (ih titip titip, nggak kasian apa sama neneknya? Well, judge me. Judge, me. Lol. Disamping emang neneknya seneng dititipin (karena sekali-sekali juga kan, lol) berhubung berburu bukunya di "gudang" saya agak khawatir aja, sih bawa bayi kesana. Sekalian juga lah quality time berdua cuami ya buu, kapanlagii, ihiw ;)), oleh sebab itu, acara main ke Kuntum mendadak banget karena rencana kita hari Sabtu berburu buku muree: batal, Minggunya juga ternyata nggak bisa, jadi deh Abih yang baik hatinya, Sabtu siang langsung memutuskan "Minggu, ke Kuntum aja, yuk", emak-emak kurang piknik mana yang nggak bahagia yekan? HAHA. Sungguh nikmat manalagi yang kau dustakan, buebuu? Alhamdulillaah. :'D

Minggu pagi setelah solat Subuh pun abih sudah siap-siap untuk rencana kita main ke Kuntum (baca: nyuci piring, nyuci baju. Iya, aku terharu punya suami kayak abih. Uwuwuw. I know you read it, abih. Jangan lupa tambah uang belanjak! *smirk* ).

Rencananya sih, jam 7.00 berangkat dari rumah, supaya disana nggak terlalu panas. Tapi realitanya jam 7.00 baru makan nasi uduk, lol. Saat itu Bogor mendung pekat, hawanya nikmat banget dibuat tidur :( Eterus gerimis, batal deh berangkat pagi (padahal mah emang belom pada mandi, haha). Jam 8.00an baru kita jalan dari rumah, tiba sekitar jam 9-an, disana hawanya masih sejuk karena mendung-mendung unyu gitu. 

Kuntum Farmfield terletak di Jl. Raya Tajur  No. 291  Bogor.
Jam Buka Hari, Senin – Minggu  08.00 – 18.00 WIB
Telepon : 0251 – 8244725, 8356752
Fax : 0251 – 8243148

Keluar tol jagorawi, mungkin sekitar 20menit-an untuk sampai ke tempat tujuan. Harga tiket masuk Kuntum Farmfield 40ribu, padahal sebelumnya 30ribu (baca-baca di blog orang). Anak dibawah 2 tahun nggak perlu bayar. Lumayan pricey sih ya menurutku, secara nggak dapet apa-apa, hanya tiket masuk aja. Tapi kayaknya masih lebih murah daripada D'Kand*ng yang bayar tiketnya per-kegiatan/fasilitas. Tempatnya mudah ditemukan, area parkirnya cukup luas. 



Lalu kami masuk ke dalam lobby untuk membeli tiket. Masih di dalam lobby tersebut kami juga disuguhi beberapa buah, bumbu dapur, tanaman-tanaman hias, pupuk yang dijual dan hampir kesemuanya merupakan hasil perkebunan Kuntum. Kubahagyaa! Selain toko buku, liat buah dan sayur dan kawan-kawannya, memberikan kebahagiaan tersendiri buat saya. Makanya saya seneng banget kalo kepasar atau supermarket :')







Saat memasuki farmfieldnya, kita bisa lihat kolam-kolam ikan di sisi jalan. Salah satunya ada kolam lele yang ikan lelenya guede buanget. Ma Syaa Alloh! Kata abih enak banget nih kalo dipecel, lol. Setelah itu ada kandang-kandang kambing kecil (cempe), domba, kambing besar, rusa, kelinci, marmut dan unggas-unggasan. Uuuu kyeopta! :3 Peternakannya bersih dan tertata rapi, nyaman banget deh.






Disana juga dijual sebakul daun/rumput juga wortel, pakan unggas juga ikan dan susu sapi bagi para pengunjung yang ingin merasakan experience memberi makan hewan-hewan ternak tersebut. Serius, saya baru pertama kali itu loh ngasi susu sapi ke kambing pakai dot! Dan si Abang sudah merasakannya diusia belum 2tahun, lol. Ohya, masing-masing harganya seporsi 5000 saja, termasuk susu sapi yang di dalam dot. Etapi kenapa susu sapi, ya? Kambingnya jadi anak sapi dong? wk. 










Setelah melihat-lihat kambing (dan memberi makan), suami menuju kandang tupai, bajing, sugar glider. Tupainya aktif bangeet. Petakilan kayak bola bekel. Si abang jadi gemes. Tapi sugar glidernya malah bobo berjamaah, haha. 

Lalu kita menuju kandang marmut dan kelinci yang besar. Alhamdulillah, pas kebetulan agak sepi. Sebelumnya, saat kita masih liat-liat ikan, kandang kelincinya ramai sama rombongan, entah rombongan TK atau SD. Abang mulanya takut-takut kasi makan marmut, akhirnya mau juga. Setelah itu ya biasa deh, maunya mah ya lalarian, gagal fokus sama hewannya. Tapi dia terlihat bahagia sekali, senangnya. Alhamdulillah.










Kemudian kita ke kandang sapi, bebek, burung, angsa, ayam dan rusa. Disana juga disediakan tempat-tempat untuk duduk-duduk sambil beristirahat atau ngemil (jika bawa/beli makanan). Ada juga kolam ikan yang sengaja didesain dengan air kolamnya yang hanya semata kaki sehingga mudah untuk ditangkap rame-rame, pun oleh anak-anak serta adapula tempat khusus memancing. Nanti, hasil tangkapannya bisa dibeli. Seru banget sih, kalo bawa keluarga besar, kemarin pas kebetulan ada satu keluarga besar yang melomba-kan acara tangkap ikan di kolam tersebut. Heboh! 











Selain peternakan hewan, ada juga area perkebunan sayur organik dan tanaman herbal, beberapa buah (seriously, nangkanya gede-gede benerrr). Ternyata, untuk kebun sayur, kita dibebaskan untuk memetik sendiri, nanti akan dihargai per kilonya. Perkebunan sayurnya luaasss sekali. Kalau masih pagi atau mendung gitu misalnya, rasanya segar sekali, sambil menikmati pemandangan hijau disekitarnya dan bahkan kita bisa melihat beberapa bukit nun jauh disana.







Sayang sekali, kami tidak melihat kuda, mungkin saking besarnya area peternakan, kami jadi bingung mau kemana lagi. Jadi weh lupa kalau saya mau coba berkuda bareng si abang, padahal di Kuntum memang sudah disediakan track berkuda, jadi anak-anak bisa naik kuda sendiri ataupun dengan didampingi orang tuanya. Untuk berkuda, ada biaya tambahan sebesar 30rb/track.

Selepas seru bermain, teman-teman dan keluarga bisa mengisi perut di resto yang ada di Kuntum Farmfield ini. Kabarnya makanan yang dijual pun berasal dari hasil peternakan dan perkebunan Kuntum juga loh! Entrepreneur sejati nih yang punya! Lol. 

Restonya, setau saya sih ada di dekat pintu masuk sebelum parkir, tapi saya dan keluarga nggak jajal makanannya, karena yah udah lah pulang aja, capek dan deket rumah ini (nggak deket-deket banget juga, sih aselinya :p).

Saran: 
1. Waktu sampe sana, misalnya masih pagi dan cuaca masih bersahabat, mending langsung ke kandang kambing/domba-domba kecil. Biar ada waktu banyak main sama mereka dan nggak panas pastinya. 
2. Setelah itu berkuda juga oke!
3. Untuk unggas-unggasan tempatnya lumayan adem, dan ya emang cuma "liat-liat" aja, sedikit interaksi.
4. Kandang kelinci/marmut boleh dibuat list terakhir buat dikunjungi, karena tempatnya lumayan teduh. Tapi sejukkan kandang-kandang unggas. Ya bebas deh mana yang mau dibuat list terakhir (unggas/kelinci), pokoknya pas matahari udah tinggi, kita nggak lagi panas-panasan.
5. Bawa baju kalo memang mau main basah-basahan untuk tangkap ikan, misalnyapun nggak basah, ganti baju karena badan gerah bau kambing/kelinci juga oke.
6. Bawa cemilan dan air mineral (kalo nggak mau beli), pastilah cape dan laper muterin farmfieldnya.
7. Bawa hand sanitizer bila perlu, disana lumayan banyak kran, sih (tapi nggak ada sabun, hehe). Buat yang kebersihannya level hotel, lumayan lah jaga-jaga.
8. Ohya, satu lagi! Datengnya agak pagi-an yaa. Biar udaranya masih sejuk buat jalan-jalan! Jam 8 baru buka, nah masih asik banget tuh cuacanya!

Si abang memang belum ngerti-ngerti banget, juga kan, tapi Alhamdulillahnya dia gampang dibujuk dan nggak takut, akhirnya sempet nangis juga sih, saat domba-dombanya jadi agresif ngejar abih karena lapaar, dan abang lagi digendong abih. Wqwq. Abang memang lebih excited lalarian daripada main sama hewannya, lol. Belum umurnya, memang.

Overall, tempat ini recommended lah untuk anak-anak, nggak terlalu jauh pula dari Jakarta-Depok-Bogor. Selamat berkunjung, have a nice, farming! ^-^

Utang Mawar untuk isi Keranjang

Akumasih banyak utang cerita buat numpukkin Mawar di keranjang. Iya, aku tau aku sok sibuk. Makanya, aku mau minta maaf. Kayaknya aku perlu listing daftar tulisan yang aku harus tulis, sih. Biar gak lupa. Dan semoga sih selalu ‘ketampar’ waktu baca posting ini.

Aku belom nerusin holiday part 3. Yang di Anyer ituh. Jaman 2011 deh kalo gak salah. Oke, daripada menceracau terus terus, lebih baik kita listing sekarang. .

1. Holiday part 3
2. Cinta Pertama part 3
3. Exelence Apprentice
4. Mendadak Bandung – Goa Jepang, Belanda.
5. Bandung, Tangkuban Perahu
6. CAI Mahasiswa 2012
7. Ketika geng Jomblo kumpul!
8. Pembekalan siswa siswi Karawang 2013
9. Pembubaran sekaligus pembuatan Panitia baru di Ciawi
10. Di traktir anak Apprentice, Permanent!
11. XL Finance Harlem Shake
12. Report 1 – Presentation Session Apprenticeship
13. Food Combining :P:P:P
14. Perpisahan Ketua Kelas Batch 8, go abroad Taiwan! :’D
15. Listing buku-buku yang masih nganggur belom dibaca
16. Di Prospek temen kantor ikutan Pru(dential)
17. Pernikahan Teteh
18. Jenguk Angga – Jalan-jalan ke taman surga
19. Review buku Madre
20. Review buku Rectoverso
21. Review bukuUdah Putusin Aja - Felix Siauw
22. Mendadak pindah kos (Balik lagi kerumah ding)
23. Ah, masih banyak tapi aku lupa mau nulis apa ajah.
Yaudah deh, segini dulu aja. Itu aja belom tentu ketulis semua kan? Heuheu. Ampun lah, mudah-mudahan ada saatnya gak sibuk, dan bisa nulis itu semua. Aamiin. Jadi ini blog isinya gak curhat melulu *padahal tiap postingan ada sesi curhatnya* hheu. Maap :P

Bingung.

Dan, dia mulai kehilangan arah. Kebingungan dengan berbagai pendapat dan pandangan. Setiap kedewasaan memang dicoba pada berbagai tantangan. Setiap tantangan menyatakan bahwa seseorang tersebut, tumbuh. Dia hidup. Setiap hidup, dihadapkan dengan berbagai pilihan. Setiap pilihan menyediakan berbagai resiko untuk ditempuh. Tapi setiap manusia idealnya memiliki prinsip. Setiap prinsip seharusnya tidak bertentangan kepada Alquran dan Alhadits. Bahkan, setiap prinsip akan indah jika ikut mengembangkan kemajuan juga menjaga kelestarian Alquran dan Alhadits. Karena setiap manusia sejatinya memiliki hati. Untuk direnungkan rasanya. Setiap manusia memiliki akal, untuk dipikirkan baik buruknya. Setiap manusia memiliki pengalaman hidup, untuk dikecap sarinya.

Pergeseran paradigma tentang program pemuda-pemudi dalam memperjuangkan Quran Hadits kali ini mengusiknya. Keberadaan pemuda dalam pengembangan Quran Hadits seakan semu dan menjadi sesuatu yang biasa dan tidak wajib. Mereka bangga dengan absensi yang kosong karena sungkan untuk tetap mengikuti program tersebut. Atau mereka senang ketika mereka terlalu sibuk dengan aktivitas duniawinya sehingga mereka harus izin untuk tidak mengikuti kegiatan wajib sebagai pemuda yang mengerti Alquran dan Alhadits. Ada pula mereka yang berpendapat sudah seharusnya melakukan regenerasi tanpa tetap turut andil dalam kegiatan-kegiatan positif (yang bahkan sangat dibutuhkan oleh para generasi sebelum dan sesudahnya) yang mengajak pada kebaikan. Yang memiliki visi melestarikan Quran Hadits sampai batas usia yang diberikan olehNya.

Dia terdiam. Merenung.

Dia berpikir pelan pelan. Mencoba menjauh sebentar, melihat ke sekeliling. Membuka mata lebar-lebar. Berusaha melihat sesuatu dari segala sudutnya.

Dia lelah akan aktivitasnya sehari-hari. Namun, apakah itu pantas untuk dijadikan alasan agar tidak mengikuti program wajib pemuda-pemudi Quran Hadits? Iya, terkadang dia memang butuh izin, untuk istirahat sejenak. Tapi apakah hatinya bisa tenang, ketika izin tersebut adalah kepura-puraan?

Dia malu, karena usianya yang sudah terlampau jauh dengan teman-teman lainnya. Tapi apakah itu pantas untuk dijadikan alasan agar tidak turut serta membangun, menggerakkan, perkembangan Quran Hadits? Sementara dia masih mampu.

Apakah dia salah, ketika dia tetap ikut program wajib untuk pemuda pemudi yang mengimani Quran Hadits?

Apakah dia salah, ketika dia tetap ikut serta mengaktifkan kegiatan-kegiatan positif untuk menggerakkan pemuda agar senang belajar, bergaul, beraktivitas dalam lingkungan Quran Hadits?

Apakah salah ketika dia memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk tetap ingin memajukan Quran Hadits. Tetap ingin beramal sholih. Tetap ingin mendapatkan pahala, karena dia berpikir dia memiliki jalan dan potensi dalam jalur tersebut?

Apakah semuanya salah? Atau mana bagian yang salah? Kenapa saya yang menjadi merasa bersalah? Ada apa ini sebenarnya. Saya bingung. Saya sedih.

Emerging Middle Class

Heyhoo~ Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh! Apakabaarr?

Eh, kamuh kamuh udah berapa lama gak practice English? Hah? Hah? Iyap! Udah-lama-banget. Sooo~ perkenankanlah saya-yang-mau-sok-sok-an pake English disinih. Terakhir, waktu masih menjabat sebagai IT Supplier Management staff, yang sering berhubungan dengan vendor asing. Jadi agak lumayan sering nulis dan ngomong pake bahasa asing ituh. Sekarang? Hello~ -_____-a

Accordingly, let me to write some English here, it would be so messy, maybe. But, how can you get more, when your effort is just so so. Ahaa! Just lets start. So, what do we talking about? exactly, about my self. Hahaa :P
No, its just a daily thingy. And hope it will give some benefits for others, especially for you, readers :’)

You know, what is classification of me and my friends, now? (My friends, according to my company, certainly). Or, another fresh graduaters with their first job and good salary, sometimes, even manytimes, make a blunder to spend lots of money just for socializing with friends, shop by blindly, and don’t have anyone but self to support their financial-wise. Yes, the people like them are belong to certain social class: Emerging Midlle Class.

So then, tell me, how is it like to finally make your own money? Amazing! Yeah.. I can feel that, dud.. :’D
Be gratefull (could I called), I still have a responsibility for my money. Eventhough, in sometimes doing crazy like a shopaholic. Then, slap in the face! Realize, this is wrong, regretfully.
Well, im not an angel, right? still a human with sins, and make something wrong and again, doing like crazy when impoverished, prematurely. HAHAHAA.

Oohh, so how about you, dears? Do you ever feel the impact of this silly deeds?
Like in the half a world away (just called), my friends, mostly, spent their money, unwisely. Say it like hangout with friends almost all night along, check in all over the ‘nongkrong’ place around their kos-an or office or even Jawa Barat dan sekitarnya.

We are know, they (YOU) are young, got enough money to fulfill their (YOUR) live’s standards, got enough friends to spend it with, even just got a limited free time they (YOU) need, but it doesn’t matter, right? They (YOU) are can still be spoil (or, means: ruin) their lifestyle.

And, in the middle of the month, we have no money in the banks. No saving whatsoever. Where is your money, where is my money, h*ll yeah?! Initially you got a lot of money, yet you’re broke! Poooooooor you (me)! No, you just a rich, yet then you are falling into poverty. Dang!

Okay, inhale.. exhale.. be calm there. :P (of course, including me, dears).
From now on, please be discipline with your money. Take responsibility in using your money.
Your life is still long, but you never don’t know, what will happened in the future. Rather than you spend your money with no benefits thingy, better you start to make an invest for your future life. Like buy some gold, make some insurance, buy some stock, or buy something that can make your money growth. Be entrepreneur! If you wanna safe area, be investor! Don’t ask me, how the way it is, Ask google, please.. LOL XD kidding, you can ask me in private area, maybe :))

Plan your expense in monthly, even good in weekly. Make your maximal or minimal budget for. Record all your expenses. DON’T LOSE WHATSOEVER! Please, be honest for your life. Be discipline, dears.. or if you thought, “oh, think about my future is too early, Nad.. please, im still wanna entertain my self. This is my first own money that I made, Im worth to spend this for spoil my life..”

Teroreett teroreroreroreett~

OKAY, I’ll said, okay then.. :)))))

Well weell, I’ll offering you the other plan, how if you start to savings with one purpose, or some purposes, huh? Like holidaying abroad, join in Japanese language course, sewing courses, or painting courses, maybe? Traveling around Indonesia, nongkrong in some special place as you have as long for desire that place, or any special thing. With that purposes, you will spend your money, wisely.. Yaa, i hope soo.

So, have you decide, where you placed your money, anyway?

Think deeply, act wisely, dears..
*\( ^,^-)

Wish you luck! ;)

Silly at Office XD #Part1

Di suatu sore yang cerah, Temanku Mba Murti memforward email team IT:
Kemudian beliau mengajakku ikut dalam Pizza party tersebut:
Lalu beliau meminta ijin kepada pemangku adat, Mba Eva-yang-namanya-panjang-banget selaku Sekretaris IT Department:
Dan dibalas Mba Eva dengan singkat-padat-dan-jelas (dia memang ada dendam pribadi denganku HAHAHAHA XD):
Mba Murti melobi pemangku adat:
ROTFL IN THE AFTERNOON~ XD XD XD
ALHAMDULILLAH I DESERVE FOR LITTLE SWEET THINGS IN THIS WORLD. :'D

Hari ini aku ...

Hari ini makin berasa gaenak badannya. Rencana puasa jadi batal. Dopping vitamin C aku ketinggalan di kosan. Tapi Alhamdulillah, hari ini cukup banyak bersyukur karena serunya Zombie Invasion di kantor. Ditambah lagi snack-snack yang berulang tahun di hari ini. Sebenernya banyak banget cerita seru yang mau di share di blog. Tapi banyak banget cobaannya. Entah males, atau sibuk, yang jelas gak jadi-jadi terus mau nulis. Tentang apprentice yang udah banyak banget ceritanya. Tentang seminar-seminar yang aku ikutin. Tentang event-event keren yang terjadi di hidup aku. Tentang tantangan dan project-project baru. Hhhmmff. Sekarang, masih aku simpen baik-baik dulu dalam hati dan otak yah. Nanti, lain waktu, disaat semuanya tepat, aku bakal share satu persatu disini. *apeeu bangeett LOL

Mudah-mudahan otak dan hatinya masih menjaga semua keseruan hidup aku, jadi aku gak lupa buat share disini. Meninggalkan jejak masa muda untuk dibaca ulang suatu saat nanti :’)

New Hire Orientation XD

Kyaaaaaa!! *dateng-dateng rusuh*
Okay, salam dulu.. Assalamualaikum Warohmatullohii Wabarokaatuuhh x’) Hay hay haaayy *dadahdadah* ih, udah lama ya kita gak ketemu! Aku punya cerita banyaaaaaaaaaaaaakk niihh.. uwuwuwuw! Hmm.. mulai dari mana kita? Well.. dari NHO aja kali yuukk.. New Hire Orientation! Apakah itu NHO? *jengjeeng* NHO adalah masa orientasi karyawan untuk mengenal perusahaan tempat dia bekerja, lebih jauh. Lebih dalam. Sudah ada bayangan? Yayaa.. sama kayak jaman SMP/SMA gitu deehh :D Anyway, biasanya NHO ditempat aku bekerja, cukup 2 hari saja loohh.. but specially for apprenticer, we have 4 days to know deep inside about our company! Yeaahh! \^O^/ Tanggal 19 aku signing kontrak, dan selasa till jumat, aku juga temen-temen lainnya mengetahui banyak hal tentang perusahaan. Hari pertama (Selasa) perkenalan tentang our company. Culturenya, tata tertibnya, peraturan, wah banyak deh.. Seru. Ohya, sesuatu yang menarik disana, sebelum presentasi kita ada games unyu gitu, segala tuker2an sepatu, berasa Cinderella gitu gue sepatunya cuma satu xD
Menariknya lagi, adalah Enggar atau Jalu salah satu temen aku yang lolos as apprenticer, nanya: “Mbak, sebenernya yang daftar Apprentice berapa orang sih?” #Eeaa #Kepo
Mbak Aztia jawab, “Kenapa nggar? Pengen ngerasa menang ya, telah melewati berratus-ratus lawan?” hihihii nyebelin yaa jawabannya Mbak Aztia :P:P
Finally dijawab sih, “yang udah kirim CV ke aku ada sekitar 1100-an pelamar, karena sudah terlalu banyak, akhirnya loker yang aku buka satu bulan, terpaksa aku tutup di dua minggu awal. Karena pelamar terlalu banyak, kemudian dari pelamar yang masuk tersebut, terpilihlah 90 orang untuk psikotes, yang kemudian disaring lagi menjadi 45 untuk FGD, dan setengahnya untuk Interview Panel, dan akhirnya, kalian lah 14 orang yang terpilih..”
Huwwaaaa.. Merinding Disko boookk dengernyaaa! At that time, aku ngerasa.. ya Alloh.. Alhamdulillah saya bisa sampai pada tahap ini. Seriously, ‘rasa menang’ itu emang ada dan dapet banget waktu Mba Aztia ngomong kayak gitu. Sama kayak waktu dapet SMP Favorit, SMA Favorit atau PTN terkemuka gitu kali yaa.. :’) Subhanalloh..

Hmm.. mau diceritain hari pertama juga? Oke, oke.. Hari pertama hanya sign kontrak sih.. Ohya, dihari itu, finally kita semua, baru sama-sama tau siapa-siapa aja yang terpilih sebagai *ehem* Apprenticer! Hiii ^0^/
Aku ketemu sama temen yang timing interviewnya bareng. Kalo yang Psikotes dan FGD bareng aku, gak ada yang lolos. Fffuuu :3
Kemudian, kontraknya disuruh baca baik-baik dan seksama. Tapi, biasalah orang HCD nya becandain kita-kita yang masih muda unyu-unyu ini, halaman tujuhnya diliat, halaman tujuh. Kalian tau, halaman tujuh halaman berisikan apa? Nominal kompensasi! Hihihiii XD begitu ada pertanyaan “ ada yang mau ditanyakan?” banyak tuh yang nanya, tapi gak ada yang nanya tentang kompensasi :P

Kemudiaann, dalam waktu 4 hari itu kita semua, dikasih tau tentang product-product perusahaan, competitor, sedikit analisa tentang product dan competitor, IT, Revenue perusahaan, waaahh.. banyaaakk! Pokonya seruuu! Gak kalah seru juga karena kita dikasih petuah petuah keren dari VP dan beberapa GM/Manager disana. Teruuss, kita kita diajak mengenal/mengunjungi canvasser, customer service, dan BTS kita..
Hhhmmff.. alhamdulillaahh.. Nadya senang sekali dikuliahi gratis seperti itu! :P Sejatinya, apprentice adalah program untuk bibit-bibit baru yang belum punya pengalaman/minim pengalaman, supaya mengenal dunia kerja, dunia praktek lebih dalam. Jadi, kalau disimpulkan, apprentice itu belajar, tapi dibayar. Gak bayar kayak kuliah. Kalo kuliah kan belajar tapi kita bayar, toh? Sama persis dengan prinsip aku kuliah sambil kerja tempo lalu. Perhitungannya seperti ini, aku kuliah di tempat yang eksistensinya, hmm.. bias dibilang, meragukan. Ya siapa juga yang kenal kampus gue WKWK. Walaupun akreditasinya A, dan satu-satunya PTS yang menyediakan jurusan Strata 1 Perpajakan (FYI: jurusan S1 Perpajakan di Indonesia hanya ada di 2 kampus: UI dan Kampus gue) di Indonesia, hal itu tetep juga gak ngebuat kampus aku eksis. Kasian ya. Hahahaasumpahngakaksendirihahaha. X’D

Dan oleh sebab itu, maka.. penjajahan diatas dunia … *hening*
… lanjut, dan oleh sebab ituu.. begitu aku lulus as fresh graduate without experience, even IPK aku cum laude, 4.00 (misal) tetep kurang bersaing sama lulusan-lulusan PTN diluar sana. How to be a qualified person for some company? Yes, pengalaman. Seriously, aku pinter (katanya sih, Alhamdulillah kalo iya #pret :P:P) lebih banyak karena kerja. Jadi ketika belajar dikampus, aku ngerti tuh teori hubungannya kemana, prakteknya gimana, masalah dan tantangan yang biasa muncul apa, contoh kasusnya apa, penyelesaiannya secara teori gimana, secara praktek gimana. Well, compare. Teori-praktek-teori-praktek, itu jelas lebih mudah dimengerti sih, kalo menurut aku. Nah jadi, kalo pagi (kerja) aku belajar dikasih ‘uang jajan’ tiap bulan. Kalo malem (kuliah) orang tua aku ngeluarin biaya buat gue kuliah. Nah kalo mahasiswa-mahasiswa rajin udah buat metode belajar dengan menggunakan jam kerja untuk belajar, yakni 8 jam sehari. Gue? 10 jam deh tuh, ditambah jam kuliah. Cape? Bangeett. Tapi seru sih, kalo bosen di kantor, ada penghiburnya di kuliah. Kalo bosen sama tugas, bisa nongkrong di sevel pake ‘uang jajan sendiri’ dari kantor. Yang agak repot sih, kalo udah jenuh dua-duanya. Pengennya nikah, tapi ya mau gimana.. #plakk! Ngahahahahanajis.

Alhamdulillah lah ya, gue cukup bangga dengan hasil keringet gue (udah kayak nguli aja kerjanya pake keringet :P) yang bisa gue pake buat biaya kuliah di semester enam. Tapi masih patungan sih sama Papa hihii :P ya abisnya satu semester kurang lebih 4juta, bagi dua: 2juta masing-masing. Mahal kan? Iya kan? #halah #alesan :P Gak semua orang bisa bayar kuliah pake keringet sendiri meeenn. Walopun gue juga gak full-full amat biayain kuliah sendiri, dan gak dari semester satu juga, tapi at least gue sedang dalam proses berusaha mandiri. :’D Kemudian daripada itu, gue udah gak minta uang jajan lagi dari semester 3. gue udah bisa menghasilkan uang jajan sendiri dengan ngajar-ngajar lucu di bimbel. hahahaa. Keren kan gue? yaiyalah gue keren banget! WKWK << lhaa ini kenapa jadi curhaT+narsis -___- maap. Kelepasan.
Oke, back to the topic, setelah gue lulus, berpengalaman, IPK gak jelek-jelek amat, suka ikut seminar dan berorganisasi, banyak dooaaaaa, nah.. boleh deh kita adu sama lulusan-lulusan PTN terkenal itu. I’m not as worst as u thought yesterday, right? Yeah.
Ini cara berpikir gue sebelum, semester tujuh. Semester 6 akhir sampai sekarang gue udah mulai membiaskan mimpi gue jadi karyawan teladan. Ya menurut lo aja deh kan, gue udah nyuri start kerja dari kapan tau, disaat fresh graduate lagi heboh-hebohnya pengen kerja, gue udah sampe tahap “cape ya kerja, pengen kawin aja lah.” #halah << itu boong :P untuk hal-hal kayak gitu sih, mood-mood an aja deh yaa. Yang jelas, udah mulai kebuka pikirannya, “gue gak bisa nine to five begini terus, Monday to Friday berangkat ke kantor ninggalin anak dirumah.” #eeaa gayanya kayak udah punya anak WKWK.

Dari sana, gue berpikir someday harus uang yang bekerja untuk gue, bukan gue yang bekerja untuk uang. Nah, caranya itu yang beda-beda. Ada orang yang mulai usaha dengan modal seadanya, atau modal luar biasa dan belajar dari sana. Atau banyaklah ya cara mereka menuju suatu hal yang pasti, yakni bebas financial, secepatnya. Dan gue, memilih jalan (aman) ini (masih dengan belajar, sebagai karyawan), gak perlu gue jelaskan proses dan perhitungannya, mari kita usahakan saja bersama, cita-cita yang kita inginkan tersebut.
NHO dan berbagai pola pikir juga tambahan wawasan dan banyak curhatnya ini, saya nyatakan, celecai ;D

XLence Apprentice Program - Part 3

Yehaaa.. berhubung masih gatel tangannya, lanjutin sekarang dulu deh :P ohiya, belom salam.. Assalamualaikum Wr Wb! :'D
Hmm.. Sampe mana tadi, ohya.. sampe Munir. Iyaa.. gue sampe mikirin Munir coba, kurang cerdas apa gue lagi sakit mikirin si Munir! Bhahahahaa. #dikeplak

Nah, tes FGD nya itu hari senin sore, jam 3. Berangkatlah gue dari rumah (Depok) bermodalkan nekat (lagi). Masih sakit, kleyengan, panas, pusing, tapi emang ya.. Alloh itu beserta prasangkamu.. Siapa yang bersungguh-sungguh maka akan Alloh tunjukkan jalannya. Kebayang dong, naek angkot - panas. Trus disambung naik Commuter Line, yang siang itu cukup dingin karena gue lagi gak enak badan. Tambah gaenak badan aja gue. Logikanya. Tapi.. voila!! Sampe Menara Prima, Kuningan Lt. 20. gue sembuh. atau paling tidak, perasaan dan kondisi fisik gue jauuh lebih baik dari sebelum berangkat. Saat diperjalanan, gue cuma bisa pasrah dan melafalkan kalimat-kalimat pujian kepada Alloh, yah.. mudah-mudahan Alloh mendengar. Dan Alloh mendengar.

Dengan kondisi kurang fit tersebut, gue di test untuk mengerjakan soal analisa tentang pengangkatan supervisor, kriteria yang paling utama, sampai kriteria yang tidak penting, diurutkan, lalu di tulis alasannya. 10 Menit. Ohwaw! ada 7 kriteria disana. Setelah soal mandiri selesai, kami, satu team 6 orang didalam ruangan tersebut, harus merumuskan bersama, dengan cara diskusi bukan voting. Seru? ya, lumayan, ada volunteer dari anak STT Telkom, yang membuka diskusi, untuk menentukan point kriteria pertama, cukup terjadi perbedaan pendapat antara kubu dia, dan kubu gue. Yang masing-masing kubu terdiri dari 3 orang.

Satu hal lagi yang sebenarnya bikin agak down, ya gue gatau analisa awal gue bener atau gak.. kemudian mereka, berasal dari Universitas-Universitas keren, macem UI, Perbanas, Binus, STT Telkom, USU, Kemaren sih gue gak liat anak ITB tapi biasanya, ngumpul juga tuh anak-anak ITB di XL.. kemudian gue?? Helloo~ ngimpi banget kayanya yaaa.. Tapi yasudahlah.. Semua berangkat dari mimpi dan nekat.

Kenapa gue berusaha banget XL Apprentice ini gue HARUS LOLOS? Iya, gue minta dengan sesungguhnya minta, mulai dari do'a sampe hajat, nangis berdarahdarah << Lebay. Satu hal, sepele mungkin, cuma karena Papa gue minta. Papa jarang minta sesuatu sama gue, Papa pinter, kelewatan pinternya. IQ nya tinggi bukan karena latihan soal-soal Tes IQ kayak kebanyakan orang, tapi emang pinter banget. Keturunanan kakek. Dan gue? Gak ada apa-apanya dibanding Papa. Jauh. Dan yah, gue sedih.. Waktu di SMP, itu ada yang namanya kertas bertuliskan nama-nama seluruh ranking (1,2,3) dari kelas satu sampe kelas tiga, beserta juara umum disetiap angkatannya. Kertas itu dibagikan untuk seluruh siswa-siswi SMP setiap ngambil raport. Tau Papa pernah ngomong apa ke gue? "Coba dong, nama kamu ada disini.." Dan gue gak bisa ngabulin permintaan itu. Dan gue masih kepikiran sampe saat ini. Bagi gue, itu utang. Yang belom gue tebus. Sedih banget rasanya gak bisa ngabulin permintaan Papa. Yang paling nyesek juga adalah, jumlah raport gue 95, dikelas gue 1.4 gue rangking 6. Dikelas sebelah, 1.3 akumulatif seluruh pelajaran (95) itu ranking 3, dan namanya terpampang di kertas itu. JLEB!!! Pait banget. Haahh.. tapi yasudahlah yaa, masa lalu :'P

Nah, sekarang.. berhubung bokap gue MINTA lagi.. (yang mana bokap minta juga gue kerja di auditor tapi gak terkabul) maka kali ini gue berusaha pol-polan, supaya XL Apprentice lulus! Belajar? Gak juga.. gue tau kalo belajar sekarang mah ya telat juga kalee.. nah itu tadi yang gue bilang, do'a nya.. sampe berdarah-darah.. Finally.. Gue lolos seleksi tahap 3. :'D Hahh..

Invitationnya kemudian untuk mengikuti seleksi tahap 4, interview panel. Disini para calon apprentice bakalan diinterview sama usernya. Gue, diinterview 4 Orang Finance. 2 dari accounting, 1 dari budgeting, dan 1 orang dari treasury. Tak ketinggalan 1 HRD nya. Mba Aztia. Jadi, dalam 1 ruangan, gue disidang 5 orang tua, yang bakal nanya-nanya sepuas hatinya! Ohmy.. -__________-
Deg-degan? JELAS! GAK USAH DITANYA. Yah, gataulah itu.. ditanya gue jawab seadanya.. Ketika panel selesai, gue mulai kepikiran lagi.. Gue gak yakin bakal lulus, dengan jawaban-jawaban gue tadi. Tapi gue tau, kemana gue harus cerita.. Mba Murti. Seseorang yang sangat yakin, 99% gue bakalan lulus apprentice. Gue cerita, dan dia cuma bilang, "lulus.. percaya kata aku." Kemudian dia langsung ngebahas tentang traktiran.. hadeeuuh. Tapi alhamdulillah, berkat dia juga gue selalu bisa tenang, ikhlas, tawakal apapun yang terjadi, tapi tetep usaha dengan do'a..

Waktu yang ditunggu-tunggu datang, pengumuman invitation Medical check up. Hari itu, gue pantengin email gue. Galau. Gak ada invitation. Fixed. gak lulus nih. Gue cerita ke San-san. Kata San-san, kemungkinan pengumuman diundur, gue juga gitu kemaren. Oke, secercah harapan muncul kembali.. Hingga disuatu siang.. Jengjeeng *email masuk* *mba aztia - HRD XL Apprentice*
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKK!!! SHOOCKEEDD!

Reflek sujud ditempat langsung! aahh.. Alhamduliillaaaahh.. gue sempet menitikkan air mata loh! aaahh.. indah banget rasanya, langsung sms Papa Mama, syukur ke mereka atas doanya dan semuanya. Pesen Papa cuma satu: "Bersyukur dengan lebih rajin beribadahnya ya.." Gue terharu meeenn.. Pesen orang tua yang tetep gak jauh-jauh dari perintah Tuhannya.. hari itu indah banget. Hari itu, gue akhirnya bisa bilang.. "Pa.. Uni bisa buktiin ke Papa.. kalo Uni bisa.. :')" Hari itu sama kayak hari dimana gue sidang S1 yang minim persiapan, modal do'a dan ajaib bisa dapet B+.. Dimana, paginya Papa Mama sms, bilang.. "Uni yang yakin.. percaya pasti bisa.. mama papa udah do'a malem, do'a sama-sama buat Uni. pagi ini juga, dhuha bareng.."
Indaaaahh bangettt ya Alloh.. Alhamdulillaaahh..

Selasa kemaren gue udah Med-Check, dan Senin besok, gue sign kontrak as XL Apprentice!

Finallyy.. Alhamdulillahi robbil 'alamiin.. :'):'):')

XLence Apprentice Program Part 2

Assalamualaikum Wrohmatullohi Wabarokaatuuhh..
Wah! Tak terasa sudah lama nggak nyamfah di disini eeaa.. Kangen! banyak hal yang seru belakangan iniihh.. Hhhmmhh >,<

Okeh, Di post ini kayaknya aku mau cerita tentaaaaaang..
XL Apprenticee! Yehehehehehe :'D

Seperti di post sebelumnya mengenai program XL Apprentice yang aku ceritakan seadanya karena buru-buru dan nggak mau sesumbar dulu << anaknya suka sesumbar kalo udah sukses *pret HAHAHA. nggak deh yaaa, tetep kok aku pribadi baik hati dan low profile :P Boasanya suka sharing aja tentang yang terjadi dihidupnya, siapa tau bisa jadi inspirasi orang-orang. Kalopun nggak ada yang terinspirasi (mending lo semua nggak usah baca-baca blog orang kalo cuma pengen ngehina deh) << tetiba nyolot ... | at least punya kenang-kenangan buat anak cucu aku nanti, mereka bisa tau, siapa Bundanya, Neneknya, gimana pegalaman hidupnya, warna warni kesehariannya..
Hai Nak.. mudah-mudahan banyak hal positif yang bisa kalian petik dari blog Bunda yah.. Bunda sayang kalian, dan selalu mendo'akan tentang kalian sejak kalian belum ada. Sejak bunda masih duduk di bangku SMP.. :') ini kenapa jadi kayak tali kasih gini prolognya Naadd -______- Okay, maaf :'P

Back to the topic, mengenai penerimaan seleksi awal program XL Apprentice kemariiinn.. Pertama-tama aku mau cerita apa sih itu XL Apprentice? XL Apprentice adalah salah satu program CSR yang diadakan oleh XL Axiata (provider) untuk menyaring pelajar-pelajar unggul yang baru lulus Sarjana, maupun Pasca Sarjana. Jadi program tersebut untuk freshgradute? Yap. Benar.
Apa aja persyaratannya supaya bisa daftar? beberapa syaratnya yakni, IPK diatas 3.00. Freshgraduate. Usia 22-23 untuk Strata 1. Dan usia 24-25, untuk strata 2. Lulusan universitas terkemuaka.

Untuk postingan kemarin, aku baru saja lulus tahap seleksi satu. Ya, yang diatas itu. Sempet shock, kenapa? Meeenn.. siapa yang tau kampus gua? BIG NO ONE. Ya gak? Secara administratif, gue, adalah pelamar yang bakal dilempar gitu aja CV nya. Iya gak> Iya doong. Modal nekat aja, ya.. nothing to lose lah menurut gue. Tinggal send CV beserta scan ijazah dan kawan kawan, lo;os syukur.. gak lolos yaudah selow.. Toh gue udah stay di XL.. akan banyak kesempatan berikutnya. Atau tahun depan gue bisa ikut lagi toh :P Yah, banyaklah kesempatan. Daann.. Alloh berkehendak lain! Gue lolos seleksi satu. Wuihh.. senengnyaaa.. baru seleksi satu sih padahaall.. tapi disitu gue pecaya, logika lo, gak seberapa dibanding kekuasaan Alloh.

Awalnya gue nggak sengaja nanya-nanya ke anak Apprentice di team gue (supplier management). Gue nggak tau apa sih itu apprentice, dan dia ngejelasin panjang lebar tentang apprentice. Setelah gue tau, " aaahh itu yang diomongin papa gue kemaren-kemareenn!" (bokap gue nyuruh gue ikutan program management trainee nya XL yang mana gue nya cuma ho-oh ho-oh aja, gangerti). Disitu gue bilang, pengen banget ikutan itu , San. (nama temen gue Sudarsan, panggilannya San-San, kuliah di Binus, bergolongan darah B, asli Bangka Belitong. Weey! anggota Laskar Pelangi! hihihii) Dengan sigap, San-san ngasih tau gue, ini buka lagi koook.. batch 8. For any major, kalo gue kemaren batch 7 cuma lulusan IT doang yang dicari.."
Gak pake mikir panjang, besoknya gue kirim CV ke San-san. Kata San-san, kalo rekomendasi dari apprentice lama, bakal lebih "diliat" HRD, CV nya..
Dengan santainya, seperti biasa gue menjalani hidup, dan nggak ngarep-ngarep amat bakal lolos, tibatiba, 2 hari kemudian *jengjeeeng* masuklah invitation psikotes seleksi tahap 2 XL Apprentice. Gue girang dong! Dengan cepatnya, gue kabarin temen gue, Mba Murti, anak Bandung lulusan sastra Inggris Unpad, bergolongan darah AB yang AB banget. Sumpaaaaaahh.. lo kalo biasa liat ciri-ciri golongan darah AB di komik-komik golongan darah, nah itu Dia banget! hahahaha. Dia seneng sekaligus ngomong: " tuhkan, aku bilang juga apa.. pasti lolos deh. Nih ya, aku kasih tau.. kamu pasti lolos Apprentice ... " Panjang deh obrolannya, sampe dia udah mikirin kalo gue lolos Apprentice, traktiran apa yang bakal dia minta ke gue. Dan itu beneran terjadi. Gaktau dia punya indera ke enam, tujuh atau delapan, tapi kata dia, omongan dia emang alhamdulillah suka benar. Makanya, dirumah ibunya, dengerin banget apa kata dia. Wuh.. Ohya, gue juga cerita ke San-san.

Singkat cerita, gue ikut psikotes, pagi-pagi jam 8. Ruangan dingin bersama 8 orang. Psikotesnya sih katanya tes intelegensi, yang soalnya pake soal cerita berbau IT. hidiih. ngerti juga kagak. Kemudia disambung English test Reading-Vocab-Grammar-Listening. Berhubung gue lemah di grammar, jadi gue lewatin lah soal itu. Dan kemudian waktu hampir selesai, jadi soal grammarnya gue isi opsi A semua. HAHAHAHAHAA. Ya gue gangerti, sok mikir juga belom tentu bener. Gue isi A semua, lumayan lah yaa satu dua ada yang bener. HAHAHAHA. Secara gue juga gak ada persiapan apa-apa gitu kaann.. tiba-tiba test aja. Yaudahlah, gue cuma mikir, kalo emang ini rejeki gue, gue tetep bakal lolos seleksi kok, insyaAlloh.
Dan benar saja, Alloh menghendaki. Kemudian gue diundang seleksi tahap tiga. FGD - Forum Grup Diskusi. Disini gue lagi sakit. Pulang dari Bandung, yang gak tau gue makan apa, entah itu blackberry yang gak dicuci langsung gue makan atau masakan di nikahannya Mas Manto.. entahlah, yang jelas saat dibandung, malem minggu itu, gue diare setiap satu jam sekali dan begonya gue, gue gak minum obat, gak minum air putih, sama sekali gak kepikiran nyembuhin atau at least memperbaiki kedaan. Gue pasrah dan sumpah.. udah lamaaa banget gue gak ngerasain sakit yang kayak mau mati gitu. Terakhir, gue tifus waktu SMP kelas 3, 10 hari bedrest dirumah, dan itu terpaksa masuk sekolah karena mau ujian. 10 hari udah bedrest aja masih lemes pusing gak jelas gitu. Dan gue ngerasain lagi, setelah sekian lama, rasa sakit yang ... "kalo gue emang bakal diambil sekarang, bahagian mama papa Ya Alloh.." Gue cuma kepikiran mereka, gue belom sempet bahagiaan mereka, gue masih punya 3 adik-adik.. aahh banyak banget pikiran gue. Dan gue inget Munir, yang mati karena diare.

Anywaayy.. sambung besok yaa, belom sholat maghrib nih..
dadaaaah! Wassalamualaikum wr. wb
:D:D:D

Perlengkapan dan Furniture Rumah Tangga

Hey, Assalamualaikum!
Apakabar semuaaaaa?

Seru ya semalem abis nonton Debat Cagub, lucu! Saingan deh sama Stand Up Comedy x)))
Pengen bahas Debatnya sih, tapi udah rame juga di twitter dan media massa yah, yaa.. Dilema lah intinya karena kedua calon kurang berkenan untuk saya pribadi, tapi ya apa mau dikata, orang saya aja gak punya hak pilih. Lah :P #abaikan

Jadii.. Kayanya mau tsurhat aja sih ini, kemaren kepengen banget nonton Debat Cagubnya di Metr*Tv. Berhubung gak punya TV, jadilah galau. Mau kerumahnya Putri (Temen baru aku di pengajian) atau ke warteg dan nonton disana. Tapi, males keluar kosan. Huhu. Kemudian aku teringat kalo kamar sebelah, mbaknya punya TV, jadi deh nonton di kamar doih! Waaa.. rameee! Gak nyesel deh nonton semalem, lumayan buat refreshing, ngakak-ngakak liat mereka dan twitter :p

Teruuuss, dikamarnya Teh Desy, Iya, namanya Teh Desy, kantornya di Menara Prima kalo gak salah, di Bank BTPN. Lantai 29. Nah, dikamarnya doi perlengkapan rumah tangga banyak gitu ciin.. Jadi galau mendadak gitu lah akuu, ahihii.


Beberapa saat aku merenung gitu, #tsaahh "ih, kenapa gue gak coba ngumpulin barang-barang itu satu-satuuu. Daripada belanja gak jelas, beli-beli sepatu sendal tas lalalala.. aaaaaaaakk >.<"
Telat yah? Baru kepikiran sekarang, yah setelah ngekos gini.


Coba dikumpulin dari dulu yaa. Belanjanya tuh piring-piring lucuu, gelas, teko, magic jar, kipas angin, pel, keset, pisau, talenan, ulekan, blender, panci, wajan, pemanggang roti, ember, sapu, tempat sampah, rak sepatu, lemari, kulkas, mesin cuci, TV.. aaaaakkk! InsyaAlloh udah terkumpul banyak lah yaaa.. huhuhuuu menyesaall.. cungguuhh :'3




Yah, baiknya sekarang belom nikah udah sadar sih.. :"> rasanya mau hunting-hunting itu sekarang deh! Walaupun belom punya suami/belum berumah tangga, tapi hobi ngumpulin peralatan rumah tangga ini akan bermanfaat kelak! ahihiiww! mulai liat-liat diskon peralatan rumah tangga deehh.. hunting yang murah, toh gak perlu-perlu banget kaan! Aaaaaww semangat sekali menjalani hobi baru ini sodara sodaraaa \:'D/



Kalo dulu, jalan bareng sama Fenty, entah belanja apa gitu di Caref*ur, doi suka ngomong, "iii kasurnya lucuu Naadd" "itu sofanya jugaa" "ii gue seneng deh, kalo liat mebel-mebel gini, rasanya pengen beli" "ii lemarinyaaa.."
Terus gue ngeresponnya yang .. "iya lucu" "eh iya bagus" "he'eh pengen juga" << tidak antusias, dan tidak tertarik. Belum. :3





Sekaraaaaang, kayanya bakal heboh juga kalo liat barang-barang itu deeehh. Apalagi nanti milihnya sama suami yaaahh.. uwuwuwuwuuu~ :3 #galau #okeskip :PP

Baiklaaahh.. Ayok, yang mau ikutan ngumpulin peralatan rumah tangga bareng akuuh! mari kita melihat diskon diskon di emol emol terdekaaaaatt! yeyeeeeay! *\XD/*

 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon