Showing posts with label Review Film Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Film Buku. Show all posts

Review Perahu Kertas

#ReopostBlogLama

Jadi malam ini (beberapa bulan yang lalu) gue abis nonton film Perahu Kertas 1 dan Perahu Kertas 2. Dari sana, gue kembali belajar, tentang mimpi, tentang cinta (ecieh).

Kenapa bisa belajar tentang mimpi? Ada beribu bahkan berjuta mahasiswa diluar sana, yang belajar/kuliah tidak sesuai dengan minatnya, admit it. Berusaha realistis, atau sekedar mengikuti keinginan orang tua. Somehow, gue ngerasa “yelah, lebay banget deh filmnya” Tapii, ngerasa juga kali itu gue bangets. (halah!) You know, di film ini, Keenan (pemeran utama, setelah Kugy - Maudy Ayunda) sampe keluar rumah, berhenti kuliah lalu hopeless, akhirnya gak dapet apa-apa. Kemudian ketemu Kugy lagi dan jadi termotivasi untuk mencapai mimpinya. Who is Kugy? A storytelller. Pendongeng. Suka nulis. Yang akhirnnya ngambil jurusan nyerempet-nyerempet minatnya, yak.. Sastra. Kemudian, lulus dengan rapih, realistis dengan keadaan, kemudian jadi konseptor di perusahaan advertising (itu pasti seru bangeeett >.<), akhirnya kangen lagi sama passionnya dulu. Yap, nulis. Nulis dongeng tepatnya.

Pelajaran apa yang gue ambil? Untuk ngikutin passion, menurut gue gak perlu sampe bikin Ayah lo stroke juga, kali. Oke, lo bisa sukses dan survive dengan passion lo, tapi gue pribadi sih, gak ada cita-cita buat nyakitin perasaan juga buat sakit (secara fisik) orang tua, kali ah. Kedua, gue bukan dari keluarga kaya raya kayak Keenan. Atau gue bukan anak bungsu yang biasanya gak punya tanggungan. Atau gue juga bukan anak kesayangan yang semuanya diturutin sekalipun orang tua gue gak mampu. Bukan. Gue anak pertama yang mandiri sejak kecil, dan punya tiga adik. Selain gue perlu jadi contoh, gue juga perlu realistis, siapa nanti yang akan jadi tulang punggung keluarga kalau-kalau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi? Yap. Saya, Nadya Sholihati Vaizal ini.
just because, i have no choice, gue memilih Perpajakan, sesuai dengan rekomendasi orang tua untuk perkuliahan gue, dengan segala perhitungannya (perhitungan orang tua gue, maksudnya :p), tentunya. Dijalani dengan rasa syukur, masih dibiayai untuk kuliah, dijalani dengan semangat dan tawakal, hasilnya tidak buruk juga, hingga akhirnya berada pada titik ini, dan bisa membantu serta bershodakoh lebih besar daripada sebelumnya. Nampaknya perkataan Kugy tentang kuliah yang bener, kemudian mapan, barulah mengejar passion, saat ini, terjadi di hidup gue. Dan menurut gue, its not bad. Cukup realistis dan membahagiakan berbagai pihak, termasuk aku, tentunya, masih bisa kuliah (dibanding orang-orang yang ingin kuliah,tapi tidak bisa karena keterbatasan dana). Yes, gue pilih jalan aman. Karena gue tidak seberani Keenan yang membuat ayahnya stroke, atau mempertaruhkan hidup jadi pengusaha kemudian beresiko rugi hingga melarat, belum berani. In case, di hidup gue, banyak kewajiban dan tanggung jawab yang ‘REAL’ dan harus dihadapi di depan mata. Saat ini juga, tidak dengan menyusahkan mereka, namun harus membahagiakan mereka. Satu hal, passion memang membahagiakan, namun apakah kebahagiaan keluargamu juga bukan suatu kebahagiaan untuk kamu, jika diikuti dengan rasa syukur?

Bukan berarti gue tidak sepakat atas keputusan mengejar mimpi seperti yang Keenan lakukan, cumaaa.. gue punya pandangan lain tentang mimpi. Tidak seharusnya mimpi kita, menyusahkan, menyulitkan bahkan membahayakan orang-orang yang kita cintai, bukan? :’) Jadi Kugy agaknya lebih rasional.

So far, Maudy Ayunda Keceh lah ya, bawain peran Kugy. Dapet bangeeettt! keliatan cerdas pula disana si Maudy ini ya.. entah aslinya cerdas atau gak, tapi keliatannya dia memang wanita cerdas :D sukak deh! Weird, weird nya itu jugak lucu deh! All is natural, dia bisa banget bawain peran Kugy nya.

Kemudian, pelajaran tentang cinta. Oke, mungkin ini yang dinanti-nanti *halah *sokbanyakpembacaajagueh * padahalseringdisindirgegaraseringcurhatdiblog, iya :P

Jadi, pas lagi nonton film ini, gue sempet sharing juga nih sama temen tentang kesimpulannya. Kalo gue sih, ngomongin tentang ‘dream’nya itu. Kalo doi, nyimpulin tentang Cintanya. Film ini sukses bikin aku nangis *lo semua film juga gitu kali Nad* :P tapi gue gak bisa nyimpulin dengan rinci, sih masalah cinta-cintaannya ini. Gak tau kenapa, ngadet aja otaknya. Sin nya kebanyakan perihal gak move on, berkorban, melepaskan, terpaksa cinta blablabla gituu.. bikin bingung ._. *sokbingung *biardibilangpolos Hahaha. Oke, temen aku nyimpulin begini:
“Jodoh itu seperti perahu kertas yang mengalir, kemanapun dia pergi mengikuti aliran, akhirnya dia akan sampai juga ke lautan. Entah kita sudah beberapa kali jatuh cinta, toh akhirnya cinta kita akan berlabuh ke seseorang. Cinta itu dipilih, bukan memilih. Ya, dipilih.. dipilihkan oleh Alloh yang terbaik buat kita :D”


Aaaaaaahhh... manis yaaaahh x’) seperti biasa, baca begituan dari temen gue aja nangis. Hahahaha. Abis gue ngadat gitu mau nyimpulin cinta-cintaannya si Kugy sama Keenan ini. Entah lagi malas mikir, atau lagi belom jatuh cinta (lah?!) Well, gue suka kesimpulan temen gue itu, dan gak nyangka dia bisa se-unyu itu menyimpulkan sebuah film, …cinta. Hahaa! Terus-teruuss, gue kayak yang menemukan beberapa kesamaan antara gue dengan Kugy (Pede dahsyat! Hahahaha). Kugy cengeng. Meen, doi cengeng banget! Dikasih gambar ilustrasi dari Keenan atas dongeng kecilnya aja, nangis! Aslinya sih gue juga nangis pada sesi film itu. (muahahaha) Tersentuhlah yaa, karya lama kita diapresiasikan bahkan dilengkapi! Dibuatin ilustrasinyah! Its sooo.. euh gitu dihati. :3:3:3
Kemudian, Kugy suka buat origami burung gitu yah, kalo gue sih origami bentuk hati. Juga bercita-cita buat 100 origami hati, tapi belom kesampean B)) laluuu, Kugy itu, aneh, seru, kece, gemesin *halah gue bangetlah pokonya! HAHAHA *amitamiittNadyaaaa *dijitakmasa

Tapi gue gak seimajinatif doi sih, gak pake agen agen Neptunusan deh, gila aja ceu, kita mah udah ngaji, masa iya pake khurofat syirik takhayul gitu. :’D Cumaaaa, dari jaman SD suka ngarang dan bikin cerita, SMP juga, tapi gak diterusin. Mirip kaaan? (ngarep!) sudahlah, abaikan :’)

Menikah itu bukan sesuatu yang harus terburu-buru. Tapi harus didoakan, dan secepatnya. Bukan tentang yang penting tahun ini nikah! udah deadline! yah, kalo gitu mah gue udah nikah dari tahun 2009 kemaren :P #eh bukan juga sekedar perkataan “akhirnya gue gak jomblo lagi, cin!”, atau“asiikk, finally bisa pacaran juga”, bukan tentang semua yang terlihat indah didepan mata itu. Didalam angan-angan itu

Tapi menurut gue, lebih tentang
“nanti, kita akan bersama didalam satu perahu ditengah laut. Kamu tau, disana mungkin lautnya tenang membahagiakan, atau malah badai serta petir dan ikan-ikan buasnya. Perahu kita bocor, dan kita hampir mati tenggelam, kamu siap dengan semua itu? Berusaha bersama-sama agar kita sampai pada pulau tujuan kita berdua? Saling bahu membahu mengatasi kesulitan satu sama lain? Saling memotivasi ketika yang lain hampir berputus asa? Saling mendoakan untuk kebaikan bersama? Meninggalkan ego masing-masing demi suatu keputusan mufakat yang arahnya menuju pulau tujuan kita? Dan lain sebagainya. Tentang janji, komitmen, integritas, loyalitas, dalam menjalani prinsip hidup bersama. Tentang pondasi berumah tangga. Tentang kebahagiaan yang lebih mendasar. Tentang hati dan pikiran yang satu asa. Menuju kebahagiaan hakiki, surga.”


Ya, tentang semua itu. Dan tidak semudah yang kita bayangkan, untuk akhirnya bertemu dengan seseorang yang berkata “aku siap, apapun yang terjadi didepan sana, kita hadapi bersama.” Istikhorohlah jawabannya.

Review 'Edensor' - Tetralogi of Laskar Pelangi

Judul : Edensor (Buku Ketiga dari Tetralogi Laskar Pelangi) Penulis : Andrea Hirata Penerbit : PT. Bentang Pustaka Cetakan : I, Mei 2007 Tebal : 290 hlm ; 20.5 cm
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” - Arai
Ini buku pertama dari Andrea Hirata yang aku baca. Sebenarnya ini malah buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelanginya beliau. Pertama baca buku ini, saya sudah terpikat. Gaya bahasanya baik, nyaman -menurut saya loh ya. Penuturan kata-katanya tersusun, rapih dan mudah dibayangkan. Emosi yang ada didalam buku pun sampai kepada pembaca. Kalimat-kalimat metafora yang ia gunakan mampu mengejutkan pembacanya. Tak hanya kisah seru berpetualang ke berbagai negara yang membuai pembaca sehingga masuk dalam kisahnya, dalam setiap bagian-bagian kehidupannya, Om Andrea juga menyelipkan kata-kata perenungan bijak yang dapat membuat pembaca terharu, miris atau bahkan tersengat semangatnya. Saya sangat suka buku ini, dan baru kepo mencari buku Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. :P
Semua telah kami rasakan, dalam kemenangan manis yang gilang gemilang dan kekalahan getir yang paling memalukan, tapi selangkah pun kami tak mundur, tak pernah. Kami jatuh, bangkit, jatuh lagi, dan bangkit lagi. (hal 277) - Ikal -
Ikal dan Arai adalah pemeran utama dalam buku ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Om Andrea sendiri dan sahabatnya, mereka adalah pemimpi yang berani melawan logika mereka. Di buku pertama Om Andrea, banyak sekali menceritakan pribadi-pribadi sahabat-sahabatnya Om Andrea, namun Arai lah yang terpilih masuk dalam cerita ini karena keberanian akan mimpinya. Mereka terlahir dalam keluarga yang sangat sederhana di Kota Belitong, tapi mereka yakin dengan mimpi setinggi langit yang mereka miliki.
“Murid-muridku, berkelanalah, jelajahi Eropa, jamah Afrika, termukan mozaik nasibmu di pelosok-pelosok dunia. Tuntut ilmu sampai ke Sorbonne di Prancis, saksikan karya-karya besar Antoni Gaudi si Spanyol.”
(hal 34) Pak Balia, guru SMA yang memberikan Mimpi kepada mereka, Ikal dan Arai. Mimpi inilah yang menjadi benang merah dari seluruh kisah kehidupan Ikal (Andrea) yang kemudian ditulis beliau ke dalam bentuk novel ini, sehingga lahirlah Tetralogi Laskar Pelangi. (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov). Mimpi yang didapat dari Pak Balia itu menyentak mereka, menggelisahkan hati dan pikiran mereka sehingga mereka menyimpannya sebagai mimpi yang harus mereka raih. Bayangkan, seorang saya pun tak terpikir unutuk menjelajahi Eropa dengan prestasi, bukan dengan harta. Mereka berangkat dari kemauan hati, tekad yang kuat melebihi baja sehingga peribahasa bagai punguk merindukan bulan, tak berlaku untuk mereka. Mereka tak menyerah dengan keterbatasan mereka dan terus berusaha untuk mewujudkannya. Dalam Edensor ini, mereka akhirnya berada puncak mimpi, tanah Eropa yang telah mereka perjuangkan. Om Andrea membungkus penggalan-penggalan mozaik kehidupannya dengan manis pada buku ini. Kisah-kisahnya pendek sekitar 5-10 halaman. Buku ini memuat 44 mozaik/bab yang ditulis dengan renyah dan adiktif. Sehingga di buku setebal 288 halaman ini selalu menerbitkan kejutan-kejutan disetiap sesinya. Memberikan hal-hal yang memikat ketika pertama kali baca, hingga akhir buku ini. Di awal-awal novel ini, Om Andrea mengisahkan kisah-kisah Ikal semasa masih di P. Belitong, bekerja di Bogor, hingga keberangkatannya menuju Sorbonne-Prancis. Kuliah di Fakultas Ekonomi UI, kemudian mendapatkan beasiswa Thesis ke tanah Eropa. Hebat. Semua berawal dari mimpi yang melahirkan tekad sekuat baja. Om Andrea tidak sepintar Arai, tapi tekadnya bisa membuatnya berkesempatan seperti Arai. Di pertengahan cerita, novel ini menceritakan mengenai pengalaman Ikal dan Arai di tanah impian mereka – Sorbonne – Prancis. Eropa!! Ada bagian yang seru ketika Ikal dan Arai baru menginjakkan kaki di Belgia, mereka terlunta-lunta di jalan. Mereka terpaksa berada diluar bangunan, padahal cuaca sangat sangat dingin, minus hampir 9 derajat celcius dan hampir saja merengut nyawa mereka. Disana Arai menemukan cara untuk mereka bertahan hidup. Mengumpulkan dedaunan dan tidur diatasnya agar badan mereka lebih hangat, lilin dan ikan teri sangon juga membantu mereka bertahan hidup. Setelah bertemu dengan Dr. Michaella Woodward dan sekretarisnya Erika Ingeborg, barulah mereka bisa mendapatkan semua yang mereka butuhkan. Akhirnya seminggu setelahnya, Ikal dan Arai bisa mendapatkan apartemen yang memberi pemandangan Menara Eiffel yang megah, mimpi mereka taklukan satu per satu. Dan hebatnya ini adalah kejadian nyata. Perkuliahan mereka pun begitu memikat, Om Andrea pintar memainkan kata sehingga ceritanya tidak membosankan, ilmiah, selain kita terhibur dan refresh dengan membaca novelnya, kita juga menjadi cerdas dibuatnya. Disini, seperti biasa, seorang Ikal adalah pengamat, pengamat yang detil, pembaca bisa merasakannya dengan berbagai analisa cerdas seorang Ikal. Katya dan teman temannya dengan Motto 3P, Naomi Stansfield, The Brits, yang dengan bangganya menyemburkan kata kata Bollock! atau Bloddy Morron!, Saskia de Roojis dan Marike Ritsema yang brilliant, Sue Townsend dan beberapa mahasiswa amerika dengan hobinnya mengucapkan F word, Abraham Levin dan pemuda Yahudi lainnya yang begitu 'rahasia', beberapa mahasiswa perancis yang memandang tinggi persahabatan, para mahasiswa Tionghoa, dan Ikal bersama kelompok Asia-nya, yakni Vikram Raj Chauduri Manooj yang meminta agar tak seorang pun menyingkat namanya, Pablo Arian Gonzales yang super lucu dan terakhir bersama Ninochka Stronovsky yang pemalu. Disini Ikal bercerita paradigma masing-masing bangsa, prestasi yang mereka raih, ambisi yang mereka miliki. Saya ikut hanyut sekali didalamnya, dan saya bertambah pintar. Serius! Kesengitan dalam setiap kelompok untuk berusaha mendapatkan nilai terbaik di bidang akademis, juga dipaparkan Om Andrea dengan baik sekali. Diluar kelas kelompok kelompok itu mereka menjadi satu di kafe Mahasiswa Brigandi et Bougreesses. Katya, perempuan cantik dan nyaris sempurna diantara mereka, dan seorang Primadona kelas yang didekati oleh banyak lelaki malah memilih Ikal karena keakraban satu kelas yang terjalin selama perkuliahan. Padahal Allesandro D’ arcchy, sang arjuna kelas saja ditampiknya. Tapi adalah tipikal Barat, bahwa pacaran just .. pacaran, gak lebih. bahkan tak menggunakan cinta, disini Katya mengaku, hanya penasaran saja dengan Ikal, dan setelah putus, sesaat kemudian Katya dengan cepat menemukan pacar barunya. Ikal sempat sedih, namun ia kembali kepada kenangan masa lalunya, Njoo Xian Ling. A Ling. Dan yang paling menarik dari novel ini terdapat di bab 31 hingga selesai. Di bagian ini Ikal dan kawan-kawannya berencana mengelilingi Eropa pada saat liburan musim panas. Mereka bertaruh, yang menang adalah mereka yang dapat menempuh paling banyak kota dan negara dengan bukti peng-aplod-an foto di sosial media, dan yang kalah harus mengurus laundry peserta lain selama tiga bulan. Yang paling memalukan, harus menuntun sepeda secara mundur dari museum legendaris Le Leouvre ke gerbang L’Arc de Triomphe dimana di sepedanya digantungi pakaian-pakaian rombeng. Mereka membentuk kelompoknya sendiri-sendiri. Ikal berpasangan dengan Arai. Ikal dan Arai melakukan perjalanannya sebagai backpaker. Mereka mengalami menjadi manusia termiskin dengan harus memakan daun-daunan mentah untuk bertahan hidup, hingga kaya sehingga mereka bisa membeli barang-barang mahal untuk mereka kenakan. Mereka membiayai perjalanannya dengan menjadi pengamen seni, salah satunya menampilkan seni patung dimana Ikal dan Arai menjadi patung dan berdandan sebagai seekor putri duyung. Di negara-negara Eropa, banyak yang mengapresiasikan pengamen jalanan dengan memberikan upah yang tidak sedikit, namun ada pula negara-negara yang tidak apresiasi terhadap karya seni mereka. Perjalanan mereka penuh tantangan Namun Ikal dan Arai tak pernah menyerah. Mereka bertemu dengan prajurit Indonesia yang sudah berpuluh puluh tahun tidak bisa pulang ke Indonesia, dan mengabdi di daerah tersebut. Mereka adalah manusia gila, manusia yang hanya berbekal impian, keberanian dan tekad untuk memenangkan taruhan, dan akhirnya mereka mampu melakukan perjalanan ke 42 negara di Eropa, Rusia hingga menjejakkan kakinya ke Afrika! Bagi mereka yang suka melakukan perjalanan traveling ala backpacker, novel ini sangat rekomen loh buat memberikan berbagai tips yang menarik, seperti yang saya bilang, anda akan menjadi cerdas dengan membaca buku ini! Disini Ikal adalah petualang, pengamat, pemimpi dan penuh ilmu. Pembaca akan menemukan pandangan-pandangan segar Om Andrea yang dengan cerdasnya memadukan sains, fisika, kimia, biologi, ekonomi, sastra, monolognya dengan ekonom dunia Adam Smith dan tak ketinggalan kritik-kritik sosial terhadap Indonesia yang dilihatnya sebagai paradoks dari pengalamannya hidup di luar negeri. Masih banyaaaaaakk pengalaman hidup yang dimiliki Om Andrea bertarung dengan mimpinya, kisah A Ling cinta pertamanya dan lain sebagainya, penasaran? Bacaaaaaaaaaaa! Ini kutipan hebatnya:
Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!
Budayakan membaca dan .. Enjoy..

Review 5cm


Kategori: Buku
Jenis : Sastra & Fiksi
Penulis : Donny Dhirgantoro

…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlukan cuma .. kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa… percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu..


Assalamualaikum pembaca terhormat! :D
Sekarang aku lagi suka baca lagi niih, yap.. setelah sekian lama gak pernah update buku, sekarang hobi ini muncul lagi. Mungkin karena kesibukkannya sekarang hanya sebagai pekerja yang sometimes ngebosenin, dan menjenuhkan kali yaa.. jadi butuh hiburan seperti nonton, jalan-jalan, baca buku dan semacamnya. Hihi. Terus, jadi galau juga kalo udah punya suami, lucu kali yaa, kerja jadi gak jenuh #plak! #teteep X'D Jadi inget waktu jaman skripsi, udah minjem buku banyak, tapi gak ada yang dibaca. maklumlah ya sok sibuk :')

Eh, kepanjangan prolognya! :P Okay, berawal dari sini, mungkin gue akan mulai posting tentang review buku-buku yang udah pernah gue baca. Ini pertama kalinya gue posting review buku di blog. Huhuu. Doakan supaya lancar barokah yaa.. aamiiin :P *lebay!

Buku ini sebenarnya sudah cukup lama gue denger dari beberapa temen gue yang merekomendasikan agar membaca buku ini, seperti biasa, gue bersemangat dan .. lupa. HAHAHA. Maklum, kebanyakan pikiran, yah walaupun suami belom punya, tapi gue banyak pikiran loh! << Bangga tidak pada tempatnya :') #spam

Akhirnya, karena ngobrol banyak tentang buku, tulis dan lain sebagainya dengan Khalid Saifuddin di twitter, dan kebetulan dia punya buku 5cm yang dimaksud, jadilah gue pinjem bukunyaa!

Pertama baca, halaman satu, sepuluh, duapuluh ... Ini apa ya? kok bete gue lama-lama. Katanya keren? Mana?! Manaa?! Terus, gue stuck dihalaman 30an gitu.. Agak lama, untuk mengumpulkan mood membaca gue karena udah kecewa dihalaman-halaman pertama.
Dengan hormat kepada Bapak Denny, disamping gue emang bukan penulis, dan gak bisa nulis bagus, sebagus penulis penulis dengan tulisan terkenal mereka (ribet :p), gue cuma mau komen aja tentang gaya tulisan yang kurang enak menurut gue, mungkin karena gue terbiasa baca novel terjemahan, nah biasanya kata-katanya teratur, rapih, atau karena sebelumnya pernah baca novelnya Dewi Lestari, dan gayanya beda, jadi agak gimana gitu sama novelnya Om Donny ini. Terus pengadaan cerita/komunikasi yang agak berlebihan, kesannya jadi tidak natural malah seperti dibuat-buat macem sinetron Indonesia gitu deh.. Bahkan, sotoynya gue gue malah ngerasa, ini gaya bahasanya lebay kayak jaman gue SMP, yang suka nulis novel-novel asal gitu. << minta digampar :P:P:P:P

Teruuuss.. gue sempet stuck lagi dihalaman 60an gitu, karena sok sibuk, pindahan kos sama belum nemuin sesuatu yang bikin gue penasaran buat baca. Sampe akhirnya mereka (Riani, Genta, Ian, Arial sama Zafran) berencana berpisah selama 3 bulan. Nah ini baru mulai gue tertarik, penasaran dengan apa aja yang bakal terjadi sama mereka bertiga, masing-masing.

Tapi tetep secara global, gue kurang suka dengan gaya bahasanya si Om Denny ini, bikin jidat gue mengernyit, kok gini.. kok gini.. << pembaca tidak budiman, banyak komentar :P
Udah gitu yaa, ditambah, potongan-potongan lagu, hampir disetiap sesi.. sometimes gue ngerasa, aduuhh Ooomm.. ini apabanget siiihhh -_______- Kebetulan gue juga kurang gaul, jadilah gue gaktau lagu-lagu apa yang didenger, dan dinyanyiin mereka :') dan hal itu, ya jelas menambah sedikit keluhan gue. HAHAHA.

Kerasa banget pasti kangennya! secara 3 bulan gak ketemu. Gue sama temen-temen gue, sebulan gak ketemu gak cerita ceritaan aja berisiknya banget-banget. Apalagi 3 bulan, wuahahaha bisa nengok semua orang yang ngeliat kita berempat lagi kangen-kangenan dengan hebohnya. :'D

Ceritanya Riani Zafran, sinetron abis. Gue gaksuka tiba-tiba mereka chat dan mati lampu. Selalu, apabanget deh menurut gue. Yang paling seru ceritanya Ian, secara baru Januari kemaren gue merasakan "HEBOHNYA DUNIA PER-SKRIPSI-AN" danitu, emang karena niat banget deh. Kalo gak niat, gak akan. Yang bikin terharu, setelah banyak kesusahan, selalu ada jalan. Dan jalan itu bukan kebetulan, melainkan rahmat dari Alloh yang diberikan setelah usaha berdarah darah kita. Great!

Well, makin kebelakang, gue mulai maklum dengan tulisannya Om Donny, baiklah.. Gakpapa.. kemudian terbiasa, nah setelah itu kejutan kejutan mulai terjadi di setiap sesinya. Hidup mereka yang makin seru, kemudian pertemuan mereka di stasiun, (Kalo gue dan temen-temen pasti bakal lebih heboh lagi dari itu :P) Perjalanan Mahameru, wah mulai seru, tegang, nangis, terharu, bersemangat, campur aduk deh! gue melupakan, masalah tata bahasa, gaya penulisan beliau, gue terhanyut dengan ceritanya #Tsaaahh~

Gue suka saat Om Donny Dhirgantoro menggambarkan keindahan Mahameru, Ranu Pane dan Ranu Kumbolo. Keindahan Bromo juga dan potret sekelumit kehidupan masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. Tapi tetep, secara pengalaman gue naek kereta ekonomi Jakarta-Jombang, buat gue gak awam dengan cerita beliau. Hanya sajaa, gue paling dilarang beli makanan sembarangan di kereta, pernah sekalinya laper banget, beli makan dikereta dan alhasil sakit perut parah. Gue kasian sama mereka yang kurang beruntung itu, tapi disampaing itu, gak semua mereka yang kurang beruntung itu berhati jujur, dan banyak juga loh yang nyebelin. Jadi cuma mau share, kalo dikereta gakperlu terlalu naif begitu, jangan terlalu percaya dan kasian sama seseorang. Banyak orang jahat diluar sana dengan berbagai cara mereka. itu aja sih.. ya mungkin basicly, mereka baru 'ngeliat' pemandangan itu, jadi yaa.. kaget sekaget kagetnya. kalo yang udah biasa, ya biasa aja, apalagi yang udah tau gak semua dari mereka baik, jadi menurunkan niat baik kita juga. (Padahal seharusnya gak gini ya guys, tetep aja baik walaupun diantara mereka belum tentu semua baik :))

Jadiii, formalnya kurang lebih singkatnya begini, lima sahabat yang telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun dimulai dari masa SMA itu, Arial yang ganteng dan berbadan atletis sehingga sama yang lain dijulukin Rambo, Riani yang cerdas, aktif, ambisius namun berhati lembut sebagai satu-satunya wanita dalam kelompok itu, Zafran yang cungkring dan suka berlagak seperti seorang penyair, Ian yang lucu, santai dan paling subur badannya, dan Genta yang bijak, gampang beradaptasi dianggap sebagai leader dalam kelompok itu. Mereka selalu menjalani hari-hari bersama, nongkrong di rumah Arial yang punya adik cantik bernama Arinda atau di SMA mereka sekalipun mereka sudah lulus. Mereka punya kegemaran yang aneh-aneh mulai dari mengunjungi kafe dari yang termahal dan yang termurah, nonton konser kemudian setelahnya menonton layar tancap. Kemudian, perpisahan sementara mereka terjadi karena setiap hari mereka bertemu ceria dan tertawa bersama akhirnya mereka merasa jenuh antara satu sama lain, dan di saat seperti itu, mereka memutuskan untuk tidak saling bertemu dan berkomunikasi selama tiga bulan baik itu hanya SMS sekalipun.

Saat itulah mereka menemukan hal-hal baru yang memperkaya hidup mereka sebelumnya, walaupun mereka agak agak galau juga karena ingat sahabat-sahabatnya. Banyak kejutan yang terjadi setelah 3 bulan mereka tidak betemu. Dan akhirnya pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya dirayakan dengan sebuah perjalanan. Dimana sebuah perjalanan ini mereka sebut dengan perjalana hati, penuh dengan keyakinan, cita-cita, mimpi, dan cinta. Perpisahan dan perjalanan yang mereka lewati ini ternyata telah membuat mereka menjadi manusia yang sesungguhnya, tidak hanya seonggok daging yang hanya bisa bicara, berjalan, dan punya nama.

sedikit cuplikan bagian-bagian yang keren dari buku ini :

“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… cuma…”


“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….”

“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”

“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”


“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”

“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu.”


Rekomend deh bagi yang mau baca, khususnya buat yang lagi patah semangat, butuh semangat dan semacamnya. Efeknya sangat membantu untuk tujuan hidup kalian! Budayakan membaca! Dan ...

Enjoy ...


Foto: http://khalidsaifuddin.blogspot.com/2012/09/khalids-blog-rebirth.html
 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon