Showing posts with label Lesson's Life. Show all posts
Showing posts with label Lesson's Life. Show all posts

Muslim yang Kaaffah (Part 1)

Menjadi seorang muslim yang kaaffah itu tidak mudah. Mengapa? Karena hadiahnya surga. Kalo mudah, yabiasalah hadiahnya bukan surga, mungkin kipas angin atau piring syantik.

Sependek pengetahuan saya, golongan manusia-manusia itu sudah dijelaskan dalam Al-Quran.

Apa sajakah itu?

 1. Golongan Mu’min, yakni golongan yang menerima dan menyakini rukun iman yang enam, iman kepada Allah, MalaikatNya, KitabNya, RasulNya, Hari akhir, dan TakdirNya dengan tulus dan jujur. Golongan ini tidak hanya menerima akidah dengan hatinya, melainkan juga mengakui dengan lisannya, dan mengamalkan dengan tingkah lakunya. 



Orang Iman/Mukmin terbagi lagi menjadi 3:
Sabiqun Bilkhoirot (Berlomba-lomba dalam kebaikan)
Muqtashid (Pertengahan)
Dzholimu Linafsi (Menganiaya diri sendiri)

2. Golongan Kafir, yakni golongan yang menolak rukun iman secara terang-terangan. 

3. Golongan Munafik, yakni golongan yang pada lahirnya menerima akidah islam namun sebenarnya hatinya menolak dan tidak mempercayai akidah islam. Mereka menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya.

4. Golongan Musyrik, yakni golongan yang mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain. 

5. Golongan Murtad, yakni golongan yang dulunya beriman kepada Allah SAW kemudian keluar dari agama Islam. 

6. Golongan Fasiq, yakni golongan orang yang selalu melakukan dosa
akan menganggap bahwa dosa adalah hal yang biasa dan sulit untuk meninggalkannya. Dan, hal tersebut dapat membuat mereka keluar dari agama (murtad).

Masing-masing golongan dijelaskan pula contoh/ciri khasnya. Ada yang bisa dilihat dengan mata telanjang, ada yang tidak. Boleh di cek lagi Quran Haditsnya masing-masing ya sist.

Namun, sebagai manusia dengan keterbatasannya, kita tidak dapat menjustifikasi seseorang karena hal tersebut adalah haknya Allah. Tapi, kita bisa menjaga diri kita dari kemaksiyatan-kemaksiyatan yang telah dicontohkan, pun menjaga diri kita agar tidak terpengaruh pada orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan melanggar perintah Allah dan Rasul.

Ketika kita berhijrah ke arah yang lebih baik, tentu saja selalu ada cobaannya. Kalau lulus ujian bisa naik kelas, kalau gagal ya menunggu ujian selanjutnya, supaya tetap bisa naik kelas. Masa mau stuck disitu saja keimanannya? Jangan dong, ya. 



Sebagai generasi akhir zaman, cobaan mukmin akan lebih dahsyat lagi. Contoh yang paling dekat dengan kita adalah cobaan pergaulan. Lingkungan ini berpengaruh sangat besar pada keimanan dan pola pikir kita. Dan memang sudah rumusnya, yang seakidah akan berteman dengan sesamanya. Karena melelahkan sekali tentunya berteman dengan orang yang berbeda cara pandang tentang Islam padahal seagama.



Jadi jangan heran ketika kita mencoba menjadi muslim yang kaaffah, lalu ada saja diantara beribu teman yang menjuluki kuno. Kolot. Norak. Konservatif atau apalah. 

Santai saja.



Karena tidak pernah ada penjelasan dalam Alquran maupun Alhadits tentang jenis Islam yang kolot dan jenis Islam yang bebas. Itu hasil buah pikir manusia saja demi memuaskan hawa nafsu dan syahwat mereka.

Jangan terpengaruh.

Kembalikan lagi kepada pedoman hidup kita, Alquran dan Alhadits. Pedoman hidup itu berlaku MUTLAK. Sekali lagi ya, MUTLAK. All in.
Tidak bisa dicomot yang sesuai keinginan kita dan dibuang yang tidak kita suka. Tidak bisa juga bebas mengartikannya sesuai pola pikir kita. Tidak bisa. Ada aturan mainnya. Harus sama persis dengan apa yang Rasulullah sampaikan kepada umat terdahulu. 



Menjadi muslim yang baik, menghormati sesama, menutup aurot (dalam artian yang sesungguhnya, bukan berpakaian tapi telanjang), berdakwah, menyampaikan kebenaran Alquran walaupun seayat, dan beribu perilaku juga syarat menjadi muslim yang kaffah lainnya adalah satu paket. Jangan dipisah-pisah. 

Karena menjadi orang baik saja tidak bisa mengantarkan kita ke surga. Perlu iman, ilmu, amal yang sesuai kaidahNya serta taat, ikhlas dan takwa kepada Lillahi Ta'ala.



Katakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah sesuai Alquran dan Alhadits. Karena hanya menjadi baik saja tidak perlu beriman kepada Allah tapi menjadi BENAR dan baik harus selalu berlandaskan ketentuan Allah. Dan tidak semua hal yang BENAR itu menyenangkan. Karena tentu saja, mendapatkan surga itu tidak mudah, jenderal. 



Jangan sampai, hidup singkat, sekali di dunia ini malah menanam jariyah dosa atas pola pikir dan perilaku salah kita yang menginspirasi orang lain untuk ikut serta melakukannya.



Dosa dilakukan sendiri, tanggung jawab sendiri. Dosa dilakukan sendiri namun kemudian diketahui publik dan menginspirasi orang lain untuk berbuat dosa juga, maka menjadi jariyah dosa untuk kita sampai hari kiamat.

Naudzubillahi min dzalik.




Semoga Allah selalu berikan petunjuk serta perlindunganNya untuk kita semua. 
Semoga Allah terus memberi kita kekuatan dan keteguhan untuk melewati ujian-ujian akhir zaman.
Semoga Allah terus menumbuhkan niatan-niatan baik dalam diri kita untuk terus memperbaiki kekurangan diri dan bisa merealisasikannya sesuai Alquran dan Alhadits.
Semoga Allah selalu menjaga dan memberikan pemahaman yang benar kepada anak turun kita.
Aamiin. Yaa robbal 'alamiin.

#notetoself
#personalthoughts

All sourcepict: pinterest/Lia

NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH





Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Ya, semenjak anak saya sulit menyusu dari botol, sekitar 4-5bulan, itu menjadi titik balik hidup saya, bahwa saya ingin menjadi Ibu yang mau belajar dan benar-benar mengerti apa yang kelak keluarga saya butuhkan. Ibu yang bukan abal-abal, Ibu yang aerius menjalani perannya bukan hanya sampingan.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita?

Belum.. saya masih keteteran menjaga ritme dan memanage waktu. Terutama waktu-waktu ketika suami libur/ada dirumah. Ibadah-ibadah sunah banyak yang masih terlewatkan :'(

Namun, dengan adanya target, saya merasakan perubahan yang cukup besar dalam hidup saya, karena sebelum menikah saya cukup aktif di beberapa organisasi dan pernah mengalami fase kuliah sambil bekerja, sehingga saya sempat jenuh dan 'kebingungan' ketika memilih harus berada di rumah. Dalam kegagapan saya merawat serta mendidik anak, bertemu dengan kelas matrikulasi ini merupakan secercah cahaya yang saya nanti-nantikan. Kemudian hidup saya menjadi bergairah kembali, ingin segera menuntaskan target-target harian dengan maksimal. Hari terasa cepat berlalu dan saya bahagia menjalankannya

Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

I'll do my best! Bismillah..
Ganbatte! ✊🙏

c.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Misi Hidup : memberikan semangat, membantu mengedukasi, serta mencoba memberikan inspirasi berupa tulisan (dan praktek) kepada lingkungan sekitar
Bidang : Ilmu parenting/Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Motivator, Penggerak/Aktivis

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

1. Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya menetapkan KM 0 pada usia 25 th, dan memaksimalkam kemampuan serta memantapkan komitmen saya agar mencapai 10.000 (sepuluh ribu) jam terbang pada bidang yang saya minati. 

Sejak saya resign (Desember 2015) setiap hari saya berproses serta mendedikasikan waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, serta menuliskannya bersama anak-anak dengan menggunakan fasilitas yang ada secara maksimal.  

Sehingga saya berharap, dalam jangka waktu kurang lebih 4 s/d 5 tahun, kelak akan terlihat hasilnya. 

Milestone hidup Nadya Sholihati Vaizal  :
KM 0 – KM 2 ( tahun 1 dan 2) : Menguasai Ilmu seputar pengasuhan anak
KM 2 – KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar pengelolaan diri dan rumah tangga
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar minat, bakat dan kemandirian finansial dll
KM 4 – KM 5 (tahun 5) : Menguasai Ilmu seputar berbagi manfaat kepada banyak orang

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Secara keseluruhan, sudah. Namun saya akan lebih mendetilkan lagi waktu serta ilmu apa saja yang perlu saya pelajari beserta strategi terbaiknya. Setelah ini, akan saya periksa kembali tugas tersebut dan menambahkan kekurangan yang ada, terimakasih banyak sudah mengoreksi dan mengingatkan. Alhamdulillah ❤

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismillaaah! Laa haula wa laa kuwwata illa billah :') ✊🙏

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 

I will.. insyaa Allah..
I'm on the right track

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Bismillah semoga Istoqomah! ❤


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

Hidup, Pilihan?

"Ketika kamu memutuskan untuk melakukan suatu hal, kemudian secara tiba-tiba ada kesempatan lain yang mengakibatkan kamu berkeinginan kuat untuk memilih melakukan aksi yang pertama atau yang kedua, maka pilihlah yang kedua.

Karena jika kamu serius dan yakin dengan keputusan kamu yang pertama, kamu tidak akan tergoda dengan pilihan yang kedua."


Atau sebut saja ini tentang jodoh. Jodoh dengan pekerjaan, penjurusan, menentukan arah pulang, atau.. pasangan?

Karena, mungkin idealnya bagi seseorang memilih (si)apapun, yang membuatnya berakhir pada keputusan untuk berhenti memilih. Mengejar sesuatu yang pada akhirnya membuat dia berhenti mengejar (yang lain). Atau, mencari (si)apa saja yang pada akhirnya membuat dia berhenti mencari. Mungkin tidak sempurna, tapi dia bersyukur dengan sungguh atas (si)apapun itu.

Selamat Pagi, Cinta..

Siapa yang mengira saya sudah sampai pada tahap ini. Saya pun tidak. Tapi seperti biasa, kehidupan memang selalu tampak mengejutkan. Ada kejutan-kejutan baik, ada pula kejutan-kejutan buruk. Satu hal yang sepatutnya semua orang tahu dan jalani ialah, apapun kejutan itu, hadapi dengan positive dan bijak. Sehingga setiap kejadian, memiliki ‘add value’ bagi kehidupan kita, maupun orang lain yang menjadi terinspirasi atas hal tersebut.

Perjalanan yang berliku, celaan, amarah, iri, dengki, dan segala negative thingy, yang beredar disekitar orbitmu, sebenarnya memberikan pelajaran begitu berharga. Tuntutan dan tekanan membuat seseorang lebih dewasa dan bijak daripada sebelumnya, kalau ia mau mengambil pelajaran dari setiap detik yang ia jalani.

Cinta, persahabatan, hadiah, senyuman, pujian, doa, pencapaian baik dan segala positive thingy, yang melingkupi lintasanmu, menciptakan pribadi yang anggun dan berlaku positive jika ia bisa belajar dan menanggapi semua hal tersebut tanpa kesombongan dengan penuh rasa syukur.

Kali ini, marilah kita mempersilahkan diri kita untuk menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan. Biarkanlah segala hal positive berkeliaran didiri kita, apapun yang akan terjadi diluar sana. Tetaplah berbahagia dengan apapun yang telah kita miliki, dan berusahalah dengan baik atas apa-apa yang kita inginkan.

Selamat Pagi, Cinta..

reposting blog lama

What Why then Who! Just Be Fast!

Setelah membaca Tweet Salah satu orang sukses di twitland, saya jadi ingin mengulasnya sedikit. Well, sebelumnya mari kita simak apasih twitnyaa?

@TungDW: "Kalo udah tau What i Want, dan Why I Want, daripada mikir How nya, mending cari Who Already there! Learn dan kerjasama! Lebih cepat!"

Singkat Padat dan Jelas yaa.. ihik X)

Kira-kira begini konsepnya, what why = pelajari, who = cari partner, how = kerjasama! Secara waktu, usaha, bahkan juga modal seharusnya bisa berjalan efisien, yakan? Kemudian, bisa berkembang lebih banyak ide, yang diharapkan ide tersebut tersaring dengan pemikiran matang sehingga menjadi mutakhir. Kalau memang sudah satu tujuan dan satu konsep dengan si partner, ide kita (insyaAlloh) akan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Thats why two people is better than one!
Hihi. Tinggal actionnya, nih! Ayo kapan "ber-Action" para Generasi Muda! :'D

Teori ini berlaku untuk berbisnis atau segala bentuk kerjasama demi membuahkan hasil yang baik serta mencapai kesejahteraan bersama. Setuju? :)

Lalu untuk kepengurusan suatu acara, membuat event yang manfaat bagi lingkungan sekitar, butuh partner juga dong ya, supaya mau bersukarela menyediakan waktu, tenaga dan tanggung jawabnya demi keberlangsungan acaraa? Nah, daripada mikir HOW nya sendirian, kelamaan. Mending cari WHO ALREADY therenya dulu, kaan? Tanpa bermaksud, tidak memikirkan HOW nya sama sekali, karena tujuan kalimatnya ialah, dengan mencari who already-nya terlebih dahulu (setelah memahami what i want and why i want), maka akan membuat kita ber-action lebih awal, dan bergerak lebih cepat! Kobisa?! karena memikirkan How-nya bersama-sama. Sesimple itu? InsyaAlloh, iya :)

Lalu, kita coba contoh ruang lingkup yang lebih kecil namun efeknya besar.
Contoh:
Ingin berkeluarga.
#eeaa
(gue tau banget deh kalo yang baca temen-temen gue pasti ungkapan #eeaa itu semacam automaticly bunyi dari mulut mereka. Pffft!)

Kenapa What, Why dan Who?
What : Apa yang kamu mau dari pasangan. (gaperlu muluk, yang penting satu visi misi dalam berumah tangga, khususnya untuk kepentingan akhirot)
Why : Kenapa memilih kriteria/tujuan seperti itu? Apa yang diharapkan setelah mendapatkan (kriteria/tujuan yang sama) itu?

Sudah mengerti sampai disini?
Oke, lanjut.
Who : Nah! pada fase ini, kalau ingin efektif efisien, tinggal cocokin deh sama what dan why tadi ke objek nyata-nya. Walaupun, semua kembali lagi ke kodarnya masing-masing, tapi kan manusia itu wajib usaha. Ya gak?
Kalo udah cocok sama What dan Why nya tadiii, istikhoroh deh! #eheeaaa XD << eeaa lagi :p

Untuk step How-nya:
Gimana nikahnya, gimana resepsinya, gimana gedungnya, gimana lalalalala-nya, Ntar dulu!
Yang penting udah tau what why sama who nya. Kalo belum tau, ya gimana bisa ke step How. Iya apa iyaaaa? hmmm.. :)

Nah, terkadang proses How ini bisa terjadi sebelum fase who. Kenapaaaa? Karena ternyata si Who already nya, gak ready tuh! Salah target, dong? Jelas. Udah istikhoroh, hasilnya "engga", etapi kok maksa. Hasil "engga" ini, bisa jadi karena si Who (target) belum siap, atau gak cocok, atau bahkan beda visi misi. Nah, biasanya dari perbedaan-perbedaan tersebut, hasilnya udah keliatan insyaAlloh "engga" nih, etapi ya tetep maksa, alasannya cinta. Haduuh kaaak.. Yang lebih kasian lagi, kitanya malah jadi pusing mikirin How to make (S)He to be "The One Who Already" for you. Cape gak sih, kak? Agak oon juga sih, sebenernya. :|

Padahal, seperti yang sebenarnya kita sudah ketahui, Alloh itu kan udah nyiapin "Who Already for us" in one day. Kenapa juga jadi pusing-pusing mikirin yang jelas-jelas unready or not into you, sih?
Someday, (S)He is really into us itu bakal dateng, kok (insyaAlloh). Syaratnya cuma doa, usaha, iman (percaya) dengan kesemuanya aja. Setelah kesemuanya itu sudah dilakukan, tawakal.. Iyes, ngomong gampang, praktek ... gakmudah, tapi bukan berarti gakbisa, toh? ;) Semangats! ^^/

The End is The Beginning

Sebuah akhir sejatinya adalah sebuah permulaan. Permulaan kehidupan baru, atau permulaan wujud baru, atau permulaan kewajiban juga tanggung jawab baru. Sama seperti ketika air berakhir di titik 0 derajat celcius, maka ia adalah awal dari perubahan wujud menjadi es. Sama seperti akhir dari sekolah (lulus), merupakan awal dari melanjutkan tingkat sekolah yang baru. Sama seperti akhir dari masa kelajangan, menikah, adalah awal dari sebuah perjuangan hidup yang baru. Bahkan kematian, adalah awal dari sebuah kehidupan baru, kehidupan yang kekal.

Akhir dari sesuatu ada begitu banyak cara dan jalannya. Ada yang indah, ada yang berliku, ada yang pahit, ada yang mulus. Bukan, bukan kita yang dapat memilih bagaimana jalan itu seharusnya. Tapi, adalah kita yang dapat menentukan untuk tetap hidup dan memulai kehidupan baru yang lebih baik, atau terpuruk dan menyesali yang telah lalu.

Setiap akhir, sepatutnya menjadi pembelajaran kehidupan untuk melangkah dan berkembang lebih baik dari sebelumnya. Setiap akhir, memiliki hikmah, pesan moral, kekuatan, wawasan, memperkaya paradigma, membuka hati agar selalu lapang, apapun hasilnya. Ketika hasil akhir adalah baik, maka manusia dituntut untuk tidak besar hati, namun dicoba dengan berbagai hawa nafsu untuk berbangga diri, yang padahal, dirinya bukanlah apa-apa. Ketika hasil akhir adalah buruk, atau tidak seperti yang diharapkan, maka manusia dituntut untuk kuat, menerima dengan lapang, tetap bersyukur dengan ikhlas, namun dicoba untuk frustasi, depresi, tidak dapat mengendalikan emosi yang begitu menyesal dengan sebuah akhir. Yang seharusnya, akhir itu adalah cambuk untuk memulai awal yang baru, yang jauh lebih baik.

Ketika sesuatu berakhir, sekuat apapun perjuangannya, seburuk apapun hasilnya, serumit apapun jalannya, seperih apapun rasanya, tetaplah tersenyum, bersyukur dan yakin, bahwa Dia yang anda percaya, akan memberikan awal yang jauh lebih baik kedepannya.

Ketika sesuatu dimulai, seindah apapun bayangan anda, sehebat apapun rencana anda, dan sematang apapun pengalaman hidup anda, cobalah untuk tidak berjalan sendiri, titipkan hati anda secara utuh kepada Dia yang anda pintai, untuk menjaga hati anda, melindunginya, dan menetapkannya tetap dalam keimanan, dan bahagia untuk terus beribadah kepadaNya. Percayalah, suatu saat terjadi sesuatu yang buruk pada hidup, hati anda tetap utuh, indah, tidak akan ada lecet bahkan luka, satu milimeterpun.

Musik? Just be wise!

#RepostDariBlogLama

Assalamualaikum tuips! *eh *kebiasaan :P
Halloow, apakabar semua! Udah lama ya nggak ngobrol disini. *maksudnya ngobrol apagitu selain autis tentang sebuah rasa :P #eeaah.
Baiklah, sekarang mau ngobrolin musik! Saya abis baca blog ini >> http://sagoeleuser5.wordpress.com/ daann.. makjleb! Penasaran? Mari kita bahas! :’D

Beberapa hari ini saya lagi suka dengerin musik. Biasanya sih, ya biasa aja. Gak suka, gak benci juga. Palingan jarang dengerin, dan emang nggak apdet juga. Tapi saya sih gak peduli, mau orang orang bilang selera musik saya rendah, lawas, atau apalah. Yang penting kan saya kece! *loh *dikeplak XD

Saya emang dengerin musik, based on kuping dan suasana hati aja. Kalo ditanya selera, lebih banyak dengerin qiroatus sab’ah sih *halah *dustaa XD lebih ke jazz, r n b, pop, musik klasik juga suka sih *yaitusihsemuanyaajanad lol. Nah saking suka semua, dan ga tau ini yang nyanyi siapa, sejarah kehidupannya gimana, yang penting enak dikuping dan sesuai dengan suasana hati saya, makanya saya jadi gatau apa-apa tentang musik. Ya dengerin aja.

Kalo lagi semangat, atau lagi males nyarinya ya, lagu lirik dan musik yang bikin semangat. Pun saat lagi jatuh cinta *eeaa. Kalo lagi patah hati, lebih suka baca Quran sih *asli *pencitraan XP

Okeh, bektudetopik. Musik, belakangan ini sedang saya nikmati. Sebelumnya? Hidup saya hampir tanpa musik. Ya, kadang kadang ada lah dengerin. Yang gak sengaja denger dlsb. Paling sehari ganyampe sejam dengerinnya. Kadang 10menit pun enggak. Nah, beberapa minggu ini, bisa berjam jam! Astagfirullooohh T.T kemudian, temen saya si @jihanhasby ngetwit sebuah link yang saya sebutkan diatas tadi. Saya kan kepo, eh pas pertama baca, kok sekilas ngomongin dalil. Tapi kok kece tulisannya. Gak berhenti dengan sekilas satu artikel, saya coba baca berkilas kilas artikel lainnya. *maksudnya beberapa artikel lain *bahasa alien banget deh Nad XD. Kok makin seruuuu~ akhirnya, sampailah saya pada satu artikel “titik rendah musik” ini saya coba bacanya gak sekilas. Saya baca, sampai habis! Wuoh! Baru baca pembukaannya aja, nih >>
Hadits ini betul-betul menohok saya. Diriwayatkan dari Abu Daud (4927): Lagu menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Deg! Kena banget.

Saya semakin tertarik. Perlahan saya baca. Sambil saya memikirkan efek setelah saya mendengarkan musik. Setelah terlalu lama mendengarkan musik biasanya saya jadi malas sekali beribadah sunah, pun wajib ikut keteteran. Entah, sebenarnya itu akibat dari musik atau memang keimanan saya yang lagi turun. Sesungguhnya, saya sudah pernah mendengar pun membaca beberapa dalil yang menerangkan musik itu tidak baik, dan blablabla. Tapi sungguh, saya baru tau bahwa efeknya menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Huft! Naudzubillahi min dzaliiik. Orang munafik itu, ya memang ada diantara orang iman. Dia juga mengerjakan ibadah wajib, serta sunah, bahkan! Tapi ya mau bagaimana, kalau selama ini beribadah, tanpa disadari, karena saya mendengarkan musik terlalu asik dan khidmat, benih benih kemunafikan itu tumbuh. Aaaaaaaaaaaaaa! Menyeramkan! T.T naudzubillahiindzalik ya Alloh.

Saya sudah pernah mencoba beberapa bulan hidup tanpa musik, dan memang sebenarnya kehidupan saya baik-baik saja tanpa musik. Jika sesekali terdengar, tanpa diresapi pun diacuhkan, musik menjadi tidak bermakna. Tapi, kalian pernah dengar, baca, atau nonton tentang pengkristalan molekul air yang dibacakan/diucapkan kalimat positif atau negatif? Ohiya, hal ini dibahas juga di blog tadi, blognya Bang Iqbal.

Pernah dengar Professor Masaru Emoto dari Jepang yang meneliti perubahan bentuk molekul air ketika dibacakan kalimat positif dan negatif? Molekul akan berubah menjadi bagus ketika dibacakan kalimat positif, dan sebaliknya. Teori sepertinya juga bisa menjelaskan kenapa kita dilarang bego-bego-in anak kecil (mengatakan “bego lu!” atau semacamnya ke anak kecil), karena otak si kecil akan mengolahnya untuk menjadi seperti yang orang lain katakan. So watch out your mouth!

Tidak selesai sampai disana, kenyataannya memang banyak lagu-yang-bahkan-pendengarnya tidak peduli apa artinya. Suka musiknya, maka mari dengarkan. Saya termasuk orang yang sangat pemilih terhadap lirik musik. Saya mungkin tidak punya selera yang bagus dalam bermusik, tapi setidaknya saya sangat memilih lirik-lirik berkualitas, yang setidaknya berefek baik bagi tubuh saya. Yap, berdasarkan riset tersebut, maka saya menjadi pemilih, pemilih terhadap lirik musik.

Kemudian. Beberapa dalil (dari blog nya Bang Iqbal) yang lagi-lagi menerangkan tentang titik rendahnya musik:

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS Luqman 6-7)

Perut yang dipenuhi nanah busuk itu lebih baik daripada dipenuhi syair (Muslim 2257).

Pernah denger berita seseorang menusuk anaknya 11 kali lalu membunuh istri dan putrinya akibat setelah mendengarkan lagunya Eminem? Saya pernah membacanya. Dan saya membaca berita itu lagi di blog nya Bang Iqbal.

So, Nadya.. hidup adalah pilihan. Pilih-pilih musik yang baik. Yah, mungkin saya akan menjadi sangat pemilih sekarang, juga harus harus harus mengurangi intensitasnya. Pilihlah yang benar. Pilihlah yang tidak bertentangan dengan QHJ. Bismillah! Niati perjuangan, dan keep jokam!

Isi Kepala session 1

Saat itu saya juga pernah berpikir bahwa, apa sih orang-orang ini, terlalu mengejar dunia. Kepada mereka yang mengaji Al-quran dan Alhadist secara berjamaah namun, sangat giat mencari dunia. Well, hal ini sangatlah lumrah bagi saya yang tiga tahun terpenjara suci dalam sebuah lingkungan yang biasa disebut dengan pesantren. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk membentuk pribadi, pola pikir, karakter, attitude dan mengisi kekosongan ilmu pastinya. Banyak sekali manfaat yang saya dapat, dimana anak-anak lain seusia saya yang diluar lingkungan pesantren tersebut gak akan pernah dapatkan apa yang sudah saya dapat disini.

Pertama, mungkin saya akan bercerita sedikit tentang diri saya waktu masih duduk dibangku SMP. Saya bersekolah di SMPN 2 Depok. SMP Negeri favorit Depok. Yang ujian masuknya aja, katakanlah ‘naujubileh’. Anak-anak usia pelajar begitu membludak di Depok. Sekolahnya terbatas. Jadilah,sekolah favorit adalah ajang adu otak dari sekian ribu pendaftar. Disana saya hanya sebatas butiran debu *halah* :P yes, gak terkenal sama sekali. Yah, hanya cukup aktif, dikelas. Ikut organisasi pengurus kelas gitu maksudnya? Haha! masuk 10 besar di tiap semester, tapi bukan apa-apa. Bukan siapa-siapa. Minder. Kuper-kurang pergaulan. Introvert. Pulang sekolah langsung pulang gapake nongkrong. Tertib. Taat peraturan sekolah, takut sih lebih tepatnya.hehehek. Tergolong anak yang sangat pintar, tidak. Jauh malah. Tergolong anak yang banyak prestasi juga tidak. Boro-boro berprestasi, ikut lomba pun gak pernah. Hanya anak-anak yang prestasinya masih terbilang lumayan, jika diantara 43-45 orang siswa dikelasnya. Saya lulus, tidak meninggalkan apa-apa. Bekas setitik penghargaan pun untuk SMP saya. Saya lulus, ya lulus saja, sudah. Punya beberapa teman akrab, tergantung kelasnya. Setiap semester kelas berubah. Setiap semester pula teman dekat saya berubah.

Kemudian, Gadingmangu, Jombang. Pesantren itu. Yang memberikan banyak manfaat untuk saya. Saya anak baru. Telat daftar. Baru masuk sekolah setelah sekolah sudah 2 minggu berjalan. Mudah saja saya menjadi terkenal, karena saya anak baru. Singkat cerita, saya aktif dikelas, saya berprestasi, saya pernah mendapat peringkat pertama. Senangnya bukan kepalang! Saya mulai aktif di organisasi. Saya sering ikut lomba. Saya menang lomba Mading, lomba debat antar kelas. Teman-teman saya orang-orang ‘keren’ pula. Saya …, dengan seluruh kerendahan hati saya, persilahkan saya mengatakan, saya pernah menjadi ‘bintang’ di SMA. Gak kenal saya? Wah, anda kurang gaul, bung. Hahahahaha. #okeskip.bukan itu pointnya, pointnya adalah pesantren sangat banyak membentuk pribadi, karakter, pola pikir, paradigma, keimanan saya sampai saat ini. Sangat bermanfaat, lebih dari sekedar menjadi ‘bintang’ saya banyak sekali belajar tentang kehidupan disana. .

Sekarang saya suka mencoba mengerti kenapa orang tersebut bersikap A, padahal menurut saya sebaiknya B ternyata karena latar belakang kepribadian, pola pikirnya. Saya mulai bisa menimbang-nimbang, apa yang akan dilakukan si introvert atau si extrovert kalau ada kejadian seperti ini. Karena saya pernah mengalami dua kepribadian tersebut. Apa yang akan dipikirkan oleh si ‘butiran debu’ dan si ‘bintang sekolah’ jika ada dalam posisi ini. Saya meraba-raba. Merasa tahu, walaupun mungkin tidak selalu tepat. Tapi saya merasa diri ini menjadi kaya karena semasa hidup saya pernah melewati dua fase tersebut. Saya akhirnya juga mengerti, kenapa orang-oranag jaman sekarang menganggap kesalahan besar, menjadi kecil. Atau sebaliknya, kesalahan kecil, menjadi sangat besar. Karena saya pernah tinggal di dua atmosfer yang berbeda, didalam pondok dan diluar pondok. Didalam, kesemua hal mengenai dosa menjadi terlihat sangat besar dan memalukan, amalan kecil menjadi terlihat besar, dan sekarang (diluar pondok) amalan besar pun, malah terlihat remeh. Memakai kerudung menutupi dada, contoh mudahnya. Itu amalan wajib. Tapi kemudian begitu remeh disini. Dikota saya sekarang tinggal. Dulu, jangankan remeh, menyelempangkan sedikit saja kain kerudung anda, anda akan di cap negative oleh hamper seluruh penghuni ponpes. Kejam sekali. Kemudian sekarang tinggal di luar pesantren, saya mengerti fenomena serta sebab-akibat yang terjadi di sekitar saya. Saya tidak mengklaim diri saya lebih tau dan lebih hebat. Saya hanya merasa, paradigma saya menjadi luas. Toleransi saya menjadi lebih besar, terhadap kesalahan, kesalahan setiap orang. Mereka punya alasan dan latar belakang kenapa mereka melakukan hal tersebut. Kesalahan tersebut tidak benar, bukan berarti saya membenarkan kesalahan tersebut, tetapi saya mulai bisa mengerti sebab apa orang-orang melakukan kesalahan atau tindak tanduk seperti itu, seperti itu. Dulu, mungkin hitam tetaplah hitam, putih tetaplah putih. Karena lingkungan mendukung untuk tetap menghitamkan si hitam. Dan memutihkan si putih. Sekarang, semua abu-abu. Ke-idealisme-an saya dahulu, dan (menurut saya) kekolot-an saya tentang cara berpikir dari doktrin-doktrin yang setiap hari diberikan mengenai akhirot lebih penting, (yang bahkan benar-benar menyepelekan urusan dunia, sekolah contohnya) membuat saya semakin antipati tentang semua hal yang berbau ‘mengejar dunia’. Seseram itu? Iya. Sesering itu di doktrin, bahkan di praktekkan, bahwa dunia tak lebih dari sebelah sayap nyamuk? Iya. Ada beberapa guru yang masih netral dan masih memberikan semangat bahwa dunia its still important, hey dude. How can you exist in this era, if you just doing nothing for your self. For this life. Yang mana kita tinggal, berteduh, menumpang di sini (dunia) untuk menabung amal agar bahagia di akhirot nanti. Dan menabung amal, butuh uang. Butuh potensi. Butuh ‘kecerdasan dunia’ untuk memperjuangkannya.

Kuliah, bekerja, saya semakin tumbuh. Semakin dewasa. Saya belajar lagi bahwa hidup, tidak selalu hitam dan tidak selalu putih. Tidak berarti saya membenarkan si hitam dan menyalahkan si putih. Tapi ketika hitam, maka mungkin sekali menjadi putih. Dan ketika putih, bukan tidak mungkin juga tanpa kecacatan si hitam. Dunia punya rahasia tentang pribadi setiap mahkluk yang tinggal di dalamnya. Saat ini anda berdosa, besok anda meleburnya dengan beristigfar. Sekarang anda beramal sholih sangat besar, besok lebur karena membicarakan orang lain. Ya, akhirnya dunia sekompleks itu. Serumit itu. Tidak semudah, anda berdosa karena anda blablabla. Anda termasuk golongan orang-orang shalih karena anda beramal blablabla. Tidak. Anda tidak mungkin tau amal dan dosa seseorang. Malaikatpun tidak memiliki garansi bahwa hitungannya akan tepat. Ada faktor hati, yang bisa membuat seseorang sombong dan berharap pujian. Atau tulus, mengharap ridhonya saja. Ada hati yang benar-benar bertaubat lagi takut. Dan karena hati pula, yang bertaubat demi mendapat ampunan-sejenak, dan berniat melakukannya kembali, karena menghapus dosanya sangatlah mudah. Manusia bisa saja menilaimu sangat baik, malaikat bisa saja kau tipu, tapi Alloh tak bisa kau curangi. Hati, hanya dia yang mengerti. Hati-hatilah terhadap hati. ia begitu cepat berubahnya, lebih cepat daripada air yang dimasak hingga mendidih.

Pemikiran kolot mengenai ‘mengejar dunia’ pun berubah. Dialah Papa yang terus mengajarkan aku tentang kehidupan. Bersyukur dengan sangat kepada Alloh, ditakdirkan menjadi seorang anak perempuan dari Bapak Irvaizal. Beliau mungkin tidak meninggalkan harta yang seberapa untuk anak-anaknya, beliau mungkin tidak menjanjikan kemewahan hidup untuk dijalani kemarin, saat ini dan nanti, tapi beliau mengajarkan aku tentang hidup. Tentang keseimbangan hidup. Tentang mengantisipasi hidup. Tentang menjalani kehidupan. Tentang bersyukur atas apa saja yang disajikan oleh kehidupan. Satu pesannya, “setiap orang punya jalur perjuangannya masing-masing. Tidak bisa si paspasan yang banyak ilmu menyuruh si kaya supaya terus mengaji yang sangat rajin diatas rata-rata orang sekitar, seperti si miskin. Si kaya mungkin Alloh kodar waktu longgarnya sedikit, tapi ia mampu bershodakoh yang besar, ya lakukan saja. Itu termasuk jalan perjuangan juga. Tidak bisa si pendiam menyuruh si aktif terus mengaji mengikuti peraturan yang ada, karena si aktif punya jalur perjuangan lain yakni membuat acara-acara yang ditujukan utk melestarikan Quran Hadist. Tapi tetap, dengan sesuai syariatnya. Sesuai perijinannya. System yang sudah ada tidak bisa dilanggar, tapi bisa disesuaikan dengan objek yang menjadi bagian dari system. Si kurang pintar tidak bisa menyuruh si pintar untuk melakukan sesuatu yang dibawah kualitas pemikirannya. Justru si pintar punya jalur perjuangan dari cara berpikirnya. Agama membutuhkannya. Semuanya, memiliki jalan perjuangannya masing-masing, amalan andalan masing-masing, termasuk kesalahan masing masing. Maka seimbanglah dunia. Seimbanglah jalan perjuangan. Seimbanglah kesalahan dengan amal baik. Seimbanglah kecerdasan dengan ke-kurang cerdas-an. Seimbanglah si kaya dengan si paspasan. Atmosfer dunia seimbang. Sinerjikan harmoni. Hindarkan perbedaan, atau malah memaksa sebuah kesamaan yang sejatinya semua makhluk itu sudah dicetak berbeda dari Penciptanya.

Saripati Hidup

“Hidup telah menunjukkan dengan caranya sendiri bahwa aku senantiasa dipandu. Tak perlu tahu ke mana ini semua berakhir. ...” –Dee

Alloh sudah menetukan setiap kehidupan yang kita jalani, dan jika ditakdirkan baik, maka kita lah yang memulai dan menjalani sesuatu yang baik. Bersikaplah selalu baik, seakan-akan Alloh memang memilih kita untuk menjadi orang baik. Karena pilihan kita, dan apa yang kita telah lakukan, adalah apa yang Alloh tuliskan. Semangatlah seolah-olah tidak ada titik akhir demi mencapai kesuksesan, karena waktu, akan menyerah pada semangatmu, pada akhirnya. Berdo’alah seperti manusia yang terlunta-lunta tak memiliki apa-apa, karena sejatinya manusia memang bukanlah apa-apa, terlebih tanpa keimanan.

Karena kehidupan selalu pasang surut, bergelombang, angin sepoi-sepoi atau badai, hujan, gerimis, pelangi, tegarlah. Karena suatu saat matahari akan terbit, atau suatu saat senja akan menjadi sendu. Cukup meyakini, bahwa dengan berlaku baik bagi sesama, maupun kepadaNya, ada suatu Dzat Yang Maha Kuasa yang selalu mengawasi, memandu, membimbing setapak demi setapak jalan kehidupan seseorang. Tak peduli seberapa banyak hambaNya yang membutuhkanNya, Dia akan tetap setia menemani yang setia.

Pelajaran yang juga aku temukan ialah, menimbun kebahagiaan dikelak kemudian hari itu adalah dengan cara mengalah untuk kebaikan lebih banyak orang. Menekan ego dan kebahagiaan sendiri demi orang lain yang kau kasihi adalah cara menjalani hidup dengan penuh syukur. Kemudian, menerima, memaafkan semua hal yang ada dalam hidup adalah cara terbaik menjejaki kehidupan.

Tanpa perlu tau akan sampai pada batas akhir mana, teruslah menjadi pejuang, teruslah menang. Demi Tuhan, demi orang-orang yang kau kasihi, demi kehidupan. Tegaklah, bangun, berdiri, rasakan nikmatnya saripati hidup.

Jiwa yang penuh

Ada masanya bagi setiap manusia, ingin rehat sejenak, dari dunia. Menghilang entah terdampar di galaksi mana yang hanya ada padang rumput, bunga, tempat berteduh dan makanan di alam yang lengkap. Hidup hanya berpikir tentang beribadah dan makan. Mungkin itu nyaman, sementara.

Kemudian saat saya berpikir sejenak, melamun, bergumam seperjalanan berangkat-pulang mengaji, juga ke kantor, berbicara dengan ‘saya’ saat mau tidur, saya mencoba menyimpulkan, mungkin ada yang salah dengan hubungan. Hubungan kita, dengan Tuhan. Ada yang perlu diperbaiki antara kita dengan Alloh. Ada yang perlu ditertibkan, baik itu wajib, maupun sunnah. Iya, hanya sekedar mencari kedamaian jiwa, sehingga kita tidak perlu lagi berpikir bahwa kita butuh galaksi lain, untuk rehat sejenak.

Setiap orang memiliki masalah masing-masing. Memiliki beban dan kewajiban hidup masing-masing. Apapun itu, rasanya akan berbeda pada pribadi masing-masing. Rasanya dunia akan kiamat bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, jika ia ditinggalkan begitu saja. Tapi rasanya juga mau kiamat bagi seseorang yang mempertahankan seseorang yang tidak ia cinta. Rasanya sama sama mau kiamat, tapi kasusnya berbeda. Maka, sekecil apapun masalah mereka namun mereka hamper gila dibuatnya, bukan berarti anda boleh menjudge mereka lemah. Dan bukan berarti sebesar apapun masalah anda, akan sebesar yang mereka pikirkan pula. Bisa saja mereka dengan mudah melewati masalah yang anda alami.

Akhirnya, kehidupan kembali lagi kepada yang menciptakannya. Ketenangan kembali lagi kepada yang memberikannya. Raga anda boleh berusaha mati-matian untuk kehidupan, tetapi jangan sampai jiwa anda kosong, lupa meminta, lupa mengisinya agar penuh.

The End, is the Beginning.

Sebuah akhir sejatinya adalah sebuah permulaan. Permulaan kehidupan baru, atau permulaan wujud baru, atau permulaan kewajiban juga tanggung jawab baru. Sama seperti ketika air berakhir di titik 0 derajat celcius, maka ia adalah awal dari perubahan wujud menjadi es. Sama seperti akhir dari sekolah (lulus), merupakan awal dari melanjutkan tingkat sekolah yang baru. Sama seperti akhir dari masa kelajangan, menikah, adalah awal dari sebuah perjuangan hidup yang baru. Bahkan kematian, adalah awal dari sebuah kehidupan baru, kehidupan yang kekal.

Akhir dari sesuatu ada begitu banyak cara dan jalannya. Ada yang indah, ada yang berliku, ada yang pahit, ada yang mulus. Bukan, bukan kita yang dapat memilih bagaimana jalan itu seharusnya. Tapi, adalah kita yang dapat menentukan untuk tetap hidup dan memulai kehidupan baru yang lebih baik, atau terpuruk dan menyesali yang telah lalu.

Setiap akhir, sepatutnya menjadi pembelajaran kehidupan untuk melangkah dan berkembang lebih baik dari sebelumnya. Setiap akhir, memiliki hikmah, pesan moral, kekuatan, wawasan, memperkaya paradigma, membuka hati agar selalu lapang, apapun hasilnya. Ketika hasil akhir adalah baik, maka manusia dituntut untuk tidak besar hati, namun dicoba dengan berbagai hawa nafsu untuk berbangga diri, yang padahal, dirinya bukanlah apa-apa. Ketika hasil akhir adalah buruk, atau tidak seperti yang diharapkan, maka manusia dituntut untuk kuat, menerima dengan lapang, tetap bersyukur dengan ikhlas, namun dicoba untuk frustasi, depresi, tidak dapat mengendalikan emosi yang begitu menyesal dengan sebuah akhir. Yang seharusnya, akhir itu adalah cambuk untuk memulai awal yang baru, yang jauh lebih baik.

Ketika sesuatu berakhir, sekuat apapun perjuangannya, seburuk apapun hasilnya, serumit apapun jalannya, seperih apapun rasanya, tetaplah tersenyum, bersyukur dan yakin, bahwa Dia yang anda percaya, akan memberikan awal yang jauh lebih baik kedepannya.

Ketika sesuatu dimulai, seindah apapun bayangan anda, sehebat apapun rencana anda, dan sematang apapun pengalaman hidup anda, cobalah untuk tidak berjalan sendiri, titipkan hati anda secara utuh kepada Dia yang anda pintai, untuk menjaga hati anda, melindunginya, dan menetapkannya tetap dalam keimanan, dan bahagia untuk terus beribadah kepadaNya. Percayalah, suatu saat terjadi sesuatu yang buruk pada hidup, hati anda tetap utuh, indah, tidak akan ada lecet bahkan luka, satu milimeterpun.

Think randomly

Kenapa selektif?
Karena sejatinya, bagi setiap wanita hal tersebut, hanya dilakukan satu kali seumur hidup. berbeda dengan laki-laki.

Saya kurang suka dengan pendapat, jangan selektif-selektif, nanti jadi lalalalala.. (negative).

Adapun seseorang belum menikah, entah berapapun usianya, bukan karena dia tidak laku. Tapi karena itulah jalan hidup yang Alloh pilihkan terhadap dia. Pun juga dengan siapapun dia menikah, bukan berarti tidak ada pilihan atau salah pilih, sekalipun gagal (bercerai), itu memang sudah jalan hidup yang Alloh takdirkan kepada dia.

Kenapa setiap individu tidak berusaha berbicara dengan hati-hati? Yah, saya maksudnya. Karena saya pun, terkadang suka berbicara tanpa berpikir panjang.

Kalau setiap orang boleh memilih jalan hidupnya masing-masing, setiap orang pasti memilih jalan hidup yang baik dan menyenangkan untuk dijalani. Tapi kenyataannya tidak bisa seperti itu kan? Lalu kenapa selalu mempermasalahkan jalan hidup orang lain, yang ketika kalian berbicara dengan analisa terbatas kalian pun, hidup orang tersebut tidak akan berubah?

Benar, jika dalilnya adalah rubahlah nasibmu, maka Alloh akan rubah keadaan kalian. Tapi tidak sedikit pula orang yang sudah berusaha, namun Alloh tetap coba dia dengan tidak merubah keadaannya. Pernyataan ini bukan membenarkan segala sesuatu akhirnya, yaa pasrahkan saja kepada Qodar, toh jika memang berubah ya berubah, jika tidak ya tidak. Bukan.

Tapi lebih kepada, jangan terlalu banyak analisa dan pertanyaan tentang masa lalu. Syukuri, pelajari, usahakan, dan tetap tawakal. Saya rasa itu akan membuat hidup, berangsur-angsur menjadi lebih baik...

The Beginning Lessons in November 2012

Halloooww! Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuuhh..
\O/
Bismillahirohmaanirrohiimm..
Okay, awali postingan ini dengan bacaan basmalah. biar isi nya makin keceh #tsaah

Pelajaran di awal November ini, super sekali. Kenapa? Karena saya sadar, saya masih dalam keadaan terombang-ambingnya ilmu, idealisme, ego, harapan orang tua dan berbagai aspek yang membuat saya sulit menentukan jalan tengah mana yang saya harus ambil, sehingga jalan tengah tersebut menjadi solusi atas prioritas sesungguhnya yang harus dipenuhi tanpa menyakiti hati masing-masing orang yang berada diluar kapasitas saya untuk menentukan pola pikir dan suasana hati mereka.

Saya tipe orang yang menghargai perbedaan pendapat, saya adalah tipe orang yang tau bahwa haknya orang tua adalah dithoati, dan saya adalah tipe orang yang sudah memiliki idealisme, serta prinsip-prinsip hidup yang akan saya jadikan acuan sebagai tata cara saya menjalani kehidupan.

Untuk segala perbedaan pendapat, i will respect you. Tapi, ketika perbedaan pendapat tersebut bertentangan dengan quran hadits, kemungkinan besar, saya tidak lagi respect. Hanya menghargai orang tersebut sebagai manusia, yang sudah sepatutnya dihargai. Karena manusia memiliki hak untuk dihargai oleh orang lain. Kecuali, orang lain tersebut bisa mematahkan pendapat saya, dengan alasan yang bijak. Saya sportif. Saya akan dengan mudah mengatakan anda benar, jika anda memang benar.

Untuk haknya orang tua yang harus selalu dithoati, satu hal, saya ingin mengetahui apakah hanya saya, atau ada ribuan manusia diluar sana, yang ketika sudah memiliki prinsip hidupnya masing-masing, dan segera ingin berkeluarga hanya karena ingin segera membangun kehidupan dengan cara dan idealismenya sendiri?
Mungkin ada, mungkin ribuan, atau mungkin malah hanya puluhan.
Tapi pelajaran yang saya petik dari rekan sekantor saya, Mbak Ikhe, yakni adalah cara Alloh menjaga seseorang lewat perantara orang tuanya. Tersentak? Iya. Saya faham, ridho orang tua adalah ridhonya Alloh. Saya faham betul. Tapi saya sebagai manusia yang masih suka khilaf, suka berpikir bahwa apa yang saya pikirkan, adalah yang terbaik bagi saya, sekalipun itu kata orang tua, kata orang yang lebih berpengalaman, kata orang .. siapa ajalah, selama dia nggak bisa mematahkan argumen saya dengan tepat dan bijak sesuai Quran Hadits, maka hal-hal tersebut, kemungkinan besar hanya akan masuk kuping kana keluar kuping kiri. Saya akan tetap mendengarkan dengan khidmat, menghormati dengan baik. Tapi tidak saya praktikkan, kemungkinan..

Hal tersebut masih saya bilang mungkin, karena ada waktunya saya berpikir ada benarbnya juga kata mereka. Tapi tetap, tidak selalu benar :P

Saya bukan seseorang yang benar-benar stick the rule, Quran Hadits Oriented, tidak.. Saya masih memiliki dosa, dan akan melakukan beberapa dosa-dosa/kesalahan-kesalahan dalam perjalanan kehidupan saya. Hanya saja, ada beberapa prinsip hidup yang pandangannya sudah berbeda tafsir dengan orang-orang yang saya hormati, juga dengan orang-orang (yang katanya) berpengalaman dalam hal tersebut.

Hampir semua orang dikantor ataupun dikampus menanyakan, kenapa saya terkesan seperti buru-buru menikah, ingin cepat menikah, atau apalah bahasa mereka. Dalam pandangan mereka, bukan tidak mungkin mereka berpikir bahwa, sebegitu tidak tahankah kamu, Nad? eits.. HAHA. apa coba yang gak tahan?
atau apalah yaa, terserah mereka.

Mulai dewasa, mulai bisa berpikir, mulai bisa memutuskan, mulai bisa memilah mana yang baik, mulai beridealisme, mulai berprinsip, mulai memiliki tata cara kehidupan sendiri, hmmfff... Banyak hal yang saya rasa, saat ini, sudah saatnya saya melangkah ke fase kehidupan saya selanjutnya. Memiliki sebuah keluarga baru, dengan prinsip-prinsip hidup yang sesuai dengan ekspektasi saya. Rasanya saya egois sekali disini.. Tapi tidak juga, karena saya lebih banyak mengalahkan ego saya didepan orang-orang yang saya hormati dan saya thoati. Yah, walaupun berat, walaupun dengan tangis, kadang.. Dan seharusnya memang begitu, karena menthoati mereka diatas keinginan baik saya juga adalah salah satu prinsip hidup saya.

Hal ini bukan berarti mereka mendidik saya dengan tidak atau kurang baik, tidak.. Mereka mendidik dengan baik sekali, sehingga lahirlah seorang Nadya, dengan berbagai kerumitannya, dengan berbagai pemikiran-pemikirannya.

Ada suatu waktu, dimana saya sangat menginginkan suatu hal yang baik, menurut saya, pun Quran Hadits, tapi bagi mereka belum. Entah belum atau tidak, atau jangan, intinya mereka beroposisi dengan pendapat saya. Saya merasa itu tidak adil. Saya ingin melakukan hal tersebut, sejatinya untuk mencari surga, lalu kenapa mereka berpandangan seperti itu, terhadap rencana saya?

Saat ini, saya mulai bekajar 'melihat' dari sudut pandang lain, seperti yang saya diskusikan oleh teman sekantor saya yang usianya jauh lebih tua diatas saya.

Beberapa hal, saya belajar.
Tentang bagaimana Alloh mengirimkan 2 mahkluk yang senantiasa akan selalu menjaga saya, bagaimanapun keadaan mereka.
Tentang bagaimana belajar bersabar, bahwa tidak selalu pendapat saya benarm, sekalipun secara Quran Hadits benar. Karena semua tetap akan berjalan sesuai tracknya. Ketika hal tersebut tidak dapat dicapai karena saya mengalahkan ego saya atas kethoatan orang tua saya, maka itulah jalan terbaik. Bukan penghalang, mereka bukan penghalang saya dalam mencari pahala, namun Ridho mereka adalah Ridho Alloh.
Tentang bagaimana menerima semua usaha dan do'a yang telah dipanjatkan dengan hati lapang, apapun hasilnya.
Tentang bagaimana bersabar, pelan-pelan mengambil hati mereka, membuktikan kepada mereka bahwa jalan yang saya pilih, tidak mutlak akan gagal, melainkan Ridho dan do'a merekalah yang akan menentukan saya gagal, atau berhasil.

Akhirnya, saya tau harus bagaimana menentukan sikap. Saya tau, jalan tengah mana yang harus saya ambil. Alhamdulillah :')

Analogi Hukum Newton

Assalamualaikum Wr. Wb Cemuaaa >.<


Sedikit nasihat dari teman saya Ferry Aziz, Mahasiswa FMIPA-Fisika UI, tingkat akhir yang sedang menjalani kesibukan skripsinya yang saya kutip disini.

Penasaran?

Mari kita simak! :D:D:D

HUKUM NEWTON
Newton merupakan ilmuwan Inggris yang mendalami Dinamika, yaitu cabang fisika yang mempelajari tentang gerak. Newton mengemukakan tiga hukum tentang gerak :

Hukum I Newton
Hukum Kelembaman ( F = 0 )
“Suatu benda yang diam akan tetap diam, dan suatu benda yang sedang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan, kecuali bila ada gaya luar yang bekerja pada benda itu“.

Hukum II Newton
“ Massa benda dipengaruhi oleh gaya luar yang berbanding terbalik dengan percepatan gerak benda tersebut“
Secara matematis ditulis :
dengan : F = gaya luar ( N atau kg ms-2 )
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (ms-2)


Hukum III Newton
Hukum aksi reaksi
“ Suatu benda mendapatkan gaya dikarenakan berinteraksi dengan benda yang lain“ F aksi = - F reaksi
Secara matematis ditulis :
tanda (-) menunjukkan arah gaya yang berlawanan.


Analoginya:
Hukum I Newton
Hukum Kelembaman ( F = 0 )
“Keimanan/Kefahaman (bila tidak diasah/diupdate) akan tetap (tidak berubah/berkembang), kecuali bila ada Nasehat, Mengaji yang bekerja pada diri seseorang, sehingga menghasilkan perubahan, atau F =/ (tidak sama dengan) 0“.

Hukum II Newton
F=Ma.
M= Manusia
a= Amalan. "Untuk Menghasilkan pahala, kita memerlukan Manusia dan Amalan".

Hukum III Newton
Hukum aksi reaksi
F aksi = - F reaksi
“Tersenyumlah, maka orang lain akan tersenyum kepadamu“
"Berbuat baiklah, maka orang lain akan berbuat baik pula kepadamu"
"Anfiq, Unfik 'Alaik - Berinfaklah, maka aku akan menginfakkan (memberi rezeki) pada kalian".


Yaaakk! Bagus yaahh..
Semoga Bermanfaat! \^O^/

Ikhlas

Depok 20 Mei 2012. 14.28
Assalamualaikum aaall, langsung jaa yah nyerocosnya.. hihiih

Pada dasarnya setiap manusia hanya menginginkan ketenangan, atau lebih tepatnya kebahagiaan dalam hidupnya. Mungkin salah satu yang membuat hidup ini lebih tenang dan bahagia adalah memiliki uang. Ketika lapar, maka mereka tenang, karena ada sesuatu yang bisa dibeli kemudian dimakan. Ya, efek dari memiliki uang tersebut. Kemudian, adalagi yang dapat membuat kita tenang, Keimanan. Ketika manusia iman kepada Tuhannya, dan mempasrahkan segala sesuatunya kepada Yang Maha Tau, maka hidupnya terasa lebih tenang. Lebih bahagia. Kenapa? Karena ia tau ada suatu Dzat yang telah menggariskan hidupnya. Tapi, tetaplah manusia dituntut untuk selalu berusaha. Karena Alloh tidak akan merubah keadaan suatu Kaum apabila kaum tersebut tidak berusaha merubahnya. Yah, kurang lebih seperti itulah hadistnya.

Berusaha. Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai sesuatu yang diinginkan/diharapkannya. Berusaha itu ada banyak macamnya, apa saja. Ada cara yang baik, yang buruk, yang mudah, yang sulit, banyak. Dan usaha yang diperbolehkan dalam Quran Hadist, ialah usaha yang baik, yang benar, yang sesuai dengan ketentuan ketentuan yang telah dibatasi, yang (mungkin) tidak menyakiti orang lain, yang tidak mengganggu hak orang lain, atau ada lagi? mungkin akan menjadi panjang bila kita definisikan lebih lanjut. Yang jelas, usaha tersebut benar secara Quran Hadist, maka usaha tsb diperbolehkan.

Selalu saja ada banyak hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan harapan kita. Karena kita bukaanlah pengatur atas segala hal disekeliling kita, atas diri kita pun, mungkin sebenarnya tidak juga, bagi saya. Kalau memang kembali pada dasar bahwa setiap detik yang dilakukan manusia sudah tertulis didalam lauhil mahfuds, 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Bagi saya pribadi, sampai saat ini saya masih berpendapat bahwa mengapa ada "perubahan kodar yg lebih baik" ini pun, sesungguhnya telah tertulis disana. Seperti ini:
Kau dikodar A, kemudian kau dikodar berdoa, kemudian kau dikodar berusaha, kemudian kau dikodar merubah kodarmu atas usaha dan doamu, dan kau dikodar mendapatkan B, yang lebih baik. Bagaimana? ya, saya memag belum tau sih ini benar atau tidak, tapi setidaknya bagi saya pribadi, kalau memang kau dikodar baik, maka kau pun akan dikodar melakukan hal yang baik, sehingga kau dapat mencapai hal yang lebih baik.

Kenyataannya, tidak semua hal baik bagi orang lain, juga baik untuk dirimu atau sebaliknya. Benar? Benar. Ada aja kontroversi. Ada begitu banyak alasan versimu dan ada begitu banyak alasan versinya. Dan kemudian sispa yang benar, atau siapa yang salah, adalah sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan seharusnya. Selama keduanya baik secara quran hadits, maka kalian berdua benar. Hanya saja kalian punya cara masing masing untuk tetap survive dan exist dalam kehidupan kalian. Kalian masing-masng punya car tersendiri untuk mencapai ketenangan, kebahagiaan yang pada dasarnya kalian inginkan, seperti yang telah kita bahas diawal.

Lebih hebat bin anehnya lagi, cara yang benar ini terkadang dapat menyakiti yang lain. Bagaimana bisa? ya bisa saja. Sepele, seperti kalian salah menulis titik menjadi tanda seru, atau seperti kalian yang berasal dsri betawi terbiasa menggunakan kata kata denotasi, lugas, ceplas ceplos, kemudian berinteraksi dengan orang yang notabenenya ras lain dan terbiasa memakai kata kata berkonotasi positif. Akan banyak sekali perbedaan yang mengakibatkan kekecewaan atau kesalahpahaman diantar keduanya. Maka sikapilah dengan bijak, karena dunia begitu luas, dan hal itu bukanlah kekuasaan kita. Diluar, ada begitu banyak hal yang lebih menyakitkan lagi kalau kita tidak bersiap atas diri kita. Terkadang bentrokan atas hak masing masing pun dapat membuat sesuatu menjadi tidak/kurang mengenakan. Hargailah hak orang lain terlebih dahulu, kemudian tentukan sikap, dan konsistenlah. Biarkan orang lain menjalani haknya, kemudian liat efeknya aas dirimu. Baik kah? Nyaman kah? Tenang kah? Bahagia kah atas hak orang lain tersebut? setelah itu tentukan sikap. Sikap yang tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ada. Gunakan hak mu. Kalau bertahan malah hanya mempersulit dirimu dan mengacaukan ketenanganmu, ikhlaskanlah. Biarkan mereka memilih dan menjalani hak mereka. Dan sikapilan hal tersebut dengan mengikhlaskan sesuatu yang sejatinya memang bukan milikmu. Lepaskan. Prakteknya tidak akan semudah mengetik disini, tapi rasa sakit itu lebih sementara, ketimbang kau merasa diombang-ambingkan atas hak orang lain, yang mereka sendiri pun mungkin tidak memikirkan perasaanmu. Hak mereka benar, baik. Lalu kenapa kau kecewa? tidak bisa menjawab? Baiklah, lakukan sesuatu yang benar, yang membuatmu lebih tenang daripada kau mempertahankan sesuatu yang efeknya hanya membuat hatimu resah/gelisah.

Disinilah fase koreksi atas diri sendiri. Fase dimana fokus seharusnya ada pada diri kita. Mengapa proses yang sudah quran hadist tersebut nyatanya mengecewakan diri kita? membuat kita sedih? resah?
Apa yang salah? sudah benarkah niat kita? Sudah benarkag jalan yang kita ambil? Sudah tepatkah hak yang kita gembor-gemborkan?
Kemudian berdoalah, minta petunjukNya. InsyaAlloh selalu ada jawaban atas kebingungan tersebut.

Well guys, hari ini banyak belajar. Setiap detik, memang seharusnya adalah pembelajaran. Diumur yang 'baru' 22tahun ini -ih udah tua yah :p- seharusnya kamu bisa menyikapi semua hal lebih dewasa Nad. Akan lebih banyak lagi hal-hal yang lebih menyakitkan diluar sana. Ikhlaslah, dan Iman kepada Alloh. Karena selalu ada sesuatu yang lebih indah yang telah Alloh rencanakan untuk hidup kita, nantinya. Yakinlah.
Senyum. :)

Wassalamuaaikum.

Kekuatan Cinta -Rangga Umara



Bacanya dari bawah keatas yaa, kaya di timeline gitu.. teruus, aku kasih nomor yaa hihii :D selamat menikmati :*

Rangga Umara | LELA ‏ @RanggaUmara

54. Selamat Berjuang dalam Cinta, Smoga Bermanfaat Tx 4 Nyimak Jendral...Sekian dan Aura Kasih :)

53. yok Bingkai ulang arti Cinta dlm Hidup kita, Bangun Impian2 yg Indah dgn Mencintai apapun yg kita lakukan u/ mencapainya

52. Kekuatan & Keindahan Cinta menjadikan apa pun Mungkin

51. Cinta adalah PERCAYA,....Percaya pada diri sendiri bahwa kita LAYAK Dicintai
50. Kita ngga akan pernah Bener2 SUKSES, sampe kita Bener2 MENCINTAI apa yang sedang kita kerjakan....Tul?

49. Dlm Hidup ini kita tdk slalu bisa mlakukan hal2 yg besar.... Tapi kita bisa mlakukan bnyk hal kecil dengan CINTA yang BESAR

48. HARAPAN berhenti ketika kita BERHENTI PERCAYA, CINTA berhenti ketika kita BERHENTI PEDULI

47. Cintai Hidup dan Hidup akan mencintai Anda...Cintai Seseorang dan Dia akan mencintai Anda -Arthur Rubinstein-

46. Bekerja adalah wujud nyata cinta, Jika kita tak dpt bekerja dengan Kecintaan sebaiknya Tinggalkan!! -Kahlil Gibran-
45. Bukan bagaimana MENCINTAI tapi bagaimana untuk TETAP MENCINTAI
44. Berapa Besar ukuran CINTA? Sebesar PERJUANGAN kita untk MEMPERTAHANKAN nya
43. Cinta sejati tidak datang kepadamu, tetapi datang dari dalam dirimu -Julia Roberts -
42. Saat kita mencintai apa yg kita kerjakan itu tandanya kita sedang tidak bekerja, tp "Menikmati Hidup"
41. Bila kita melakukan sesuatu & merasa Lelah itu tandanya kita sdg BEKERJA, kalo ngga kerasa, berarti kita sdg MENCINTAI
40. Jangan bangga cuma jadi ATLET, jadilah seseorang yg MAMPU bertahan sampai garis FINISH

39. Cinta bisa membuat kita BERTAHAN, terus berjuang demi yg kita CINTAI
38. Ciri2 Pekerjaan yg kita CINTAI, walaupun kita gagal masih ingin mencoba lagi
37. Bukan jg BAGAIMANA MELEPASKAN tapi BAGAIMANA kita bisa BERTAHAN
36. MENCINTAI..bukan BAGAIMANA KITA MELUPAKAN tapi BAGAIMANA kita MEMAAFKAN...
35. Mencintai Perasaan yg Indah menuntun kita untuk menjadi Objek yg Menjaga Perasaan, membuat kita jd lebih Peka
34. bukan Cinta sama orangnya, tapi Cinta sama apa kita rasakan saat bersamanya
33. Jatuh Cinta sama seseorang itu kadarnya bisa berkurang

32. Jatuh Cinta itu bukan Tenggelam dalam Cinta, Tapi Memaknai indahnya Mencintai

31. Klo gagal namanya belajar dgn gt kita makin pinter, Klo Trauma Cinta berarti ngga mau belajar

30. Dalam Percintaan Kita memutuskan segala sesuatu dgn sadar

29. Sesungguhnya, kita semua dilahirkan sebagai Bayi yg Lutju & Mengundang Kasih Sayang

28. Tapi knp kasih sayang itu kdg hadir & kdg hilang...itu ya karena kita sendiri, ingat kita bkn Objek kt adlh Subjek

27. Cinta itu memang identik dgn Kasih sayang....saat kita disayang kita juga merasa Dicintai

26. Cintailah Hidup Kita dengan Harapan.....Bangunlah Impian
25. Kalo Pasangan ilang masih bs dpt Ganti tapi kalo idup yg ilang itu namanya Mati

24. Perluas Makna Cinta bkn cm Cintai Pasangan, tp jg Cintai Kehidupan

23. Bkn Cinta sepotong2....tp Cinta yg Utuh, yaitu dgn Mencintai kehidupan bkn hnya Menjalani Kehidupan

22. Paket Cinta yg Komplit adalah PASSION of LIFE alias Mencintai Kehidupan kita

21. Kalo Jatuh cinta jgn cm sama Pasangan aja, Rugi!! ambil Paket Cinta yg KOMPLIT

20. Jatuh Cintalah sebagai SUBYEK bkn sebagai OBYEK niscaya kita takkan pernah merasa Kecewa

19. Hidup tnp Cinta bagai Taman tak Berbunga...Aduhai begitulah kata Rhoma Irama *ralat Para Pujangga *selingan lagu

18. Tanpa Cinta Hidup jd Hampa, Males Kerja..malah ada jg yg jd Males Idup :)

17. Nah itu dia...... CINTA adalah MOTIVASI, Belajar Kehidupan awalnya dari Belajar Cinta
16. Cinta itu sesuatu yg membuat Jantung kita tetap berdetak, kenapa? Krn kita Mencintai Hidup kita, kita ingin selalu ttp Hidup

15. Intisari Quran->Al Fatihah ->Intisari Al Fatihah->Basmallah Intisari Basmallah->Ar Rahman & Ar Rahim (Kasih & Sayang)

14. Cinta itu sebetulnya sumber Kekuatan.....setiap Agama Pasti mengajarkan Cinta atau Kasih

13. Kalo meMaknai Cinta cm segitu waduh Rugi Jendral....

12. Masih pada bangun Jendral?

11. Dari Objek "Haus" Cinta lalu jd "Korban" Cinta, akhirnya kena TBC (baca : Tekanan Batin Cinta) #eahh

10. Karena seringnya ingin Dicintai, akhirnya cuma jadi Objek deh

9. Sayangnya kita lbh sering ingin Dicintai drpd Mencintai, akhirnya tdk merasakan Nikmatnya Jatuh Cinta

8. Karena Cinta kita mau Berubah, yg males jd Rajin, yg Jelek jd Cakep, yg Bodo jd Pinter..dll

7. CINTA itu sebenernya "Pemicu" kita untuk berubah bkn cm soal pasangan aja tapi jg soal KEHIDUPAN

6. Cinta itu kadang cm dikaitkan dgn ketertarikan sama Lawan Jenis aja

5. Kita semua tau kata CINTA tapi apa tau juga Maknanya CINTA?

4. Cinta itu terdiri dari huruf C,I,N,T & A *Halahh...Anak TK jg Tau :)

3. Takkan pernah ada Perubahan dlm diri kita kalo ngga kenal yg namanya CINTA

2. Kita dibentuk dan diperindah oleh apa yang kita Cintai - Goethe -

1. Kekuatan Cinta....Jreeen.....Jreeeeng

Manfaat Twitter, Ada??


Oke, meneruskan kultwit gue seputar manfaat twitter beberapa waktu lalu, karena guenya juga males nulis di twit, dan untuk menambah koleksi blog asli gue, kenapa juga kan, gak gue tulis aja di blog ini. Hihi.

Oke, lets read.

@Nadyavaizal: lucu gitu gue denger twitter = alay #pffftt.
(untuk selanjutnya tulisan akan versi original blog yaa) Padahal di twitter segala yang update ada, mulai dari tindak kriminal sampe artis papan triplek.

Yang manfaat banyak, mulai dari twit dari pengusaha sampai pembicara. Terus mau dapet info APAPUN, nasehat, kata-kata motivasi, pengalaman orang sukses secara gratis (yang biasa kita sebut sebagai kultwit) ya kayaknya sih cuma di(twitter)sini.
Belum lagi harga emas dan perak terupdate. harga kurs dollar, IHSG dkk. ya gak siiiihh?
Sebenarnya mulai dari harga cabe sampai harga diri pun ada loh! :)) Percaya gak?

Bersamaan dengan share sedikit saya diatas, saya jadi tertarik untuk bagi bagi link manfaat gratis deh. Oke, diakhir Bacaan, saya akan share akun-akun keren yang must be follow deh. (oke, tetep tergantung kepentingan dan tujuan yaa)

Dijaman yang informasi dapat ditemukan dengan mudah ini, (mungkin dikecualiakan dengan negara yang berpedoman: "kalo bisa dibuat ribet, kenapa harus dibuat mudah?" heheek), kita seharusnya bisa mengoptimalkan kegunaan twitter. Optimal, optimalisasi. Kenapa optimalisasi? Yaa sama kaya gadget yang ada ditangan kamu itu. Persilahkan saya bertanya kepada pembaca terhormat, gunanya untuk apa aja sih gadget kalian? udah optimal atau belum? :) jangan sampai gadget sekelas iph*ne tapi cuma dipake maenan burung marah (atau marah burung? :)))

Trus trus, twitter itu.. kalian tau dooonngg apdetnya seper-sekian menit. Even sepersekian detik! Nah, sekarang tinggal kalian aja yang mau menggunakan akun itu untuk apa. Benar apa benaarr? :))
Kalau niatnya cuma untuk silaturohim dengan teman-teman ya monggo.. Sekedar untuk mengikuti perkembangan jaman, ya boleehh.. Tapi lebih baiknya sih kalau udah punya, istilahnya udah nyebur, yaa mendingan dimaksimalkan kegunaannya, iya thoo?
Balik lagi ke gadget kalian ituu, kalo udah beli, ya masa diliatin doang sih gadgetnyaaaa ><

jadi, seperti yang udah kita tau..(kita? maaf, maksudnya pengguna twitter :p)
Di sosial media tersebut, terdapat beratus ribu akun. Mulai dari yang bermanfaat sampe yang nyampah ya kaann?
Kalo kita bisa optimalkan penggunaannya dengan, mem-follow
1. akun berita
2. akun motivasi
3. akun tips dan trik hidup
4. akun artis kesukaan
5. akun humor yang isinya bikin ngakak garuk2 tembok
6. akun temen-temen kita lah yaa pastinya
7. akun menteri, politisi, pejabat dll
8. akun para pengusaha sukses
9. akun reminder solat (WAJIB NEEHH)
10. akun para ustadz, atau dalil-dalil di Quran.
11. dlsb...

(ayok tambahin lagi, akun apa yang perlu kita follow! x))

nah, coba kalian berdiam sejenak, sejam aja, gausah lama-lama. Pantengin deh tu timeline kalian. Apa aja yang keluar disana? sepersekian detik, wawasan kalian bertambah dan terus bertambah. Keren? menurut saya sih itu sangat keren.

bayangkan, dari banyaknya informasi yang ada didunia maya, yang pastinya bakal lama juga kan yaa kalo kita buka websitenya satu-satu lewat gugel. Tapi di twitter, kita bisa tau segala hal sepersekian detik! tinggal kita saring aja, mana yang perlu kita ketahui, mana yang mau di skip, mana yang gapenting, mana yang ada websitenya dan bisa langsung dibuka langsung. belom lagi, para pengusaha sukses yang jarang ngobrol dengan audiens secara langsung, palingan doi ngobrolnya di website, tapi di twitter, doi bisa berinteraksi secara langsung sama kita loh! ngasih tips-tips yang praktis, singkat padat dan jelas, dan ga ditulis di websitenya! >< oh meeenn! coba mana coba yang bilang twitter alay? yak ngacung, sini maju kedepan.. #eeaak XD

Intinya, segala sesuatu itu, kita perlu tau secara keseluruhan, atau minimal 3/4 nya lah. baru bisa komentar. Untuk forum sosmed sebelah (a.k.a FB) entah yang ada di home itu isinya alay semua, mulai dari nama akunnya, statusnya yang tulisannya naik turun, hadeeuhh.. Saya belum menemukan manfaat yang berarti sih dalam sebuah Faceb***. belom lagi dihome itu kebanyakan pengguna pribadi yang dominan curhat ketimbang sharing info. seandainya di FB ada follow dan unfollow guys.. mungkin home saya bisa terlihat lebih normal dan wajar T_T


BTW, seperti janji saya diatas, buat kamu-kamu yang masih butuh akun-akun keren untuk difollow, coba follow beberapa akun rekomendasi saya x)

akunnya motivator: @jamilazzaini, @TungDW, @realmarioteguh @ipphoright etc
akunnya media digital: @kompasdotcom, @metroTV, @detikcom, @tvOneNews etc
akunnya comic, (bagi yang suka nonton stand up comedy hehehee): @miund, @ernestprakasa, @borisbokir, etc deh banyak banget soalnyah XD
akunnya tips dan trik hidup: @tipssehatcantik, @tipsmini, @areawanita, @areadewasa, @nikahHebat etc
akunnya pencinta emas, perak. (emas beneran yaa! bukan emas joko! << ngegaring xP): @geraidinar, @ahmadgozali @emas24, @geraiemas etc
akun pejabat: @tifsembiring @prabowo08 @aburizalbakrie etc
akun musisi unyu: @aurelhermansyah, @aurelhermansyah, @aurelhermanysah (bhahahahahah XD)
akun pengusaha sukses: @kataJuragan @pengusahahebat @aryoDiponegoro @ranggaUmara etc
akun consultant: @mrshananto, @BCG_consultant etc
akun Humor : @gayungphobia, @tweets_bodoh, @damnitsngaco
dan berbagai macam akun-akun keren, positif yang layak kamu follow. kamu butuhnya apa? siapa? just, write on ur Search Engine! mudah-mudahan ada.

well, Happy Tweeting guys :P
Jangan lupa follow orang keren di @Nadyavaizal yaaa << minta dikeplak, ujung-ujungnya promosi akun sendiri XD

What Why then Who! Just Be Fast!

Setelah membaca Tweet Salah satu orang sukses di twitland, saya jadi ingin mengulasnya sedikit. Sebelumnya mari kita simak apasih twitnyaa?

@TungDW: "Kalo udah tau What i Want, dan Why I Want, daripada mikir How nya, mending cari Who Already there! Learn dan kerjasama! Lebih cepat!"

Singkat Padat dan Jelas yaa..

Pelajari, Cari partner, Kerjasama! Secara waktu, usaha, bahkan juga modal bisa berjalan efisien bukan? Trus, Ide bisa jadi lebih banyak, lebih mutakhir. Kalau memang sudah satu tujuan dan satu konsep dengan si partner, ide kita akan saling melengkapi kekurangan masing-masing kaann? Thats why two people is better than one!
Huh. Tinggal actionnya nih! Ayo kapan "ber-Action" para Generasi Muda! :'D

Oke teori ini berlaku untuk berbisnis, Buka usaha, Enterpreneurship atau segala bentuk kerjasama demi membuahkan hasil yang baik/kesejahteraan bersama. Setuju? :)

Lalu untuk kepengurusan suatu acara, membuat event yang manfaat bagi lingkungan sekitar, butuh partner dong untuk bersukarela menyediakan waktu, tenaga dan tanggung jawabnya demi keberlangsungan acaraa? Nah, daripada mikir HOW nya sendirian, kelamaan. Mending cari WHO ALREADY there nya kaan? Yap, seperti itu! Tapi bukan berarti ga mikirin How nya sama sekali doong. Maksud kalimatnya ialah, dengan mencari who already nya terlebih dahulu (setelah memahami what i want and why i want), maka akan membuat kita ber-action lebih awal, dan bergerak lebih cepat! (Karena memikirkan How-nya bersama-sama).

Lalu, untuk lingkup yang lebih kecil.
Contoh:
Ingin berkeluarga.
#eeaa
(gue tau banget deh kalo yang baca temen-temen gue pasti ungkapan #eeaa itu semacam Autotalking dari mulut mereka. Haha!)

Kenapa What, Why dan Who?
What : Apa yang kamu mau dari pasangan. (gaperlu muluk, yang penting satu visi misi dalam berumah tangga tak terkecuali untuk kepentingan akhirotnya)
Why : Kenapa milih yang seperti itu? Apa efeknya untuk kamu? Apa yang diharapkan setelah mendapatkan (tujuan yang sama) itu?

Sudah mengerti sampai disini?
Oke, lanjut.
Who : Nah! pada fase ini, kalau ingin efektif efisien, tinggal cocokin deh sama what dan why tadi. Ya kaan? eventhough balik lagi ke kodarnya siih. Tapi kan manusia itu wajib usaha! Ya gak?
Kalo udah cocok sama What dan Why nya tadiii, istikhoroh deh! #eheeaaa XD

Untuk step How-nya:
Gimana nikahnya, gimana resepsinya, gimana lalalalala-nya, Ntar dulu!
Yang penting udah tau what why sama who nya. Kalo belum tau, ya gimana bisa ke step How.. Iya apa iyaaaa? hmmm.. :)

Nah, terkadang proses How ini bisa terjadi sebelum fase who. Kenapaaaa? Karena ternyata si Who already nya, gak ready tuh! Salah target? Jelas. Udah istikhoroh, hasilnya engga, eh tapi kok maksa! Hasil engga, bisa jadi karena si Who (target) belum siap, atau gak cocok, atau 'beda' dan saling menyakiti atas perbedaan tersebut, atau bahkan beda visi misi. Kobisa? yabisa aja, udah jelas beda paradigma, tapi ya tetep maksa, alasannya cinta. #Halaaahh --' << *Ketauan banget korban perasaan xP*
(lanjut!) or whatever the reason is deh yaaa, intinyaa hasil istikhorohnya engga. Eyakok malah jadi pusing mikirin How to make (S)He to be "The One Who Already" for you. Cape gak sih? Agak bego juga sebenernya. :|

Padahal, Alloh tuh udah nyiapin "Who Already for you" in one day loh. Kenapa juga jadi pusing-pusing mikirin yang jelas-jelas unready or not into you?
Someday, someone who really into you itu bakal dateng kok! Syaratnya cuma doa, usaha, percaya aja :)

-ngomong doang lu nad, praktek aja belom! hahaa #kemudianDigebukinPenumpangKRL -.-

Kamu adalah Kamu

Bila engkau baik hati,
bisa saja orang lain menuduhmu
punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik-hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka,
mungkin saja orang lain akan
menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan
terbukalah.

Bila engkau tulus, bisa saja orang lain mengiramu basa basi;
tapi bagaimanapun, untuk segala sesuatunya, tetap tuluslah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan
kebahagiaan,
mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan
mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau perjuangkan selama
bertahun-tahun mungkin saja
dihancurkan orang lain hanya dalam
semalam;
tapi bagaimanapun, berjuanglah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini,
mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik
dari dirimu.

Pada akhirnya, engkau akan tahu
bahwa ini adalah urusan antara
engkau dan Tuhanmu.
Ini bukan urusan antara engkau dan
mereka.

Kamu adalah kamu,
bukan dia dan mereka,
Sebagaimana aku adalah aku,
bukan kamu, dia, kalian ataupun
mereka.

-diambil dari status fb temen :')


ketika kamu kuat, cobaan semakin kuat;
tapi bagaimanapun, tetap kuatlah ...

Keharmonisan Pasutri (hanya) diukur dari Kepuasan Bercintanya? Masa iya?! (part 2)

Heeeyy giiirrlss! xD
Melanjutkan postingan tentang pasutri kemariiin, saya akan memposting Part 2 nya, khusus buat kaliaaan! xD (lebeh!)

Jadii, setelah saya baca artikel yang-entah-saya-lupa-baca-dimana ini, saya sengaja memiliki ide untuk menulis 2 bagian untuk postingan pasutri tersebut. Mungkin pembahasannya ga terlalu jauh berbeda dari yang di bagian pertama, tetapi semakin banyak contoh, materi, analogi ataupun teori yang kita dapat, mudah-mudahan dapat memperkaya wawasan kita. Ya gaaa? :D

Okee, lets read aja deh analogi dibawah ini! :D

Wanita dan Rasa Kue

Ibnu Abbas bukan cuma seorang yang pandai dan cerdik, tetapi juga tampan. Banyak gadis tergila-gila padanya. Namun, dia hanya ingin beristri wanita sholihah. Allah mengabulkan keinginannya. Pada suatu hari, istrinya diajak bersilaturahmi ke semua kerabat dan handai taulan. Tetapi, orang-orang, terutama kaum lelaki, selalu lebih melirik pada sang istri ketimbang Ibnu Abbas. Ibnu Abbas merasakan lirikan itu penuh nafsu dan gairah. Hal ini membuatnya galau. Akhirnya, Ibnu Abbas mengundang para rekan dan kerabatnya berkunjung kerumahnya. Dia menyediakan mereka hidangan kue berbentuk sama, tetapi beraneka warna, mulai dari putih, coklat, kuning, dan hitam. Ibnu Abbas mempersilakan para tamunya mencicipi hidangan itu. ''Wah, kue yang coklat ini lezat,'' bisik seorang tamunya. ''Tetapi, kue yang putih ini juga nikmat,'' bisik tamu lainnya. Tamu yang telah mencicipi kue coklat itu tidak percaya, lalu mencoba kue-kue yang disarankan rekan-rekannya. ''Nah, rasanya sama kan dengan kue yang berwarna coklat tadi?'' tanya seorang rekannya. Perbincangan para tamu berkutat pada kue yang beraneka warna, namun satu rasa, manis semua. Akhirnya, Ibnu Abbas berbicara, ''Saudara-saudaraku semua, saya sengaja memberi warna kue ini dengan warna putih, coklat, kuning, hitam, namun rasanya sama, manis semua. Begitu juga dengan istri-istri saudara. Meraka yang berkulit putih, coklat, kuning, dan hitam, walaupun berbeda warna, rasanya bisa saya pastikan sama semua.''

Rasulullah saw menganjurkan kepada mereka yang sudah beristri, jika melihat wanita lain lalu bernafsu, hendaknya segera pulang dan menunaikan kewajibannya sebagai suami terhadap istri. Apa yang dimiliki wanita lain juga ada pada istri kita. Sementara itu, terhadap mereka yang belum menikah, dalam hadisnya Rasulullah berkata, ''Wahai para pemuda, siapa pun di antara Anda yang sudah mampu [memberi nafkah lahir batin] segeralah menikah. Dalam hadis yang diriwayatkan nabi bersabda, ''Pandangan [nafsu] adalah anak panah yang beracun dari busur Iblis. Barang siapa yang menahan pandangannya dari kemolekan wanita, Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari perjumpaannya dengan Allah."

Naahh... jadi hikmah apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas?
Yaapp! salah satu Hikmahnya adalaaahh?
apaaaa?
BERSYUKUR!
ulangii...
BERSYUKUR!
hehehehe bagus anak-anak :D (*apadeh --')

Buat para suami, calon suami, pliiiss baca cerita diatas dengan seksama, tenang, khidmat. Amalsholehnya diCERNA baik-baik yaaa! :P

Jelas banget dong dalilnya, "lainsyakartum laadzidanakum, walainkafartum inna adzabilaa syadiidd.."

"Barang siapa yang bersyukur, maka akan Aku tambah. dan barang siapa yang kufur, sesungguhnya siksaKu amatlah pedih."

Well, ternyataa bersyukur itu ga cuma berlaku buat sang suami aja yaaa.. sang istri jugaaa, terlebih! ingett tuh yaaaa! terlebih istrii! WAJIB bgt BERSYUKURnya atas suami. Kenapa?? gampangnya, karena kalian nikah bener-bener niat sekali seumur hidup, ya kan? Kalo laki-laki? Laki-laki jatahnya empat booo, gapuas? nikah lagi... ckck (kasian ya perempuan hehe:p)
Intinya, kenapa kalian para wanita harus lebih bersyukur, karena banyaknya penghuni neraka, yang berasal dari seorang wanita yang kufur (tidak bersyukur) atas suaminya.. sabdanya nabi ini real loh! coba nanti di cek! (ew!)

Yap! ga semua laki-laki bakal nikah lagi juga siih kalo mereka gapuas atau kurang bersyukur atas kekurangan istri, karena basicly itu kodarulloh, seperti dapu'an gitu deh modelnya say.. nanti insyaAlloh gue bahas deh masalah wayuh = dapu'an.. hehehehee insyaAlloh yaaa..

Jadi, manfaatnya mensyukuri segala kekurangan dan kelebihan pasangan yaituu, kita ditambah nikmatnya, jadi ringan menjalani hidup, berjiwa besar dan kuat menjalani likaliku hidup, insyaAlloh begitu. Bahtera rumah tangga kan ga seindah yang kita bayangin doong? Maka dari itu diperlukan bersyukur dalam kehidupan berumah tangga, khususnyaa.

Pokonya inget setiap nemu kekurangan pasangan, (pasangan yang sudah disahkan penghulu, dan disaksikan serta diridhoi Alloh ya! dan hal ini sama sekali tidak berlaku untuk pacar, tunangan, bokin atau apapun itu yang belum sah secara hukum agama, juga negara. Karna secara peraturan agama, itu jelas menyalahi kaaann? Jadi? useless yang namanya nerima kekurangan seseorang yang belum halal untukmu, ga guna, ga barokah) selalu bersyukur! terus didoakan, biar nikmat berumah tangganya ditambah. Bisa ga Alloh ngerubah kekurangan suami/istri kita? bisa banget lah yaaa... Makanya syukur, syukur, syukur.. Maka insyaAlloh deh.. :DD Percaya! karena Alloh bersama prasangkamuu..

Sumpah girls ini gue sok banget loh nasehatin orang! hehehehee, padahal gue belom berumah tangga bahkaaan! aiihh.. pokonya belajar aja lah! mudah-mudahan nanti saat berumah tangga, gue selalu ada reminder untuk hal bersyukur tersebut karena postingan ini, daaaan ini bukan hasil dari otak gue sendiri koo, pasti banyak sumber yang menginspirasi, ilmu yang membuka cakrawala, diskusi dengan yang berpengalaman, pokonya ambil aja manfaat nya yaaa :p (kalo ada :p)

Jadiiii, kalo ditanya kebahagiaan pasutri itu darimana siiihh? ya salah satunya dari rasa syukur, rasa syukur masing-masing pasangan atas pasangannya, atas rejekinya, atas semua yang terjadi di kehidupan rumah tangganya. Bersyukur itu bukan menyerah! Bersyukur itu bertawakal, bersyukur itu menerima dengan ikhlas, dengan senang hati apapun hasilnya, setelah perjuangan habis-habisan. Perjuangan habis-habisan ini yang perlu kalian tau! Mungkin dia akan berwujud seperti banting tulang saat ayah kalian bekerja, atau penuh isak tangis di setiap kalian bersujud di malam hari, mungkin sulit, berat, mustahil bahkan! Tapi percayalah akan indah! Percaya semakin kalian bersyukur, maka semakin bahagia diri kalian sendiri, semakin ditambah nikmat, semakin dipermudah jalan keluar masalahnya, insyaAlloh insyaAlloh..

"Wanita adalah makhluk terunik yg di ciptakan Allah, mereka dilengkapi hati dan perasaan yang peka serta kasih sayang yang luar biasa.
Air mata adalah senjata mereka, rayu manis adalah kelemahan mereka..
Girls! pandai-pandailah bersikap, buat dirimu lebih berharga di hadapan para ADAM yg bersenjatakan bujuk rayu dan sangka pesona,
Demi Allah Jodohmu sudah ditetapkan Allah, sejak kamu 100 hari dalam kandungan sang ibu.
Janji Allah, pria yang sholeh akan dapat wanita yang sholehah. Pria pezina akan dapat wanita pezina, begitupun sebaliknya. Berzikirlah dan tetap ingat pada Allah.." (an-nur:26)
 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon