Showing posts with label Hikmah Hari Ini. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Hari Ini. Show all posts

Muslim yang Kaaffah (Part 1)

Menjadi seorang muslim yang kaaffah itu tidak mudah. Mengapa? Karena hadiahnya surga. Kalo mudah, yabiasalah hadiahnya bukan surga, mungkin kipas angin atau piring syantik.

Sependek pengetahuan saya, golongan manusia-manusia itu sudah dijelaskan dalam Al-Quran.

Apa sajakah itu?

 1. Golongan Mu’min, yakni golongan yang menerima dan menyakini rukun iman yang enam, iman kepada Allah, MalaikatNya, KitabNya, RasulNya, Hari akhir, dan TakdirNya dengan tulus dan jujur. Golongan ini tidak hanya menerima akidah dengan hatinya, melainkan juga mengakui dengan lisannya, dan mengamalkan dengan tingkah lakunya. 



Orang Iman/Mukmin terbagi lagi menjadi 3:
Sabiqun Bilkhoirot (Berlomba-lomba dalam kebaikan)
Muqtashid (Pertengahan)
Dzholimu Linafsi (Menganiaya diri sendiri)

2. Golongan Kafir, yakni golongan yang menolak rukun iman secara terang-terangan. 

3. Golongan Munafik, yakni golongan yang pada lahirnya menerima akidah islam namun sebenarnya hatinya menolak dan tidak mempercayai akidah islam. Mereka menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya.

4. Golongan Musyrik, yakni golongan yang mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain. 

5. Golongan Murtad, yakni golongan yang dulunya beriman kepada Allah SAW kemudian keluar dari agama Islam. 

6. Golongan Fasiq, yakni golongan orang yang selalu melakukan dosa
akan menganggap bahwa dosa adalah hal yang biasa dan sulit untuk meninggalkannya. Dan, hal tersebut dapat membuat mereka keluar dari agama (murtad).

Masing-masing golongan dijelaskan pula contoh/ciri khasnya. Ada yang bisa dilihat dengan mata telanjang, ada yang tidak. Boleh di cek lagi Quran Haditsnya masing-masing ya sist.

Namun, sebagai manusia dengan keterbatasannya, kita tidak dapat menjustifikasi seseorang karena hal tersebut adalah haknya Allah. Tapi, kita bisa menjaga diri kita dari kemaksiyatan-kemaksiyatan yang telah dicontohkan, pun menjaga diri kita agar tidak terpengaruh pada orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan melanggar perintah Allah dan Rasul.

Ketika kita berhijrah ke arah yang lebih baik, tentu saja selalu ada cobaannya. Kalau lulus ujian bisa naik kelas, kalau gagal ya menunggu ujian selanjutnya, supaya tetap bisa naik kelas. Masa mau stuck disitu saja keimanannya? Jangan dong, ya. 



Sebagai generasi akhir zaman, cobaan mukmin akan lebih dahsyat lagi. Contoh yang paling dekat dengan kita adalah cobaan pergaulan. Lingkungan ini berpengaruh sangat besar pada keimanan dan pola pikir kita. Dan memang sudah rumusnya, yang seakidah akan berteman dengan sesamanya. Karena melelahkan sekali tentunya berteman dengan orang yang berbeda cara pandang tentang Islam padahal seagama.



Jadi jangan heran ketika kita mencoba menjadi muslim yang kaaffah, lalu ada saja diantara beribu teman yang menjuluki kuno. Kolot. Norak. Konservatif atau apalah. 

Santai saja.



Karena tidak pernah ada penjelasan dalam Alquran maupun Alhadits tentang jenis Islam yang kolot dan jenis Islam yang bebas. Itu hasil buah pikir manusia saja demi memuaskan hawa nafsu dan syahwat mereka.

Jangan terpengaruh.

Kembalikan lagi kepada pedoman hidup kita, Alquran dan Alhadits. Pedoman hidup itu berlaku MUTLAK. Sekali lagi ya, MUTLAK. All in.
Tidak bisa dicomot yang sesuai keinginan kita dan dibuang yang tidak kita suka. Tidak bisa juga bebas mengartikannya sesuai pola pikir kita. Tidak bisa. Ada aturan mainnya. Harus sama persis dengan apa yang Rasulullah sampaikan kepada umat terdahulu. 



Menjadi muslim yang baik, menghormati sesama, menutup aurot (dalam artian yang sesungguhnya, bukan berpakaian tapi telanjang), berdakwah, menyampaikan kebenaran Alquran walaupun seayat, dan beribu perilaku juga syarat menjadi muslim yang kaffah lainnya adalah satu paket. Jangan dipisah-pisah. 

Karena menjadi orang baik saja tidak bisa mengantarkan kita ke surga. Perlu iman, ilmu, amal yang sesuai kaidahNya serta taat, ikhlas dan takwa kepada Lillahi Ta'ala.



Katakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah sesuai Alquran dan Alhadits. Karena hanya menjadi baik saja tidak perlu beriman kepada Allah tapi menjadi BENAR dan baik harus selalu berlandaskan ketentuan Allah. Dan tidak semua hal yang BENAR itu menyenangkan. Karena tentu saja, mendapatkan surga itu tidak mudah, jenderal. 



Jangan sampai, hidup singkat, sekali di dunia ini malah menanam jariyah dosa atas pola pikir dan perilaku salah kita yang menginspirasi orang lain untuk ikut serta melakukannya.



Dosa dilakukan sendiri, tanggung jawab sendiri. Dosa dilakukan sendiri namun kemudian diketahui publik dan menginspirasi orang lain untuk berbuat dosa juga, maka menjadi jariyah dosa untuk kita sampai hari kiamat.

Naudzubillahi min dzalik.




Semoga Allah selalu berikan petunjuk serta perlindunganNya untuk kita semua. 
Semoga Allah terus memberi kita kekuatan dan keteguhan untuk melewati ujian-ujian akhir zaman.
Semoga Allah terus menumbuhkan niatan-niatan baik dalam diri kita untuk terus memperbaiki kekurangan diri dan bisa merealisasikannya sesuai Alquran dan Alhadits.
Semoga Allah selalu menjaga dan memberikan pemahaman yang benar kepada anak turun kita.
Aamiin. Yaa robbal 'alamiin.

#notetoself
#personalthoughts

All sourcepict: pinterest/Lia

Butuh Piknik 10x Lipat (?)

Kenal dengan meme ini?



Dia berseliweran di timeline Facebook (basi yah? Kelamaan di draft :') Awalnya saya meng-iyakan dalam hati. Ngangguk-ngangguk, "iya banget" nih. B-A-N-G-E-T!

Bayangin aja ibu-ibu dirumah itu kerjaannya 24 jam gak selesai-selesai, padahal yang dikerjain ya itu-itu aja. Diulang-ulang tiap hari, tapi gak selesai-selesai.

Makanya IRT itu sangat auch-mazing, bangun shubuh tidur malem, buat ngurus anak dan suami.
Eh emang begitu itu, capek?
Enggak kok..
Gak salah lagi! -______-

Ekpektasi








Realita













"Masa sih capek?"
(DITANYA ULANG BANGET?)
"Kan dirumah aja?"
(YAEMANG SIH, TAPI JUSTRU JENUH MAKANYA)
"Capek, ya tinggal tidur, susah amat."
(YAKALI, ANAK PUP TRUS LO TINGGAL TIDUR, GITU? -..-)
"Ngerasa terpaksa kali, ya? Hih, gak sayang keluarga."
(WOY..)
"Kalo cinta mah, gak ada yang capek."
(UDAH KAWIN BELOM SIK NIH YANG KOMEN?)
"Makanya kalo belum siap nikah, jangan nikah. Puas-puasin dulu, kerja."
(LHAAAAHH..)
*telen sendal*

Btw, ni komentar siapa sik? Kok gue ngeselin banget bikin ilustrasinya :)))))

Coba kita pikir ulang, kerjaannya ibu RT tuh ya, gak jauh-jauh dari piring, baju, lantai, sapu. Belom lagi kalau anak nangis, gak bisa ditinggal, even ke kamar mandi aja colong-colongan, atau gak, tongkrongin depan pintu kamar mandi sekalian. Padahaaal, cucian numpuk, setrikaan numpuk (lah situ toko elektronik, numpukin setrikaan? MAKSUDNYA JEMURAN YANG UDAH KERING. ah elah :3), celana suami belom dijait, hari ini masak apa, uang SPP si kakak belom dibayar, lusa arisan dirumah kudu nyenack-in apa.

Keberadaan dan pikiran sang ibu yang "terkurung" dalam rumah, belom lagi jika ditemani tangisan syahdu bayi beserta hamparan barang-barang berserakan sehabis dimainkan, beserta seluk beluk pikirannya dan janji baktinya untuk menyelesaikan tugas-tugas operasional membuat ibu menjadi hampir saja "terganggu kewarasannya".

Jadi kalo ada orang bilang, IRT itu gak kerja, gak ngapa-ngapain, tidur doang dirumah itu.. Ther-Lha-Lhuu~~



Nah, ibu-ibu dikantor, walaupun lelah dengan kerjaannya, caci maki bos, macet, beban pekerjaan, etc etc. Tapi masih bisa makan siang diluar bareng temen-temen. Masih haha-hihi lala-lili dikantor, bisa browsing-browsing yang lucu-lucu buat cucimata, kalo bosen etc etc. Sore ketemu anak udah wangi-wangi gemes, pasti kangen-kangennya. InsyaAlloh gak ngerasain sumpeg, kecuali si bayi nangis gak tidur-tidur malemnya. Eheu. (Gak ada maksut mommys war ya, boeboo, pengalaman pribadi aja ini mah :3)



Padahaaaal, padahal nih padahal, syarat menjadikan keluarga (anak-anak, khususnya) terdidik, harmonis, normal, bahagia, sejahtera, adalah sang ibu kudu: WARASZT.

Begitu ibu menjadi "kurang waras" karena ke-sumpeg-annya, maka hal-hal tidak mungkin, tidak etis, tidak masuk akal, mungkin saja bisa terjadi. Dan ini, bahayanya. Pernah denger ibu kandung bunuh anaknya? Karena apa? Karena anaknya rewel. Ngeri gak? Naudzubillahi min dzalik. Jangan sampe ya Allooooh T__T

Backtothetopic. Tapi, saya berpikir ulang. Apa iya IRT butuh piknik 10x lipat? 10x lipat banget? Sepuluh kali lipatt bangett siiiist?

Kadang memang berasa stress sih kalau Bibiq udah rewel gak ketulungan. Cuma butuh rehat sejenak kok, sebentar aja bibiq digendong bapaknya dulu. Atau kalo lagi gak ada bapaknya, sebentar aja rebahan dulu, biarin Sabiq tantrum. Atur nafas, istigfar, istirja.
Rumah berantakan? sebentar aja pura-pura gak liat dulu, nonton Tetangga Masa Gitu, bentar. Buka sosmed, abis itu sih alhamdulillah bisa casciscus lagi jadi supermom. #tsaelah #pencitraan

Nah, jadi butuhnya cuma me time aja sebenernya. IYA, ME TIME. GAK PERLU SAMPE PIKNIK 10 KALI LIPAT JUGAK KALE. Butuh sih piknik, tapi sebulan sekali masih oke, tuh. Gak kudu 10 kali, sebulan.
Ibu-ibu jaman sekarang yah, suka hiperbola. Kebanyakan nonton Uttaran. Ck.

Bapak-bapaknya juga kudu support nih yaa, liat istri mukanya udah semrawut, masih aja maen HP. Peka dikit, pekaa plizzz. Gak susah ngertiin istri, insyaAlloh. Lah situ idupnya sama dia, berhubungan ina inu masa gak ngerti liat mukanya lagi sumpeg? Gak mungkin. Harusnya kalian punya naluri atau bathin atau perasaan atau apalah yang mengkoneksikan sesuatu diantara kalian berdua. Kalo gak ada? Wah kudu dipertanyakan hubungan kalian..
Itu.

Bisa kali gendong dulu lah, bayinya. Si Ibu butuh waras. Ingat, cuma butuh waras sejenak. Agar kondisi RT sehat dan berjalan sebagaimana mestinya.

Senjatanya abih tuh kalo liat muka eke udah semrawut;
"amih, jazaa killahu khoiroo yaa"
"Atas apa?" (Sok bego, biar seru. lol)
"Semuanya... nanti abih pijitin :)"
Uwuwuww~
*masukkan efek bunga-bunga dan beri sayap peri pada punggung amih*

Gausah nunggu suami mijitin kita, diucap syukur gitu aja ningkatin mood booster istri 1000% (dengan ketentuan suami ngomongnya tulus, yak. Haha). Liat kamar mandi kotor, bak belom dikuras, niscaya bisa langsung bersih sih sih dengan kekuatan super dari mood booster tersyintah.

Well, istri tuh cuma mau disayang, dimengerti, dihargai, dibeliin perawatan wajah, sama tas, sama sepatu sama baju baru sama panci baru dan banyak lagi. Udah. Itu aja. #ehgimana #ngelunjak #becandaPak

Jadi apa iya IRT butuh piknik 10 kali lipat? Engga. Lebay. Jangan kebanyakan nonton drama, buk. Jangan. Batman vs Superman lebih seru, kayaknya. Bentar lagi Now You See Me part 2 juga bakal muncul. Ck, atulah.

Butuh me time? Iya butuh. Butuh banget. Buka fesbuk itu me time, lohh.

Piknik sekali-sekali? Penting. Refresh segala-gala yang ada di rumah tangga. Menceriakan warna kehidupan.

Zadih, berhati-hatilah dengan selintas pikiran. Tadinya biasa saja dengan rutinitas IRT, sejak meme itu hadir dalam kehidupan, kita merasa butuh piknik lebih mevvah. Me time lebih banyak. Besok lusa minta ke Korea, minggu depan minta ke Lombok, sambil massage dipinggir pantai ditemani deburan ombak. Padahal tadinya, sekedar minum es doger abang-abang di siang hari sudah cukup memulihkan tenaga yang terkuras karena kasih sayang. Duh.

Karena sebenar-benarnya me time, sebenar-benarnya refresh, sebenar-benarnya piknik adalah dengan selalu mengingatNya. Apa yang Dia tidak bisa jika sudah Ia kehendaki?



"Ingatlah, hanya dengan mengingatnya hati menjadi tenteram" (dzikir)

"Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu" (Piknik destinasi langit yang bisa dilakukan 5x sehari bahkan lebih. Menyembah kepada Yang Punya Segala).

Zhemangats supermom! Jihad ini akan manis, kelak, insyaAlloh. I know you know it well. You just have to realize that you're very special for your family.

Xoxo.




Orang Munafik dalam keraknya Api Neraka

Apa yang paling membahayakan setelah mengaji Quran Hadits secara berjamaah dengan cara manqul, musnad dan muttashil?

Menjadi golongannya orang-orang yang munafik.

Karena apa?
Karena orang Munafik bukan dari mereka yang sibuk kampanye LGBT, atau yang menertawakan kerudung panjang dan celana cingkrang kuno, kalian, bukan. Bukan mereka yang merencanakan konspirasi dunia atau mereka yang sedang sibuk menyiapkan pesta narkoba, bukan.

Karena apa?
Karena mengaji namun hanya dikaji selepas lalu, tak diindahkan, tak diamalkan, meremehkan yang harus diagungkan, melupakan yang wajib dilakukan. Lalai, merasa aman. Abai, merasa sudah banyak pahala.

Ya, orang-orang munafik itu berada disekeliling kita. Mereka yang tahu namun tak mencoba mengerti. Mereka yang mengerti namun tak berusaha mengamalkan. Bisa jadi mereka adalah teman, saudara, kerabat atau kita sendiri?


Jangan sampai tergolong munafik, jangan sampai ibadah jungkir balik, puasa sabar lapar haus kering kerontang, namun sia-sia, jangan.

Jangan lalai.

Jangan merasa aman.

Jangan abai.

Jangan merasa banyak pahala.

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada dalam keraknya api Neraka."[QS. An-Nisaa' :145]

Naudzubillahi min dzalik.
#notetoself

Perayaan Hari Raya Natal dalam Islam

Islam adalah agama yang Sempurna.

Keturunan memang yang mengantarkan saya pada Islam. Hidayah, tetaplah Alloh yang memberikannya pada orang-orang yang Ia cintai. Islam sekarang, setelah sekian lama saya ditetapkan dalam Hidayah dan dimudahkan juga dalam pencarian ilmu (Alhamdulillah), bagi saya kini menjadi agama logis yang bisa memuaskan akal, menenangkan hati, dan sesuai fitrah. Tidak kekurangan sesuatupun.

Prinsip tauhid di dalam Islam itu sederhana dan pasti. Dengan adanya Tuhan yang satu, hal itu menenangkan dan menentramkan saya, dan semua umat. Salah satu prinsip hidup dalam islam yang terpenting adalah penjagaan kita terhadap aqidah. Mengakui dan bersaksi bahwa Allah itu satu dan tidak ada Tuhan selain-Nya.

Bagaimana seorang muslim/muslimah menyikapi Hari Raya Besar umat Nasrani?

Bagi kaum Nasrani itu perayaan terbesar, yaitu kelahiran Yesus, Tuhan Juruselamat bagi mereka. Maka perayaan Natal itu bagi saya (dan bagi umat muslim, sepatutnya) memiliki konsekuensi aqidah.

Namun ada beberapa hal yang sulit mereka kaum Nasrani terima dan (bahkan) sebagian muslim, "mengapa tidak boleh hanya sekadar mengucap Natal atau ikut merayakan?"

Apakah benar "selamat Natal" itu hanya sekedar ucapan? Bagi mereka begitu, lalu apakah kita sebagai muslim perlu bertoleransi dengan mengucapkan "Selamat Natal?" Apa konsekuensi Aqidah yang kita pertaruhkan ketika memberi ucapan selamat?

Bagaimana jika mengucapkan "selamat" tanpa berniat mengingkari Tuhan itu satu?

Jawabannya, bagaimana mungkin? Sementara seorang muslim iman kepada Alloh itu dengan hati, lisan dan perbuatan. Bagaimana konsekuensinya jika lisan ingkar?
Di dalamnya terdapat sebersit wujud pengingkaran keyakinan bahwa Allah itu satu dan tiada yang bersekutu dengan-Nya. Secara langsung ataupun tidak. Secara sengaja ataupun tidak.

"Selamat Ulang Tahun" pun hanya sekedar kata-kata, namun karena ia adalah tradisi Yahudi, Nasrani dan Paganism maka sebagai muslim kita perlu menelisihinya.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”(HR Abu Dawud, hasan)

Maka benarlah bahwa kata-kata "hanya" atau "cuma" itu seringkali hasutan setan yang paling laris.

Bagaimana Islam memandang Nabi Isa AS?

Islam itu sangat menghormati Yesus (Isa), namun kami memuliakannya sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan. Kisah Isa Ibnu Maryam tersebut di dalam Al-Qur'an, dan kami umat islam tidak bisa menerima bahwa Nabi Isa diaku sebagai Tuhan. Kemudian ibunya Maryam adalah wanita terbaik di dunia karena kesuciannya dan kami juga tidak bisa menganggapnya ibu dari Tuhan.

"Dan keselamatan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku lahir, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33)
Islam menghormati Nabi Isa sebagaimana Islam memuliakan ibunya, juga keluarga nabi-nabi sebelumnya, Imran, Daud, Musa, dan Ibrahim

Apakah mungkin umat Islam merayakan atau mengucapkan yang dianggap sebagai hari lahir (natal) Tuhan Yesus (Isa), sementara Isa bin Maryam berpesan,

قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّۭا

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. (QS. 19:30)

Apakah Islam membenci orang selain Islam?

Tidak ada kebencian pada orang selain Islam, sesungguhnya kita ingin mengajak mereka menuju cahaya Islam, karena rasa sayang sehingga bisa menetapi Alquran dan Alhadits secara bersama-sama.

Bila kita berperilaku baik pada saudara kita non-Muslim, sejatinya tidak mengucap Natal tak menjadi persoalan dan masalah yang serius. Karena mereka pun perlu tahu bahwa toleransi itu menghormati bukan mengikuti. "Bagimu agamamu, bagiku agamaku"

Pentingnya kekuatan pondasi aqidah bagi setiap anak adalah kewajiban bagi ibu dan ayahnya sebagai madrasah pertama untuk selalu belajar dan belajar memahamkan dirinya di dalam Islam. Islam sebagai agama, Islam sebagai
Tata cara berkehidupan yang benar dan keseluruhan.

Semoga Alloh senantiasa memudahkan kita menjaga aqidah masing-masing dan keluarga, agar tidak terombang-ambing dengan alasan toleransi.

Kisah diangkatnya Imam Masjidil Harom, As Sudais

Siapa yang tak mengenal Syeikh Abdurrahman As-Sudais. Ayat-ayat suci Al-Quran yang dilantunkannya menjadi favorit sebagian besar kaum muslim di dunia. Dialah imam besar Masjidil Haram sekaligus hafidz yang begitu sederhana.
Pria kelahiran Riyadh, 53 tahun silam ini berhasil menghafal 30 Juz Al Qur’an pada usia 12 tahun. Lahir dan dibesarkan dari Bani Anza di kota Riyadh, beliau mengenyam pendidikan formal di mulai di Al-Munatha bin Harits, kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Syari’ah Universtas Riyadh.
Beliau diangkat sebagai imam sekaligus khotib Masjidil Haram, Mekkah ketika beliau menjadi imam sholat Ashar pada tanggal 22 Sya’ban 1404 H (Rabu 23 Mei 1984). Kemudian beliau pun didapuk sebagai khotib pertama kalinya pada 15 Ramadhan 1404 H. Di tahun yang sama Syeikh Abdurrahman as-Sudais meraih gelar Master Degree, dengan predikatExcellent dari Fakultas Syari’ah Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh Arab Saudi.
Syekh Abdurrahman as–Sudais mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di Universitas Ummul Qura’, Mekkah. Di universitas tua dan ternama ini pula beliau menyelesaikan program doktoralnya. Setelah menyandang gelar doktor, beliau pun diangkat menjadi dosen di Fakultas Syari’ah Universitas Ummul Qura’.
Di balik pengangkatan beliau sebagai Imam Besar Masjidil Haram, rupanya tak banyak yang mengetahui kalau itu buah dari ‘kutukan’ sang ibunda. Ya, boleh jadi kisah ini sedikit menggelitik dan inilah tanda-tanda Kuasa Allah yang mengabulkan doa seorang ibu.
Ceritanya, kala itu Abdurrahman as–Sudais kecil tengah asyik bermain tanah. Di saat yang sama, sang ibu tengah menyiapkan jamuan makan untuk kolega sang ayah yang hendak bertandang ke rumah. Nah, ketika hidangan telah tersaji, namun karena para tamu belum datang, tiba-tiba tangan mungil Sudais kecil yang menggenggam tengah debu dengan asyiknya menaburkan ke atas makanan. Melihat kelakuan nakalnya itu, sontak membuat ibunya marah.
“idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain (pergi kamu, biar kamu jadi Imam di Haramain),” kata ibunya dengan nada marah dan kesal.
Dan nyatanya, ucapan sang ibunda dikabulkan Allah. Entah apakah ini doa atau kutukan. Yang jelas, sejatinya sang ibunda beliau memang menginginkan anaknya menjadi orang yang bermanfaat bagi umat.
Syeikh Abdurrahman As-Sudais tak sekadar hafidz, tapi suaranya yang begitu indah saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an mampu menyejukkan hati orang yang mendengarnya. Terlebih bagi jamaah haji dan umrah yang tengah menunaikan ibadah di tanah suci Mekah. Berkat kemampuan yang dimilikinya itu, Pada tahun 2012 beliau pun dipercaya oleh Kerajaan Arab Saudi, untuk menjabat sebagai Kepala Dua Tanah Suci –yakni Makkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawarah— sebuah jabatan khusus setingkat menteri.

 (dari berbagai sumber)

Dia yang Kuat

Kalau ada cinta yang paling kuat, tanyakan kepada Ali dan Fathimah, bagaimana mereka menyimpan rapat-rapat perasaannya saat belum tepat, padahal mereka hidup dan besar bersama. Atau paling tidak, tanyakan kepada mereka, orang-orang di sekelilingmu yang berpuasa cinta. Yang rela tidak melakukan sesuatu untuk menuruti hawa nafsunya, demi menjaga orang yang dia cinta. Sedikitpun. Yang merelakan dirinya sendiri di dalam kerinduan tak terbendung, dan pecah di sepertiga malam. Yang berbisik lirih kepada Tuhannya, memohon, "aku hanya ingin, kami bersama sampai di surga dengan caraMu. Bagaimanapun jalannya. Securam dan seterjal apapun."

Berdo'alah

Pernahkah kamu meminta sesuatu yang tidak kamu ketahui sebelumnya?
Seharusnya pernah. Kalau belum, lakukanlah.

Berdoa tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui tentang apa-apanya.
Berdoa meminta baik-bainya. Dijauhkan dari buruk-buruknya.
Berdoa, tidak tahu bagaimananya, tapi tau tujuannya.

Meminta, tanpa memaksa, tapi berharap sebesar-besarnya. Seindah-indahnya.
Meminta, berulang-ulang. Tidak tahu malu.
Meminta, hingga terisak, lalu lega. Belum dijawab, namun yakin suatu saat akan diberi.

Suatu waktu, yang tidak kamu ketahui saatnya, dimana letaknya, bagaimana caranya, yang baik akan datang. Yang indah, mengalun lembut di nadi. Yang didoakan menghampiri. Kamu terkejut, hingga tak dapat berkata-kata. Kamu berdoa dalam diam. Kamu bersyukur tapi diam. Kamu ingin melafalkan kata-kata pujian indah untuk Sang Pencipta, tapi terbata. Kamu haru dalam isakan rasa terkejutmu. Kamu menemukan dirimu tidak dapat melukiskan rasa yang berpadu diantara kesetiaanmu dalam menanti dan meminta. Lalu kamu bersujud. Berterima kasih kepada Maha Pencinta.

Bingung.

Dan, dia mulai kehilangan arah. Kebingungan dengan berbagai pendapat dan pandangan. Setiap kedewasaan memang dicoba pada berbagai tantangan. Setiap tantangan menyatakan bahwa seseorang tersebut, tumbuh. Dia hidup. Setiap hidup, dihadapkan dengan berbagai pilihan. Setiap pilihan menyediakan berbagai resiko untuk ditempuh. Tapi setiap manusia idealnya memiliki prinsip. Setiap prinsip seharusnya tidak bertentangan kepada Alquran dan Alhadits. Bahkan, setiap prinsip akan indah jika ikut mengembangkan kemajuan juga menjaga kelestarian Alquran dan Alhadits. Karena setiap manusia sejatinya memiliki hati. Untuk direnungkan rasanya. Setiap manusia memiliki akal, untuk dipikirkan baik buruknya. Setiap manusia memiliki pengalaman hidup, untuk dikecap sarinya.

Pergeseran paradigma tentang program pemuda-pemudi dalam memperjuangkan Quran Hadits kali ini mengusiknya. Keberadaan pemuda dalam pengembangan Quran Hadits seakan semu dan menjadi sesuatu yang biasa dan tidak wajib. Mereka bangga dengan absensi yang kosong karena sungkan untuk tetap mengikuti program tersebut. Atau mereka senang ketika mereka terlalu sibuk dengan aktivitas duniawinya sehingga mereka harus izin untuk tidak mengikuti kegiatan wajib sebagai pemuda yang mengerti Alquran dan Alhadits. Ada pula mereka yang berpendapat sudah seharusnya melakukan regenerasi tanpa tetap turut andil dalam kegiatan-kegiatan positif (yang bahkan sangat dibutuhkan oleh para generasi sebelum dan sesudahnya) yang mengajak pada kebaikan. Yang memiliki visi melestarikan Quran Hadits sampai batas usia yang diberikan olehNya.

Dia terdiam. Merenung.

Dia berpikir pelan pelan. Mencoba menjauh sebentar, melihat ke sekeliling. Membuka mata lebar-lebar. Berusaha melihat sesuatu dari segala sudutnya.

Dia lelah akan aktivitasnya sehari-hari. Namun, apakah itu pantas untuk dijadikan alasan agar tidak mengikuti program wajib pemuda-pemudi Quran Hadits? Iya, terkadang dia memang butuh izin, untuk istirahat sejenak. Tapi apakah hatinya bisa tenang, ketika izin tersebut adalah kepura-puraan?

Dia malu, karena usianya yang sudah terlampau jauh dengan teman-teman lainnya. Tapi apakah itu pantas untuk dijadikan alasan agar tidak turut serta membangun, menggerakkan, perkembangan Quran Hadits? Sementara dia masih mampu.

Apakah dia salah, ketika dia tetap ikut program wajib untuk pemuda pemudi yang mengimani Quran Hadits?

Apakah dia salah, ketika dia tetap ikut serta mengaktifkan kegiatan-kegiatan positif untuk menggerakkan pemuda agar senang belajar, bergaul, beraktivitas dalam lingkungan Quran Hadits?

Apakah salah ketika dia memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk tetap ingin memajukan Quran Hadits. Tetap ingin beramal sholih. Tetap ingin mendapatkan pahala, karena dia berpikir dia memiliki jalan dan potensi dalam jalur tersebut?

Apakah semuanya salah? Atau mana bagian yang salah? Kenapa saya yang menjadi merasa bersalah? Ada apa ini sebenarnya. Saya bingung. Saya sedih.

repost blog lama. Didedikasikan buat pembaca budiman yang haus dengan tulisan saya. *halah.
mudah-mudahan manfaat barokah :')

Social media, riya' dan niat

Jadi begini, sadar akan khasiat dari ampuhnya popularitas yang diakibatkan oleh social media, banyak orang menggunakannya dengan maksimal. Salah? Ya enggak juga sih, kalo niat awalnya emang mau jadi model, artis or even nyaleg? Awal tulisan ini terinspirasi dari artikel judulnya Mbak Perempuansore yang judulnya, “Generasi Digital Adalah Generasi Pamer”.

Sebelumnya udah lama kepikiran hal seperti ini dan Alhamdulillah sudah sadar serta mulai menahan kelakuan ababil jaman dahulu kala. Yah, gausah naïf lah kadang (bahkan banyak) hasrat-hasrat yang seperti ini saat melakukan aktivitas di social media yang notabenenya dilihat orang banyak. Ada yang niatnya emang cari followers, atau mau kasih tau ke orang-orang kalo “aku ini keren looh”. Nah kalo kata mbak Perempuansore tuh, “banyak orang yang mengejar untuk kelihatan “keren”, ….meng-RT pujian ketika dipuji di twitter, bahkan yang lebih dangkal adalah berlomba-lomba melakukan “unjuk gigi pencitraan” supaya mendapat banyak follower.”

Tapi bagi gue sih, al’amalu biniyat. Yah, kita gatau niatnya orang lain itu apa. Pun orang lain, ke kita. Nah, kebentur lagi masalah gaboleh suudzon, karena suudzon adalah seburuk-buruknya fitnah, maka baiknya dihindari. Ada orang niat posting lagi nongkrong sama siapa, dimana biar keren, ada juga yang sepele, Cuma pengen rekam jejak. Gak ngarep dikomentari apa-apa. Ada orang nasehat di twitter biar temen-temennya dapat manfaat terus pahalanya ngalir ke dia, ada juga biar dibilang faham agama, citra diri baik dimata khalayak. So, which one is you, ya tergantung kamu aja sih. Gak masalah kok, tentang keduanya.

Dan yah, selamat datang di era orang-orang keren (atau merasa dirinya keren) beredar di social media, loh. Hehek. Diluar semua itu, saya juga sedang menasehati diri saya sendiri supaya selalu ingat, niatnya. Kalo udah berbicara masalah niat, sudah masing-masing diri dengan Pencipta, kaitannya.

Kalo di jaman dahulu, orang-orang keren, gak banyak bicara, tapi selalu menghasilkan sesuatu yang keren. Yaa.. gatau juga sih kenapa-nya, siapa tau kan emang karena jaman dulu gak ada tempat eksplorasi diri, jadi gak bisa blow up “iniloh gue”. Hahaa.

Lagi-lagi kalo kata Mbak perempuansore:
----Sedangkan jaman sekarang mau liburan saja, harus pamer dulu dengan status “Lagi packing nih.” Ujung-ujungnya pengin ditanya, “mau kemana sih?”

Yang lagi kencan sama pacarnya, harus pasang status “malam mingguan dulu ya, sama hunbun.” Ujung-ujungnya pengin dikomentari, “Ejieee.”

Atau status sok sibuk yang biasanya kita sengaja lakukan, contoh: “duh, meeting to meeting nih. Sudah kopi ke berapa ya.” Ujung-ujungnya pengin dikomentari, “Sukses ya!” atau “Semangat!”

Hal lainnya, ketika kita pasang status nowplaying sebisa mungkin kita cari musik yang lagi update banget dan kalau bisa yang susah, supaya ketahuan kalau kita memang mendengarkan musik-musik yang “keren” dan tidak biasa. ----
Tapi apa iya semuanya gitu, ya gak sih? Atau kita aja nih yang suudzon? Atau emang kita yang termasuk didalam situ?! Daripada pusing apa iya orang lain itu, pada begitu, ya mendingan mikirin diri sendiri sih, apa iya kita begitu? Jawab aja sendiri lah, gausah kasi tau temen. Nah, yang bahaya, kalo iya kitanya begitu. Duh, kan. Biar apa sih?

Nah, ini nih sedikit dalil tentang riya’ (dalam konteks agama):
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ia menjadi bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” [QS Al Baqarah: 264]
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” [QS An Nisa: 142]
Yes, kalo yang diatas ini nih kaitannya sama amalan-amalan baik yang kita lakukan sehari-hari. Contoh: sholat yang khusyu’ biar diliat sama si ehemnya di mesjid kampus. Terus, shodakoh yang banyak biar dibilang dermawan sama orang lain. Kalo jaman dulu, waktu perang selalu paling depan, biar dibilang hebat.
Nah, kerennya lagi nih, jaman sekarang kan sudah era digital, wujud riya’ dan pencitraan makin canggih lagi. Cuma ngingetin, yang mau ngingetin bangunin doa malem di twitter, sholat dhuha, sama baca quran, di tata bener-bener niatnya. Karena tipudaya syaithon, lebih canggih lagi dari tekhnologi jaman sekarang. Percaya?
Apapun lah, entah itu tulisan mengajak kebaikan, dalil, nasehat, foto lagi pake jilbab syar’i, cek in di mesjid tempat jumatan, kebaikan-kebaikan diri yang basicnya akan diketahui orang banyak, supaya belajar tata niatnya di awal, di tengah dan di akhir. Karena kalau tidak, ya sia-sia amalannya. Malah, bahayanya dapat ancaman sika. Gakmau kan? X(

Nah, ini nih ancamannya:
"(Imam Muslim berkata) Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib Al-Haritsi, (Dia - Yahya bin Habib Al-Haritsi telah berkata) Telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Al-Haritsi, (Dia - Khalid bin Al-Haritsi berkata) telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, (Ibnu Juraij berkata) telah mengabarkan kepadaku Yunus bin Yusuf, dari Sulaiman bin Yasaar, Dia (Sulaiman bin Yasaar) berkata, Ketika orang-orang telah meninggalkan Abu Hurairah, maka berkatalah Naatil bin Qais al Hizamy Asy-Syamiy (seorang penduduk palestine beliau adalah seorang tabiin), "Wahai Syaikh, ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang Engkau telah dengar dari Rasulullah Shollallahu'alaihi wassalam, Ya (Aku akan ceritakan - Jawab Abu Hurairah), Aku telah mendengar Rasulullah Shollallahu'alaihi wassalam bersabda:
"Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur-an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur-an hanyalah karena engkau.' Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang 'alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari' (pembaca al-Qur-an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab : 'Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.'"


Kalo yang versi dunianya gimana, Nad?
Tau gak sih, iblis itu dikeluarkan dari surga karena apa? Yes, sombong. Nah, kalo ada diantara kita yang memposting tulisan, foto, lokasi, aktivitas, banyak hal dengan didasari secuil saja rasa sombong, merasa paling pintar, paling keren dibanding yang lain di dalam hati, hhmmff.. hati-hati guys..

Terus, gaboleh ngajak kebaikan di social media? Ya bolehlah! Siapa bilang gak? justru kalo tidak mengajak kebaikan mencegah kemungkaran karena takut dibilang pamer, malah jadi dosa, bung.. Berarti niatnya bukan karena Alloh, tapi karena takut. Nah, sekarang tinggakl pinter-pinter ambil porsinya masing-masing aja, maunya gimana. :)

Saya tau, banyak temen-temen disini yang keren, sibuk, berwawasan, berpendidikan, berpenghasilan, apalagi? Banyak lah. Tapi kalo mengkutip dalil ini:

"Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia dan berjalan di muka bumi in dengan angkuh. Sesungguhnya Alloh SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (QS. Luqman:18)

“Tidak akan masuk syurga orang yang didalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji zarah (atom)” (HR. Muslim 2/89 dan At Tirmidzi 3/243)

Yang kalian banggakan tadi lumpuh. Cacat tanpa ridhonya. Bahkan neraka. Berat ancamannya. Ini serius, di akhirot nanti kita gak cuma sehari dua hari loh. Lagian, emang sanggup gitu di kasih air yang sangat mendidih, untuk diminum, sehari aja?

Quote terakhirnya Mbak perempuansore:
“Mereka lupa bahwa orang-orang “keren” tidak pernah berupaya dengan keras untuk “berteriak” kepada dunia bahwa ia sudah melakukan sesuatu. Orang “keren” yang sebenar-benarnya “keren” tidak perlu pamer.”


Di hari pembalasan, nanti akan ada orang-orang yang mengherankan derajat surganya karena apa-apa yang mereka lakukan, namun tidak diketahui orang banyak.

Musik? Just be wise!

#RepostDariBlogLama

Assalamualaikum tuips! *eh *kebiasaan :P
Halloow, apakabar semua! Udah lama ya nggak ngobrol disini. *maksudnya ngobrol apagitu selain autis tentang sebuah rasa :P #eeaah.
Baiklah, sekarang mau ngobrolin musik! Saya abis baca blog ini >> http://sagoeleuser5.wordpress.com/ daann.. makjleb! Penasaran? Mari kita bahas! :’D

Beberapa hari ini saya lagi suka dengerin musik. Biasanya sih, ya biasa aja. Gak suka, gak benci juga. Palingan jarang dengerin, dan emang nggak apdet juga. Tapi saya sih gak peduli, mau orang orang bilang selera musik saya rendah, lawas, atau apalah. Yang penting kan saya kece! *loh *dikeplak XD

Saya emang dengerin musik, based on kuping dan suasana hati aja. Kalo ditanya selera, lebih banyak dengerin qiroatus sab’ah sih *halah *dustaa XD lebih ke jazz, r n b, pop, musik klasik juga suka sih *yaitusihsemuanyaajanad lol. Nah saking suka semua, dan ga tau ini yang nyanyi siapa, sejarah kehidupannya gimana, yang penting enak dikuping dan sesuai dengan suasana hati saya, makanya saya jadi gatau apa-apa tentang musik. Ya dengerin aja.

Kalo lagi semangat, atau lagi males nyarinya ya, lagu lirik dan musik yang bikin semangat. Pun saat lagi jatuh cinta *eeaa. Kalo lagi patah hati, lebih suka baca Quran sih *asli *pencitraan XP

Okeh, bektudetopik. Musik, belakangan ini sedang saya nikmati. Sebelumnya? Hidup saya hampir tanpa musik. Ya, kadang kadang ada lah dengerin. Yang gak sengaja denger dlsb. Paling sehari ganyampe sejam dengerinnya. Kadang 10menit pun enggak. Nah, beberapa minggu ini, bisa berjam jam! Astagfirullooohh T.T kemudian, temen saya si @jihanhasby ngetwit sebuah link yang saya sebutkan diatas tadi. Saya kan kepo, eh pas pertama baca, kok sekilas ngomongin dalil. Tapi kok kece tulisannya. Gak berhenti dengan sekilas satu artikel, saya coba baca berkilas kilas artikel lainnya. *maksudnya beberapa artikel lain *bahasa alien banget deh Nad XD. Kok makin seruuuu~ akhirnya, sampailah saya pada satu artikel “titik rendah musik” ini saya coba bacanya gak sekilas. Saya baca, sampai habis! Wuoh! Baru baca pembukaannya aja, nih >>
Hadits ini betul-betul menohok saya. Diriwayatkan dari Abu Daud (4927): Lagu menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Deg! Kena banget.

Saya semakin tertarik. Perlahan saya baca. Sambil saya memikirkan efek setelah saya mendengarkan musik. Setelah terlalu lama mendengarkan musik biasanya saya jadi malas sekali beribadah sunah, pun wajib ikut keteteran. Entah, sebenarnya itu akibat dari musik atau memang keimanan saya yang lagi turun. Sesungguhnya, saya sudah pernah mendengar pun membaca beberapa dalil yang menerangkan musik itu tidak baik, dan blablabla. Tapi sungguh, saya baru tau bahwa efeknya menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Huft! Naudzubillahi min dzaliiik. Orang munafik itu, ya memang ada diantara orang iman. Dia juga mengerjakan ibadah wajib, serta sunah, bahkan! Tapi ya mau bagaimana, kalau selama ini beribadah, tanpa disadari, karena saya mendengarkan musik terlalu asik dan khidmat, benih benih kemunafikan itu tumbuh. Aaaaaaaaaaaaaa! Menyeramkan! T.T naudzubillahiindzalik ya Alloh.

Saya sudah pernah mencoba beberapa bulan hidup tanpa musik, dan memang sebenarnya kehidupan saya baik-baik saja tanpa musik. Jika sesekali terdengar, tanpa diresapi pun diacuhkan, musik menjadi tidak bermakna. Tapi, kalian pernah dengar, baca, atau nonton tentang pengkristalan molekul air yang dibacakan/diucapkan kalimat positif atau negatif? Ohiya, hal ini dibahas juga di blog tadi, blognya Bang Iqbal.

Pernah dengar Professor Masaru Emoto dari Jepang yang meneliti perubahan bentuk molekul air ketika dibacakan kalimat positif dan negatif? Molekul akan berubah menjadi bagus ketika dibacakan kalimat positif, dan sebaliknya. Teori sepertinya juga bisa menjelaskan kenapa kita dilarang bego-bego-in anak kecil (mengatakan “bego lu!” atau semacamnya ke anak kecil), karena otak si kecil akan mengolahnya untuk menjadi seperti yang orang lain katakan. So watch out your mouth!

Tidak selesai sampai disana, kenyataannya memang banyak lagu-yang-bahkan-pendengarnya tidak peduli apa artinya. Suka musiknya, maka mari dengarkan. Saya termasuk orang yang sangat pemilih terhadap lirik musik. Saya mungkin tidak punya selera yang bagus dalam bermusik, tapi setidaknya saya sangat memilih lirik-lirik berkualitas, yang setidaknya berefek baik bagi tubuh saya. Yap, berdasarkan riset tersebut, maka saya menjadi pemilih, pemilih terhadap lirik musik.

Kemudian. Beberapa dalil (dari blog nya Bang Iqbal) yang lagi-lagi menerangkan tentang titik rendahnya musik:

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS Luqman 6-7)

Perut yang dipenuhi nanah busuk itu lebih baik daripada dipenuhi syair (Muslim 2257).

Pernah denger berita seseorang menusuk anaknya 11 kali lalu membunuh istri dan putrinya akibat setelah mendengarkan lagunya Eminem? Saya pernah membacanya. Dan saya membaca berita itu lagi di blog nya Bang Iqbal.

So, Nadya.. hidup adalah pilihan. Pilih-pilih musik yang baik. Yah, mungkin saya akan menjadi sangat pemilih sekarang, juga harus harus harus mengurangi intensitasnya. Pilihlah yang benar. Pilihlah yang tidak bertentangan dengan QHJ. Bismillah! Niati perjuangan, dan keep jokam!

Musik? just be wise..

Assalamualaikum tuips! *eh *kebiasaan :P
Halloow, apakabar semua! Udah lama ya nggak ngobrol disini. *maksudnya ngobrol apagitu selain autis tentang sebuah rasa :P #eeaah.
Baiklah, sekarang mau ngobrolin musik! Saya abis baca blog ini >> http://sagoeleuser5.wordpress.com/ daann.. makjleb! Penasaran? Mari kita bahas! :’D

Beberapa hari ini saya lagi suka dengerin musik. Biasanya sih, ya biasa aja. Gak suka, gak benci juga. Palingan jarang dengerin, dan emang nggak apdet juga. Tapi saya sih gak peduli, mau orang orang bilang selera musik saya rendah, lawas, atau apalah. Yang penting kan saya kece! *loh *dikeplak XD

Saya emang dengerin musik, based on kuping dan suasana hati aja. Kalo ditanya selera, lebih banyak dengerin qiroatus sab’ah sih *halah *dustaa XD lebih ke jazz, r n b, pop, musik klasik juga suka sih *yaitusihsemuanyaajanad lol. Nah saking suka semua, dan ga tau ini yang nyanyi siapa, sejarah kehidupannya gimana, yang penting enak dikuping dan sesuai dengan suasana hati saya, makanya saya jadi gatau apa-apa tentang musik. Ya dengerin aja.

Kalo lagi semangat, atau lagi males nyarinya ya, lagu lirik dan musik yang bikin semangat. Pun saat lagi jatuh cinta *eeaa. Kalo lagi patah hati, lebih suka baca Quran sih *asli *pencitraan XP

Okeh, bektudetopik. Musik, belakangan ini sedang saya nikmati. Sebelumnya? Hidup saya hampir tanpa musik. Ya, kadang kadang ada lah dengerin. Yang gak sengaja denger dlsb. Paling sehari ganyampe sejam dengerinnya. Kadang 10menit pun enggak. Nah, beberapa minggu ini, bisa berjam jam! Astagfirullooohh T.T kemudian, temen saya si @jihanhasby ngetwit sebuah link yang saya sebutkan diatas tadi. Saya kan kepo, eh pas pertama baca, kok sekilas ngomongin dalil. Tapi kok kece tulisannya. Gak berhenti dengan sekilas satu artikel, saya coba baca berkilas kilas artikel lainnya. *maksudnya beberapa artikel lain *bahasa alien banget deh Nad XD. Kok makin seruuuu~ akhirnya, sampailah saya pada satu artikel “titik rendah musik” ini saya coba bacanya gak sekilas. Saya baca, sampai habis! Wuoh! Baru baca pembukaannya aja, nih >>
Hadits ini betul-betul menohok saya. Diriwayatkan dari Abu Daud (4927): Lagu menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Deg! Kena banget.

Saya semakin tertarik. Perlahan saya baca. Sambil saya memikirkan efek setelah saya mendengarkan musik. Setelah terlalu lama mendengarkan musik biasanya saya jadi malas sekali beribadah sunah, pun wajib ikut keteteran. Entah, sebenarnya itu akibat dari musik atau memang keimanan saya yang lagi turun. Sesungguhnya, saya sudah pernah mendengar pun membaca beberapa dalil yang menerangkan musik itu tidak baik, dan blablabla. Tapi sungguh, saya baru tau bahwa efeknya menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Huft! Naudzubillahi min dzaliiik. Orang munafik itu, ya memang ada diantara orang iman. Dia juga mengerjakan ibadah wajib, serta sunah, bahkan! Tapi ya mau bagaimana, kalau selama ini beribadah, tanpa disadari, karena saya mendengarkan musik terlalu asik dan khidmat, benih benih kemunafikan itu tumbuh. Aaaaaaaaaaaaaa! Menyeramkan! T.T naudzubillahiindzalik ya Alloh.

Saya sudah pernah mencoba beberapa bulan hidup tanpa musik, dan memang sebenarnya kehidupan saya baik-baik saja tanpa musik. Jika sesekali terdengar, tanpa diresapi pun diacuhkan, musik menjadi tidak bermakna. Tapi, kalian pernah dengar, baca, atau nonton tentang pengkristalan molekul air yang dibacakan/diucapkan kalimat positif atau negatif? Ohiya, hal ini dibahas juga di blog tadi, blognya Bang Iqbal.

Pernah dengar Professor Masaru Emoto dari Jepang yang meneliti perubahan bentuk molekul air ketika dibacakan kalimat positif dan negatif? Molekul akan berubah menjadi bagus ketika dibacakan kalimat positif, dan sebaliknya. Teori sepertinya juga bisa menjelaskan kenapa kita dilarang bego-bego-in anak kecil (mengatakan “bego lu!” atau semacamnya ke anak kecil), karena otak si kecil akan mengolahnya untuk menjadi seperti yang orang lain katakan. So watch out your mouth!

Tidak selesai sampai disana, kenyataannya memang banyak lagu-yang-bahkan-pendengarnya tidak peduli apa artinya. Suka musiknya, maka mari dengarkan. Saya termasuk orang yang sangat pemilih terhadap lirik musik. Saya mungkin tidak punya selera yang bagus dalam bermusik, tapi setidaknya saya sangat memilih lirik-lirik berkualitas, yang setidaknya berefek baik bagi tubuh saya. Yap, berdasarkan riset tersebut, maka saya menjadi pemilih, pemilih terhadap lirik musik.

Kemudian. Beberapa dalil (dari blog nya Bang Iqbal) yang lagi-lagi menerangkan tentang titik rendahnya musik:

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS Luqman 6-7)

Perut yang dipenuhi nanah busuk itu lebih baik daripada dipenuhi syair (Muslim 2257).

Pernah denger berita seseorang menusuk anaknya 11 kali lalu membunuh istri dan putrinya akibat setelah mendengarkan lagunya Eminem? Saya pernah membacanya. Dan saya membaca berita itu lagi di blog nya Bang Iqbal.

So, Nadya.. hidup adalah pilihan. Pilih-pilih musik yang baik. Yah, mungkin saya akan menjadi sangat pemilih sekarang, juga harus harus harus mengurangi intensitasnya. Pilihlah yang benar. Pilihlah yang tidak bertentangan dengan QHJ. Bismillah! Niati perjuangan, dan keep jokam!

Cari Muka ituuu ... sama Alloh Nad!

Hay hay Nadyaaa! << Nyapa diri sendiri. Ga ada yang nyapa. #Kasian :')
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuuh! Apakabar pembaca yang budiman?
Wuih judulnyaaaa, gak kuat yaa? Udah kebayang deh muka-muka penjilat yang doyannya cuma cari muka depan majikannya, bosnya, kerabatnya dan lain lain demi kepentingannya sendiri heheek!

Okeh, meneruskan judul diatas, kali ini gue mau ngebahas hubungan antara Tuhan (Alloh) dengan kita sebagai manusia/hamba. Kenapa hubungan antara manusia dengan Tuhan dikaitkan sama cari muka? Kenapa hayoooo~ Yak! Jelas, kayak kamu mau naik jabatan nih, cari muka lah baik-baik kepada bos-mu. Kayak kita mau nikah nih, cari muka lah baik-baik kepada orang tuamu kalo kamu sudah cukup mampu dan matang dalam membina rumah tangga? Iyakan?! Iya dooong~

Nah, kalo mau sukses sih kayaknya butuh persetujuan juga dari Alloh. Ya gak? Jadi, kalo mau dapet persetujuanNya, otomatis, harus cari muka kan? :D:D

Tapi temans, saat kamu cari muka jangan cuma diniatkan untuk ingin naik jabatan aja, melainkan menjadi seseorang -karyawan, yang totalitas dalam bekerja, dan loyal terhadap perusahaan. Ibaratnya nih ya, bagi karyawan, kalo kerja nggak dengan totalitas, pasti si bos ogah naikin jabatan kita kan? Boro-boro naikin jabatan deh, naikin gaji/bonus aja mikir-mikir.

Tapi (lagi) kalo jiwa kamu bukan seseorang yang bisa total bekerja dengan orang lain, serta gak nyaman menjadi karyawan, boleh deh cari muka sama customer, alias jualan, alias usaha sendiri. Toh pada intinya, apapun bidang/profesinya, cari muka agaknya tetap dibutuhkan, right? :P

Nah, sama deh kayak cari muka sama Alloh, seperti merutinkan amalan yang sunah, melancarkan amalan yang sudah berjalan, menjauhi larangan yang Dia larang, totalitas dan loyal dalam melaksanakannya, dimana semua hal itu juga demi kelancaran dan keberlangsungan atas kemurnian Quran Hadits Jamaah. Jadii cari muka tapi dengan niat yang tulus. Okay?

Simplenya, cari muka itu dengan mentaati perintahNya, menjauhi laranganNya, plus menjalani sunah rasulNya. Gampang? Enggaklah! :P Kalo gampang, penghuni surga ada banyak, ya kan? :p Tapi yang kita tau, secara dalil, penghuni neraka lebih banyak, dan begitu banyak referensi dari Alquran, yang menceritakan betapa gemerlapnya dunia, sehingga banyak membuat silau orang-orang.

Dengan totalitas dalam menjalain perintah dan menjauhi larangan, yang mana kalo bahasa yang kita kenal yaitu, sak pol kemampuan, atau usaha maksimal yang dilakukan hambaNya demi mengharap ridho Tuhannya.
Nah, kalo udah sak pol kemampuan, dan yakin kalo usaha juga do'a kita gak akan sia-sia, maka insyaAlloh deh...
Alloh itu gak tidur kok, Alloh juga tau hati masing-masing hambaNya, jadi kamu jangan takut usaha kamu gak diliat, dan do'a kamu gak didengar. Just tunjukkin yang terbaik, maka Alloh pasti kasih yang terbaik. Selalu inget, hasil biarlah Dia yang menentukan dan tawakal apapun hasilnya. Karena tanpa tawakal, kamu akan terus merasa kurang, dan kurang.

Gimana Alloh mau setuju kita sukses? Kalo kita nya aja ogah-ogahan, males-malesan, santai-santai, leha-leha, hobi tidur (eh, ini gue -_-) mending ya kalo males-malesan aja, nah ini ditambah banyak dosa pula, doyan ngomongin orang, suka berbohong, duh.. kebayang gak sih? Temen aja ilfeel, gimana Alloh? :'/
Well, udah tau nih satu langkah mencapai kesuksesan! Lumayan, tinggal dipraktekkan. :D

Kemudian.. Loyalitas! Loyalitas apa sih? Bisa gak sih pake bahasa yang ringan-ringan aja Nad? Oke -___-

Loyalitas biasanya identik dengan ... (pake titik titik biar sedikit mendramatisir :p)
Kesetiaan!
Jadi, kalo mau hubungannya langgeng, setialah kepada pasangan! #eeaa :P Termasuk kepada Alloh, kalau hubungan dengan Alloh mau lancar, langgeng, sukses, barokah, setialah kepadaNya. InsyaAlloh tidak mengecewakan. berbeda dengan manusia, yang hobinya mengecewakan orang lain :P

Lalu, tunjukkan juga loyalitasmu kepada sesama. Contoh, banyak-banyak bersedekah, diluar sana, banyaak sekali orang-orang yang tidak seberuntung kita, jangan pernah berpikir rezeki yang kamu dapet setiap harinya, setiap minggunya, atau setiap bulannya, itu pure untuk kamu. Not.
Ada hak orang lain disana, kalo kamu gak menyedekahkannya, berarti? Berarti kamu makan hak nya orang lain, get it?
Okay, sekarang langkah kedua juga sudah kamu tahu, tunggu apalagi? :D:D:D

Jadi cemans berikut cara simple, tapi prakteknya nggak simpel, tapi paling ajelas harus kamu lakukan, demi mempercepat kesuksesan kamu!
Cari muka di depan Alloh, cari muka yang tulus.
Yakinkan Alloh kalo kamu pantes untuk sukses, sehingga Dia setuju kamu sukses.

Jadi cara supaya approval kesuksesan kamu bisa cepet di realisasikan, yaaa, cari muka depan Alloh!
Supaya bisa naik gaji, nambah bonus, dapet promosi, cari muka depan si Bos.
Supaya kita disetujuin untuk menikah, ... hhmm cari muka depan orang tua dan calon mertua.
Hahahaa..

Selamat Mencoba, Mari kita mencoba bersama-sama. YEAH! :'P

Wassalamuaalaikum Warohmatullohi Wabarokaatuuh :'D

Hiu Hiu Kecil Kehidupan

Assalamualaikum..

Cerita ini mungkin sering kalian baca/denger yah. Tapi gak bosen-bosen bacanya, maka saya mau posting cerita dari tanah matahari terbit ini, mudah-mudahan bisa menginspirasi kita semua. :'D

Orang jepang sangat menyukai makanan berupa ikan segar yang didapat langsung dari laut di sekitar pantai. Tetapi akhir-akhir ini, karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat sehingga ikan-ikan susah di dapat di pinggir pantai.

Para nelayan harus melaut ke tengah lautan berhari-hari hingga dua atau tiga minggu untuk mendapatkan ikan. karena waktu melaut yang relatif lama, maka ketika sampai di darat ikan-ikan tersebut sudah tidak segar lagi bahkan setengah membusuk. Akhirnya ikan yang didapat tidak laku di jual di pasaran. Nelayan mengalami kerugian.

Kemudian nelayan berpikir bagaimana agar ikannya tetap segar ketika sampai di darat ? Nelayan membawa es ketika melaut dan mengawetkan ikannya dengan es. Sampai di darat ikannya terlihat segar tapi beku, Orang Jepang tidak suka ikan yang sudah dibekukan sehingga dijual harganya sangat murah. Nelayan masih mengalami kerugian.

Berikutnya, nelayan membawa bak air di dalam kapalnya. Ikan hasil tangkapan dimasukkan ke dalam bak tersebut agar tetap hidup. Sampai di darat ikannya masih hidup dan segar. Namun karena di dalam bak tersebut ikan hanya diam dan kurang gerak, maka rasa dagingnya tidak seenak dan selezat ikan segar yang langsung dari laut. Ikannya laku di jual, harganya masih murah. Nelayan mendapatkan sedikit keuntungan.

Para nelayan tidak cukup hanya dengan mendapatkan sedikit keuntungan, maka mereka berfikir lagi bagaimana caranya agar ikan yang didapatkan dari tengah laut tetap berasa segar seperti ikan yang berasal dari pesisir pantai. Hingga terpikirkan oleh mereka memasukkan hiu hiu kecil ke dalam bak airnya. Hiu hiu kecil tersebut akan memangsa ikan di dalam bak, sehingga ikan harus terus bergerak dan menghindar dari kejaran sang hiu hiu kecil agar tetap hidup dan selamat dari pemangsa. Karena selama di dalam bak ikan-ikan selalu bergerak, maka ketika sampai di darat ikan hasil tangkapannya di dapati masih hidup dan segar seperti ikan-ikan yang didapat dari pesisir pantai. Harga ikan menjadi semahal ikan segar dari pesisir pantai dan nelayannya mendapat keuntungan yang banyak.
Setiap perjalanan hidup itu gakmungkin mulus-mulus aja kaaan? Ada beberapa kerikil, atau malah ada banyak kerikil? Maka rubahlah segala sudut pandang negatif tentang sebuah kesulitan menjadi sebuah tantangan. Karena sudah pasti kita membutuhkan “hiu hiu kecil” dalam kehidupan kita untuk membuat kita terus bergerak, berpikir dan menyelesaikan tantangan tersebut sehingga membuat kita “berharga mahal”. Sadarilah bahwa “hiu hiu kecil” yang ada didalam kehidupan kita sejatinya akan memaksa kita untuk terus berkarya dan berkreasi yang menghantarkan kita menuju puncak tertinggi pencapaian kehidupan kita.

Sudah menyadari “hiu hiu kecil” didalam kehidupan kaliaan? :D

Semangat yah! :'D

Wassalamualaikum.

Tempat Masuknya Setan

Huuyy.. Mari memposting! Setan/Jin itu godain anak turun Nabi Adam sampe kiamat looh. Gak pake bosen, gak pake kapok. Yaa, namanya juga nyari temen kaan, masih sakit hati gitu doi sama Adam, secara disuruh sujud tapi doi gak mau kan. Dia pikir Adam jelas lebih rendah gitu kastanya, Dari tanah! "Lah gue kan dari Api?! Ya gak level kaleeeee.." gitu kali ya kalo kita buat monolognya. Anyway, berarti orang yang gak thoat, sombong dan dendaman itu? Yap.. mirip deh tu sama iblis. Soo.. hati hati yaaaa ;) teruuusss... Setan itu bisa masuk dari berbagai tempat, dari berbagai situasi. Nah, situasi yang gimana sih yang setannya bisa masuk ke diri kita? atau jangan-jangan selama ini tanpa sadar diri kita udah dimasukkin setan seenak jidatnya? akk.. Baiklah, daripada galau, mending kita bahas yuks! ^O^//
Tempat-tempat Masuknya Syetan (مداخل الشيطان) : Syetan masuk ke dalam diri seseorang untuk merusak keimanan dan menyesatkan kefahamannya itu melalui beberapa hal yaitu :
1. Kebodohan || Kebodohan itu bisa mematikan hati dan membutakan penglihatan. sehingga orang yang bodoh itu gak ngerti mana yang halal mana yang haram, mana yang haq dan mana yang batal, begitu seterusnya. Alloh berfirman : وَلَوْ شَاءَ اللهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدى فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ * سورة الأنعام ٣٥ Dan jika Alloh menghendaki, niscaya Alloh mengumpulkan mereka di atas petunjukNya, maka jangan sekali-sekali kalian menjadi orang yang bodoh.“ Nabi Musa ‘alaihis salaam pernah berdo’a : قَالَ أَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ أَكُوْنَ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ * سورة البقرة ٦٧ Berkata Musa : " aku berlindung kepada Alloh bahwa aku termasuk orang yang bodoh.” Serem kan kalo kita gatau apa-apa? Contoh? oke.. yang paling gampang ialah SEPUPU. itu mahrom atau gak? yang rajin ngaji pasti tau doong. YAP! gak mahroom. Terus, kenapa masih banyak itu temen temen kamu yang sepupuan, pada pegang-pegangan. Rangkul-rangkulan? yaa.. husnudhonnya sih waktu ngaji, ngantuk kali yaa.. Tapi ya masa mau salah teruss.. sampe kapan? kalo gatau ilmunya sampe mati, berarti dosanya? Udah gitu mati sewaktu-waktu pula! serem iihh.. Yuk ah kita ngaji yang banyak, dan beramal yang banyak.. biar setannya gak masuk :D
2. Marah || Marah itu termasuk tempat masuknya syetan yang besar dan perangkapnya. Syetan mempermainkan kemarahan seseorang dalam rangka menyesatkan pelakunya itu seperti anak kecil mempermainkan bola seenaknya begitu mudahnya orang yg marah itu dipalingkan dari kebenaran sehingga mulut yg biasa sopan bisa mengeluarkan kata2 yg jorok, kasar, & lain-lain. “Nabi SAW Bersabda: sesungguhnya aku mengerti satu kalimat yang kalau dia mengucapkannya niscaya hilang marah yang ia temui yaitu : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ " Waaa, honestly ini sayah banget :| tapi ya harus bisa dirubah dong yaaa! ditahaaan.. kalo marahnya lagi berdiri, biar reda, coba duduk lah. kalo lagi duduk, berbaringlah. Kalo berbaring pun belum reda, berwudhulah. InsyaAlloh. Kalo diambil logikanya kenapa berwudhu? setan kan udah masuk tuh kalo kitanya lagi marah dan gak bisa nahan diri, doi kan dari api doong? Nah, makanya dikalahin pake air deh. HIHI IMHO xP
3. Cinta Dunia Sesungguhnya syetan telah mnghiasi dunia dgn gebyarnya dalam hati kebanyakan manusia sehingga mereka condong pada dunia & merasa senang dengan dunia, mereka berlomba-lomba mencari dunia dengan sungguh2, dunia dijadikan tujuannya. Padahaaaaaaaaaaall? didunia kan cuma numpang lewat yaa? ya namanya numpang, ya gak lama-lama. Tergantung kontrak hidupnya aja. Jadiii? :)
4. Panjang angan-angan Seorang hamba jika panjang angan-angannya, dia akan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan cenderung tidak memperdulikan waktu. dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang diangan-angan oleh hatinya, meramalkan dunia dengan berbagai macam usahanya dan akan merobohkan sendi-sendi kepentingan akhiratnya.
“jadilah kamu di dunia seolah seperti orang yang sedang menyeberang jalan.”
Menyeberang jalan bukan berleha-leha apalagi jalan di metropolitan, dimana kendaraan saling beradu kecepatan ingin sampai tujuan secepatnya. Ketika tidak bergegas menyeberang dan kurang hati-hati, mungkin saja akan tertabarak, yah minimal keserempet lah yaa. di duniapun seperti itu, ketika kita lengah tidak bergegas menyiapkan bekal untuk hari akhir nanti, setan akan segera mengganggu iman kita, dan selanjutnya kita menjadi korbannya. Menjadi sekutu setan, seperti kerbau yang dicocok hidungnya, ditunggangi hawa nafsu kemana-mana, gampang diperintah berbuat munkar dan susah sekali melakukan hal-hal yang ma’ruf. Sibuk pada angan-angan keduaniaannya.
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Gunakanlah lima sebelum lima : gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.”

“yaitu orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan belaka dan senda gurau,dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia.Maka pada hari kiamat,Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini,dan karena mereka mengingkari ayat-ayat kami.” [Al-Araf 51].
5. Keinginan Syetan masuk ke dalam diri seseorang itu melalui keinginannya, dengan keinginannya yang tidak terkontrol maka seseorang bisa rusak agamanya. Keinginan yang tidak masuk akal, keinginan yang berdasarkan hawa nafsu. Pada dasarnya setiap manusia diberikan segumpal darah yang menyatu, hati. Dan, secara bathiniahnya seseorang menyadari yang dilakukannya salah atau tidak. Hanya saja kebanyakan tidak mengindahkannya, sehingga terbiasa dan menghiraukan kesalahan tersebut.

Lelaki Sholeh

Lelaki Soleh dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang

beriman (mukmin), bersih dari segi lahir dan batinnya, mengambil makanan

yang bersih dan halal(bukan dari sumber yang haram)serta sentiasa berusaha

menjauhkan dirinya dari perkara perkara yang akan mendorong kearah maksiat

dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam. Lelaki soleh juga ialah

seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah swt. dan RasulNya walau

dimana saja mereka berada dan pada bila bila masa sahaja. Kesolehan dan

keimanan seseorang tidak dapat dilihat dan diukur dari segi lahiriah

semata mata kerana ia berkait rapat dengan masalah AKIDAH dan

KEYAKINAN, kepada siapa dia menyerahkan keyakinan dan ketaatan dan

sebaliknya. TAUHID merupakan dasar tertinggi dalam kehidupan yang harus

sentiasa dipelihara kerana apabila tauhid tidak betul dan sempurna, maka

seluruh amalan yang dilakukan adalah sia-sia sahaja. Apabila telah jelas

kepada siapa kita memberikan perwalian dan terhadap pihak mana kita

menolak kepimpinan, barulah Tauhid akan menjadi kenyataan dan berdiri

dengan tegaknya dalam jiwa seseorang. Oleh yang demikian, jelaslah bahawa

kesolehan seseorang lelaki itu tidak dapat dinilai dari segi lahiriah

semata-mata. Ianya adalah lebih jauh dan mendalam dari itu senua. Antara

hal-hal yang harus dilihat dan dikaji pada setiap individu muslim ialah

perkara-perkara yang bersangkutan dengan keyakinan, tujuan dan pandangan

hidup serta cita-cita dan jalan hidup seseorang itu.

KRITERIA-KRITERIA LELAKI SOLEH SEPERTI YANG

DIMAKSUDKAN OLEH AL-QURAN DAN AL-HADIS…..


1. Sentiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah saw.

2. Jihad Fisabilillah adalah tujuan dan program hidupnya.

3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.

4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cabaran dari Allah swt.

5. Ikhlas dalam beramal.

6. Kampung akhirat menjadi tujuan utama hidupnya.

7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.

8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.

9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.

10. Solat malam menjadi kebiasaannya.

11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada

Allah swt

12. Selalu berinfaq samaada dalam keadaan lapang mahupun sempit.

13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara

mereka.

14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.

15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahsiaan.

16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi keboduhan manusia, sentiasa

saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah swt.

17. kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.

Selain daripada ciri-ciri diatas, orang orang yang soleh juga merupakan

insan insan yang senantiasa mendapat ujian dan cobaan daripada Allah swt.

setelah para nabi nabi dan orang orang yang mulia. Mereka menghadapi

segala ujian tersebut dengan hati yang tabah dan tetap teguh dalam

keimanan serta pendirian. Mereka tidak mudah menyerah kalah dari keganasan

dan tekanan musuh.

Tugas tugas dan kewajipan Lelaki Soleh……

1. Mencari nafkah ( belanja hidup)

2. Berjihad Fisabilillah.

3. Melindungi dan membela kaum yang lemah dan tertindas.

4. Memimpin, mendidik dan berlaku adil terhadap isteri.

1. MENCARI NAFKAH………. Tugas mencari nafkah diberatkan kepada kaum

Lelaki kerana kelebihan dalam penciptaannya yang berupa kekuatan fizikal

dan akal fikirannya. Oleh itu Lelaki mampu untuk bekerja keras untuk

mencari nafkah, memberi perlindungan dan pertahanan maruah kehidupannya

terutama kepada keluarga, agama, bangsa dan agamanya. Inilah sebabnya

lelaki diangkat menjadi pemimpin bagi kaum wanita. Oleh itu, seorang

lelaki muslim, lelaki dan suami yang soleh, tidak akan melalaikan tugas

ini. Ia wajib bekerja menurut apa sahaja kemampuannya. Dalam melaksanakan

tugas ini, dia haruslah MEMBETULKAN NIATnya iaitu ikhlas untuk mencari

keredhaan Allah swt. Dia tidak akan merasa MALU untuk melakukannya

sebaliknya gembira dan berbangga terhadap pekerjaannya lebih lebih lagi

perkara yang halal.

Lelaki soleh tidak akan lupa untuk mengingati hari akhirat tetapi

menjadikannya sebagai tujuan yang utama. dia bekerja didunia untuk mencari

keuntungan di akhirat, bukannya mengejar keduniaan semata-mata. Dengan

cara ini, usahanya akan sentiasa berhasil dan berjaya didunia dan akhirat.

Seperti kata ulama Salaf yang bermaksud; Wahai anak Adam! Juallah duniamu

dengan akhirat, maka engkau akan UNTUNG semuanya, tetapi jangan engkau

jual akhirat dengan dunia, maka engkau akan RUGI semuanya.

” Bagi orang orang yang telah mengerjakan

kewajipan agamanya dengan baik,kemudian terasa penat dan letih pada malamnya,

sehingga tidak dapat mengerjakan amalan amalan sunnah, maka Allah dan RasulNya

memberikan jaminan dengan ampunan sepanjang malam yang dilaluinya dengan tidur

yang nyenyak”.


Inilah antara ganjaran yang akan dikurniakan kepada lelaki soleh yang

mencari nafkah dengan bersungguh sungguh. Terdapat dua cara orang berusaha

mencari nafkah seperti yang dianjurkan oleh ISLAM.

Pertama: Hendaklah ia tidak melalaikan tugasnya terhadap Allah swt. dan

janganlah ia meninggalkan nilai nilai yang LUHUR.

Kedua : Hendaklah dilakukan dengan cara yang halal, bersih dan tidak

membawa apa apa kemudaratan kepada orang lain dan tidak pula bertentangan

dengan peraturan-peraturan umum.

Antara cara cara pencarian harta yang

diharamkan oleh Islam ialah:


1. Riba,

2. Penimbunan barang barang yang menjadi hajat orang ramai,

3. Perjudian dan perdagangan minuman keras,

4. Berlaku penipuan dalam penimbangan dan penukaran barang,

5. Mencuri

6. Memakan harta orang lain dengan cara yang bathil seperti yang

diterangkan dalam surah An Nisa 4, ayat 29.


2. BERJIHAD FISABILILLAH Jihad merupakan amal yang paling utama dan puncak

ketinggian Islam. Tidak ada satu pun amalan soleh yang dapat menandingi

Jihad. Orang soleh tidak sedikit pun merasa gentar dan takut apabila

berjuang menegakkan agama Allah sebaliknya sentiasa tersenyum bangga

menjadi seorang Pegawai Allah dengan gelaran paling indah iaitu MUJAHIDIN.

Inilah yang dimaksudkan dengan lelaki soleh, yang mana pekerjaan utamanya

membunuh atau terbunuh. Jika tidak terbunuh, maka ia mesti membunuh. Tidak

terdapat alternatif lain kecuali satu antara dua ‘YUQTAL AU YAGHLIB’ yakni

TERBUNUH atau MENANG.


3. MELINDUNGI DAN MEMBELA KAUM YANG LEMAH DAN TERTINDAS

Sememangnya sejak akhir-akhir ini golongan kafir senantiasa mencari

peluang untuk menindas dan menakhluki negara-negara serta umat- umat

Islam. Orang orang yang soleh haruslah peka dan bersedia untuk bertindak

balas supaya umat-umat Islam tidak akan ditindas dengan sewenang-wenangnya

oleh golongan tersebut.

” Wahai lelaki soleh…! tugas dan tanggungjawabmu bukanlah ringan,

bayangkan langit dan gunung tidak mampu membawanya. Kamu sajalah yang akan

tampil dan mampu menyelesaikan persoalan besar ini. Orang orang yang lemah

dan sedang tertindas sentiasa menanti kehadiranmu. Mereka berdoa agar kamu

segera tiba untuk menjadi pembela dan penolong bagi mereka.”

Inilah laungan yang senantiasa terdengar daripada golongan golongan yang

tertindas dan mengharapkan bantuan. Oleh itu lelaki yang soleh haruslah

memainkan peranannya sebagai pembela agama sama ada secara langsung

ataupun tidak langsung demi untuk mengekalkan kedaulatan agama Islam.


4. MEMIMPIN DAN MENDIDIK ISTERI……

1. Mengajar dan membimbing dengan cara yang baik sehingga isteri isteri

yang tidak solehah menyedari akan kesilapannya dan menukar cara hidupnya

menjadi isteri solehah.

2. Menangani isteri yang bodoh dan keras kepala dengan bijaksana sehingga

dia menyedari hakikat yang sebenarnya dan bersedia mengubahnya.

Demikianlah cara cara yang telah digariskan oleh Islam untuk mengatasi

masaalah ketidaksesuaian suami isteri dalam kehidupan rumah tangga.

Apabila menghadapi sebarang kesulitan, lelaki soleh tidak akan cepat

melatah dan bertindak menurut nafsu dan perasaan semata-mata tanpa

mengambil kira perasaan orang lain. Lelaki soleh akan bertindak dengan

cara yang lebih effisien dan bijaksana dan senantiasa memohon petunjuk

dari Allah swt. Dengan ini kebahagiaan rumahtangga akan dapat dikekalkan

buat selama lamanya. Berlaku baik terhadap isteri Suami yang soleh akan

sentiasa maenjaga kebajikan keluarganya terutama isterinya. Ia senantiasa

menjaga hati dan perasaan pasangannya dan sentiasa menggembirakan

isterinya. Mereka juga akan bertanggungjawab dalam menguruskan urusan

rumahtangga, dan bekerjasama dengan isterinya.

Sabda Rasulullah: Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang

terbaik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang terbaik diantara

kamu terhadap isteriku. ( HR Ibnu Majah )

Tauladan Rasulullah Dalam kehidupan berkeluarga...




Syukurnya Pol deh kalo dapet suami macem begini yah x')

Sumber: https://generusjaktim2.wordpress.com/ilmu/siapakah-yang-dimaksudkan-dengan-lelaki-soleh/

Ceramah Bab Perzinahan #akhirzaman

Ceramah tentang freesex

Dan seperti cocok sekali dengan tema ceramah semalam, karena saya ingin mengulas tentang pergaulan bebas/free sex/perzinahan.

Walaupun mungkin temen-temen sekalian udah sering banget denger topic ini, tapi saya tetap akan membahas tentang hal ini.
Jadi, beberapa hari yang lalu, teman saya bercerita tentang pengalaman teman-temannya yang sudah pernah melakukan freesex, pun pelanggaran-pelanggaran antara laki-laki dan wanita yang lainnya. (contoh: kissing, petting, *maaf* sepong, SBP atau apapun istilah-istilah yang dipakai dalam menciptakan kenikmatan yang haram antara laki-laki dan permpuan itu).

Berbeda dengan ditahun pertama saya kuliah yang cukup kaget dengan situasi diluar pesantren ini, saya seperti melihat dunia baru yang lebih liar, lebih kotor. Ditahun ini saya lebih santai melihat dunia yang semakin rusak. Jujur saja hal tersebut membuat idealisme saya diuji, dan boleh dibilang sedikit terguncang. Yap, ghazwul fikri. seperti yang sudah dibahas oleh mas aul, di postingan jo-insight sebelumnya.
Sesuatu yang salah/dosa jika diinfluence-kan berkali-kali bahwa tidak ada hal yang salah/dosa dari perilaku tersebut, akhirnya 'seperti' menghipnotis kita bahwa hal tersebut adalah lumrah. sekalipun secara quran hadits adalah dosa/salah. Inilah ghazwul fikri, inilah yang sedang dihadapi remaja muslim dan muslimah seluruh dunia!

Sepetik pembicaraan saya bersama teman-teman:
"eh nad, si anu (temen SMP) udah ga perawan loh."
"oh ya? kobisa? kapan?" (saya santai, udah sering denger yg beginian --').
"iya waktu dia SMA, dirumah cowonya sepi, trus mati lampu lalalala ... nah, keperawanan dia diambil tuh disitu. abis begituan sama pacarnya dia nyuciin spreinya karna berdarah banyak banget"
"lo tau drmn? mati lampu? sinetron amat deh. bego pula, suruh cowonya tanggung jawablah.. cowonya yg ngajak, dia yg nyuci sprei, bego tuh cewe."
"dia cerita sendiri ke gue, terus dia nanya, eh itu dosa ga ya? gue bilang aja, ya dosa lah goblog, gabisa masuk surga lagi lo"
"haha kejam bener lo, terus respon dia gimana?"
"diem.. takut kayanya"
"terus sekarang dia gimana? berubah ga?"
"ah cowonya udah banyak, ganti2 mulu, skrg pake kerudung, tp mah msh sama kaya dulu. sial bgt tu org"
"sial kenapa?"
"jelek2in perempuan muslimah aja"
"haha, udah banyak, ga dia doang cuy"

"nad, masa dihape nya si anu, ada foto cewenya cuma pake anduk, haha"
"liat aja lo"
"gue kan ngubek2 hapenya dia, lagian diijinin. haha"
"ohya? abis ngapain ya mereka? haha"
"lo pikir aja sendiri"
"gamau nebak2 ah :p"

Dan banyak percakapan lain mengenai perilaku anak-anak muda saat ini, membuat saya miris, pun takut.

Melakukan hal tersebut, a.k.a Pelanggaran Had, menjadi suata bahan tertawaan, lumrah, bahkan tren. Tren? yaa.. Gaya hidup, lifestyle.

Mereka melakukannya dan menanyakan apakah itu dosa? bagaimanakah hukumannya? neraka seperti apa?

Saya heran campur kesal, seperti tidak mendapatkan pelajaran Agama Islam sewaktu SD, SMP, dan SMA, Hello guys kalian masih tinggal di Indonesia yang penduduknya mayoritas islam kaann? Even kuliah, di semester awal pun saya masih mendapatkan mata kuliah Agama Islam. Mereka bilang mereka khilaf, dan mereka kebingungan akan perhitungan Alloh tentang amalan mereka, hukuman yang mereka akan terima di hari akhir nanti, seperti orang tuanya tidak pernah menjelaskan dan mengajarkan tentang Agama tentang bahaya dan besarnya dosa berzina, karena setau saya, mereka berasal dari keluarga baik-baik yang mengajarkan agama, walaupun sedikit. Entah itu hanya acting, atau mereka benar-benar dilupakan tentang pelajaran agama islam yang mereka dapat selama 12tahun. Bayangkan, pelajaran yang mereka makan selama 12tahun lamanya?!

Ya, begitulah dosa yang sangat memikat, dan begitulah syetan menggoda tiada ampun, tiada batas, tiada hilang cara, tiada lelah.

Mengingat hasda kemarin, saya sekedar ingin mengulas kembali tentang bagaimana pelanggaran had bisa terjadi.
1. Lemahnya keimanan.
2. Rendahnya ketakwaan.
3. Qodar Alloh yang tidak menyelamatkan mereka.

Maka sebaliknya, untuk penjagaan dari pelanggaran Had tersebut, maka kita perlu:
1. Menguatkan keimanan, kuatkan iman anda dengan banyak mengaji, mendengarkan nasihat dan merenung dalam kebaikan.
2. Meninggikan rasa ketakwaan anda dengan banyak beramal, amal sholih, membantu sesama dan shodaqoh, bangun malam (doa+solat).
3. Alloh memang mengqodar menyelamatkan anda dari hal keji tersebut. Untuk poin ketiga, bagaimana caranya? Ya, cuma satu, BERDOA. mintalah kepadanya, minta dan terus minta agar terselamatkan dari hal keji tersebut. Perbanyak doa perlindungan. saya serius untuk menyangatkan hal ini, ridho Alloh lebih banyak berperan, maka berdoalah agar selalu dijaga olehNya. Bukan siapapun, langsung Dia yang menjaga diri kita. Salah satu contoh doa nya boleh yang ini:
"Allohumma inni audzubika min syarii sam'i, wa min syarrii bashori, wa min syarri qolbii, wa min syarri lisani, wa min syarrii maniyi."

Saya mulai merutinkan membaca doa ini, dan dengan sangat serius saya katakan, saya dijaga langsung olehNya. Dia yang menjaga saya dengan hawa nafsu saya. Bagi saya ini hebat.
Saya mungkin seseorang yang memiliki keimanan dan ketakwaan tidak terlalu tinggi, tapi saya berusaha untuk terhindar dari hal tersebut dengan mengharap ridhonya Alloh. Alhamdulillah, sampai saat ini saya terhindar dari pelanggaran had tersebut, karena cobaan diluar yang begitu dahsyat mengguncang keimanan saya, bukan saya saja, anda pun begitu saya rasa. Akan tetapi sedikit berbeda ketika lingkungan anda mendukung diri anda terjaga dari hal-hal tersebut. Semua akan terasa lebih mudah.

Ya, kembali ke topik diatas, saya memang tertarik dengan poin nomor 3, ingat contohnya Nabi Yusuf dengan Siti Zulaikha? ya, seperti itulah pengaplikasian dari poin 3 tersebut. Atau ingat cerita sang pemuda, fulan yang mengumpulkan uang demi meniduri seorang wanita, lalu saat hal tersebut akan terjadi perempuan tersebut mengingatkan laki-laki itu, dan laki-laki itu meninggalkan perempuan itu dengan sejumlah uang yang ia cari dengan susah payah hanya karena takut kepada Alloh.

Secara dalilnya, keimanan itu naik turun, ketakwaan itu menguat dan melemah, maka dari itu hanya Alloh lah yang dapat menolong kita ketika kita berada di posisi lemah dan turun tersebut. Itulah manfaat dan pentingnya doa perlindungan.

Namun, bukan berarti ketika kita sudah melakukan doa perlindungan maka kita menyepelekan pelanggaran karena telah menganggap akan diselamatkan oleh Alloh. Lecet sedikit, ya gapapa lah. Nope! bukan seperti itu prakteknya. Ketika kita berpikir curang seperti itu, lalu kita mencoba melanggar, maka kita seperti menantang maut. Seperti orang yang sudah memakai safety suit untuk balapan motor, namun dia minta ditabrak dari depan. Yak, BODOH.

Ingatlah, Alloh akan senantiasa menjaga diri kita, jika kita berusaha menjaganya. Hawa nafsu, syahwat ataupun birahi kita tidak akan muncul ketika kita sendiri tidak mengusiknya. Apa yang mengusik hawa nafsu/syahwat/birahi?
-lagu lagu cinta
-film/sinetron/tayangan percintaan, porno dlsb.
-hubungan yang 'tidak biasa' antara laki-laki/perempuan.
dan banyak hal-hal yang dapat memicu birahi kalian, maka mari kita perbanyak ingat Alloh, doa perlindungan, dan terus keraskan hati untuk tetap teguh memperjuangkan Quran Hadist Jamaah sampai tutug pol ajal matinya masing-masing.

SEMANGAT Hey pemudaa! :'D
 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon