Showing posts with label NHW. Show all posts
Showing posts with label NHW. Show all posts

NHW #6: Belajar menjadi Manajer Keluarga Handal


Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting:

Beribadah (sendiri ataupun mengikuti kajian), Membersamai anak, Membaca/mencari ilmu tentang Pendidikan ibu dan anak

3 Aktivitas yang tidak penting: 

Screentime (both, film/gadget), menunda pekerjaan dan mengerjakan hal yang tidak penting, mencari tau sesuatu yang bukan prioritas (tidak fokus)

2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Balance. 
Harusnya mengurangi porsi kegiatan tidak penting menjadi hanya 15% dalam aktivitas harian.

3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

InsyaAlloh. I'll do ma best.

6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

Aktivitas rutin

Subuh-07.30 : 
(Doa Pagi sore, Baca Alquran, Siapin Sarapan abih, Baca Buku/artikel Parenting, Me time)

***

Aktivitas Dinamis

07.30 - 08.30 : 
Menyiapkan sarapan Sabiq (15 menit)
Membersamai menonton film edukasi (10 menit)
Mandi (both) (25 menit)
Beres-beres rumah (10 menit)

08.30 - 09.45 :
Belanja (20 menit)
Mengajak jalan-jalan Sabiq (Motorik Kasar) - (berbarengan dengan belanja)
Aktivitas bermain diluar (Motorik Halus dan Kasar, mengenal alam) - (berbarengan dengan menjemur serta menyapu, 25 menit)
Menjemur pakaian (15 menit)
Menyapu halaman (10 menit)
Snacking time for Sabiq (15 menit)

09.45 - 10.45 :
Dhuha (10 menit)
Menidurkan Sabiq (30 menit)
Memasak (20 menit)

10.45 - 12.00 :
Menyiapkan makan siang sabiq (15 menit)
Mencuci piring (15 menit)
Beres-beres dapur (10 menit)
Mengisi Materi Whatsapp Group (10 menit)
Murojaah bersama Sabiq (10 menit)

12.00 - 13.00
Sholat sunnah rawatib (5 menit)
Dzuhur+Doa (10 menit)
Menulis (coret-coret)/Menggambar (motorik halus) (20 menit)
Makan siang (25 menit)

13.00 - 14.00
Cuci piring (10 menit)
Menonton film edukasi anak (20 menit)
Membacakan buku anak (20 menit)
Menghapal doa-doa harian untuk Sabiq (10 menit)

14.00 - 15.00
Snacking time for Sabiq (15 menit)
Mencuci Baju (15 menit)
Membacakan Buku anak (10 menit)
Menyiapkan makan malam (20 menit)

15.00 - 16.00
Ashar (10 menit)
Sholat sunnah (5 menit)
Berdoa (5 menit)
Bermain bricks (20 menit)
Beres-beres rumah (10 menit)

16.00-17.15
Menyiapkan makan malam sabiq (15 menit)
Beraktivitas diluar rumah (20 menit)
Olahraga (20 menit)
Mandi (20 menit)

17.15 - 18.00
Tilawah Alquran (20 menit)
Maghrib (10 menit)
Snacking time for Sabiq (15 menit)

19.00 - 20.00
Menyiapkan makan malam Abih (10 menit)
Menidurkan Sabiq (30 menit)
Quality time dengan Abih (20 menit)

20.00 - 22.00
Membaca buku/artikel parenting (30 menit)
Menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai

22.00 - Subuh
Istirahat

Aktivitas Mingguan 

Mengikuti Kajian Quran Hadits di Masjid:
Kamis: Jam 20.00 - 21.30
Sabtu: Jam 16.00 - 17.30
Minggu: Jam 20.00 - 21.30
Qiyamul Lail: 02.00 - 03.00

Aktivitas Bulanan

Silaturohim ke Orang Tua di Depok: Min 1x Sebulan
Silaturohim ke Orang Tua di Karawang: Min 1x Sebulan
Refreshing Keluarga: Min 2x dalam sebulan
Kajian Quran Hadits di Budi Agung: Minggu Jam 09.00 - 11.30 (Minggu ke 1)
Evaluasi aktivitas sehari-hari: Setiap tanggal 1 bulan selanjutnya.

Aktivitas Tahunan:
Mudik hari Raya
Refreshing keluarga inti ke luar kota
Khatam Bacaan Alquran
Tarawih full saat Ramadhan (Jika diizinkan Allah)
Sukses 10 Malam terakhir Lailatul Qodar
Membuat Resolusi Tahun selanjutnya

7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

 Bismillaaah....
Laa Haula wa laa kuwwata illa billaah... 

Salam Ibu Profesional.

NHW #5 Learning How to Learn


Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

-----

Assalamualaikum..
Bismillah.

Tugas Nicehomework yang ke lima ini cukup membuat saya mengulang-ulang materi pun tugasnya. Saya mencoba mencernanya perlahan-lahan, yang semoga tidak salah dalam memahaminya.

Saya seperti kembali ke masa-masa sekolah, menyelami diri saya yang pada masa itu sedang sibuk belajar. Tak hanya itu, orang tua saya, Papa khususnya, senang memberikan pandangan-pandangan kehidupan. Sedikit banyak, berkat beliau pulalah, saya senang belajar, belajar pada setiap kejadian. Mencari hikmah yang berserakkan dalam perjalanan hidup.

Seperti agama yang saya anut, ia memberikan banyak hikmah dan referensi kehidupan dalam kitab sucinya. Maha Agung Allah pencipta alam semesta. Dia menciptakan hamba-hambanya dengan tujuan beserta tata cara yang benar, seperti handphone bersama buku instruksi dan cara penggunaannya, kita seorang hamba pun harus tahu bagaimana cara hidup didunia sesuai Alquran dan Alhadits dan bisa memetik hikmahnya dalam setiap kejadian, agar terselamatkan dari kehidupan yang fana ini.

Learning how to learn...

Mengapa seseorang perlu mempelajari bagaimana cara dan langkah-langkah ia untuk memaksimalkan proses belajar dalam kehidupan?

Karena ketika seseorang telah mengidentifikasi gaya belajar dan mengetahui metode yang terbaik untuk membantu dalam belajarnya, maka kemampuannya dalam memahami sesuatu akan berkembang dengan pesat, bahkan pada materi pelajaran yang sebelumnya ia anggap susah dan rumit.

Gaya belajar adalah pilihan berbagai macam cara yang dimiliki seseorang untuk mengakumulasi serta mengasimilasi informasi. Mayoritas para ahli setuju bahwa ada tiga macam dasar gaya belajar. Setiap individu memungkinkan untuk memiliki satu macam gaya belajar atau dapat memiliki kombinasi dari gaya belajar yang berbeda.

Ketika individu telah mengenali gaya belajar yang dimilikinya, kepribadiannya, minat bakatnya, maka ia dapat menerapkan cara belajar yang baik dan sesuai dengan fitrah dirinya, sehingga individu tersebut dapat memaksimalkan prestasi belajar akademik maupun non-akademik.

Kemudian saya mencoba memahami diri saya dan gaya  belajar saya, yang saya ketahui setelah melakukan beberapa psikotes juga tes dasar gaya belajar saya adalah type ENTP (Extrovert, Intuitif, Thingking, Perceiving), Koleris Plegmatis dengan gaya belajar Visual kinestetik.
Yes, i know who am i, saya senang mengenali diri saya sendiri. Sejak sebelum menikah saya sudah mengenal diri saya, apa yang wajib dan sunnah, apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang saya suka dan tidak suka. Saya juga seseorang yang memegang teguh suatu prinsip dan tidak mudah terpengaruh atau dipengaruhi.

Saya senang membaca dan melihat gambar, saya suka memecahkan masalah, saya bagus pada pemahaman konsep. Saya senang membuat sesuatu menggunakan tangan saya, saya memiliki kemampuan yang baik dalam pelajaran senirupa maupun olahraga.
Saya senang menghitung namun saya lebih senang menganalisa. Saya senang berbagi solusi atau manfaat, saya tidak pernah merasakan rugi ketika saya membagi ilmu saya.

Mudah berinteraksi dengan orang lain namun mengisi kekuatan batiniah dengan cara menyendiri, berpikir, mengevaluasi, atau berserah. Mencurahkan semuanya kepada Allah yang Maha Pengasih.

Saya menyukai ketenangan saat belajar namun tak menutup kemungkinan untuk belajar kelompok ketika ada yang perlu didiskusikan. I'm a fast learner. Saya mudah mengerti dan cepat menangkap pelajaran. Tapi, jika pelajaran tersebut tidak saya ulang-ulang dengan konsisten saya akan mudah lupa.

Meneruskan ke masa sekarang, apa yang sudah saya ambil pada mata pelajaran dalam universitas kehidupan ini, yakni ilmu parenting/Pendidikan Ibu dan Anak adalah sesuatu yang sesuai dengan minat dan kebutuhan dasar saya. Saya bisa saja mengambil ilmu yang lain, tetapi menurut saya, hal tersebut tidak pernah segenting ilmu parenting yang ingin saya pelajari jauh lebih dalam dan tidak pernah begitu menarik minat saya lebuh besar, diluar ilmu Alquran dan Alhadits.

Anak-anak dan keluarga adalah prioritas utama saya. Merekalah yang akan saya pertanggung jawabkan kelak diakhirot juga mereka adalah salah satu yang kelak bisa menolong saya di Akhirot, selain nabi Muhammad SAW dan Alquran. Maka menjadi Ibu Rumah Tangga adalah jalan terbaik bagi saya untuk dapat memaksimalkan proses belajar dan jam terbang belajar saya, seperti yang telah saya tulis pada tugas NHW 4, kemarin. Belajar dari pengalaman yang telah saya alami, melihat pengalaman beberapa orang terdekat yang berperan menjadi seorang Ibu, juga bagaimana saya mengenali gaya belajar saya, maka apa yang saya putuskan saat ini, sudah mantap tanpa tawar menawar lagi. Bismillah..

Untuk saat ini kendala yang saya alami adalah konsistensi dan disiplin. Saya masih perlu menggali lagi kesadaran diri saya bahwa kerusakkan akhir zaman di depan mata dan mati itu dekat sekali, lebih dekat dari tali sandal kita. Dengan adanya tugas ini, dan kelas matrikulasi yang saya jalani, sedikit banyak menyadarkan saya akan hal tersebut. Sehingga saya tidak bisa bersantai atau kurang fokus pada kasus ini.

Kerusakan akhir zaman dan mati adalah sesuatu yang tidak bisa saya kontrol, maka saya harus fokus pada apa-apa yang bisa saya kontrol dan bisa saya usahakan, seperti mendidik diri saya menjadi ibu yang profesional sehingga bisa mengusahakan pendidikan yang terbaik pula untuk generasi penerus saya.

Lalu, untuk hasil anak-anak saya kelak apakah akan menjadi anak yang taat Allah Rasul, bertakwa, cerdas, berkepribadian, keluarga saya sakinah mawaddah wa rohmah adalah sesuatu yang tidak bisa saya kontrol karena keputusan dan takdir sepenuhnya ada pada kekuasaan Allah semata. Untuk itu, saya berharap ikhtiar ini bisa menjadi sesuatu yang memantaskan saya dan keluarga untuk mendapatkan hasil terbaik yang kemudian Allah ridho untuk memberikannya.

Seperti yang telah saya tulis dalam tugas NHW-NHW saya sebelumnya, saya menjabarkan apa yang perlu saya pelajari, kapan, berapa lama dan dimana saya belajar dengan baik dan terperinci, saya akan mempelajarinya dengan tepat dan pelan-pelan, menerima informasi yang ada dan mencernanya perlahan tanpa diburu-buru atau bersantai-santai.

Apa yang saya pilih saat ini adalah benar, sesuai kebutuhan dan fitrah seorang wanita juga seorang ibu, khususnya. Apa yang saya pilih saat ini sesuai dengan minat saya dan sesuai dengan jalur Quran Hadits. Karena saya sudah berada pada jalur yang benar, maka saya hanya memerlukan konsistensi dan disiplin yang tinggi agar saya bisa menjadi ibu yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Maka, hal ini pula akan saya praktekkan kepada anak-anak saya, insyaAlloh. Mengenali diri mereka, membantu serta memfasilitasi apa yang menjadi minat bakat sesuai fitrah mereka. Sudah bukan waktunya lagi meratakan lembah namun saatnya meninggikan potensi-potensi yang ada.

Mudah-mudahan kelak, suatu saat nanti Allah akan membalas dengan sesuatu yang sangat baik atas apa yang telah saya tanam, hari ini.

Aamiin ya Robbal 'alamiin.
Alhamdulillah 'alaa kulli haal.


NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH





Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Ya, semenjak anak saya sulit menyusu dari botol, sekitar 4-5bulan, itu menjadi titik balik hidup saya, bahwa saya ingin menjadi Ibu yang mau belajar dan benar-benar mengerti apa yang kelak keluarga saya butuhkan. Ibu yang bukan abal-abal, Ibu yang aerius menjalani perannya bukan hanya sampingan.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita?

Belum.. saya masih keteteran menjaga ritme dan memanage waktu. Terutama waktu-waktu ketika suami libur/ada dirumah. Ibadah-ibadah sunah banyak yang masih terlewatkan :'(

Namun, dengan adanya target, saya merasakan perubahan yang cukup besar dalam hidup saya, karena sebelum menikah saya cukup aktif di beberapa organisasi dan pernah mengalami fase kuliah sambil bekerja, sehingga saya sempat jenuh dan 'kebingungan' ketika memilih harus berada di rumah. Dalam kegagapan saya merawat serta mendidik anak, bertemu dengan kelas matrikulasi ini merupakan secercah cahaya yang saya nanti-nantikan. Kemudian hidup saya menjadi bergairah kembali, ingin segera menuntaskan target-target harian dengan maksimal. Hari terasa cepat berlalu dan saya bahagia menjalankannya

Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

I'll do my best! Bismillah..
Ganbatte! ✊🙏

c.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Misi Hidup : memberikan semangat, membantu mengedukasi, serta mencoba memberikan inspirasi berupa tulisan (dan praktek) kepada lingkungan sekitar
Bidang : Ilmu parenting/Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Motivator, Penggerak/Aktivis

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

1. Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya menetapkan KM 0 pada usia 25 th, dan memaksimalkam kemampuan serta memantapkan komitmen saya agar mencapai 10.000 (sepuluh ribu) jam terbang pada bidang yang saya minati. 

Sejak saya resign (Desember 2015) setiap hari saya berproses serta mendedikasikan waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, serta menuliskannya bersama anak-anak dengan menggunakan fasilitas yang ada secara maksimal.  

Sehingga saya berharap, dalam jangka waktu kurang lebih 4 s/d 5 tahun, kelak akan terlihat hasilnya. 

Milestone hidup Nadya Sholihati Vaizal  :
KM 0 – KM 2 ( tahun 1 dan 2) : Menguasai Ilmu seputar pengasuhan anak
KM 2 – KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar pengelolaan diri dan rumah tangga
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar minat, bakat dan kemandirian finansial dll
KM 4 – KM 5 (tahun 5) : Menguasai Ilmu seputar berbagi manfaat kepada banyak orang

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Secara keseluruhan, sudah. Namun saya akan lebih mendetilkan lagi waktu serta ilmu apa saja yang perlu saya pelajari beserta strategi terbaiknya. Setelah ini, akan saya periksa kembali tugas tersebut dan menambahkan kekurangan yang ada, terimakasih banyak sudah mengoreksi dan mengingatkan. Alhamdulillah ❤

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismillaaah! Laa haula wa laa kuwwata illa billah :') ✊🙏

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 

I will.. insyaa Allah..
I'm on the right track

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Bismillah semoga Istoqomah! ❤


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

Surat Cinta Sehidup Sesurga



Aku tidak mengingat kapan tepatnya kita saling kenal, namun aku mengingat hari pertama kau sentuh ubun-ubunku lalu berdoa. Rasanya campur aduk. Lega, bahagia, takut, berdebar-debar menjadi satu. Tapi satu hal yang aku sadari, aku tidak ragu untuk melangkah ke jenjang itu.

Sebelumnya, aku berdoa disetiap malamku, sesenggukan. Aku memanjangkan sujudku, agar Allah membersamai langkah dan keputusanku. Tidak pernah aku merasa sangat yakin namun dibarengi ketakutan yang besar, bahwa inilah laki-laki yang aku tunggu. Ketika aku sudah memilih, maka aku memilih untuk selamanya sebagai konsekuensinya.

Perjalanan menuju pernikahan pun terbilang mudah, jika ada cobaan-cobaan, maka mereka berasal dari luar. Bukan kita dan para orang tua. Aku ingat, bukan kita yang ragu. Tapi mereka.

Kemudian kau sudah terlelap disampingku, aku memandangi seseorang yang telah menjadi imamku. Yang akan bertanggung jawab atas diri dan anak-anakku, kelak. Bebanmu tak mudah. Aku tau, aku wanita yang sulit dan kompleks. Tanpa sadar aku menangis. Haru dan bahagia. Inikah jawaban dari doa dan sujud panjangku? Aku bersyukur, sangat bersyukur.

Kemudian aku mengandung benih cinta kita, ia tumbuh dengan kuat dirahimku. Berbagai kesibukkan dan cobaan kami berdua lalui, ia tetap bertahan dirahimku. Ia tidak menyerah, begitupun aku. Dalam diammu, aku tau kau berdoa. Aku tau kau mengkhawatirkanku.

Tahukah kau, mungkin kau laki-laki yang paling sabar yang kukenal. Jika ada yang lebih sabar darimu, beruntung aku tak mengenalnya lebih dekat. 

Kau menungguku di stasiun sejak setengah enam sore, aku tak bisa menghubungimu karena telepon selulermu mati. Aku telat. Commuter yang biasa kutumpangi tak bisa kunaiki sama sekali. Akhirnya aku berhasil menaiki Commuter yang entah ke berapa lewat didepan mataku. Aku tak takut kau meninggalkanku pulang, aku takut kau marah karena terlalu lama menunggu istrimu yang tak kunjung datang. Setengah delapan aku sampai di stasiun tujuanku, aku mencarimu. Berharap kau masih menunggu walau tanpa kabar, tapi juga berharap kau pulang lebih dulu karena lelah menunggu. Lalu aku menemukan wajahmu diantara deretan motor-motor itu. Aku terharu. Bagaimana bisa kau punya kesabaran sebanyak itu, yang bahkan aku pun ragu ia ada didiriku. 

Kau mencintaiku, pikirku. Sangat mencintaiku.

Kau orang yang paling cemburu. Kau cemburu jika aku tidak berpakaian sesuai syariat dan kau juga cemburu tentang yang lainnya. Kau memang tak pernah mengakui kecemburuanmu tentang yang lainnya tapi aku tau. Anggap saja aku besar kepala, namun aku benar, kan?

Karenanya aku mencintaimu.

Cinta kita tumbuh, menguat, mengisi kekosongan masing-masing. Hingga suatu ketika kita berbeda pendapat, aku tak bisa mengutarakannya secara gamblang, kau pun hanya diam. Aku tak tau apakah kau menyimpan kegelisahan dan keraguan disaat itu atau tidak. Kita diam, bersedih didalam hati sendiri. Menjaga perasaan masing-masing. Aku terlalu takut menjadi wanita yang tak taat. Aku juga terlalu takut menjadi perempuan yang menyebalkan untukmu. Lalu kesabaran dan doa kita membuahkan hasil, kau memelukku meminta maaf, aku pun meminta maaf. Kau menangis, aku tak tega. Hatiku begitu sakit ketika kau ikut menangis juga. 

Dan itu pertama kali aku melihatmu menangis.

Aku tak ingat kita berbeda pendapat tentang apa. Aku selalu bersyukur diberi kemudahan melupakan bagian-bagian tak indah dalam hidupku. Alhamdulillah.

Kemudian kita menertawakan hal yang sama. Berbahagia kembali.

Namun, perjalanan hidup kita, tak selalu berjalan mulus. Kemudian, kau terlihat tak sesabar yang kukira. Kau terlihat tak sehebat yang kubayangkan. 

Setiap kali kita berbeda, aku merasakan mereka muncul dan tak terasa semakin banyak. Semakin jauh. Mengapa begini, mengapa begitu? Tanyaku. Dalam hati. Overthinking. Ya, kau tau itu aku.

Cintaku tak lagi membara, ia tak lagi menggebu-gebu seperti saat pertama. Bagaimana denganmu?

Namun, kemudian kita menemukan diri kita didalam tenangnya solat. Memaknai kehidupan ini dalam doa-doa yang kita pinta. Menemukan perlengkapan rumah yang sama-sama kita inginkan. Menemukan sebuah rumah mungil yang kita idam-idamkan. Menemukan humor-humor berselera rendah yang kita tertawakan. Menemukan film-film untuk menghabiskan malam bersama. Terlelap. Dan aku terbangun dari tidurku serta tetap bersyukur, aku memilikimu. Allah pasti punya alasan yang kuat mengapa kita bersama.

Aku bersyukur, karena aku mengira tantangan rumah tangga yang kita jalani tak serumit tantangan teman-temanku. Aku bersyukur kau tidak repot mengomentari rumah yang berantakan. Aku bersyukur aku memiliki suami yang ringan membantu pekerjaan domestik. Aku bersyukur kau sabar dan tenang menghadapiku. Aku bersyukur kau mendukung niat-niat baikku. Aku bersyukur kau ikut serta membantu merawat buah hati kita. Aku bersyukur kau jarang sekali mengeluh tentang pekerjaanmu atau kelelahanmu. Bahkan aku lupa kapan terakhir kau mengeluh. 

Aku bersyukur kau seorang laki-laki bertanggung jawab yang cerdas dan menyenangkan.

Tapi percayalah, aku tidak akan mencintaimu apa adanya. Kau tetap harus membimbingku menjadi lebih baik dan aku akan tetap mendukungmu menjadi lebih baik. Hidup ini bukan untuk menjadi biasa-biasa saja. Allah telah menetapkan kita untuk menjalani sebuah misi yang tidak dimiliki pasangan lain, karena tiap pasangan itu unik. Dan Allah berikan mereka misi yang spesifik. 

Kemudian kita mulai menikmati alurnya dan memaafkan semua perintilan kekurangan dalam diri masing-masing. Memulai hari baru dengan lebih dewasa. Setiap tantangan, selalu mendewasakan.

Ternyata, cinta kita yang tak menggebu-gebu lagi itu kini meredup. Meredup bukan untuk mati, tapi menjadi tenang dan menghangatkan. Ia tumbuh menjadi dewasa dan kuat.
Kadangkala ia akan membara, namun bukan membara untuk kemudian terbakar. Tapi membara hanya untuk menikmati roller coasternya percintaan.

Lalu kita mengerti bahwa cinta bukanlah tetang baik-baiknya saja. Cinta juga bukanlah sesuatu yang mesti kita terima apa adanya. Cinta adalah mengharap RidhoNya, dekat denganNya. Menjadi lebih baik di setiap harinya, untuk pertanggung jawaban kita, kelak. Cinta adalah mencintaiNya yang menghasilkan cinta diantara kita. Cinta adalah berjuang untuk bersama-sama sehidup-sesurga.

Demikianlah aku mencintaiNya, sehingga mencintaimu, meski kadang aku lupa mengatakannya.

Alhamdulillahi Jazaa Kallohu Khoiroo atas semuanya, hingga hari ini. Teruslah menjadi baik lillahi ta'ala. Teruslah menjadi suami yang aku cintai sepanjang masa.

8 February, 2017
H-13 menuju 1000 hari pernikahan.


Istrimu,
yang banyak salah dan khilaf.


 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon