Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Materi #7: REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI


Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR "

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. 

Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah  

Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.

“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka 

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1. Menambah syukur, 
2. Menegakkan taat 
3. Berbagi manfaat.


Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Sumber bacaan:

• Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
• Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010
• Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Materi #5 BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR




Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, 

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.


Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. 


Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.


Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa. 

*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*


Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.


Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.


Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?


Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal : 

1⃣Belajar hal berbeda        
2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda


🍀 *Belajar Hal Berbeda*

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)


*Cara Belajar Berbeda*

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.


Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :

👍Ibu jari : How

👆Jari telunjuk : Where

✋Jari tengah : What

✋Jari manis : When

✋Jari kelingking : Who

👐Kedua telapak tangan di buka : Why

👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.


Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya


Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.


Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

_Apa itu berpikir skeptik ?_

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.


*Semangat Belajar Yang berbeda*

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :


🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.


Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).


Yang harus dipahami,

*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*


Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?


• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan 

*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*


Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.


Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.



🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).


Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.


Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.


Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.



Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?


Caranya adalah :

1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3⃣Mengetahui passionnya


Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.


  *_Good is not enough anymore we have to be different_*


Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).


Peran kita sebagai orang tua :

👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.



Cara mengetahui passion anak adalah :

1⃣ _Observation_ ( pengamatan)

2⃣ _engage_(terlibat)

3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)


Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.


Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.



Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :


1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_

NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH





Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Ya, semenjak anak saya sulit menyusu dari botol, sekitar 4-5bulan, itu menjadi titik balik hidup saya, bahwa saya ingin menjadi Ibu yang mau belajar dan benar-benar mengerti apa yang kelak keluarga saya butuhkan. Ibu yang bukan abal-abal, Ibu yang aerius menjalani perannya bukan hanya sampingan.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita?

Belum.. saya masih keteteran menjaga ritme dan memanage waktu. Terutama waktu-waktu ketika suami libur/ada dirumah. Ibadah-ibadah sunah banyak yang masih terlewatkan :'(

Namun, dengan adanya target, saya merasakan perubahan yang cukup besar dalam hidup saya, karena sebelum menikah saya cukup aktif di beberapa organisasi dan pernah mengalami fase kuliah sambil bekerja, sehingga saya sempat jenuh dan 'kebingungan' ketika memilih harus berada di rumah. Dalam kegagapan saya merawat serta mendidik anak, bertemu dengan kelas matrikulasi ini merupakan secercah cahaya yang saya nanti-nantikan. Kemudian hidup saya menjadi bergairah kembali, ingin segera menuntaskan target-target harian dengan maksimal. Hari terasa cepat berlalu dan saya bahagia menjalankannya

Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

I'll do my best! Bismillah..
Ganbatte! ✊🙏

c.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Misi Hidup : memberikan semangat, membantu mengedukasi, serta mencoba memberikan inspirasi berupa tulisan (dan praktek) kepada lingkungan sekitar
Bidang : Ilmu parenting/Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Motivator, Penggerak/Aktivis

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

1. Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya menetapkan KM 0 pada usia 25 th, dan memaksimalkam kemampuan serta memantapkan komitmen saya agar mencapai 10.000 (sepuluh ribu) jam terbang pada bidang yang saya minati. 

Sejak saya resign (Desember 2015) setiap hari saya berproses serta mendedikasikan waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, serta menuliskannya bersama anak-anak dengan menggunakan fasilitas yang ada secara maksimal.  

Sehingga saya berharap, dalam jangka waktu kurang lebih 4 s/d 5 tahun, kelak akan terlihat hasilnya. 

Milestone hidup Nadya Sholihati Vaizal  :
KM 0 – KM 2 ( tahun 1 dan 2) : Menguasai Ilmu seputar pengasuhan anak
KM 2 – KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar pengelolaan diri dan rumah tangga
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar minat, bakat dan kemandirian finansial dll
KM 4 – KM 5 (tahun 5) : Menguasai Ilmu seputar berbagi manfaat kepada banyak orang

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Secara keseluruhan, sudah. Namun saya akan lebih mendetilkan lagi waktu serta ilmu apa saja yang perlu saya pelajari beserta strategi terbaiknya. Setelah ini, akan saya periksa kembali tugas tersebut dan menambahkan kekurangan yang ada, terimakasih banyak sudah mengoreksi dan mengingatkan. Alhamdulillah ❤

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismillaaah! Laa haula wa laa kuwwata illa billah :') ✊🙏

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 

I will.. insyaa Allah..
I'm on the right track

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Bismillah semoga Istoqomah! ❤


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

Portfolio Pendidikan Anak (Bagian 2)

Hola, Assalamualaikum.
Sampailah kita Portofolio Pendidikan Anak ke bagian 2

Yang belum baca bagian 1, boleh di cek kesini dulu: http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2017/02/portfolio-pendidikan-anak-bagian-1.html?m=0

Dan, langsung saja ya, check it out 💕~

-----


Langkah ke 2. Tuliskan Portfolio Plan (Perencanaan: Portfolio)

Perencanaan meliputi Maksud (Purpose), Jenis (Type), Structure, Pihak Terlibat (Audience), Jangka Waktu (Timeframe), Standar/Framework yang digunakan, Evidence/Artefacts (bukti kegiatan), Teknik Refleksi yang digunakan, Major Learning,  dstnya.

Sebagai catatan bahwa perencanaan Portfolio berbeda dengan merencanakan program pendidikan secara keseluruhan. Perencanaan portfolio adalah perencanaan dokumentasi dari pelaksanaan program pendidikan.

Dalam banyak hal perencanaan program pendidikan seperti personalized curriculum, pengembangan bakat dll diperoleh dari pembacaan atas pola unik anak dari rangkaian portfolio dalam jangka waktu tertentu.

Tahap perencanaan ini menyesuaikan kebutuhan dan keunikan keluarga dan anak masing masing termasuk juga kebutuhan Orangtua atau Pendidik. Hanya perlu dibuat di awal program untuk jangka waktu tertentu, misalnya 2 tahun atau 3 semester dsbnya.

Perencanaan Portfolio ini harus menjawab: Mengapa saya melakukan ini? (Purpose), Apa Tipe yang cocok untuk maksud tersebut? (Type), Bagaimana dan dimana saya menggunakannya (Context), Bagaimana komponen distrukturkan (Structure), Kepada siapa Portfolio ini diarahkan? (Audience), dstnya.

Secara umum, Maksud (Purpose) dari pembuatan Portfolio ada 4, yaitu
1. Untuk memfasilitasi Pertumbuhan anak (Developmental Portfolio). Portfolio ini berfokus tunggal pada salah satu aspek pertumbuhan anak. Anak anak special needs atau anak dengan keunikan khusus umumnya menggunakan Portfolio ini.
2. Untuk menyediakan Basis Evaluasi atau Persiapan Ujian (Assessment/Standard based Portfolio). Portfolio ini biasanya digunakan di sekolah karena harus memenuhi standar tertentu atau juga digunakan untuk persiapan ujian atau sertifikasi.
3. Untuk menyoroti kinerja dan kapabilitas anak (Showcase Portfolio). Portfolio ini sifatnya atau konteksnya sangat personal, dapat digunakan untuk memahami pola potensi anak atau untuk pengembangan bakat melalui beragam kegiatan maupun proyek.
4. Untuk merekam proses belajar anak dan konten pengetahuan yang dikuasai (Learning Portfolio). Portfolio ini bisa menggunakan standar, bisa pula freedom sesuai minat dan kebutuhan anak.

Tidak perlu khawatir dengan pilihan, karena kita bisa mengkombinasikan secara serial maupun paralel sesuai kebutuhan. Misalnya jika ingin fokus pada pengembangan bakat maka bisa dipilih Showcase Portfolio, namun pada tahun yang sama akan mengambil paket kesetaraan atau professional certificate maka Assessment Portfolio dapat digunakan pada saat yang sama. Begitupula bila punya target pengetahuan atau skill yang harus dikuasai pada tahun berikutnya maka secara paralel bisa menggunakan Learning Portfolio dstnya.

Berikut akan dibuat sebuah scenario Perencanaan Portfolio. Karena tujuan tulisan ini adalah untuk memandu orangtua kelak dalam merancang "Personalized Curriculum" dan diasumsikan tidak overlapping dengan Sekolah yang fokus pada Standar Curriculum, maka scenario perencanaan berikut yang dijadikan contoh adalah Showcase Portfolio .

Contoh Scenario Perencanaan Portfolio

1. Maksud: Untuk menyoroti kinerja dalam perkembangan aspek fitrah melalui beragam proyek atau kegiatan
2. Purpose Type: Showcase Portfolio
3. Context/Scope Type: Personal Portfolio (bukan Schoolwide Portfolio, bukan Academic Portfolio)
4. Structure: Rangkaian Proyek atau Kegiatan yang masing masing punya folder atau dokumentasi sendiri
5. Timeframe: 2 tahun
6. Standar Framework: Fitrah based Education version 7.0 (akan dijelaskan kemudian dalam contoh)
7. Major Subject to Achieved: 8 Aspects of Fitrah especially "Fitrah Bakat" and "Fitrah Keimanan"
Reflection: "Orangtua sering menekan saya untuk menambahkan lebih banyak akademik dalam program saya dan membuat stress. Saya menjadi frustasi sebab akademik bukan bakat saya..."
8. Audience: Orangtua, Maestro, Murobby, Rekan
9. Products/Artefacts/Evidence: Working Paper, Project Delivery, Lesson Learned, Project Evidence (Movie, Audio, Image)
10. Reflection Technic: Menggunakan Design Thinking atau Emisol atau Ediprot (Akan dibahas mendalam kemudian)
11. Timeline & Cost: Terlampir

Silahkan tambahkan point lainnya, seperti bagaimana mengatasi perubahan atas isu yang terjadi (corrective action), partner atau mitra yang terlibat, cara penyimpanan dokumen (hardcopy atau soft copy) dsbnya

Jangan ragu membuat perencanaan karena kita perlu untuk mengawali pembuatan Portfolo, jika ada perubahan bisa kapanpun dilakukan. Jika perencanaan selesai maka tiba saatnya untuk memulainya atau melanjutkan apa apa yang sudah dimulai namun dengan dokumentasi portfolio yang lebih baik dari sebelumnya.

Langkah 3.Membangun dan Mengorganisasi Portfolio

Selama kegiatan atau proyek atau program berlangsung maka kita mulai dapat mengkoleksi Evidence (Bukti bukti) dengan pengorganisasian yang baik. Apa yang dimaksud dengan Evidence? Bagaimana Mengorganisasikan Porttolio dengan baik termasuk pembuatan jurnal dsbnya?

(Bersambung)

Salam Pendidikan Peradaban

#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
#fitrahbasededucation
#portfoliofitrah
#portfolio

NHW 2: Indikator Profesionalisme Perempuan


Assalamualaikuum,
Alhamdulillah akhirnya selesai juga setelah kejar-kejaran dengan deadline :')

So, here it is

NICE HOME WORK 2

Setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:

- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Jawaban:
A. Indikator sebagai Individu

1. Membaca Buku (Parenting khususnya, atau yang berkaitan)
Measure: 1 Buku/bulan
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

2. Tilawah
Measure: minimal 9 ayat/hari;
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

3. Sholat tepat waktu paling lambat 30 menit setelah adzan
Measure: minimal 4 waktu/hari
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

4. Sholat Dhuha 
Measure: Minimal 2 rakaat/hari
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

5. Sholat Tahajud 
Measure: minimal 1 kali/pekan
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

6. Berbagi tulisan di blog (tentang parenting dan yang berkaitan, khususnya)
Measure: minimal 2 tulisan/pekan
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

7. Olahraga secara teratur
Measure: Minimal 3x per pekan
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 2 minggu sekali.

8. Membaca Artikel Parenting
Measure: Minimal 1 artikel per hari
Sholat tepat waktu paling lambat 30 menit setelah adzan; 
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan serta berkelanjutan, serta menuliskan rangkumannya (boleh di blog/bukutulis/notes digital) dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 2 minggu sekali.

9. Bersedekah
Measure: Minimal 1x dalam sehari
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan dan berkelanjutan dengan catatan evaluasi dan strategi perbaikan setiap 1 bulan sekali.

10. Berdzikir Pagi dan Sore
Measure: minimal 100x
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

11. Minum air putih 
Measure: minimal 8x sehari
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

12  Melanjutkan strata 2
Measure: Maksimal lama pendidikan 2.5 tahun
Timebond: 5-7 tahun ke depan.

13. Memulai Bisnis
Measure: as soon as possible, dengan analisa yang cukup
Timebond: Akhir 2017

14. Membantu/memberikan saran untuk permasalahan teman/kerabat/keluarga
Measure: Minimal 3x dalam sepekan
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

15. Konsisten memberikan manfaat terhadap orang-orang sekitar maupun teman-teman (termasuk komunikasi secara digital)
Measure: minimal 4x dalam sepekan
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

16. Konsisten mencatat buku harian Muslimah Productive Journal
Measure: minimal 3x dalam sepekan
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya




17. Salam, senyum, sapa dan ramah kepada tetangga/ lingkungan sekitar
Measure: setiap berpapasan
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

18. Membaca berita hari ini minimal 5 artikel/ulasan
Measure: setiap hari
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

B. Indikator sebagai Istri

Sebenarnya, suami saya sosok suami yang "gampangan", Alhamdulillah barokallohulana. Gampang memaafkan, gampang dimintai tolong, gampang lupa (baik kesalahan saya maupun hal-hal yang sebaiknya tidak dilupakan, seperti saat pertama kali kita bertemu, misalnya wkwkw). 

Sehingga ketika ditanya, apa indikator istri profesional kebanggan keluarga buat abih?

Jawabannya satu: taat.

Kemudian terjadilah drama (atau negosiasi? Lol) 

"yah, bih.. kalo abih minta amih cuci piring tapi si abang nangis, gimana? Amih gak taat dong :'( " 

Lalu beliau jawab dengan kalimat yang memudahkan saya sebagai istri:

"Ya kan sak pol kemampuan, mih.. " 
Yang kalau diartikan pakai bahasa minang, as much as you can.

Alhamdulillah. Tabarokalloh, mudah-mudahan selalu saling surga-mensurgakan hingga maut memisahkan. :')

Tapi, selayaknya istri yang selalu ingin membahagiakan suaminya, maka beberapa list di bawah ini adalah indikator Istri profesional kebanggaan keluarga.

1. Menjaga kehormatan diri, salah satunya dengan tidak mengunggah foto-foto selfi (foto sendiri, close up) ke sosial media yang bisa di akses dan dilihat sepuasnya oleh laki-laki non muhrim. 
Measure: Setiap hari
Timebond: sampai akhir hayat. InsyaAlloh.

2. Menjaga kehormatan suami. Menutupi aibnya, menjaga serta merawat rumah dan anak-anaknya dengan bahagia, sepenuh hati.
Measure: Setiap hari
Timebond: sampai akhir hayat, InsyaAlloh

3. Berpakaian rapi dan wangi di rumah untuk menyenangkan suami
Measure: Setiap hari
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

4. Berhubung suami kurang suka liat istrinya menggunakan make up, maka saya perlu konsisten menggunakan skincare wajah agar tetap segar, bersih dan tidak kusam tanpa make up di rumah. 
Measure: 1x per hari (sebelum tidur)
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

5. Mengadakan quality time bersama (membahas keuangan, tumbuh kembang anak, rencana jangka pendek dan jangka panjang)
Measure: minimal 4x dalam sepekan
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

6. Memberikan pijatan pada suami. Measure: Minimal 2 Kali/pekan
Timebond: mulai hari ini hingga 1 bulan ke depan, dan berkelanjutan

7. Mengingatkan serta mensupport suami untuk mengikuti kajian Alquran dan Alhadits 
Measure: Minimal 2x dalam sepekan
Timebond: sampai akhir hayat, insyaAlloh

8. Melayani kebutuhan suami sesuai kesepakatan.
Measure: all day long
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

9. Membuat catatan laporan keuangan keluarga setiap bulan
Measure: Mencatat cashflow minimal 3x dalam sepekan
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya, dengan evaluasi dan catatan disetiap bulannya.

10. Mengingatkan suami untuk menanyakan kabar orang tua
Measure: Minimal 1x dalam sepekan
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

11. Mendoakan baik suami
Measure: setiap habis solat wajib
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

12. Menyiapkan makanan yang sehat, halal, dan baik 
Measure: setiap hari
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

13. Menjadi pendengar yang baik
Measure: setiap hari
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

14. Konsisten mencari ilmu tentang istri sholihah
Measure: minimal 1x dalam sepekan
Timebond: dimulai hari ini dan seterusnya.

15. Merapikan rumah 
Measure: minimal 3 kali dalam sepekan
Timebond: mulai hari ini dan dievalusia sebulan setelahnya

16. Mengingatkan tahajud
Measure: minimal 1x dalam sepekan
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

17. Memberikan kejutan, berupa hadiah/kreasi/masakan dengan resep baru (atau modifikasi) dan lain-lain
Measure: minimal 1x dalam sepekan
Timebond: mulai hari ini dan seterusnya

18. Konsisten menulis surat cinta
Measure: Minimal 1000hari pernikahan, sekali
Timebond: sepanjang hayat, insyaAlloh


C. Indikator sebagai Ibu

1. Menyusun menu bergizi untuk anak setiap bulan
2. Konsisten mencatat portifolio masing-masing anak, minimal 3x dalam sepekan



3. Membacakan buku cerita anak minimal 15 menit dalam sehari
4. Bermain secara total bersama anak minimal 30 menit dalam sehari
5. Memfasilitasi permainan yang menstimulasi anak, minimal 4x dalam sepekan
6. Konsisten mencatat tumbuh kembang anak sesuai KPSP, 3 bulan sekali.
7. Konsisten mencari informasi seputar anak dan keluarga, minimal 1 tema per hari
8. Bermain bersama, bercanda tawa riang, peluk sebanyak mungkin, minimal 3 waktu dalam sehari
9. Mengajarkan Tauhid kepada anak melalui cerita/tanya jawab, 1 waktu dalam sehari
10. Konsisten mengajarkan doa-doa harian, minimal 1 doa dalam sehari
11. Konsisten mengajarkan lafal-lafal ayat suci AlQuran minimal 4 ayat dalam sehari
12. Mendoakan kebaikan-kebaikan untuk anak, minimal setiap habis sholat

Note: 
1. Indikator di atas akan mulai dijalankan pada 5 Februari - 28 Februari 2017
2. Akan dilakukan evaluasi pada pekan I bulan Maret 2017
3. Mudah-mudahan Alloh berikan kemudahan, kelancaran dan istiqomah dalam mengaplikasikan standar indikator perempuan profesional versi saya pribadi.

Wassalamualaikum, selamat berjuang, pejuang Ibu Profesional! ❤

Materi 2: MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2



Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?


Kalo penasaran dengan NHW 2 tentang Indikator Perempuan Profesional versi saya, bisa si cek kesini yaa:
http://nadyavaizal.blogspot.co.id/?m=0

🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.


🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.


🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

Resume Kulwapp Membuat Portofolio Anak


📅 Selasa, 17 Januari 2017


*Profil Penulis Buku Portofolio Anak*

👩🏻Andita A. Aryoko
🙎🏻‍♂istri dari Choirul Wachid Syamsudin
👧🏻ibu dari Syafiqa Andisya Ramadhani

📝Pengalaman & Aktifitas :
❤Alumni Talents Mapping Abah Rama Royani
❤Alumni Workshop Fitrah Based Education
❤ Koordinator IIP (Institut Ibu Professional) Malang Raya
❤Fasilitator Kelas Matrikulasi IIP Malang Raya, Jatim Selatan, dan Lamongan
❤Fasilitator Kelas Bunda Sayang IIP Aceh, Sumatera Utara
❤Member HEbAT (Home Education based on Akhlaq Talents) Malang Raya

*MATERI YANG DIBACA SEBELUM SESI DISKUSI*

✅ *Materi Kulwapp*  : bit.ly/portofolioanakmaterikulwapp
✅ *ebook portfolio anak* : bit.ly/portofolioanakebook

Diresumekan oleh: Nadya S. Vaizal

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1⃣
Q: Apa perbedaan portfolio anak dengan jurnal-jurnal bayi pada umumnya?

MommyFa, Bogor

A: Bedanya portofolio lengkap membahas develop port polio /tumbuh kembang, fitrah belajarnya, fitrah bakatnya, dll. Kl jurnal bayi hny utk tumbuh kembang sj✅

2⃣
Q: Apa yg melatarbelakangi mba andita menulis buku portofolio anak ini? Dan apa keunggulan dari buku ini?

Putri, Tangerang

A: Yang melatarbelakangi terbitnya BPA ini adalah, kegundahan hati ketika tak memiliki buku catatan anak yang detail dan rigid sbg sumber bagi sy untuk mengamati keunikannya, lalu wkt itu sy berfikir apakah hal yang sy alami dialami jg oleh ibu2 lain? Maka mengapa tidak jika buku ini saya perbanyak agar manfaatnya lebih menyebar luas, karena fikir saya tidak semua ibu mau repot membuat format portfolio anak, ditambah dengan streght talents sy yaitu synthesizer (mensintesa beberapa hal menjadi sebuah hal baru) semakin membuat mata sy berbinar2 ktk menyelesaikan BPA. Maka smg dg lahirnya BPA Bunda semakin mudah memportofoliokan kegiatan anak2..cukup isi, tulis, tempel foto, menyimpulkan, dst tanpa repot2 membuat formatnya

Keunggulan buku ini:
- mencakup beberapa jenis portofolio (development /tumbuh kembang anak) fitrah belajar anak, fitrah bakat anak, pencapaian anak, dsb
- ada free software program portofolio digital (kids note 1.0)  (untuk bunda yang kurang senang menulis tangan) cukup install software ini di laptop/komputer ✅

3⃣
Q: Assalamualaikum.
Saya ingin bertanya, untuk anak usia berapa portofolio paling efektif digunakan?

Nafsa-Bandung

A: Sejak usia 0 bulan sudah bisa digunakan Bunda, portofolio ini dinamakan develop portofolio utk tumbuh kembang, idealnya sampai usia 15-17tahun ..pada rentang usia 10tahun anak sudah bisa dilibatkan dalam pendokumentasian portfolionya Bunda :)
Diupdate? Sy rasa portfolio ini terusmenerus didokumentasikan bun, masih perlu Bunda (terutama yg masih belum bertemu peran spesifik hidupnya)

4⃣
 Q: a. sejak umur brp idealnya sudah menyiapkan portofolio?apakah untuk anak usia pra sekolah sudah hrs disiapkan portofolio?

b.apa langkah awal yg hrs disiapkan untuk membuat' portofolio?

c.gmn cara bikin portofolio yg sesuai dgn karakter anak.jd terlihat menarik dan unik
Anggi, dramaga

A:
A. Betul

B. Membuat profile unik anak bunda :)

C. Selami dahulu sisi unik anak Dan yg membuatnya berbinar2 ✅

5⃣
Q: Saya sudah melihat isi ebook portfolio anak. Saya ingin bertanya, setelah mengisi isian-isian yang ada di sana, bagaimana cara membuat kesimpulan sehingga kita tau minat, bakat, atau karakter anak kita? Apakah ada panduan untuk membuat penilaian/kesimpulan?

Annisa
A: Ada Bunda :) ✅

6⃣
Q: Setelah kita sudah menuliskan setiap perkmbangan anak, bgmn caranya mengembangkan kemampuan anak? Apakah dibuku dituliskan? Trus bagaimana kita mengambil kesimpulan dari kempuan anak yg dituliskan?

Ivo
A: dituliskan bunda😊🙏🏻 ✅

7⃣
Q: mba mau tanya dong di buku BPA-nya ada ga keterangan ttng misalnya umur 5 bln anak bisa begini, trus nnti ada kolom khusus tntg anak kt d umur segitu bs ap. Gitu ga mb?

Anggun palembang

A: Ada Bunda :) ✅

8⃣
Q: A. Bunda Adita, apa sebenernya yang harus dijadikan panduan utama dalam mengisi BPA agar yang ditulis adalah rekam jejak yang penting, mengingat saat anak-anak tumbuh begitu banyak hal yang menarik yang ingin ditulis.

B. Bunda Adita mungkin memiliki tips, bagaimana mengevaluasi bpa yang sudah kita isi, secara periode waktu berapa lama sebaiknya kita mengevaluasi portfolio anak, terutama jika anak-anak belum memasuki usia sekolah

C. Bunda, apakah nanti ada rencana untuk membuat portfolio orang tua ?

(Nana, Cimanggis )

A:
A. Ditulis sj bund seluruhnya maka lama kelamaan kt akan faham pola ananda (bs ditulis di software bonus kami tersedia byk sheet disana)
B. Evaluasinya : ananda bahagia tidak ditemani kt sbg ortunya, bakat dan minat anak semakin tajam?minat belajarmya semakin tinggi? Keimanannya kian memuncak?

C. Hihi...bisa jd buns😊✅

9⃣
 Q: Jika misalnya dalam seminggu anak terlibat dalam kegiatan yang sama, ex: (lg doyan) prewriting. Baiknya memang tiap hari didokumentasikan (diinput ke portfolio nya) atau cukup sekali untuk mewakili 1 minggu kegiatannya? Terimakasih Mom.

Mira, kalsel

A: Bs didokumentasikan setiap hr (bs dilakukan di software free kami)😊✅

🔟
Q: A. utk pengisian di bagian yg inner child bisa di gambarkan contoh pengisiannya?

B.utk mengenali karakter anak visual,auditory,kinestetik apakah sudah bisa di kenali bila anak usia 2thn? Bagaimana cara membedakan ciri2 ke 3 karakter ini di usia tsb.  Karena kalo saya lihat hampir smw anak2 di usia tsb sperti nya kinestetik  krn masanya anak ga bisa diem banyak gerak .

Giani, bandung

A: A. Betul.inner child adalah hal yg belum selesai ketika kecil dan bs bangkit saat kondisi tdk stabil
Contoh : dari kecil memendam perilaku ortu yg senang mencubit.maka ktk dlm kondisi tdk stabil (anak nggerenyeng) kita mudah mncubitnya ktk IC blm tuntas


Semakin bertambah umur maka semakin kelihatan gaya belajarnya bunda✅

1⃣1⃣
Q: Bun... cb dikasih contoh kalimat untuk mengisi inner child.. makasih

Ulfa tulungagung

A : Bs lht jwbn no.10 😊✅

1⃣2⃣
Q: Setelah membaca materi kulwap, disitu tertera jika membeli buku portfolio ini free software kids , nah bolehkan minta sedikit gambaran software seperti apa ini dan bagaimana cara pengaplikasian software tsb? apakah pada dasarnya sama dgn bukunya?

Mega, tangsel

A: Sama Bunda
Bedanya software versi digitalnya.utk bunda yg kurang senang menulis tgn dan yang diaplikasi ndak bs diprint Bunda..jadi jika ingin melihat catatan kt perlu buka laptop dahulu😊🙏
✅

 1⃣3⃣
 Q: Saya ibu dari 2 org anak, anak2 sy sdh besar, usia 15 thn dan 10 thn, kalau saya, ingin membuat rekam jejak anak saya, bagaiama dan dari mana mulainya?

Lina lembang

A: Mulai dr usianya skrg Bunda, sambil melengkapi yg th2 sblmnya.ananda diajak ngobrol dr hati ke hati, amati hal yg membuatnya berbinar😊✅

1⃣4⃣
Q: Menarik sekali tentang portofolio anak ini bunda, bolehkah saya minta contohnya bagaimana talent maping dlsb?

Nadya Bogor

A: Hallo Bunda Nadya 😊❤ jika belum dapat mangga bs didownload bit.ly/portofolioanakebook , di sana dijelaskan ragam bakat, ada bakat sifat dan juga bakat panca indra (sperti yg sejak dl kt kenal, sperti menari, menggambar, dst) pada halaman berikutny (sy share y.spy tdk bingung)

Bunda bs menuliskan di dalam tabel ragam aktivitas yg dicobakan (misal beautifying, dsb terserah Bunda) lalu kt amati.apakah terdapat 4e di sana? Enjoy easy excellent bahkan earn? Jk lgsg ketemu semua maka bs dipastikan itu panggilan hidupnya, namun jika 4e belum bertemu, trs cobakan pd anak, kayakan gagasan bakat anak, agar ia mudah memilih kelak pd waktunya

Talents Mapping ini digagas oleh Abah Rama Royani, yang juga salah 1 inspirator sy hingga munculnya BPA ini✅

1⃣5⃣
Q:
Kmrn saya membaca sedikit bahwa WM pun bisa untuk membuat portofolio untuk anak ini. Lalu bagaimana org tua bisa menyimpulkan keunikan anak hanya dengan 2 hari efektif kebersamaannya dengan anak? Kualitas waktu seperti apa yang dapat membuat WM atau org tua bekerja bisa merangsang anak untuk menunjukkan ketertarikannya? Dan apakah bisa kita melibatkan org lain (pengasuh atau org yg dititipkan anak mereka selama mereka bekerja) untuk membuat portofolio anak ini?

Nita

A: Bunda tetap bs kok membuat portfolio anak 😊 di jam2 santai bunda bs ngobrol (santai) dg yang menjaga anak2 ketika kita kerja, mereka berkegiatan apa saja dsb, jika ingin lbh terukur, Bunda bs berikan kertas berformat yg bs diisi oleh org yg menjaga anak2 ktk bunda bekerja, dan yang terpenting *manfaatkan jam2 dimana kt bersamanya dg sepenuh hati* baik jiwa maupun fisik

Pengasuh boleh diminta bantuannya utk mengisi lembar yang sdh kita siapkan bunda😊caranya : latih-praktek-tingkatan-latih lagi-praktek-tingkatkan, daycare di Jepang sdh menganut report harian ini bagi pengasuh, bahkan sampai urusan makan apa saja sehari ini beserta nilai gizinya ✅

1⃣6⃣
Q: Usia berapa kita mulai melihat bakat dan minat anak? Minta tipsnya saat kami mulai malas mengisi portofolio.

Ramdhan bogor

A: Pola itu bisa kita unduh hasilnya ktk mulai usia 10th ayah :) 11-15 terus mencobakan hingga terlihat yg mana yg tumbuh ajeg dan semakin excelent

Agar semangat mengisi portofolio anak lakukan saja "mantranya"
ajak pasangan utk saling mengingatkan diri kita ketika lg malas, menentukan 1 waktu setiap minggu jg cukup efektif yah membunuh rasa malas 😊✅

Nice Homework 1, Kelas Matrikulasi IIP




Assalamualaikum warohmatullohi wa barokaatuh! Lama ya gak posting blog, udah pada kangen, belum? Hihi.

Sok weh, biar cepet langsung saja yah ^^

Sejak mengetahui diri ini dihamili oleh pak suami (hihi), saya menjadi tertarik dengan segala hal tentang janin, bayi, pengasuhan dan kawan-kawannya. Tidak hanya itu, saya senang mempelajarinya, sehingga mereka betul-betul tidak menjadi beban ataupun momok untuk diri saya pribadi.

Dalam perjalanan saya menempuh tahap-tahap pembelajaran, saya menemukan sebuah komunitas yang bisa menampung minat dan cita-cita baik saya, bisa membersamai saya menempuh suka cita dalam mengasuh anak dan mengurus keluarga dengan energi yang positif lagi optimis. Saya bahagia. Alhamdulillah Allah memberikan saya kemudahan dalam mencari ilmu.

Sampailah saya pada Kelas Matrikulasi batch 3 yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional. Kelas ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan atau 9 minggu. Yang mana di setiap minggunya diberikan materi dan waktu untuk berdiskusi.

Berarti sampai kelas selesai kelak, saya akan menempuh 9 materi berikut diskusinya, dan disetiap materi, selalu diberikan homework, atau mereka sebut dengan Nice HomeWork (NHW). Setelah itu akan ditentukan lulus tidaknya para peserta. Deg-degan. Iya, saya takut. Saya merasa belum bisa memerankan sosok ibu dengan maksimal. Oleh sebab itu saya berharap dengan mengikuti kelas ini, saya bisa naik level menjadi seorang istri dan ibu yang jauh lebih baik.

Ini adalah minggu pertama saya dalam kelas matrikulasi, materinya adalah Adab Menuntut Ilmu. Menarik, karena peserta (baik para ibu maupun calon ibu), diarahkan supaya menyaring informasi yang diperoleh. Mengapa menyaring informasi menjadi penting di era digital seperti ini? Karena semua hal, hampir semua hal bisa kita cari tau di internet, namun, menyaring informasi, menyerap, berpikir, memilih dan memutuskan mana informasi yang baik lagi shahih, itu dikembalikan lagi kepada masing-masing personal. Contohnya saja jika anak demam, ada begitu banyak buku/artikel/informasi tentang demam beserta penanganannya, maka kemampuan sang Ibu untuk berpikir, menyaring informasi dan memutuskan lah ujung pangkalnya. Ibu adalah gerbang awal untuk menentukan pilihan metode-metode apa saja yang cocok diterapkan dalam keluarganya, sebelum dimusyawarahkan kembali bersama dengan sang suami. Dan bukan hanya demam, masih banyak lagi informasi-informasi atau ilmu yang perlu digali serta disaring oleh seorang ibu.


Maka, kemampuan berpikir dan menyaring informasi adalah kebutuhan dasar seorang ibu.

Selain itu, pembahasan tentang Adab Mencari Ilmu bisa dilihat pada postingan saya yang ini, ya: http://nadyavaizal.blogspot.co.id/2017/01/materi-1-kelas-matrikulasi-batch-3.html?m=1

So, berikut adalah Nice Homework yang saya kerjakan minggu ini:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jawaban: Ilmu Parenting yang tidak bertentangan dengan Al Quran dan Al Hadits.

2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Jawaban: sebenarnya banyak sekali hal yang saya senangi dan ingin saya pelajari lebih dalam, diantaranya management waktu, financial planning, public speaking/ilmu komunikasi, marketing and business, handcrafting, upgrading ilmu perpajakan yang saya geluti semasa kuliah dan kerja juga pastinya, ilmu Alquran dan Alhadits. Namun, dikarenakan pertanyaannya untuk memilih satu bidang, maka saya pilih yang paling urgent saat ini serta beriringan pula dengan tuntunan Alquran juga Alhadits. Yaitu ilmu Parenting.

Mengapa urgent? Karena anak saya masih berada dalam masa golden age-nya, sehingga (mudah-mudahan) masih mudah dan masih banyak waktu untuk menginstall segala sesuatu yang baik, benar, terarah dan berkesinambungan.

Karena anak merupakan investasi dunia akhirot bagi saya, maka saat saya memberikan yang terbaik dari apa yang saya pelajari dan apa saya bisa lakukan, semoga Allah meridhoi ikhtiar ini untuk menjadikan anak-anak saya seseorang yang sholih/sholihah, seseorang yang akan menolong saya di akhirot kelak. Ilmu ini tak akan pernah selesai saya pelajari hingga akhir hayat saya, maka saya perlu meluangkan waktu jauh lebih banyak dibanding ilmu yang lain, perlu orang-orang yang kompeten untuk membimbing juga mengarahkan, perlu niat yang kuat untuk mempelajari dan mempraktekkannya dengan terarah dan konsisten, perlu lingkungan yang positif dan produktif agar saya selalu bersemangat melewati tahapan-tahapan pembelajaran sehingga (lagi lagi, mudah-mudahan) hasil yang didapat bisa lebih maksimal. 

Lebih dari itu, ternyata ilmu parenting, juga mencakup ilmu management waktu, ilmu perencanaan keuangan keluarga, juga ilmu public speaking guna menjadi the agent of change bagi lingkungan sekitar, kelak. Saya mengerti ini akan menjadi pelajaran yang sama sekali tidak mudah, namun saya akan terus mengusahakannya semampu saya.

Jika kemudian saya bisa membagikan ilmunya kepada lingkungan sekitar, akan jauh lebih baik lagi. Karena lapangan amal sholih masih berserak di luar sana, yang insyaAlloh bisa menjadi jariyah jika terlaksana.

Dan alasan yang tidak kalah penting adalah, saya bahagia mempelajarinya. Mudah-mudahan menjadi pahala yang bercabang-cabang hitungannya, Aamiin.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Jawaban:

a. Mengikuti kelas/workshop/seminar/pelatihan parenting baik online ataupun offline, salah satunya dengan mendaftar kelas matrikulasi ini. Saya berharap dengan kelas yang berjenjang dan kontinyu seperti ini, akan lebih menguatkan pondasi kefahaman saya sehingga ilmu tersebut dapat mengakar dan tidak mudah goyah ataupun hilang seiring berjalannya waktu ataupun perubahan situasi kondisi. 

Dilain kesempatan, saya cukup aktif mengikuti kuliah-kuliah parenting, bergabung dalam grup-grup parenting di media sosial juga berinteraksi dengan para narasumber.

b. Kemudian, tidak kalah penting adalah dengan membaca berbagai buku parenting serta ilmu yang berkaitan. Saya akan membaca dari banyak referensi, tidak hanya berasal dari satu sudut pandang psikolog/aktivis parenting melainkan dari banyak sumber, sehingga dapat memperkaya diri saya untuk memilih mana metode yang cocok dengan keluarga atau pengasuhan, mana yang sekiranya tidak, selama tidak berseberangan dengan Alquran dan sunah.

Saat ini buku yang sedang saya baca dan ingin saya baca adalah:

- Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional 1. 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. Tulisan rame-rame Ibu Profesional, Penerbit Gazza Media
- Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional 2. 12 Ilmu Dasar Management Ibu Rumah Tangga. Tulisan rame-rame Ibu Profesional, Penerbit Gazza Media.
- Raising $mart Kid, Rosina Simon, Penerbit Gramedia Pustaka
- dan buku-buku anak yang mengandung pesan moral lainnya. (Membacakan buku kepada anak, termasuk kategori 'membaca' juga kan, yaaa? :D )

Untuk Bunda Sayang, saya sudah membaca beberapa bulan yang lalu namun belum terselesaikan. Dimulai saat ini, saya akan mulai membaca 10-20 halaman perhari. Tak ketinggalan, untuk mengisi jiwa saya agar senantiasa mudah mengamalkan perintahNya serta sebagai rasa cinta saya kepadaNya maka sebagai muslimah, saya juga akan tilawah Alquran minimal 9 ayat per hari. Karena usaha saya tidak akan pernah cukup tanpa RidhoNya.

c. Berusaha mempraktekkan apa yang sudah saya dapatkan dari sumber-sumber ilmu. Berusaha sabar dan tenang menghadapi anak usia menjelang 2 tahun yang sudah banyak sekali mau (juga tidak maunya), dan selalu ingin diperhatikan. Berusaha me-manage waktu dengan baik, salah satunya yaitu dengan cara menuliskan "to-do-list" keseharian dalam buku Muslimah Jornal. Saya sudah membeli buku khusus untuk jurnal muslimah, sehingga (mudah-mudahan) memudahkan saya memanage waktu. Kemudian berusaha mengatur keuangan keluarga, memecah secara detil, pemasukan, pengeluaran, tujuan finasisal dan cara menggapai cita-cita bersama, melihat peluang serta kesempatan yang ada, menghitung jangka waktu cita-cita yang akan ditempuh dengan nominal yang perlu ditabung/diinvestasikan sesuai dengan asumsi persentase keuntungan berjalan/selama periode tersebut. Serta solat dhuha minimal 2 rakaat, untuk mengharap ridhoNya dan melenggangkan waktu saya yang padat, sesuai janjiNya.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

a. Tidak memperlakukan sumber ilmu yang berupa buku dengan serampangan terlebih pada Alquran dan Alhadits termasuk pada buku/kertas/notes yang mengandung ayat-ayat suci. Karena saya terkadang masih sembarangan menggeletakkan buku-buku, sehingga meningkatkan kreatifitas anak saya untuk mencoret/merobeknya. 

b. Mengosongkan "gelas" (kepala) setiap saya sedang mencari/mendapatkan ilmu agar ilmu tersebut bisa diserap dengan sempurna tanpa tersangkut kesombongan atau keangkuhan saya pada suatu ilmu yang sudah saya pelajari. Banyak sekali kita temui orang-orang yang merasa sudah cukup pintar ketika diberikan ilmu, yang padahal mungkin saja mereka baru belajar sedikit atau bahkan belum mempraktekkan ilmunya sama sekali. Naudzu billahi min dzalik. Semoga saya tidak termasuk dalam golongan ini, aamiin.

c. Memuliakan guru. Menghormati mereka sebagaimana kita menghormati orang tua. Khususnya untuk para guru yang menyampaikan tentang kebenaran Alquran dan Alhadits, siapapun orangnya bagaimanapun kondisinya. Ini sulit, melihat manusia adalah makhluk yang subjektif. Tapi, mudah-mudahan saya selalu bisa mengambil manfaat dan hikmah yang terkandung dalam setiap ilmu, siapapun yang menyampaikannya.

Sungguh menjadi ibu itu tidak mudah, mereka tidak hanya disibukkan dengan pekerjaan domestik, lalu dituntut untuk mengurusi serta memantau tumbuh kembang anak dan memenuhi keperluan suami, lebih dari itu, menjadi ibu adalah menjadi informan yang terpercaya, pengamat yang akurat, eksekutor yang hebat dalam berbagai hal, juga sebagai teman yang membahagiakan serta menenteramkan, maka kini, menjadi Ibu itu tidak lagi hanya "sekedar" namun harus Profesional.

Mudah-mudahan Allah selalu permudah ikhtiar ini, dan menjadikannya ladang pahala yang besar lagi nikmat untuk semua. Aamiin ya Robbal Alamiin. Barokallohulana..

 
Nadyavaizal's Blog Design by Ipietoon