Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Nice Homework 1, Kelas Matrikulasi IIP




Assalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh! Lama ya gak posting blog, udah pada kangen, belum? Hihi.

Sok weh, biar cepet langsung saja yah ^^

Sejak mengetahui diri ini dihamili oleh pak suami (hihi), saya menjadi tertarik dengan segala hal tentang janin, bayi, pengasuhan dan kawan-kawannya. Tidak hanya itu, saya senang mempelajarinya, sehingga mereka betul-betul tidak menjadi beban ataupun momok untuk diri saya pribadi.

Dalam perjalanan saya menempuh tahap-tahap pembelajaran, saya menemukan sebuah komunitas yang bisa menampung minat dan cita-cita baik saya, bisa membersamai saya menempuh suka cita dalam mengasuh anak dan mengurus keluarga dengan energi yang positif lagi optimis. Saya bahagia. Alhamdulillah Allah memberikan saya kemudahan dalam mencari ilmu.

Sampailah saya pada Kelas Matrikulasi batch 3 yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional. Kelas ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan atau 9 minggu. Yang mana di setiap minggunya diberikan materi dan waktu untuk berdiskusi.

Berarti sampai kelas selesai kelak, saya akan menempuh 9 materi berikut diskusinya, dan disetiap materi, selalu diberikan homework, atau mereka sebut dengan Nice HomeWork (NHW). Setelah itu akan ditentukan lulus tidaknya para peserta. Deg-degan. Iya, saya takut. Saya merasa belum bisa memerankan sosok ibu dengan maksimal. Oleh sebab itu saya berharap dengan mengikuti kelas ini, saya bisa naik level menjadi seorang istri dan ibu yang jauh lebih baik.

Ini adalah minggu pertama saya dalam kelas matrikulasi, materinya adalah Adab Menuntut Ilmu. Menarik, karena peserta (baik para ibu maupun calon ibu), diarahkan supaya menyaring informasi yang diperoleh. Mengapa menyaring informasi menjadi penting di era digital seperti ini? Karena semua hal, hampir semua hal bisa kita cari tau di internet, namun, menyaring informasi, menyerap, berpikir, memilih dan memutuskan mana informasi yang baik lagi shahih, itu dikembalikan lagi kepada masing-masing personal. Contohnya saja jika anak demam, ada begitu banyak buku/artikel/informasi tentang demam beserta penanganannya, maka kemampuan sang Ibu untuk berpikir, menyaring informasi dan memutuskan lah ujung pangkalnya. Ibu adalah gerbang awal untuk menentukan pilihan metode-metode apa saja yang cocok diterapkan dalam keluarganya, sebelum dimusyawarahkan kembali bersama dengan sang suami. Dan bukan hanya demam, masih banyak lagi informasi-informasi atau ilmu yang perlu digali serta disaring oleh seorang ibu.


Maka, kemampuan berpikir dan menyaring informasi adalah kebutuhan dasar seorang ibu.

Selain itu, pembahasan tentang Adab Mencari Ilmu bisa dilihat pada postingan saya yang ini, ya: http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2017/01/materi-1-kelas-matrikulasi-batch-3.html?m=1

So, berikut adalah Nice Homework yang saya kerjakan minggu ini:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jawaban: Ilmu Parenting yang tidak bertentangan dengan Al Quran dan Al Hadits.

2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Jawaban: sebenarnya banyak sekali hal yang saya senangi dan ingin saya pelajari lebih dalam, diantaranya management waktu, financial planning, public speaking/ilmu komunikasi, marketing and business, handcrafting, upgrading ilmu perpajakan yang saya geluti semasa kuliah dan kerja juga pastinya, ilmu Alquran dan Alhadits. Namun, dikarenakan pertanyaannya untuk memilih satu bidang, maka saya pilih yang paling urgent saat ini serta beriringan pula dengan tuntunan Alquran juga Alhadits. Yaitu ilmu Parenting.

Mengapa urgent? Karena anak saya masih berada dalam masa golden age-nya, sehingga (mudah-mudahan) masih mudah dan masih banyak waktu untuk menginstall segala sesuatu yang baik, benar, terarah dan berkesinambungan.

Karena anak merupakan investasi dunia akhirot bagi saya, maka saat saya memberikan yang terbaik dari apa yang saya pelajari dan apa saya bisa lakukan, semoga Allah meridhoi ikhtiar ini untuk menjadikan anak-anak saya seseorang yang sholih/sholihah, seseorang yang akan menolong saya di akhirot kelak. Ilmu ini tak akan pernah selesai saya pelajari hingga akhir hayat saya, maka saya perlu meluangkan waktu jauh lebih banyak dibanding ilmu yang lain, perlu orang-orang yang kompeten untuk membimbing juga mengarahkan, perlu niat yang kuat untuk mempelajari dan mempraktekkannya dengan terarah dan konsisten, perlu lingkungan yang positif dan produktif agar saya selalu bersemangat melewati tahapan-tahapan pembelajaran sehingga (lagi lagi, mudah-mudahan) hasil yang didapat bisa lebih maksimal. 

Lebih dari itu, ternyata ilmu parenting, juga mencakup ilmu management waktu, ilmu perencanaan keuangan keluarga, juga ilmu public speaking guna menjadi the agent of change bagi lingkungan sekitar, kelak. Saya mengerti ini akan menjadi pelajaran yang sama sekali tidak mudah, namun saya akan terus mengusahakannya semampu saya.

Jika kemudian saya bisa membagikan ilmunya kepada lingkungan sekitar, akan jauh lebih baik lagi. Karena lapangan amal sholih masih berserak di luar sana, yang insyaAlloh bisa menjadi jariyah jika terlaksana.

Dan alasan yang tidak kalah penting adalah, saya bahagia mempelajarinya. Mudah-mudahan menjadi pahala yang bercabang-cabang hitungannya, Aamiin.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Jawaban:

a. Mengikuti kelas/workshop/seminar/pelatihan parenting baik online ataupun offline, salah satunya dengan mendaftar kelas matrikulasi ini. Saya berharap dengan kelas yang berjenjang dan kontinyu seperti ini, akan lebih menguatkan pondasi kefahaman saya sehingga ilmu tersebut dapat mengakar dan tidak mudah goyah ataupun hilang seiring berjalannya waktu ataupun perubahan situasi kondisi. 

Dilain kesempatan, saya cukup aktif mengikuti kuliah-kuliah parenting, bergabung dalam grup-grup parenting di media sosial juga berinteraksi dengan para narasumber.

b. Kemudian, tidak kalah penting adalah dengan membaca berbagai buku parenting serta ilmu yang berkaitan. Saya akan membaca dari banyak referensi, tidak hanya berasal dari satu sudut pandang psikolog/aktivis parenting melainkan dari banyak sumber, sehingga dapat memperkaya diri saya untuk memilih mana metode yang cocok dengan keluarga atau pengasuhan, mana yang sekiranya tidak, selama tidak berseberangan dengan Alquran dan sunah.

Saat ini buku yang sedang saya baca dan ingin saya baca adalah:

- Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional 1. 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. Tulisan rame-rame Ibu Profesional, Penerbit Gazza Media
- Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional 2. 12 Ilmu Dasar Management Ibu Rumah Tangga. Tulisan rame-rame Ibu Profesional, Penerbit Gazza Media.
- Raising $mart Kid, Rosina Simon, Penerbit Gramedia Pustaka
- dan buku-buku anak yang mengandung pesan moral lainnya. (Membacakan buku kepada anak, termasuk kategori 'membaca' juga kan, yaaa? :D )

Untuk Bunda Sayang, saya sudah membaca beberapa bulan yang lalu namun belum terselesaikan. Dimulai saat ini, saya akan mulai membaca 10-20 halaman perhari. Tak ketinggalan, untuk mengisi jiwa saya agar senantiasa mudah mengamalkan perintahNya serta sebagai rasa cinta saya kepadaNya maka sebagai muslimah, saya juga akan tilawah Alquran minimal 9 ayat per hari. Karena usaha saya tidak akan pernah cukup tanpa RidhoNya.

c. Berusaha mempraktekkan apa yang sudah saya dapatkan dari sumber-sumber ilmu. Berusaha sabar dan tenang menghadapi anak usia menjelang 2 tahun yang sudah banyak sekali mau (juga tidak maunya), dan selalu ingin diperhatikan. Berusaha me-manage waktu dengan baik, salah satunya yaitu dengan cara menuliskan "to-do-list" keseharian dalam buku Muslimah Jornal. Saya sudah membeli buku khusus untuk jurnal muslimah, sehingga (mudah-mudahan) memudahkan saya memanage waktu. Kemudian berusaha mengatur keuangan keluarga, memecah secara detil, pemasukan, pengeluaran, tujuan finasisal dan cara menggapai cita-cita bersama, melihat peluang serta kesempatan yang ada, menghitung jangka waktu cita-cita yang akan ditempuh dengan nominal yang perlu ditabung/diinvestasikan sesuai dengan asumsi persentase keuntungan berjalan/selama periode tersebut. Serta solat dhuha minimal 2 rakaat, untuk mengharap ridhoNya dan melenggangkan waktu saya yang padat, sesuai janjiNya.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

a. Tidak memperlakukan sumber ilmu yang berupa buku dengan serampangan terlebih pada Alquran dan Alhadits termasuk pada buku/kertas/notes yang mengandung ayat-ayat suci. Karena saya terkadang masih sembarangan menggeletakkan buku-buku, sehingga meningkatkan kreatifitas anak saya untuk mencoret/merobeknya. 

b. Mengosongkan "gelas" (kepala) setiap saya sedang mencari/mendapatkan ilmu agar ilmu tersebut bisa diserap dengan sempurna tanpa tersangkut kesombongan atau keangkuhan saya pada suatu ilmu yang sudah saya pelajari. Banyak sekali kita temui orang-orang yang merasa sudah cukup pintar ketika diberikan ilmu, yang padahal mungkin saja mereka baru belajar sedikit atau bahkan belum mempraktekkan ilmunya sama sekali. Naudzu billahi min dzalik. Semoga saya tidak termasuk dalam golongan ini, aamiin.

c. Memuliakan guru. Menghormati mereka sebagaimana kita menghormati orang tua. Khususnya untuk para guru yang menyampaikan tentang kebenaran Alquran dan Alhadits, siapapun orangnya bagaimanapun kondisinya. Ini sulit, melihat manusia adalah makhluk yang subjektif. Tapi, mudah-mudahan saya selalu bisa mengambil manfaat dan hikmah yang terkandung dalam setiap ilmu, siapapun yang menyampaikannya.

Sungguh menjadi ibu itu tidak mudah, mereka tidak hanya disibukkan dengan pekerjaan domestik, lalu dituntut untuk mengurusi serta memantau tumbuh kembang anak dan memenuhi keperluan suami, lebih dari itu, menjadi ibu adalah menjadi informan yang terpercaya, pengamat yang akurat, eksekutor yang hebat dalam berbagai hal, juga sebagai teman yang membahagiakan serta menenteramkan, maka kini, menjadi Ibu itu tidak lagi hanya "sekedar" namun harus Profesional.

Mudah-mudahan Allah selalu permudah ikhtiar ini, dan menjadikannya ladang pahala yang besar lagi nikmat untuk semua. Aamiin ya Robbal Alamiin. Barokallohulana..

Resume Seminar Ada Apa Dengan Cinta dan Sabarmu Bunda? (Part 3)



Assalamualaikuum.. maaf part 3 agak lama yaa. Harap maklum dengan kesibukkan ibu RT yang kurang jelas dan mood nulis yang syalala syubidubidu damdam (naon? wqwq)

Lihat postingan sebelumnya disini yaa: http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2016/11/resume-seminar-ada-apa-dengan-cinta-dan_24.html?m=0


So, here it is.. enjoy~

Ibnul Qayyim menjelaskan,
”Kalau orang yang sedang dilanda asmara diperintahkan untuk memilih diantara kesukaannya pujaan mereka dengan kesukaannya Allah, pasti dia akan memilih yang pertama. Ia (orang yang dilanda asmara) pun lebih merindukan perjumpaan dengan kekasihnya, ketimbang pertemuan dengan Allah Yang Maha Kuasa. Lebih dari itu, angan-angannya untuk selalu dekat dengan sang kekasih, lebih dari keinginannya untuk dekat dengan Allah”.

And this is how love works, kurang lebih lah ya. Jadi para orang tua, mengerikan sekali ketika di hati tidak ada cinta kepada Allah dan Rosulnya. Kepada siapa lagi kita dan anak-anak kita akan melabuhkan cinta kita yang hakiki? Karena dunia hanyalah sesuatu yang fana.

Maka, bagaimanakah usaha kita sebagai orang tua untuk menanamkan benih keimanan kepada anak-anak kita? Teh Kiki memberikan tips & triknya sebagai berikut:

1. Mengajarkan Ilmu yang menumbuhkan, mengokohkan dan menyuburkan keimanan. Segala ilmu pengetahuan yang kita kenalkan kepada anak, tetap diarahkan menuju keyakinannya terhadap Islam. Bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya dengan alasan terbaik yang Dia miliki.

2. Memberikan teladan dalam amal sebagai buah dari keimanan. Mencontohkan dalam perbuatan sehari-hari karena anak belajar dari apa yang mereka lihat untuk mereka teladani.

3. Menjaga dari segala sesuatu yang akan merusak keimanan. 

4. Menggali hikmah kejadian sehari-hari agar semakin menyuburkan keimanan. Bercerita, sharing, diskusi dalam family quality time, selain mempererat kasih sayang dan kelekatan diantara personil keluarga, juga menambah keimanan karena disetiap cerita atau diskusi selalu ada hikmah yang bisa dipelajari.

5. Memastikan keistiqomahan islam. Cek dan ricek, bagaimana anak (dan juga kita) mengenal, mengamalkan dan menyanyangi keislamannya.

Tidak lupa pula, teh Kiki juga menambahkan usaha-usaha apa saja yang dapat orang tua lakukan dalam mengenalkan Rasulullah Saw kepada anak:

1. Menjadikan sirah Rasulullah SAW dan para nabi sebagai kurikulum wajib pendidikan anak dalam keluarga
2. Mengkorelasikan kejadian yang kita alami dengan kehidupan Rasulullah SAW baik perbuatan maupun perkataan beliau
3. Menghadirkan sosok Rasulullah SAW sebagai idola bagi anak serta menghindari segala hal yang membuat anak mengidolakan yang lainnya

Jika engkau tidak memenuhi hatimu dengan cinta pada Allah dan Rosul, pasti ada cinta lain dalam hatimu

Karena generasi yang produktif tidak akan menghabiskan waktu mereka hanya untuk berkorban demi seseorang yang kelak, belum tentu akan menjadi istri atau suami mereka. Oleh sebab itu, PR kita sebagai orang tua ialah (juga) menciptakan suasana yang produktif, sebagaimana yang teh Kiki bagikan, yakni dengan cara:

1. Membantu anak mendapat informasi yang benar dan penting untuk bekal hidupnya
2. Melatih anak untuk memiliki kemampuan mengambil, menggabungkan, membandingkan, dan menggunakan informasi yang dimiliki untuk diterapkan dalam konteks baru dan keterampilan konseptual
3. Melatih anak untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan
4. Melatih anak agar dapat bersikap dan berfikir secara rasional serta bertindak secara efektif dalam menghadapi lingkungannya
5. Melatih anak untuk memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah
6. Melatih anak untuk memiliki kemampuan untuk menciptakan hal baru
7. Melatih anak untuk menemukan atau menciptakan masalah baru yang menjadi peletak dasar munculnya pengetahuan baru
8. Memastikan mereka selalu dalam kegiatan produktif dan terhindar dari kesia-siaan
9. Merangsang anak untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kondisi ummat
10. Bantulah mereka menemukan potensi, minat dan bakat mereka sedari dini, serta siapkan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangannya.
11. Merangsang anak untuk memiliki visi misi hidup dan mengarahkan energi mereka untuk meraih visi misi tersebut
12. Menyediakan berbagai sarana untuk mengaktualisasikan diri mereka dalam kegiatan yang bermanfaat
13. Mengajarkan life skill dan melatih kemandirian.

Semoga dengan usaha-usaha yang dapat kita perjuangkan ini, anak-anak kita senantiasa melampiaskan energi mereka pada hal yang positif, juga mendapatkan kepuasan batin dan kebermanfaatan yang positif baik untuk mereka maupun lingkungan sekitarnya sehingga kita mendapatkan karunia juga rahmat dari Allah SWT serta menjadi jalan terkabulkannya doa-doa positif kita. Aamiin..

Fighting! 
xx

Resume Seminar Ada Apa Dengan Cinta dan Sabarmu Bunda? (Part 2)

Assalamualaikum!

(Sudah baca post part 1-nya? Kalo langsung baca post ini, bisa bingung, lho. yuk di cek dulu postingan sebelumnya http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2016/11/resume-seminar-ada-apa-dengan-cinta-dan.html?m=1 :D)



"Dalam banyak kasus, pemasalahan pergaulan bebas pada anak, diawali dari merenggangnya hubungan mereka dengan orang tuanya. Kerenggangan-kerenggangan tersebut biasanya diawali dari komunikasi yang menyimpang antara orang tua dan anak. Juga konflik yang terjadi bertahun-tahun antara orang tua dan anak sehingga menguras emosi kedua belah pihak." Ujar teh Kiki, menjelaskan.

Btw, apa sih komunikasi menyimpang? Ada 12 gaya populer komunikasi menyimpang, yang in syaa Allah akan saya bahas di thread berbeda yaa, its worth to post!

Menurut teh Kiki, ketika konflik tersebut terjadi, maka muncullah kondisi-kondisi (yang kurang lebih) sebagai berikut:
a. Anak akhirnya menjauh dari orang tua.
b. Anak malas/tidak menikmati bahkan tidak mau berbagi dan bercerita dengan orang tua.
c. Anak cenderung kesal dan denying terhadap kata-kata orang tua.
d. Anak sulit menuruti perintah orang tua.

Banyak anak-anak yang dirinya, hatinya, atau baktinya menjauh dari orang tua karena orang tua lebih sering bersikap "mempersulit" keadaan atau tidak menyelesaikan masalah (yang-malah-menambah-masalah-baru dengan gaya komunikasi menyimpangnya).

Ketika keadaan diatas terjadi, maka bisa saja muncul konflik baru: 
a. Anak semakin menjauh dari nilai-nilai kebaikan
b. Anak semakin menjauh dari koridor syariat Allah

Yangmana, salah satu efeknya ialah anak-anak/remaja memilih untuk menyalurkan rasa cinta mereka dalam bentuk pergaulan bebas. Naudzu billahi min dzaliik.

Lalu teh Kiki bertanya kepada audiens, "Mengapa banyak anak-anak yang bersikap "nyentrik", lebay bahkan menyimpang?"

Inilah jawaban atas pertanyaan teh Kiki:

Salah satu kebutuhan anak adalah 3P (penerimaan, penghargaan, pujian).

- Jika mereka tidak mendapatkan hal ini (3P, penerimaan, penghargaan, pujian) dirumah, mereka akan mencari di tempat lain. 
- Jika mereka tidak merasa di terima apa adanya di dalam rumah, mereka akan berperilaku yang tidak apa adanya di lingkungan luar agar diterima dilingkungannya. 
- Jika mereka tidak pernah mendapatkan penghargaan di dalam rumah, mereka akan berperilaku yang tak biasa demi mendapatkan penghargaan di lingkungannya. 
- Jika mereka tidak pernah mendapatkan perhatian berupa pujian dalam keluarganya, mereka akan mencari perhatian demi mendapatkan pujian dilingkungannya. 
- Jika mereka (anak) tidak terpenuhi cintanya di dalam rumah, mereka akan mencari pihak lain yang bisa memuaskan rasa hausnya akan cinta. - Jika mereka tidak mendapatkan sosok yang melindungi, mengayomi dan mengasihi di dalam rumah, mereka akan mecari sosok lain yang memebuhi kebutuhannya di lingkungannya.

Jadi, memang seperti apa mereka saat ini/nanti, sangat dipengaruhi oleh seperti apa pihak yang paling sering berinteraksi dengannya. 
Seperti apa mereka, juga sangat di pengaruhi oleh apa saja yang mereka pikirkan. 
Seperti apa pikiran mereka adalah seperti apa yang dominan mereka lihat dan mereka dengar.

Tentu saja, sesuatu yang kita cintai akan lebih dominan untuk mempengaruhi tindak tanduk kita/anak kita baik secara langsung/tidak langsung. Manusia selalu berusaha melakukan apapun yang diinginkan oleh sesuatu/seseorang yang mereka cinta, begitupun anak-anak. Maka jika kita sebagai orang tuanya ingin lebih banyak mempengaruhi anak anak kita, buatlah mereka cinta pada kita. 

Maka penuhilah mereka, anak-anak dengan Cinta Sebelum mereka haus akan Cinta.

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Jangan Biarkan Allah Cemburu, melihat mereka merusak fitrahnya dengan cara menyalurkan cinta dengan cara dan pihak yang salah.

Buatlah mereka cinta kepada Alquran dan Alhadits, agar ayat-ayat suci yang dominan menghiasi sendi-sendi kehidupan serta perilaku mereka. Semangatlah dalam jihad ini, yakni menanamkan cinta kepada Allah dan Rasulullah SAW dalam hati anak-anak kita melebihi rasa cintanya terhadap sesuatupun. Semoga kelak mereka tidak terperosok dalam fitnah-fitnah cinta yang buta. Mudah-mudahan dengan usaha yang mungkin tidak seberapa ini bagi Allah, anak-anak kita yang diarahkan ini bisa memiliki konsep diri dan konsep hidup yang benar, menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan akan menjaga rasa cinta mereka terhadap lawan jenis karena Allah SWT. Memilih orang yang dicinta sesuai kesukaannya Allah. Menyalurkan rasa cinta mereka dengan jalan pilihan Allah. 

Aamiin ya Robbal 'alamiin.

(Bersambung)
Jangan lupa baca post berikutnya yaaa :")

Resume Seminar Ada Apa Dengan Cinta dan Sabarmu Bunda? (Part 1)


Assalamualaikum! 
Alhamdulillaaah, launching juga nih post, setelah bertengger di draft luammaaa. *sujud syukur*

Yuk ah, langsung aja disedot ilmu hasil oleh-oleh seminar Teh Kiki Barkiah, enjoy your time!



Menghadapi perilaku anak yang aneh bin ajaib seringkali membuat orangtua memutar otaknya berkali-kali. Terkadang para orang tua juga menjadi kewalahan menghadapi perilaku anak-anak mereka yang sulit diatur dan semaunya sendiri.
Dengan perbedaan zaman dan berbagai kondisi yang sedang dihadapi saat itu, beberapa orang tua masih ada yang seringkali kehilangan akal, sehingga sampai berani menggunakan kekerasan kepada anak, baik kekerasan verbal (membentak, memarahi) maupun kekerasan fisik (memukul, mencubit) demi mendisiplinkan anak-anak mereka, terutama saat mempersiapkan Pubertas/Pra Baligh anak-anak mereka. 
Kita seringkali lupa bahwa mereka hanya titipan yang bisa diambil kapan saja oleh penciptaNya. Kita yang diamanahi, dipercaya menjaga mereka dari kekerasan fisik dan verbal, supaya mereka bisa kembali dalam keadaan sempurna fisik juga mentalnya, senang sekali khilaf mengekspresikan kemarahan kita sehingga merusak amanah tersebut.
Ada apa dengan cinta dan sabarmu, bunda? :'

Cinta adalah fitrah manusia. 

Dihias-hiasi pada (pandangan) manusia, senang (kecintaannya) pada beberapa keinginan, yaitu diantaranya: senang pada wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. itulah kesenangan hidup di dunia (tidak kekal) dan di sisi Allah
-lah sebaik-baiknya tempat kembali. (QS Âli `Imrân [3]: 14)

Fitrah Cinta itu ternyata juga termasuk cinta kita saat remaja.

Sayangnya, cinta itu seringkali menjadikanmu buta dan tuli. Namun, menurut penelitian juga, cinta itu ada titik jenuhnya. Sehingga cinta dalam kehalal-an (pernikahan) itu, yang bisa menguatkannya melewati titik titik jenuh tersebut adalah cinta yang karena Alloh bukan karena cinta yang selainNya.

Menurut penelitian dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang mengejutkan. Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan saja, namun karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. 
(sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Dalam penjelasan teh Kiki, menurut Sarwono (1998), keluarga merupakan lingkungan primer pada setiap individu. Sebelum anak mengenal lingkungan diluar rumahnya, ia terlebih dahulu "mengenal" keluarganya. Dari lingkungan keluarga itulah anak-anak, pertama kali menyerap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di dalam keluarganya, yang mana norma dan nilai tersebut kelak, akan dijadikan bagian dari kepribadiannya secara sadar atau tidak sadar. Setelah itu, baru anak-anak akan mengenal norma-norma dan nilai-nilai di dalam masyarakat, yang tentu saja akan berpengaruh terhadap kepribadiannya.

Sehingga dalam hal ini, orang tua berperan sangat penting dalam emosi remaja, baik yang memberi efek positif maupun negatif. Maka tugas orang tua ialah, mengenalkan mereka tentang cinta sebelum mereka mencinta.

Kemudian teh Kiki juga mencontohkan tentang kenakalan remaja, seperti yang kita ketahui saat ini, fenomena kenakalan remaja (baca: kebebasan tidak bertanggung jawab) yang sedang heboh di jagat dunia maya, salah satu contohnya. Mereka melakukan hal-hal diluar batas norma dan nilai setempat, pun juga diluar batas aturan/perintah dari agama yang mereka anut dan mereka melakukannya dengan bangga, tanpa rasa malu dengan memamerkannya di sosial media. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan saya khususnya dan oara orang tua lainnya yang menginginkan anak-anaknya tetap dijalan yang lurus. Kenakalan-kenakalan remaja tersebut, menurut teh Kiki, seringkali pada awalnya disebabkan oleh kegagalan dalam membentuk lingkungan sosial dalam keluarga.

Karena ketika anak mulai beranjak dewasa, ia memiliki kebutuhan dalam membangun hubungan terhadap teman sepermainannya. Pada masa inilah perilaku anak-anak akan mudah sekali dipengaruhi oleh teman-teman mereka. Contohnya seperti cara mereka menghabiskan waktu, cara mereka menggunakan uang saku, cara mereka menggunakan teknologi, bagaimana mereka membangun konsep diri, juga termasuk bagaimana mereka berperilaku seksual. 

Besarnya pengaruh dari luar kepada anak-anak/remaja pada masa-masa ini, maka kita sebagai orang tua supaya selalu memberikam cinta dan kasih sayang dalam porsi yang dibutuhkan anak juga selalu tetap mengarahkan jiwanya untuk mencintai Alquran dan sunah. Semakin sedikit cinta dan kasih sayang yang kita berikan kepada anak, maka semakin sedikit pengaruh yang bisa kita berikan kepada mereka. Jika pengaruh orang tua lebih sedikit maka akan ada banyak pengaruh lain yang akan mempengaruhinya. Syukur Ahamdulillah kalau pengaruhnya baik. Kalau sebaliknya? Jangan tunjuk orang lain, berkaca dulu pada diri sendiri sebagai orangtua. Karena seperti yang umum kita ketahui bahwa manusia akan menghabiskan banyak waktu yang mereka miliki dengan sesuatu yang mereka cintai. Begitu pula anak-anak kita. 

Salah satu upaya yang juga bisa kita lakukan untuk mencintai serta mengarahkan anak-anak menjadi hamba Allah yang kaaffah adalah memfasilitasi anak-anak pada kegiatan-kegiatan yang positif.

Semakin banyak aktifitas positif yang dilakukan anak semakin sedikit waktu luang tersisa, semakin sedikit pula kemungkinan menghabiskan waktu dalam kemaksiatan di jalan Allah, insya Allah. 

Namun, setiap pengasuhan selalu diselingi dengan berbagai macam kondisi. Salah satunya kemarahan/kekasaran orang tua kepada anak, tegas dalam artian negatif. Karena tegas terbagi-bagi lagi menjadi beberapa bagian, permasalahan yang juga sering terjadi ialah tegas yang tidak pada tempatnya. Mengedepankan ego, merasa selalu benar dan tidak mencoba mengerti keadaan/alasan anak. 

Lalu, dapatkah kita menangkap cinta dari kekasaran? Dapatkah kita menangkap cinta dari kedzholiman? Dapatkah kita menangkap cinta dari kemarahan yang berlebihan?

....

(Bersambung..)

Jangan lupa, baca post selanjutnya yaaa disiniii -> :") http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2016/11/resume-seminar-ada-apa-dengan-cinta-dan_24.html?m=0

#Flashback: Pelatihan Manajemen Organisasi Kepemudaan 2012



Hai hai haaai! Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaaatuh! Taraa~ kali ini aku mau share moment-moment lama yang udah numpuk di otak aku! Apa apa apaa? Ini niih Kamis-Jum'at, 15 s/d16 November 2012 yang laluu, aku ikut Pelatihan Manajemen Organisasi Kepemudaan yang diselenggarakan oleh FALMOP Kemenpora mewakili PP CAI. Acara ini diketuai oleh Mas Ridwan Ika Purwoko, selaku kakanya Yogo, ehsalah, selaku Ketua FALMOP juga. Well, ke-eksisannya bang Ridwan memang sudah dalam taraf Nasional, guys :))

#Iklan - Narsis lucu :">

Sebenernya ini acara apa siih? Pelatihan ini merupakan pelatihan dimaksudkan untuk memberikan wawasan dalam hal memimpin atau mengatur organisasi, juga untuk meningkatkan rasa nasionalisme Pemuda Indonesia yang dikhawatirkan terus menurun. Acara ini diikuti dari beberapa mahasiswa dan siswa pilihan dari beberapa kampus dan SMA. Acaranya diisi dengan beberapa seminar seru dengan pemateri yang kece, juga disediakan group discussion dan diakhiri dengan presentasi hasil pikiran dari diskusi pemuda. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang penting bagi kita khususnya sebagai generasi penerus baik bangsa, maupun agama yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dimasa depan, mau tidak mau, suka tidak suka.

Karena, saat ini disinyalir wawasan dan rasa cinta tanah air komponen bangsa mulai mengalami penurunan, seperti banyaknya KKN, bentrok, tawuran, pemakaian NARKOBA dikalangan remaja/pemuda, pergaulan bebas, keadaan ini jelas sangat mengkhawatirkan, karena bangsa ini kedepannya akan bertumpu pada pemuda-pemuda di masa ini. jika pemuda-pemuda semakin bobrok baik rasa nasionalismenya, bahkan moralnya, bagaimana nasib bangsa ini kedepan? Bangsa ini membutuhkan orang-orang profesional dengan integritas dan loyalitas yang tinggi demi membangun bangsa.

Oleh sebab itu, acara ini memberikan materi tentang pentingnya penggerakkan pemuda Indonesia sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam bangsa. Pemuda disarankan memiliki 4 N (Nilai, Knowledge, Networking dan Nekat) untuk menjadi pribadi yang unggul, yang dapat menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik untuk bangsa. Kemudian para peserta juga diinformasikan bagaimana strategi memperkuat peran pemuda, sehingga peserta yang ada dikelas dapat menularkan semangat, rasa nasionalismenya kepada lingkungan sekitar mereka dengan melalui 3 tahapan yaitu: penyadaran pemuda, pemberdayaan pemuda, dan pengembangan pemuda. 3 strategi untuk memperkuat peran pemuda tersebutlah yang menjadi tema diskusi kita malam itu. Peserta dibagi 3 kelompok dengan acak, dan masing-masing diberikan satu strategi, yang harus dipaparkan, arti, maksud, tujuan serta cara efektif melancarkan strategi memperkuat peran pemuda dalam kehidupan bangsa. Kemudian, peserta juga diberikan materi pembahasan mengenai 3 strategi perubahan, yakni proaktif, kreatif dan adaptif. Dengan 3 strategi tersebut diharapkan pemuda bisa membuat perubahan yang jauh lebih baik untuk bangsa Indonesia.

#iklan - Foto bersama Mba Titi :)

Betapa kita memiliki kekayaan alam yang melimpah dari laut maupun darat, entah itu hasil tambang, gas, minyak, hasil laut, letak geografis, pariwisata dan SDM, tetapi apa yang masih terjadi pada bangsa ini? Berdasarkan indikator sebuah Negara yang kaya atas hasil Sumber Dayanya seperti Indonesia ini, seharusnya kita dapat enjadi negara adidaya. Negara superpower dengan kemajuan yang pesat. Tapi kenyataannya? Bagaimana tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan, kesehatan, pengangguran di Indonesia? Ya, ada yang salah. Tentu saja ada yang salah, apakah itu? Tepat sekali, pengelolaannya. Bisa dianalogikan dengan harta, jika harta dikelola dengan baik, maka pemiliknya akan hidup makmur lagi sejahtera, jika pengelolaan harta itu buruk, maka hancurlah kehidupan si pemiliknya. Sumber daya yang ada di Indonesia adalah harta kita. Siapa lagi yang akan mengelolanya jika tidak ada kesadaran dari diri masing-masing untuk mengatur harta kita sendiri. Disinilah, peran pemuda dan rasa nasionalisme sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan yang nyata bagi bangsa. Bangsa kita, yang kita jejaki tanahnya, kita minum airnya, kita hirup udaranya. Bayangkan jika tidak ada kesadaran pemuda untuk mencintai bangsanya, bukan tidak mungkin 20 tahun lagi bangsa ini sudah dimiliki oleh bangsa lain, yang tanahnya kita harus bayar mahal, airnya kita harus bayar mahal. Sangat menyeramkan membayangkan hal tersebut.

Pemuda, tidak takut malu untuk hal positif, be enterpreneur, lakukan apa yang kamu bisa lakukan untuk perubahan bangsa ke arah yang lebih baik sekecil apapun. Hal yang paling memalukan adalah bangga atas kekayaan orang tua, namun tidak dapat berbuat apa-apa demi kemajuan bangsa.

Pemuda, tulislah impian dan janji pada diri sendiri,konsistenlah terhadap janji tersebut, selipkan janjimu untuk berusaha menjadi agen perubahan bangsa dimanapun kalian berada. Dan jangan menjadi pengikut yang tidak memiliki alasan,

Okeeh, sekian sharing session kali ini, semoga bermanfaat teman-temaans dan tetap cinta Negri kita Indonesia! \^0^/

Foto Kamar asrama bersama peserta perempuan :)

Sosialisasi Mahasiswa ke Ponpes Sumber Barokah, Kerawang - Josol goes to Bandung, CIC.

Alhamdulillah tak terhitung untuk hari ini dan kemarin (17-18-19Des'11). Obat itu akhirnya Alloh lancarkan juga. Indah sekali hari ini walaupun cape sekali, ya sangat lelah.

Dan tiba-tiba diawal penulisan ini gue inget Mita, Mita Karima. Seorang sahabat yang sebentar lagi sah menjadi istri orang lain. Sedih. Gue bahagia, pun Sedih! She's my Besties, and She will have a mark on her self, -sold out. Dan dia ga ikut acara ini. padahal gue berharap banget dia ikut acara ini. Acara yang super ini. Malem ini gue sedih dan mellow. Mitaaaaaaaaaaaaaaaa!! x'(((((

Oke, back to the topic, skip dulu kegalauan tentang temanku itu :'3

Goal gue ikut acara ini adalah Resfreshing dan Brainstorming. Gue sadar sepenuh hati, acara sosialisasi itu insyaAlloh pastinya akan meng-influence gue secara mendalam, secara lahir dan bathin. Dan benar, itu terjadi, dengan slide shownya, dengan suasana pondok pesantren itu, dengan beberapa orang anak muda yang .. yah, hebat itu. Pencerahan selalu bisa kamu dapat, DIMANAPUN, kalo kamu mau belajar. Dan suasana yang sedikit berbeda dan sejuk ini melancarkarkan brainstorming gue. Alhamdulillah.

Gue dapetin niat perjuangan itu, semangat itu, KESADARAN DIRI akan kewajiban dan tanggung jawab itu di Ponpes Sumber Barokah, Kerawang. Kita semua tiba dipondok sekitar jam 7an, berangkat dari Depok sekitar jam 5.
Jam 8 mulai acara sosialisasi, semua pembawa materi telah siap dibagiannya masing-masing. KEREN. Saya selalu salut dengan mahasiswa yang public speakingnya bagus dan bisa menghipnotis audiens, dan mereka bisa menghipnotis siswa siswi SMA Budi Mulia tersebut. :')

Banyak hal yang menghipnotis gue ketika gue disana, apa saja, hal kecil sekalipun bisa gue ambil manfaatnya. Gue bener-bener belajar dari pondok tersebut. Dan gue kangen dengan keimanan yang sedang berada di puncak-puncaknya itu. Kangen sekali. Berharap suatu saat akan kembali pada masa-masa kejayaan keimanan seperti itu.

Setelah acara selesai, tepatnya jam 11 malam, ditutup dengan sesi tanya jawab dan doorprise dan doa. Lalu kita makan dan istirahat, besok pagi, acaranya Josol goes to bandung.

Dan Bandung, saat sampai disambut dengan kemacetannya pun juga dengan nyasarnya. Kami ditemani video dari youtube di laptopnya Angga, tentang standupcomedy nya Raditya Dika. Tujuan kami ialah CIC, setelah sampai, lalu makan dan games konsentrasi.

Setelah itu? pulang? agak menyebalkan disini, ketika gue tau ke bandung cuma numpang makan doang. Akhirnya sang ketua yang sedang labil itu setuju untuk ke curug, oke kita ke curug, walaupun ga semua personil ikut.

Mari berimajinasi, yap! gue melakukannya. Imajinasi akan sebuah perjuangan. Perjuangan tanpa henti, semangat dan rasa penasaran akan curug tersebut. Gue targetkan curug itu adalah Goal hidup gue. Cobaannya? jalan bebatuan, licin, becek, sempit, naik, turun, terjal, -banyak. Sama dengan kehidupan? -sama. Ada susah ketika jalannya sempit, licin, sampingnya sungai dan elo harus lewatin fase itu. atau ketika jalannya lurus, datar tidak terlalu licin, -mudah, maka elo pun bersyukur setelah melewati ketegangan itu. Dan begitu terus sepanjang trayek, susah-mudah-susah-mudah. Dan itulah hidup. Diperjalanan ga cuma rombongan kami, ada orang lain, ada beberapa yang memutuskan untuk menyerah dan balik lagi, padahal itu udah setengah perjalanan. Itulah orang-orang yang gagal, dia menyerah ditengah usahanya menuju kesuksesan, dia gatau seberapa dekatnya dia dengan kesuksesan. Ketika dia telah sampai dan kembali pada tempat awal, maka kami telah sampai pada tujuan kami -curug, mungkin dengan pencapaian waktu yang relatif sama. Maka saya anggap, itulah orang sukses. Dia (orang sukses) tidak menyerah, ya dan kami pun tidak menyerah. Kami orang yang sukses yang telah sampai ke curug tersebut. Ketika sampai di curug, curugnya tidak terlalu besar, air terjunnya juga kecil, salah satu teman gue menggumam, "segini doang? gue kira lalalala.. aahh, sebel lalalalala.."

Dia tidak bersyukur, dan itulah hasil, mereka nyata. Pun di dunia banyak hal yang terjadi seperti ini. Usaha pol-polan, namun Alloh berkehendak lain, Alloh ingin anda mendapatkan B, bukan A. Disitulah peran syukur dan sabar bermain. Dengan kepercayaan penuh dan perjuangan tinggi, supaya masih tetap berusaha semaksimal mungkin mencari yang terbaik, atau jika memang itulah hasil yang menurut Alloh terbaik, maka terimalah dengan lapang penuh syukur, akan selalu ada hikmahnya dibalik kejadian. Setelah itu trayek perjalanan pulang, datar dan menurun, dikelilingi hutan dan kebun teh, indah, sejuk, seperti pendinginan setelah perjalanan hebat tadi, ini seperti hasil, seperti berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Get it? Good. :)

Kami pulang dan macet. Mampir di rest area untuk solat dan makan. Lantunan ayat suci setelah kilometer 40an, suasana gelap tol cepularang, hati tersayat-sayat dengan tangisan pilu Bapak Sudeis yang membaca alquran tentang bab kemunafikan disurat setelah Al wakiah, 2surat setelahnya, -gue lupa nama suratnya apa.
Disini terjadi obrolan singkat,
sarah: "gue pernah denger suara anak kecil lagi hafalan quran, go"
yogo: "oh iya, itu anaknya Pak Kholil waktu masih SD"
sarah: "keren ya go.."
gue: "aaahh.. keren, gue mau anak gue begitu ntarr hihi"
yogo: iya, itu waktu bayi, msh balitanya sering dibacain ayat, didengerin bacaan alquran sama pak kholil, anaknya ga dipaksa utk ngapalin sih, tp ya lama-lama apal sendiri anaknya.. akhirnya dilatih deh"
sarah: "tuh nad, dengeriiiin! nanti anak lo dipasangan mp3 bacaan quran terus ajaa, hoho"
gue: "iyeee.."
yogo: "makanya, cari suami MUBALEGH, biar anak-anak lo nanti pada bener.."

*hening*
hening ini dihati cuma gue. serasa ketampar dengan kata-kata itu. itu cita-cita gue, dulu, waktu masih diponpes. dan sekarang bodohnya gue seperti melupakan cita-cita itu. sedih.
lamunan gue dikacaukan dengan olok-olok sarah.
"hahhaaha tuh nad, cari MT, yogo jg boleh! hahaha.."
yang keluar dari mulut gue cuma, "susah sare.. susah dapetin MT seperti yang gue mau.."
"temen lo kan banyak.."
"MT digading.. hhhhh.."
"yaudah, cari yg dikerawang aja.."

*hening*
entah, rasanya saat itu otak, hati gue diacak-acak oleh lantunan ayat suci itu, oleh kata-kata yogo, oleh ponpes sumber barokah, oleh slideshow dengan kata-kata keren itu, oleh def yang begitu semangatnya memberikan presentasi, oleh nasihat-nasihat yogo, oleh hapalan-hapalan dalilnya yogo, oleh santriwati dengan qurannya, dengan semangatnya, dengan pakaiannya, dengan antusiasnya. semua rasanya begitu monohok di hati gue. Gue udah gatau lagi harus ngomong apa sekarang. Rasanya begitu terguncang jiwa gue dengan semua keadaan itu.

Sampai rumah. Angga sms jarkom atas rasa syukur pun yogo sms gue. Ini kata-katanya:

"Nikmatnya perjuangan itu kalau terasa lelah.
alhamdulillah jazaakumullohu khoiro atas semua partisipasinya dalam acara ini.
mudah2an allah selalu memberikan mmfaat dam barokah + jariah yg mngalir bagi kita semua. Aamiiin.

dan ingat, perjuangan menjadikan generus tidak hanya satu atau dua hari melainkan tak ada yg hari yg boleh terlewat untuk perjuangan.

nikmati perjuangan setelah kita menikmati pahit.
^_^"

Dan gue cuma bisa menangis, jari gue rasanya ga sanggup untuk membalas sms dari dua pria hebat tersebut. Gue menangis dengan perjuangan yang belum berakhir ini. Totally gue bersyukur Alloh izinkan untuk mengqodar gue ikut dalam acara super tersebut.

Alhamdulillah x')

Survey CAI Mahasiswa XD

Jadi kemarin itu gue sama anak-anak survey buat acara CAI Mahasiswa ke puncak, disamping kita survey villa, kita juga survey EO untuk acara Camping+Outbond gitu. Siapa aja yang Survey? Gue, Mita, Nita, Angga, Adam, Fajar, Sidiq, dan Fahmi..

Gatau kenapa hari itu berkesaaann banget bagi gue, kumpul sama anak-anak dibawah umur, (yangmana hanya gue dan Mita lah yang sudah berumur 21 Tahun disana, *sumpah berasa tua aja gue! haha).
Sebenernya sih acara survey itu biasa banget. Liat-liat villa sepanjang jalan, datang ke Iqra Adventure Camp, -yang kata Diana seru abis Outbondnya. Terus, tiba tiba (entah udah sampai mana si Angga ngebawa kita), voila! gue liat villa yang dipakai untuk acara CAI Mahasiswa tahun lalu! Posisi kita saat itu sedang nyasar ditempat entah berantah, cukup tinggi dari dataran yang lain sih gue rasa, dan itu setelah menaiki juga menuruni jalan jalan yang cukup terjal! Seruuuuu! Berasa main halilintar di Dufan! hahahahaa..



Setelah berkonsultasi ria dengan si humas IAC, akhirnya Angga membawa kita ke tempat yang kita maksud di awal perjalanan. Oke, tebak apa? Jalanan menuju IAC offroad! paraaahh! Itu bener-bener uji nyali, kita dimobil yang awalnya ketawa ketawa, becanda canda, akhirnya dzikir, istigfar, merem melek, nahan napas, GALAU! wkwkwk (emang dasar manusia!) Tapii seruuuuuuu..! Parah serunya! Kocak dan mengharukan kalo gue inget inget itu lagi.. :'D Subhanalloh deh kita bisa selamat sampai rumah masing masing sekarang.

Oke, ga sampai situ aja, setelah sampai di IAC, kita mulai survey apaapa aja yang ditawarkan dan disediakan disana. Dimulai dari gue ke kamar mandi, (eh) ya gue dan Mita ke kamar mandi karena nahan itu diperjalanan. wkwkwk. Kamar mandinya? dari bilik! tetep pake WC Jongkok siih.. hehe.

Lalu setelah itu kita berjalan kedataran yang lebih rendah daripada dataran tempat gue dan Mita ke kamar mandi tadi, cukup jauh juga perjalananya dan akhirnya kita sampai pada Camp-nya. Ada yang pake tenda, ada yang dari bilik, dan semuanya, gue akuin, Menarik. Kamar mandi yang didekat tempat penginapan itu, agak turun kebawah lagi, dan dipisah oleh sungai kecil yang mengalir. Manis (sungainyaa :p).
Yang bikin engga banget adalah sendal gue, yang sangat feminin dan sedikit mengganggu aktivitas juga kenyamanan gue saat berjalan. #eerrggh --'

Makin kebawah lagi, sampailah kita pada sungai yang sesungguhnya (sungai atau kali? *entahlah!). Tepat disungai itu, dipakai untuk arena ber FlyingFox -langsung nyebur ke sungai yang cukup dalam. Keren.
Yak, Sidiq bersedia jadi relawan untuk mencoba FlyingFox tersebut. Seru! Gue mupeng! Aseli! (seandainya gue bawa baju dua, saat itu :3)


Akhirnya kita naik, udah cukup lelah dengan perjalanan berliku dan tidak rata itu.
Sebelumnya, tidak lupa kita menceburkan kaki ke sungai tersebut, airnya beninh dan dingin x).



Sampai disatu tempat, sang humas, mengajak kita melihat tempat untuk berdiam diri sendiri. hahaa, Ya, mereka mempersiapkan acara dimalam hari untuk perenungan/stimulasi dari akumulasi acara-acara sebelumnya, dimana peserta ditaruh ditempat (bisa kita bilang) seperti kuburan. Kebayang, kalo kalian ditidurkan didalam tanah terbuka? hhiii...

Setelah itu kita solat, lalu berencana untuk melihat lihat villa yang sudah kita jadwalkan. Tidak lupa, selalu berfoto foto ria, disetiap sesinya. Hahaa

Sebenarnya masih banyak yang masih bisa gue ceritain, mulai dari mobil susah naik diperjalanan pulang! Ya Allooh! ini bener bener cobaan buat kita, adakali setengah jam sendiri, Angga -sangsupir, udah pucet, warga sekitar nolongin narik mobil pake tambang, bener bener ga terduga!



Lalu berencana makan (lapeeerr booo!), kita cari KFC yang sesuai kantong kitakita xp.



Setelah makan kejadian aneh kita ditambah dengan nyasar (lagi) dan akhirnya nemuin villa ga berpenghuni yang belum selesai direnovasi. Itu villa aseli keren banget! belom jadi aja udah keren banget, lahannya 3hektar. Kebawah, lo bisa liat Taman Safari, dan gue liat kandang binatang dibawah sana memang, entah kandang singa atau apa.



View samping villa gunung! berkabut dan hari itu udah cukup sore, jadi dinginnyaaaa~ Yaps, gue, Nita, Adam, Sidiq dan Fahmi foto foto disana, teteeuupp xD. Mita, Angga, Fajar, ngobrol di mobil. Entah ngobrol apa, tapi katanya mereka membicarakan sesuatu hal yang cukup dewasa. hahahaha xD



Setelah itu, kita masih survey 2 villa lagi. Solat di mesjid 'kita', lalu pulang. Kegalauan kita ga berenti sampai sana, masih ditambah ejek-ejekkan, curhat ga jelas, ketawa-ketawa, takut tol licin, ya ban Angga udah bisa di waspadai. Hari itu bener bener nenangin hati gue. Gue sadar, harusnya hari itu bisa untuk bergalau ria dikamar. Sendiri. Entah ngapain aja gue, tapi karena mereka, gue happy!
Gue bener-bener bersemangat menjalani hidup, Hey! Gue ga sendiri loh! Terlalu banyak temen temen gue yang bisa nemenin gue dan menghibur hati gue. Saat itu gue merasakan, gue bahagia. Bersyukur memiliki teman teman seperti mereka. Seperti kalian. :'D

Yah, akhirnya sampailah gue dirumah gue jam setengah sepuluh malam. Diaterin sang supir Angga tentunya, bersama teman teman lainnya. Cape, tapi berkesan banget.



Alhamdulillah Jaza Kumullohu Khoiro guys! :'D
 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon