Showing posts with label Words. Show all posts
Showing posts with label Words. Show all posts
Ibarat Hujan
Kalau sebelum hujan ada isyarat mendung, terkadang sudah mendung pun malah tak jadi hujan. Kalau sebelum hujan tak ada mendung, tapi kemudian deras tanpa dikira. Kalau sebelum hujan sudah ada mendung, dan pasti akan hujan, sekalipun ditahan, sekalipun sudah berencana akan pergi ke taman, sekalipun apa, hujan akan tetap turun, dan tidak jadi pergi ke taman. Lalu, nikmatilah hujan, ia datang dengan segala keberkahannya. Biarkan ia mengalir perlahan, rasakan butiran-butiran airnya menyentuh. Menenangkan. Bersyukurlah.
Labels:
Words
Click
Terinspirasi dari notes temen saya, Mas Aulia. Saya jadi tertarik memperbincangkan kata 'click' ini.
Kemudian, didedikasikan kepada pembaca setia yang telah lama menunggu tulisan-tulisan segar saya di facebook, maaf belakangan saya lebih mengapresiasikan tulisan saya pada blog pribadi. :) << sok banget *keplak
Oke, nikmatilah ini..
Click?
Apa itu? bisa dijelaskan lebih terperinci? bagi saya mungkin tidak.
Tapi menurut Mas Aul, click itu terbagi dua, ada yang rasional, dan irrasional. Click rasional adalah titik temu antara prasyarat yang diinginkan seseorang atas pasangannya, dengan keadaan yang sebenarnya pada diri orang lain.
Ribet? hehe..
baiklah, saya berikan contoh: Ketika A menginginkan jodohnya nanti adalah seorang yang sholeh, ganteng, kaya, cerdas dlsb. Kemudian dia bertemu dengan B yang notabenenya memiliki kriteria tersebut, maka terjadilah click atas A pada B. Inilah yang mas Aul maksud dengan click rasional.
Kemudian click irrasional, ini bagian yang seru menurut saya, semacam kimia yang keluar namun tidak dapat dipaksakan. Semacam perasaan membuncah yang tidak ada tolak ukurnya. Ya, hanya berbunga bunga saja ketika dihadapkan pada situasi (yang terlihat biasa) yang terjadi dengan objek yang jelas dan tunggal.
Contoh?
Oke.. Seperti ketika A berhadapan dengan B, kemudian B mengucapkan salam "Assalamualaikum" lalu A bahagia, tersenyum seharian penuh. Bersemangat seharian penuh.
Kenapa? Entahlah. Perasaan membuncah, berbunga bunga, tidak tahu asal usulnya. Inilah click irrrasional. Tak ada barometer yang jelas akan hal ini.
Masih menyimak?
Baiklah, kita teruskan.
Kemudian rasa 'click irrasional' bagi setiap orang adalah berbeda dalam hal memprioritaskannya. Ada yang berpikir bahwa rasa itu adalah penting, ada pula yang tidak terlalu memikirkannya.
Bagi yang tidak memikirkannya, mereka hanya berkiblat pada prasyarat yang mereka ajukan. Ketika cocok dengan kriteria yang dimaksud, maka 'click' lalu menikah.
Ada yang berpikiran bahwa 'click irrasional' dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Tumbuh dengan dipacu oleh keadaan yang mau tidak mau harus bersama dalam suka dan duka.
Ada pula yang terbentur oleh faktor usia, keluarga, dan lain sebagainya seperti yang telah dijelaskan oleh Mas Aul, pada note-nya.
Seperti mas Aul, bagi saya pribadi rasa 'click irrasional' adalah prioritas. Namun, rasa 'click irrasional' berpotensi ada, ketika telah melewati fase 'click rasional'.
Seperti ini, saya menginginkan jodoh saya adalah seseorang yang memiliki kriteria satu, dua, tiga kemudian saya bertemu dengan lelaki yang satu, dua, tiga maka potensi 'click irrasional' muncul. Hampir sama dengan mas Aul, ada proses 'seleksi tidak langsung' dalam otak saya ketika didekati lawan jenis.
Bukan berarti hal tersebut menjadikan saya sangat pemilih, tidak. Bagi saya, itu hanya sebuah naluri kemanusiaan, menginginkan yang baik untuk sekali seumur hidup, bukan begitu?
Maka, dengan sadar dan dengan sengaja, saya menutup pintu hati saya atas rasa 'click irrasional' kepada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria khusus saya. Ini seperti tersistem, dan baiknya memang seperti ini menurut saya, ya kan? Ya dooong
Diluar daripada itu semua, rasa click irrasional tadi, tidak mutlak menjadi syarat apabila seluruh kriteria terpenuhi dan telah melewati fase click rasional, maka barulah tercipta click irrasional, tidak juga.
Manusia tidak ada yang sempurna, benar? ketika A bertemu si B yang terpenuhi kriterianya, ada juga kemungkinan tidak terjadi kimia/click irrasional. Namun, ketika A bertemu dengan si C yang tidak terpenuhi seluruh kriterianya, A malah merasakan kimia atas C.
Mungkin? Mungkin.
Lalu bagaimana?
Istikhorohlah..
Bingung? hehe saya juga.
Ribet ya bacanya? Intinya, nyamankanlah cara kita untuk menentukan komitmen yang kita harap sekali seumur hidup itu. Dan apapun treatment yang kita gunakan saat menunggu atau untuk menemukan pasangan kita menuju komitmen dalam hidup bersama tersebut, baik itu tidak dengan cara 'click' sama sekali, atau sama seperti saya, atau dengan cara apapun itu, tetaplah kembalikan pilihan kita dengan meminta petunjuk dariNya.
Inilah cara terampuh untuk meminta petunjuk.
Istikhoroh itu mendekatkan yang baik dan menjauhkan yang buruk atas kalian.
Bagi saya pribadi, Istikhorohlah cara saya untuk menghilangkan rasa click yang tidak pada tempatnya.
Bagaimana bisa? ya, bisa saja kan, kita 'click' dengan seseorang, yang mungkin tidakbsesuai harapan atau cita-cita kita..
Istikhoroh tempat saya meminta untuk menghilangkan kimia pada laki-laki yang bukan jodoh saya, dan hanya mengharap dengan sangat atas rasa 'click irrasional' tersebut hanya dikhususkan pada laki-laki yang nantinya berjodoh dengan saya.
Karena, Yang Maha Pembuat kejadian, hati, kimia, 'click irrasional', Maha Mengetahui, mana yang terbaik untuk hambaNya.
Pasrahkanlah perjuangkanlah dengan selalu meminta RidhoNya.. :')
Note Facebook 21-4-2012
Kemudian, didedikasikan kepada pembaca setia yang telah lama menunggu tulisan-tulisan segar saya di facebook, maaf belakangan saya lebih mengapresiasikan tulisan saya pada blog pribadi. :) << sok banget *keplak
Oke, nikmatilah ini..
Click?
Apa itu? bisa dijelaskan lebih terperinci? bagi saya mungkin tidak.
Tapi menurut Mas Aul, click itu terbagi dua, ada yang rasional, dan irrasional. Click rasional adalah titik temu antara prasyarat yang diinginkan seseorang atas pasangannya, dengan keadaan yang sebenarnya pada diri orang lain.
Ribet? hehe..
baiklah, saya berikan contoh: Ketika A menginginkan jodohnya nanti adalah seorang yang sholeh, ganteng, kaya, cerdas dlsb. Kemudian dia bertemu dengan B yang notabenenya memiliki kriteria tersebut, maka terjadilah click atas A pada B. Inilah yang mas Aul maksud dengan click rasional.
Kemudian click irrasional, ini bagian yang seru menurut saya, semacam kimia yang keluar namun tidak dapat dipaksakan. Semacam perasaan membuncah yang tidak ada tolak ukurnya. Ya, hanya berbunga bunga saja ketika dihadapkan pada situasi (yang terlihat biasa) yang terjadi dengan objek yang jelas dan tunggal.
Contoh?
Oke.. Seperti ketika A berhadapan dengan B, kemudian B mengucapkan salam "Assalamualaikum" lalu A bahagia, tersenyum seharian penuh. Bersemangat seharian penuh.
Kenapa? Entahlah. Perasaan membuncah, berbunga bunga, tidak tahu asal usulnya. Inilah click irrrasional. Tak ada barometer yang jelas akan hal ini.
Masih menyimak?
Baiklah, kita teruskan.
Kemudian rasa 'click irrasional' bagi setiap orang adalah berbeda dalam hal memprioritaskannya. Ada yang berpikir bahwa rasa itu adalah penting, ada pula yang tidak terlalu memikirkannya.
Bagi yang tidak memikirkannya, mereka hanya berkiblat pada prasyarat yang mereka ajukan. Ketika cocok dengan kriteria yang dimaksud, maka 'click' lalu menikah.
Ada yang berpikiran bahwa 'click irrasional' dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Tumbuh dengan dipacu oleh keadaan yang mau tidak mau harus bersama dalam suka dan duka.
Ada pula yang terbentur oleh faktor usia, keluarga, dan lain sebagainya seperti yang telah dijelaskan oleh Mas Aul, pada note-nya.
Seperti mas Aul, bagi saya pribadi rasa 'click irrasional' adalah prioritas. Namun, rasa 'click irrasional' berpotensi ada, ketika telah melewati fase 'click rasional'.
Seperti ini, saya menginginkan jodoh saya adalah seseorang yang memiliki kriteria satu, dua, tiga kemudian saya bertemu dengan lelaki yang satu, dua, tiga maka potensi 'click irrasional' muncul. Hampir sama dengan mas Aul, ada proses 'seleksi tidak langsung' dalam otak saya ketika didekati lawan jenis.
Bukan berarti hal tersebut menjadikan saya sangat pemilih, tidak. Bagi saya, itu hanya sebuah naluri kemanusiaan, menginginkan yang baik untuk sekali seumur hidup, bukan begitu?
Maka, dengan sadar dan dengan sengaja, saya menutup pintu hati saya atas rasa 'click irrasional' kepada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria khusus saya. Ini seperti tersistem, dan baiknya memang seperti ini menurut saya, ya kan? Ya dooong
Diluar daripada itu semua, rasa click irrasional tadi, tidak mutlak menjadi syarat apabila seluruh kriteria terpenuhi dan telah melewati fase click rasional, maka barulah tercipta click irrasional, tidak juga.
Manusia tidak ada yang sempurna, benar? ketika A bertemu si B yang terpenuhi kriterianya, ada juga kemungkinan tidak terjadi kimia/click irrasional. Namun, ketika A bertemu dengan si C yang tidak terpenuhi seluruh kriterianya, A malah merasakan kimia atas C.
Mungkin? Mungkin.
Lalu bagaimana?
Istikhorohlah..
Bingung? hehe saya juga.
Ribet ya bacanya? Intinya, nyamankanlah cara kita untuk menentukan komitmen yang kita harap sekali seumur hidup itu. Dan apapun treatment yang kita gunakan saat menunggu atau untuk menemukan pasangan kita menuju komitmen dalam hidup bersama tersebut, baik itu tidak dengan cara 'click' sama sekali, atau sama seperti saya, atau dengan cara apapun itu, tetaplah kembalikan pilihan kita dengan meminta petunjuk dariNya.
Inilah cara terampuh untuk meminta petunjuk.
Istikhoroh itu mendekatkan yang baik dan menjauhkan yang buruk atas kalian.
Bagi saya pribadi, Istikhorohlah cara saya untuk menghilangkan rasa click yang tidak pada tempatnya.
Bagaimana bisa? ya, bisa saja kan, kita 'click' dengan seseorang, yang mungkin tidakbsesuai harapan atau cita-cita kita..
Istikhoroh tempat saya meminta untuk menghilangkan kimia pada laki-laki yang bukan jodoh saya, dan hanya mengharap dengan sangat atas rasa 'click irrasional' tersebut hanya dikhususkan pada laki-laki yang nantinya berjodoh dengan saya.
Karena, Yang Maha Pembuat kejadian, hati, kimia, 'click irrasional', Maha Mengetahui, mana yang terbaik untuk hambaNya.
Pasrahkanlah perjuangkanlah dengan selalu meminta RidhoNya.. :')
Note Facebook 21-4-2012
Labels:
Words
Cinta
Perasaan abstrak ini mungkin sama seperti sebelum-sebelumnya.
Namun tetaplah itu hanya sebuah kemungkinan, karena tetaplah saya tidak dapat memperhitungkannya, tetaplah saya tidak dapat menganalisanya.
Tak ada tolak ukur yang jelas atas perasaan tersebut. Kemudian, apa yang membuatnya jadi berbeda? Caranya, subjeknya, kejadiannya, waktunya, pengharapannya, do'anya, ya.. semua hal tersebut menjadikan ceritanya berbeda. Rasanya berbeda. Harunya berbeda. Khidmatnya berbeda. Bahkan, kalo saya boleh lebay, saya mau bilang, rasanya denyut nadinya pun menjadi berbeda. Hehee..
Tahun demi tahun, bulan demi bulan, bahkan detik demi detik setiap orang melakukan perjalanan hidupnya. Menjadi cerita baru ataupun meneruskan cerita hidup, hanya tergantung daripada paradigma yang diambil oleh individu masing-masing. Hanya pengharapannya saja yang perlu dipertahankan, menjadi lebih baik, terus lebih baik, dengan cara yang baik, sehingga mendapatkan ganjaran yang baik dari Yang Maha Pencipta Segala.
Setiap orang sukses memiliki masa lalu, pun setiap orang gagal tetap memiliki masa depan. Pilihan ada ditangan kita, untuk memilih. Masa lalu ada untuk menjadikan kita lebih bijak daripada sebelumnya, dan masa depan ada untuk segala pengharapan Hebat.
Maka hidup dimasa kini dengan seimbang, waspada dan siap dimasa sekarang, membuat perencanaan dan melakukan sesuatu untuk masa depan dengan belajar atas masa lalu adalah pilihan tepat. Kemudian, atas pengharapan yang hebat diatas, ketidaksempurnaan membatasi. Kekurangan atas diri mengganggu, rasa membutuhkan orang lain semakin besar. terbesit pertanyaan siapa yang nantinya akan membantu, siapa yang nantinya akan menemani, dan siapa nantinya yang akan melengkapi adalah sebuah awal dari pengharapan besar atas hidup. Atas kesempurnaan terjaganya agama. Atas ibadah yang suci dengan keputusan menjalani kehidupan bersama, membuat keluarga sakinah mawadah warohmah. Indah..
Dan suatu saat, masa itu datang. Waktu yang tepat nan indah. Cara yang manis lagi benar. Membuat haru dan bersyukur penuh atasnya.
Rasa yang ditunggu-tunggu setiap insan, rasa yang dimiliki sang Kholik, rasa cinta yang putih, yang dianjurkan atasnya supaya mencintai seseorang dengan rasa mukhlis lillahi ta'ala..
Dan aku menanti rasa itu, sebuah rasa atas segala doa.
Sebuah rasa yang menyimpan kompleksitas didalamnya.
Sebuah rasa yang menjadi awal perjuangan untuk bersama mencari jalannya surga.
Sebuah rasa atas segala luapan rindu kepada yang memiliki tulang rusuk.
Sebuah rasa, atas cinta yang mudah-mudahan selalu karena Alloh untukmu,
Lelakiku...
- Note Facebook 21-4-2012
Namun tetaplah itu hanya sebuah kemungkinan, karena tetaplah saya tidak dapat memperhitungkannya, tetaplah saya tidak dapat menganalisanya.
Tak ada tolak ukur yang jelas atas perasaan tersebut. Kemudian, apa yang membuatnya jadi berbeda? Caranya, subjeknya, kejadiannya, waktunya, pengharapannya, do'anya, ya.. semua hal tersebut menjadikan ceritanya berbeda. Rasanya berbeda. Harunya berbeda. Khidmatnya berbeda. Bahkan, kalo saya boleh lebay, saya mau bilang, rasanya denyut nadinya pun menjadi berbeda. Hehee..
Tahun demi tahun, bulan demi bulan, bahkan detik demi detik setiap orang melakukan perjalanan hidupnya. Menjadi cerita baru ataupun meneruskan cerita hidup, hanya tergantung daripada paradigma yang diambil oleh individu masing-masing. Hanya pengharapannya saja yang perlu dipertahankan, menjadi lebih baik, terus lebih baik, dengan cara yang baik, sehingga mendapatkan ganjaran yang baik dari Yang Maha Pencipta Segala.
Setiap orang sukses memiliki masa lalu, pun setiap orang gagal tetap memiliki masa depan. Pilihan ada ditangan kita, untuk memilih. Masa lalu ada untuk menjadikan kita lebih bijak daripada sebelumnya, dan masa depan ada untuk segala pengharapan Hebat.
Maka hidup dimasa kini dengan seimbang, waspada dan siap dimasa sekarang, membuat perencanaan dan melakukan sesuatu untuk masa depan dengan belajar atas masa lalu adalah pilihan tepat. Kemudian, atas pengharapan yang hebat diatas, ketidaksempurnaan membatasi. Kekurangan atas diri mengganggu, rasa membutuhkan orang lain semakin besar. terbesit pertanyaan siapa yang nantinya akan membantu, siapa yang nantinya akan menemani, dan siapa nantinya yang akan melengkapi adalah sebuah awal dari pengharapan besar atas hidup. Atas kesempurnaan terjaganya agama. Atas ibadah yang suci dengan keputusan menjalani kehidupan bersama, membuat keluarga sakinah mawadah warohmah. Indah..
Dan suatu saat, masa itu datang. Waktu yang tepat nan indah. Cara yang manis lagi benar. Membuat haru dan bersyukur penuh atasnya.
Rasa yang ditunggu-tunggu setiap insan, rasa yang dimiliki sang Kholik, rasa cinta yang putih, yang dianjurkan atasnya supaya mencintai seseorang dengan rasa mukhlis lillahi ta'ala..
Dan aku menanti rasa itu, sebuah rasa atas segala doa.
Sebuah rasa yang menyimpan kompleksitas didalamnya.
Sebuah rasa yang menjadi awal perjuangan untuk bersama mencari jalannya surga.
Sebuah rasa atas segala luapan rindu kepada yang memiliki tulang rusuk.
Sebuah rasa, atas cinta yang mudah-mudahan selalu karena Alloh untukmu,
Lelakiku...
- Note Facebook 21-4-2012
Labels:
Words
Sahabat?
Tak cukup sebagai manusia yang individualis, setiap nyawa sejatinya membutuhkan orang lain. Memiliki kebutuhan bersosial. Tertakdir menjadi makhluk sosialis.
Interaksi diantara dua atau lebih manusia, membuat perasaan yang kuat antara satu dengan yang lain. Tidak, saya tidak akan berbicara tentang Cinta layaknya suami istri. Saya berbicara tentang perasaan kuat diantara anda dengan seseorang, yang mungkin secara langsung, maupun tidak, anda anggap sebagai, sahabat..
Dari semua hal baik, sepele, namun tanpa pamrih yang seseorang lakukan, beberapa orang belajar, tentang sebuah ketulusan. Tentang sesuatu yang dilakukan tanpa pamrih. Mungkin ada begitu banyak teman yang mereka punya, teman yang begitu dekat sekalipun. Namun hanya beberapa yang sebenarnya mereka tau pasti, bahwa orang orang tersebut, tulus. Tanpa pamrih.
ada kalanya mudah saja bagi beberapa orang, untuk menjabatkan predikat sahabat kepada orang lain. Dengan loyalitas dan rasa persaudaraan yang tinggi, mereka menganggap orang-orang tersebut, adalah orang-orang terbaik mereka. Hingga beberapa orang akhirnya terlalu banyak mengalami kejadian pahit. Yang membuat mereka belajar. Orang-orang tersebut tidak seperti yang mereka pikirkan. Beberapa dari orang orang tersebut, bahkan lebih menyakitkan dari seseorang yang membenci mereka. Mungkin beberapa orang pun tidak tulus juga, berharap orang orang tersebut seperti mereka. Beberapa orang tau. Tapi apakah saya tau rasanya patah? Ketika mencintai seseorang yang ternyata ditakdirkan untuk menggoreskan luka dihati saya?
Lalu tersadar, bahwa sahabat, tidak bisa dijabatkan. Tidak dapat direncanakan. Tidak perlu ditunjukkan. Tidak perlu diharapkan. Bahkan tidak butuh diijabkan untuk mengetahui bahwa mereka sah, menjadi sepasang sahabat. Tidak. Sehingga perasaan yang tertuang begitu halus, terbentuk dari ketulusan. Dari sebuah kecocokkan tanpa pamrih.
Tanpa sadar, beberapa orang mulai menarik diri dari mereka yang, dia pikir, mereka adalah seorang sahabat. Namun, tidak. Beberapa orang memutuskan berhenti mencintai mereka. Ya, beberapa orang menjadi egois. Beberapa orang hanya memikirkan keutuhan hatinya. Beberapa orang hanya tidak ingin hatinya digores-gores luka sesuka mereka.
Seharusnya sahabat memaafkan kesalahan sahabatnya.
Terlambat, beberapa orang sudah sampai pada suatu keputusan.
Tidak ada kata terlambat dalam permintaan maaf, terlebihbuntuk sahabat.
Tidak terlambat, beberapa orang pun memaafkan. Dan beberapa orang tersebut juga meminta maaf, bahwa hatinya sudah terlalu rapuh, untuk harus kuat menjadi seseorang yang menyayangi seseorang yang mungkin tidak menyayanginya.
Beberapa orang berjanji akan tetap menjadi baik. Tetap menjadi dia yang mereka tahu, kebaikkannya, ketulusannya, keceriannya. Tapi tidak pada hatinyavyang beku. Tidak untuk semua rasa tulus yang dia miliki.
Beberapa orang hanya berusaha menjadi manusia yang baik sesuai tuntunan kepada mereka yang membuat hati patah.
Beberapa orang percaya, ketulusan akan mengalir dan bermuara pada suatu ketulusan. Buih ketulusan-ketulusan telah menantinya dihulu. Dan mereka akan bertemu, pada saat yang tidak diduga, tidak direncanakan, tidak dibatasi ego dan keperluan.
Mereka membaur, berarak, bercampur, beriak, alami dan membahagiakan.
Interaksi diantara dua atau lebih manusia, membuat perasaan yang kuat antara satu dengan yang lain. Tidak, saya tidak akan berbicara tentang Cinta layaknya suami istri. Saya berbicara tentang perasaan kuat diantara anda dengan seseorang, yang mungkin secara langsung, maupun tidak, anda anggap sebagai, sahabat..
Dari semua hal baik, sepele, namun tanpa pamrih yang seseorang lakukan, beberapa orang belajar, tentang sebuah ketulusan. Tentang sesuatu yang dilakukan tanpa pamrih. Mungkin ada begitu banyak teman yang mereka punya, teman yang begitu dekat sekalipun. Namun hanya beberapa yang sebenarnya mereka tau pasti, bahwa orang orang tersebut, tulus. Tanpa pamrih.
ada kalanya mudah saja bagi beberapa orang, untuk menjabatkan predikat sahabat kepada orang lain. Dengan loyalitas dan rasa persaudaraan yang tinggi, mereka menganggap orang-orang tersebut, adalah orang-orang terbaik mereka. Hingga beberapa orang akhirnya terlalu banyak mengalami kejadian pahit. Yang membuat mereka belajar. Orang-orang tersebut tidak seperti yang mereka pikirkan. Beberapa dari orang orang tersebut, bahkan lebih menyakitkan dari seseorang yang membenci mereka. Mungkin beberapa orang pun tidak tulus juga, berharap orang orang tersebut seperti mereka. Beberapa orang tau. Tapi apakah saya tau rasanya patah? Ketika mencintai seseorang yang ternyata ditakdirkan untuk menggoreskan luka dihati saya?
Lalu tersadar, bahwa sahabat, tidak bisa dijabatkan. Tidak dapat direncanakan. Tidak perlu ditunjukkan. Tidak perlu diharapkan. Bahkan tidak butuh diijabkan untuk mengetahui bahwa mereka sah, menjadi sepasang sahabat. Tidak. Sehingga perasaan yang tertuang begitu halus, terbentuk dari ketulusan. Dari sebuah kecocokkan tanpa pamrih.
Tanpa sadar, beberapa orang mulai menarik diri dari mereka yang, dia pikir, mereka adalah seorang sahabat. Namun, tidak. Beberapa orang memutuskan berhenti mencintai mereka. Ya, beberapa orang menjadi egois. Beberapa orang hanya memikirkan keutuhan hatinya. Beberapa orang hanya tidak ingin hatinya digores-gores luka sesuka mereka.
Seharusnya sahabat memaafkan kesalahan sahabatnya.
Terlambat, beberapa orang sudah sampai pada suatu keputusan.
Tidak ada kata terlambat dalam permintaan maaf, terlebihbuntuk sahabat.
Tidak terlambat, beberapa orang pun memaafkan. Dan beberapa orang tersebut juga meminta maaf, bahwa hatinya sudah terlalu rapuh, untuk harus kuat menjadi seseorang yang menyayangi seseorang yang mungkin tidak menyayanginya.
Beberapa orang berjanji akan tetap menjadi baik. Tetap menjadi dia yang mereka tahu, kebaikkannya, ketulusannya, keceriannya. Tapi tidak pada hatinyavyang beku. Tidak untuk semua rasa tulus yang dia miliki.
Beberapa orang hanya berusaha menjadi manusia yang baik sesuai tuntunan kepada mereka yang membuat hati patah.
Beberapa orang percaya, ketulusan akan mengalir dan bermuara pada suatu ketulusan. Buih ketulusan-ketulusan telah menantinya dihulu. Dan mereka akan bertemu, pada saat yang tidak diduga, tidak direncanakan, tidak dibatasi ego dan keperluan.
Mereka membaur, berarak, bercampur, beriak, alami dan membahagiakan.
Labels:
Words
Aku, belajar tentang Cinta..
Maka biarkanlah rindu berhenti pada titik ketakwaan. Sebagaimana air yang berhenti pada titik bekunya. Melewati rasa ingin dan tidak ingin. Melampaui batas suka dan tidak suka.
Sejatinya hati ini dibuat untuk takwa. Mencintai Sang Pemberi Cinta. Mentaati Sang Maha Pecinta.
Kemudian pelan-pelan kau rajut kebahagiaan.
Percayalah, kekuatan pada pertahanan nafsu adalah cinta. Penyerahan atas diri dan hati adalah cinta.
Menyerahlah. Karena takwa adalah cinta. Cinta adalah takwa. Berikanlah seluruh cinta pada Sang Maha Pecinta. Maka cinta, akan hadir disetiap perjuangan cinta. Akan indah, disepanjang perjalanan cinta.
Terima kasih atas pelajaran tentang cinta. Terima kasih telah mencintai Sang Pemberi Cinta.
Sejatinya hati ini dibuat untuk takwa. Mencintai Sang Pemberi Cinta. Mentaati Sang Maha Pecinta.
Kemudian pelan-pelan kau rajut kebahagiaan.
Percayalah, kekuatan pada pertahanan nafsu adalah cinta. Penyerahan atas diri dan hati adalah cinta.
Menyerahlah. Karena takwa adalah cinta. Cinta adalah takwa. Berikanlah seluruh cinta pada Sang Maha Pecinta. Maka cinta, akan hadir disetiap perjuangan cinta. Akan indah, disepanjang perjalanan cinta.
Terima kasih atas pelajaran tentang cinta. Terima kasih telah mencintai Sang Pemberi Cinta.
Labels:
Words
Selamat Pagi, Cinta
Siapa yang mengira gue sudah sampai pada tahap ini. Gue pun tidak. Tapi seperti biasa, kehidupan memang selalu tampak mengejutkan. Ada kejutan-kejutan baik, ada pula kejutan-kejutan buruk. Satu hal yang sepatutnya semua orang tahu dan jalani ialah, apapun kejutan itu, hadapi dengan positive dan bijak. Sehingga setiap kejadian, memiliki ‘add value’ bagi kehidupan kita, maupun orang lain yang menjadi terinspirasi atas hal tersebut.
Perjalanan yang berliku, celaan, amarah, iri, dengki, dan segala negative thingy, yang beredar disekitar orbitmu, sebenarnya memberikan pelajaran begitu berharga. Tuntutan dan tekanan membuat seseorang lebih dewasa dan bijak daripada sebelumnya, kalau ia mau mengambil pelajaran dari setiap detik yang ia jalani.
Cinta, persahabatan, hadiah, senyuman, pujian, doa, pencapaian baik dan segala positive thingy, yang melingkupi lintasanmu, menciptakan pribadi yang anggun dan berlaku positive jika ia bisa belajar dan menanggapi semua hal tersebut tanpa kesombongan dengan penuh rasa syukur.
Kali ini, marilah kita mempersilahkan diri kita untuk menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan. Biarkanlah segala hal positive berkeliaran didiri kita, apapun yang akan terjadi diluar sana. Tetaplah berbahagia dengan apapun yang telah kita miliki, dan berusahalah dengan baik atas apa-apa yang kita inginkan.
Selamat Pagi, Cinta..
Perjalanan yang berliku, celaan, amarah, iri, dengki, dan segala negative thingy, yang beredar disekitar orbitmu, sebenarnya memberikan pelajaran begitu berharga. Tuntutan dan tekanan membuat seseorang lebih dewasa dan bijak daripada sebelumnya, kalau ia mau mengambil pelajaran dari setiap detik yang ia jalani.
Cinta, persahabatan, hadiah, senyuman, pujian, doa, pencapaian baik dan segala positive thingy, yang melingkupi lintasanmu, menciptakan pribadi yang anggun dan berlaku positive jika ia bisa belajar dan menanggapi semua hal tersebut tanpa kesombongan dengan penuh rasa syukur.
Kali ini, marilah kita mempersilahkan diri kita untuk menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan. Biarkanlah segala hal positive berkeliaran didiri kita, apapun yang akan terjadi diluar sana. Tetaplah berbahagia dengan apapun yang telah kita miliki, dan berusahalah dengan baik atas apa-apa yang kita inginkan.
Selamat Pagi, Cinta..
Labels:
Words
Tidak
Kemungkinan tidak. Saat semua hal yang tidak diharapkan terjadi, dan terjadi di depan mata. Saat hal-hal yang sulit diminta, dan itu nyata.
Hati ini membatu. Padahal aku tidak menginginkannya. Tidak sama sekali. Hanya berusaha menjadi kuat. Kuat didalam.
Aku melupakannya. Padahal tidak.
Aku menyimpannya, rapat-rapat, sampai ia benar-benar terkubur dan habis ditelan bumi. Alih-alih aku berharap ada yang membukanya, sambil tersenyum penuh tanggung jawab. Mimpi itu, salah. Ia tidak searah dengan mata angin. Sehingga tersadar, api itu harus dipadamkan tanpa berharap suatu saat akan menyala. Terang.
Akan ada perjalanan menata hati dan mengobarkan api bersama yang tepat. Yang hembusan anginnya searah dengan mata anginku.
Hati ini membatu. Padahal aku tidak menginginkannya. Tidak sama sekali. Hanya berusaha menjadi kuat. Kuat didalam.
Aku melupakannya. Padahal tidak.
Aku menyimpannya, rapat-rapat, sampai ia benar-benar terkubur dan habis ditelan bumi. Alih-alih aku berharap ada yang membukanya, sambil tersenyum penuh tanggung jawab. Mimpi itu, salah. Ia tidak searah dengan mata angin. Sehingga tersadar, api itu harus dipadamkan tanpa berharap suatu saat akan menyala. Terang.
Akan ada perjalanan menata hati dan mengobarkan api bersama yang tepat. Yang hembusan anginnya searah dengan mata anginku.
Labels:
Words
Buah Kesabaran

Ada suatu waktu ketika manusia hatinya tersentuh, tersadar.
Apa yang diusahakannya selama ini berbuah kegagalan demi kegagalan. Entah permasalahannya karena ketidaksabaran atau penyalahgunaan aturan.
Disisi lain, ada manusia yang tetap sabar ketika dia yakin, sesuatu itu akan ia dapatkan sekalipun banyak orang lain yang hampir-hampir saja mencapainya. Ia hanya yakin, berusaha mentaati peraturan dan bersabar karena waktu yang tepat akan tiba saatnya.
Dan ketika manusia pertama tersadar, fokusnya adalah mentaati peraturan, menunjukkan yang terbaik dari kualitas diri, ia berdo'a. Memantaskan dirinya untuk mendapatkan sesuatu yang sangat ingin ia capai.
Dan ketika manusia kedua tetap yakin, menjaga serta memantaskan diri, kesabarannya membuahkan hasil disaat yang tepat.
Begitulah mereka belajar. Dan memberi pelajaran satu sama lain.
Foto: http://www.google.co.id/imgres?q=embun+fotografi&um=1&hl=en&biw=1366&bih=624&tbm=isch&tbnid=Y-si2NBbUtDCuM:&imgrefurl=http://weheartit.com/entry/33494481&docid=b79nCOc38lwc3M&imgurl=http://data.whicdn.com/images/33494481/2012_07_dew-photography-by-diens-silver-338925268-471267-475-480_large.jpg&w=475&h=480&ei=zXhNUKOmG4uqrAfF5IGgBA&zoom=1&iact=hc&vpx=629&vpy=46&dur=1359&hovh=226&hovw=223&tx=159&ty=169&sig=107570092783206481728&page=3&tbnh=143&tbnw=160&start=43&ndsp=24&ved=1t:429,r:3,s:43,i:215
Labels:
Words
Mengalir seperti Air
Karena perjalanan hidup setiap insan sudah ada yang mengatur.
Baiklah, karena kehidupan itu berliku-liku dan penuh kejutan. Benarkah penuh kejutan? ya, saya persilahkan anda kembali mengingat segala hal yang telah terjadi beberapa jam kebelakang. Apa yang telah terjadi dengan tanpa anda duga-duga? Sepele saja, seperti "ah ini dia cincin ku yang aku cari!" atau yang sedikit lebih rumit, ketika kau berjalan sebelum berangkat kekantor/kekampus tadi, kemudian bertemu dengan ibu-ibu lusuh menggendong anaknya yang kehausan dan ia mengharap diberi beberapa perak oleh para pemakai jalan. Kemudian tidak ada satupun yang peduli, karena mereka disibukkan dengan tujuannya, dan dikuasai oleh nafsunya untuk mencapai sesuatu yang bersifat ke-duniawi-an. Saya akui saya mungkin pernah melakukan hal itu, bagaimana dengan anda?
Kembali, bahwa hidup itu penuh kejutan, apakah seseorang akan terkejut atas pertemuan dengan ibu-ibu lusuh tadi? mungkin tidak. Mungkin hal biasa bagi dia bertemu dengan peminta-minta dijalan. Tapi apakah ia merencanakan akan bertemu dengan ibu itu pagi ini? Tidak. Apakah ia mengharapkan akan bertemu ibu itu pagi ini? Tidak. Lalu bagaimana menurutmu, apakah itu sebuah kejutan? Hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak kita sangka-sangka dan tidak kita rencanakan bukan? Untuk contoh yang lebih jelas, ketika ketinggalan kereta hanya karena sepersekian menit. Sebuah kecelakaan terjadi sepersekian detik. Dan lain sebagainya, kejutan yang memberi haru, duka ataupun suka dan bahagia.
Lalu apakah hidup sejatinya dibiarkan saja mengalir seperti air? Seperti apa hidup yang mengalir seperti air itu? Bisakah seseorang mendefinisikannya dengan lebih rinci? Saya kehilangan bentuk atas sebuah kalimat tersebut, hidup mengalir seperti air. Sudut pandang mana yang mereka ambil? Mengalir sesuai dengan apa yang kita inginkankah? Berarti menjalani hidup sesuai dengan kesukaan kita, hasrat hidup kita. Apakah passion kita sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua? Kala tidak, apakah itu disebut mengalir seperti air?
Atau mengalir sesuai hawa nafsu masing-masing individu? Melanggar ini-itu, lakukan saja, memuaskan hawa nafsunya selagi di dunia. Ya, mengalir.. sesuai hawa nafsu, Tapi sadarkah itu melanggar peraturan yang telah ditentukan Alloh Rasul, lalu apakah itu yang disebut dengan mengalir?
Atau malah biarkanlah hidup mengalir sesuai ketentuan-ketentuanNya? Menjalani aliran yang telah ditentukannya. Namun sudah jelas setiap ketentuannya, membutuhkan perjuangan berdarah-darah untuk menyelesaikannya. Seperti ketika sangat haus, namun diwajibkan berpuasa. Ketika sedang main game terfavorit kemudian adzan maghrib dan diharuskan segera berwudhu lalu menjalankan perintahNya. Mengalir taat dengan peraturan, namun berjuang habis-habisan melawan hawa nafsu pun, bagi saya pribadi bukanlah mengalir. Kemudian bagaimana? Seperti apa? Absurd.
Baiklah, karena kehidupan itu berliku-liku dan penuh kejutan. Benarkah penuh kejutan? ya, saya persilahkan anda kembali mengingat segala hal yang telah terjadi beberapa jam kebelakang. Apa yang telah terjadi dengan tanpa anda duga-duga? Sepele saja, seperti "ah ini dia cincin ku yang aku cari!" atau yang sedikit lebih rumit, ketika kau berjalan sebelum berangkat kekantor/kekampus tadi, kemudian bertemu dengan ibu-ibu lusuh menggendong anaknya yang kehausan dan ia mengharap diberi beberapa perak oleh para pemakai jalan. Kemudian tidak ada satupun yang peduli, karena mereka disibukkan dengan tujuannya, dan dikuasai oleh nafsunya untuk mencapai sesuatu yang bersifat ke-duniawi-an. Saya akui saya mungkin pernah melakukan hal itu, bagaimana dengan anda?
Kembali, bahwa hidup itu penuh kejutan, apakah seseorang akan terkejut atas pertemuan dengan ibu-ibu lusuh tadi? mungkin tidak. Mungkin hal biasa bagi dia bertemu dengan peminta-minta dijalan. Tapi apakah ia merencanakan akan bertemu dengan ibu itu pagi ini? Tidak. Apakah ia mengharapkan akan bertemu ibu itu pagi ini? Tidak. Lalu bagaimana menurutmu, apakah itu sebuah kejutan? Hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak kita sangka-sangka dan tidak kita rencanakan bukan? Untuk contoh yang lebih jelas, ketika ketinggalan kereta hanya karena sepersekian menit. Sebuah kecelakaan terjadi sepersekian detik. Dan lain sebagainya, kejutan yang memberi haru, duka ataupun suka dan bahagia.
Lalu apakah hidup sejatinya dibiarkan saja mengalir seperti air? Seperti apa hidup yang mengalir seperti air itu? Bisakah seseorang mendefinisikannya dengan lebih rinci? Saya kehilangan bentuk atas sebuah kalimat tersebut, hidup mengalir seperti air. Sudut pandang mana yang mereka ambil? Mengalir sesuai dengan apa yang kita inginkankah? Berarti menjalani hidup sesuai dengan kesukaan kita, hasrat hidup kita. Apakah passion kita sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua? Kala tidak, apakah itu disebut mengalir seperti air?
Atau mengalir sesuai hawa nafsu masing-masing individu? Melanggar ini-itu, lakukan saja, memuaskan hawa nafsunya selagi di dunia. Ya, mengalir.. sesuai hawa nafsu, Tapi sadarkah itu melanggar peraturan yang telah ditentukan Alloh Rasul, lalu apakah itu yang disebut dengan mengalir?
Atau malah biarkanlah hidup mengalir sesuai ketentuan-ketentuanNya? Menjalani aliran yang telah ditentukannya. Namun sudah jelas setiap ketentuannya, membutuhkan perjuangan berdarah-darah untuk menyelesaikannya. Seperti ketika sangat haus, namun diwajibkan berpuasa. Ketika sedang main game terfavorit kemudian adzan maghrib dan diharuskan segera berwudhu lalu menjalankan perintahNya. Mengalir taat dengan peraturan, namun berjuang habis-habisan melawan hawa nafsu pun, bagi saya pribadi bukanlah mengalir. Kemudian bagaimana? Seperti apa? Absurd.
Labels:
Words
Setidaknya, sudah Cukup.
Setidaknya tidak banyak omong tentang apa yang sudah dilakukan. Setidaknya tidak menjelek jelekkan atau meremehkan posisi orang lain. Setidaknya tidak merasa paling hebat sendiri dengan jalan hidup yang diambil. Setidaknya apa yang sudah dilakukan tidak diketahui orang lain. Setidaknya berbicara menggunakan hati.
Cukuplah berbicara ketika dibutuhkan penjelasan. Cukuplah memberi kebebasan bagi orang lain untuk memilih jalan hidupnya. Cukuplah memotivasi orang lain menjadi lebih baik tanpa merasa paling hebat sendiri dan meremehkan orang lain. Cukuplah usaha dan doa menjadi rahasia antara kami dengan Tuhan kami. Dan cukuplah hati ini Tuhan kami yang tau.
:')
Cukuplah berbicara ketika dibutuhkan penjelasan. Cukuplah memberi kebebasan bagi orang lain untuk memilih jalan hidupnya. Cukuplah memotivasi orang lain menjadi lebih baik tanpa merasa paling hebat sendiri dan meremehkan orang lain. Cukuplah usaha dan doa menjadi rahasia antara kami dengan Tuhan kami. Dan cukuplah hati ini Tuhan kami yang tau.
:')
Labels:
Words
Pilih yang kedua.
Ketika anda memutuskan untuk melakukan suatu hal, kemudian secara tiba-tiba ada kesempatan lain yang mengakibatkan anda harus memilih untuk melakukan aksi yang pertama atau kedua, maka pilihlah yang kedua.
Karena jika anda serius dan yakin dengan keputusan anda yang pertama, anda tidak akan tergoda dengan pilihan yang kedua.
Karena jika anda serius dan yakin dengan keputusan anda yang pertama, anda tidak akan tergoda dengan pilihan yang kedua.
Labels:
Words
Seharusnya ...
Seharusnya tidak perlu berlebihan seperti kemarin.
Seharusnya lebih bisa menjaga diri.
Seharusnya, yah malam ini banyak kata seharusnya didalam kepala.
Seharusnya Nad .....
Berubahlah :')
Seharusnya lebih bisa menjaga diri.
Seharusnya, yah malam ini banyak kata seharusnya didalam kepala.
Seharusnya Nad .....
Berubahlah :')
Labels:
Words
Click
Terinspirasi dari notes temen saya, Mas Aulia.
Saya jadi tertarik memperbincangkan kata 'click' ini. Kemudian, didedikasikan kepada pembaca setia yang telah lam menunggu tulisan-tulisan segar saya di facebook, maaf belakangan saya lebih mengapresiasikan tulisan saya pada blog pribadi. :)
Oke, nikmatilah ini..
Click?
Apa itu? bisa dijelaskan lebih terperinci? bagi saya mungkin tidak. Tapi menurut Mas Aul, click itu terbagi dua, ada yang rasional, dan irrasional.
Click rasional adalah titik temu antara prasyarat yang diinginkan seseorang atas pasangannya, dengan keadaan yang sebenarnya pada diri orang lain. Ribet? hehe.. baiklah, saya berikan contoh:
Ketika A menginginkan jodohnya nanti adalah seorang yang sholeh, ganteng, kaya, cerdas dlsb. Kemudian dia bertemu dengan B yang notabenenya memiliki kriteria tersebut, maka terjadilah click atas A pada B. Inilah yang mas Aul maksud dengan click rasional.
Kemudian click irrasional, ini bagian yang seru menurut saya, semacam kimia yang keluar namun tidak dapat dipaksakan. Semacam perasaan membuncah yang tidak ada tolak ukurnya. Ya, hanya berbunga bunga saja ketika dihadapkan pada situasi (yang terlihat biasa) yang terjadi dengan subjek yang jelas dan tunggal. Contoh? oke.. Seperti ketika A berhadapan dengan B, kemudian B mengucapkan salam "Assalamualaikum" lalu A tersenyum seharian penuh. Bersemangat seharian penuh. Kenapa? Entahlah. Perasaan membuncah, berbunga bunga, tidak tahu asal usulnya. Inilah click irrrasional. Tak ada barometer yang jelas akan hal ini.
Masih menyimak?
Baiklah, kita teruskan.
Kemudian rasa 'click irrasional' bagi setiap orang adalah berbeda dalam hal memprioritaskannya. Ada yang berpikir bahwa rasa itu adalah penting, ada pula yang tidak memikirkannya. Bagi yang tidak memikirkannya, mereka hanya berkiblat pada prasyarat yang mereka ajukan. Ketika cocok dengan kriteria yang dimaksud, maka 'click' lalu Menikah. Ada yang berpikiran bahwa 'click irrasional' dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Tumbuh dengan dipacu oleh keadaan yang mau tidak mau harus bersama dalam suka dan duka. Ada pula yang terbentur oleh faktor usia, keluarga, dan lain sebagainya seperti yang telah dijelaskan oleh Mas Aul, pada note-nya.
Seperti mas Aul, bagi saya pribadi rasa 'click irrasional' adalah prioritas. Namun, rasa 'click irrasional' berpotensi ada, ketika telah melewati fase 'click rasional'.
Seperti ini, saya menginginkan jodoh saya adalah seseorang yang memiliki kriteria satu, dua, tiga kemudian saya bertemu dengan lelaki yang satu, dua, tiga maka potensi 'click irrasional' muncul. Hampir sama dengan mas Aul, ada proses 'seleksi tidak langsung' dalam otak saya ketika didekati lawan jenis. Bukan berarti hal tersebut menjadikan saya pemilih, bagi saya, itu hanya sebuah naluri kemanusiaan, bukan begitu?
Maka, dengan sadar dan dengan sengaja, saya menutup pintu hati saya atas rasa 'click irrasional' kepada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria khusus saya. Ini seperti tersistem, dan baiknya memang seperti itu menurut saya, daripada salah pilih? ya kan?
Diluar daripada itu semua, rasa click irrasional tadi, tidak mutlak menjadi apabila seluruh syarat terpenuhi dan telah melewati fase click rasional, maka barulah tercipta click irrasional, tidak juga. Manusia tidak ada yang sempurna, benar? ketika A bertemu si B yang terpenuhi kriterianya, ada juga kemungkinan tidak terjadi kimia/click irrasional. Namun, ketika A bertemu dengan si C yang tidak terpenuhi seluruh kriterianya, A malah merasakan kimia atas C. Lalu bagaimana?
Istikhorohlah..
Bingung? hehe saya juga. Ribet ya bacanya? Intinya, nyamankanlah cara anda untuk menentukan komitmen yang anda harap sekali seumur hidup itu. Dan apapun treatment yang kalian gunakan dalam menunggu/menemukan pasangan kalian untuk berkomitmen dalam hidup bersama tersebut, baik itu tidak dengan cara click sama sekali, atau seperti saya, atau dengan cara apapun itu, tetaplah kembalikan pilihan anda dengan meminta petunjuk dariNya.
Inilah cara terampuh untuk meminta petunjuk.
Istikhoroh itu mendekatkan yang baik dan menjauhkan yang buruk atas kalian.
Bagi saya pribadi, Istikhorohlah cara saya untuk menghilangkan rasa click yang tidak pada tempatnya. Bagaimana bisa? ya, bisa.. Istikhoroh tempat saya meminta untuk menghilangkan kimia pada laki-laki yang bukan jodoh saya, dan mendamba juga mengharap dengan sangat atas kimia/rasa 'click irrasional' yang dicukup dan dikhususkan pada laki-laki yang nantinya berjodoh dengan saya.
Karena, Yang Maha Pembuat kejadian, hati, kimia, 'click irrasional', tau mana yang terbaik untuk hambaNya, maka pasrahkanlah perjuangkanlah dengan selalu meminta RidhoNya.. :')
Saya jadi tertarik memperbincangkan kata 'click' ini. Kemudian, didedikasikan kepada pembaca setia yang telah lam menunggu tulisan-tulisan segar saya di facebook, maaf belakangan saya lebih mengapresiasikan tulisan saya pada blog pribadi. :)
Oke, nikmatilah ini..
Click?
Apa itu? bisa dijelaskan lebih terperinci? bagi saya mungkin tidak. Tapi menurut Mas Aul, click itu terbagi dua, ada yang rasional, dan irrasional.
Click rasional adalah titik temu antara prasyarat yang diinginkan seseorang atas pasangannya, dengan keadaan yang sebenarnya pada diri orang lain. Ribet? hehe.. baiklah, saya berikan contoh:
Ketika A menginginkan jodohnya nanti adalah seorang yang sholeh, ganteng, kaya, cerdas dlsb. Kemudian dia bertemu dengan B yang notabenenya memiliki kriteria tersebut, maka terjadilah click atas A pada B. Inilah yang mas Aul maksud dengan click rasional.
Kemudian click irrasional, ini bagian yang seru menurut saya, semacam kimia yang keluar namun tidak dapat dipaksakan. Semacam perasaan membuncah yang tidak ada tolak ukurnya. Ya, hanya berbunga bunga saja ketika dihadapkan pada situasi (yang terlihat biasa) yang terjadi dengan subjek yang jelas dan tunggal. Contoh? oke.. Seperti ketika A berhadapan dengan B, kemudian B mengucapkan salam "Assalamualaikum" lalu A tersenyum seharian penuh. Bersemangat seharian penuh. Kenapa? Entahlah. Perasaan membuncah, berbunga bunga, tidak tahu asal usulnya. Inilah click irrrasional. Tak ada barometer yang jelas akan hal ini.
Masih menyimak?
Baiklah, kita teruskan.
Kemudian rasa 'click irrasional' bagi setiap orang adalah berbeda dalam hal memprioritaskannya. Ada yang berpikir bahwa rasa itu adalah penting, ada pula yang tidak memikirkannya. Bagi yang tidak memikirkannya, mereka hanya berkiblat pada prasyarat yang mereka ajukan. Ketika cocok dengan kriteria yang dimaksud, maka 'click' lalu Menikah. Ada yang berpikiran bahwa 'click irrasional' dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Tumbuh dengan dipacu oleh keadaan yang mau tidak mau harus bersama dalam suka dan duka. Ada pula yang terbentur oleh faktor usia, keluarga, dan lain sebagainya seperti yang telah dijelaskan oleh Mas Aul, pada note-nya.
Seperti mas Aul, bagi saya pribadi rasa 'click irrasional' adalah prioritas. Namun, rasa 'click irrasional' berpotensi ada, ketika telah melewati fase 'click rasional'.
Seperti ini, saya menginginkan jodoh saya adalah seseorang yang memiliki kriteria satu, dua, tiga kemudian saya bertemu dengan lelaki yang satu, dua, tiga maka potensi 'click irrasional' muncul. Hampir sama dengan mas Aul, ada proses 'seleksi tidak langsung' dalam otak saya ketika didekati lawan jenis. Bukan berarti hal tersebut menjadikan saya pemilih, bagi saya, itu hanya sebuah naluri kemanusiaan, bukan begitu?
Maka, dengan sadar dan dengan sengaja, saya menutup pintu hati saya atas rasa 'click irrasional' kepada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria khusus saya. Ini seperti tersistem, dan baiknya memang seperti itu menurut saya, daripada salah pilih? ya kan?
Diluar daripada itu semua, rasa click irrasional tadi, tidak mutlak menjadi apabila seluruh syarat terpenuhi dan telah melewati fase click rasional, maka barulah tercipta click irrasional, tidak juga. Manusia tidak ada yang sempurna, benar? ketika A bertemu si B yang terpenuhi kriterianya, ada juga kemungkinan tidak terjadi kimia/click irrasional. Namun, ketika A bertemu dengan si C yang tidak terpenuhi seluruh kriterianya, A malah merasakan kimia atas C. Lalu bagaimana?
Istikhorohlah..
Bingung? hehe saya juga. Ribet ya bacanya? Intinya, nyamankanlah cara anda untuk menentukan komitmen yang anda harap sekali seumur hidup itu. Dan apapun treatment yang kalian gunakan dalam menunggu/menemukan pasangan kalian untuk berkomitmen dalam hidup bersama tersebut, baik itu tidak dengan cara click sama sekali, atau seperti saya, atau dengan cara apapun itu, tetaplah kembalikan pilihan anda dengan meminta petunjuk dariNya.
Inilah cara terampuh untuk meminta petunjuk.
Istikhoroh itu mendekatkan yang baik dan menjauhkan yang buruk atas kalian.
Bagi saya pribadi, Istikhorohlah cara saya untuk menghilangkan rasa click yang tidak pada tempatnya. Bagaimana bisa? ya, bisa.. Istikhoroh tempat saya meminta untuk menghilangkan kimia pada laki-laki yang bukan jodoh saya, dan mendamba juga mengharap dengan sangat atas kimia/rasa 'click irrasional' yang dicukup dan dikhususkan pada laki-laki yang nantinya berjodoh dengan saya.
Karena, Yang Maha Pembuat kejadian, hati, kimia, 'click irrasional', tau mana yang terbaik untuk hambaNya, maka pasrahkanlah perjuangkanlah dengan selalu meminta RidhoNya.. :')
Labels:
Words
Slow ..
When the time is not right, God says,"Slow"
What a catastrophe it would be
If God answers every prayer at the snap of your fingers
Do you know what would happen ?
God would become your servant, not your master
Remember.
God's delay is not God denial
God's timing is perfect
Patience is what we need in prayer
When everything is alright, God says, "Go"
then miracles happen
A hopeless alcoholic is set free
A drug addict finds release
A Doubter becomes a child in belief
Diseased tissue responds to treatment and healing begins
The door to your Dreams suddenly swings open
And there stands God saying, "GO"
Masih ingat postingan saya yang ini? di Judul ini >> God Always Answers Prayer
Tiba-tiba baca postingan ini dan.. semakin tenang. :)
Kemarin banyak sekali pelajaran.. banyak hal yang pengen diungkapkan deh. Tapi sekarang adalah minggu penuh konsentrasi.
Hmmh.. well, hidup itu adalah prioritas! :'D
Jadii.. satu-satu ya Nad ^^//
Labels:
Words
Kata Seorang Anak Tentang Cinta
Coba baca, baca aja..
Jujur kalo saya gampang pecah, jadilah tumpah..
Kelembutan dan ketulusan selalu bisa membuat saya hujan.
Kekerasan dan kepura-puraan hanya membuat saya lebih kuat, terkadang tanpa hujan. Untuk case itu, saya cukup heartless :'P
Tapi yang ini .....
Kata Seorang Anak Tentang Cinta
“Cinta adalah ketika aku mengenakan parfum kakakku ketika pergi sekolah, dia pun mengenakan parfum kakaknya, sepertinya, aku mencium wanginya, dia mencium wangiku. Cinta adalah ketika seseorang yang aku sukai menyukai baju yang aku kenakan, dan akupun mengenakannya setiap hari. Cinta adalah ketika aku rela memberikan beberapa kentang goreng dari bekalku untuknya tanpa berharap dia memberikan sedikit telur dadarnya untukku. Cinta adalah ketika aku menjahilinya bahkan sampai menangis hanya untuk mendapatkan sedikit perhatiannya. Cinta adalah yang membuat aku tersenyum walau aku sedang lelah setelah pelajaran olahraga,” ucapnya sepulang sekolah seraya mengelap keringat di dahinya.
“Cinta adalah ketika aku sedang ragu untuk tampil dalam lomba pidato, dia memberikan lambaian tangan dan senyuman untuk menyemangatiku. Cinta adalah ketika aku berharap dia yang menenangkanku ketika aku bertengkar dengan temanku. Cinta adalah ketika bulu mataku naik turun melihatnya, dan aku merasakan serpihan bintang keluar dari mataku. Cinta adalah ketika aku celingak-celinguk saat dia gak masuk sekolah,” tuturnya sebelum tidur sambil memandangi langit-langit kamarnya.
“Cinta adalah ketika seseorang menyebut namaku dengan cara yang beda, sampai aku sadar bahwa namaku aman di bibirnya,” ujarnya padahal baru saja dia dimarahi ibunya karena tak mau makan. “Lagi gak nafsu,” bantahnya.
“Cinta adalah ketika ibu mencium keningku dan menaikkan selimut sampai ke dagu untuk mengantar aku ke alam mimpi. Cinta adalah ketika ayah menggendongku ke kamar tidur karena aku tertidur saat menonton TV. Cinta adalah ketika ibu melihat ayah yang lusuh dan bau sepulang kerja, tapi tetap menganggapnya pria paling tampan di dunia. Cinta adalah ketika ibu membuatkan kopi untuk ayah, dan menyicipnya hanya untuk memastikan rasanya sedap sebelum disajikan untuk ayah,” gumamnya sambil setengah sadar karena kantuk yang tak tertahankan.
“Cinta adalah walaupun ketika lelah bercumbu, tetap ingin bersama, dan membicarakan beberapa hal,” yang ini kata ibu dari seorang anak.
“Cinta adalah ketika ibu menunggu ayah pulang kerja sampai tertidur di sofa. Cinta adalah ketika ayah mencium kening ibu yang tertidur di sofa, dan menyelimutinya. Cinta adalah nenek yang mengucapkan ‘aku sayang kamu’ setiap hari kepada kakek, karena nenek tahu kakek itu pelupa. Cinta adalah ketika nenek sudah tidak bisa lagi membungkuk untuk mengecat kuku kakinya, kakek melakukannya untuk nenek, sampai kakek gak bisa lagi melakukannya. Cinta adalah ketika nenek menyimpan foto kakek walau kakek telah tiada. Cinta adalah ketika nenek tetap mendoakan kakek walau kakek gak akan ada lagi,” ocehnya sepulang berlibur di rumah nenek.
“Cinta adalah ketika nenek meninggal dengan tenang karena nenek yakin akan bertemu kakek di surga,” kata seorang anak tentang cinta.
http://daraprayoga.wordpress.com/2011/09/20/kata-seorang-anak-tentang-cinta/
Jujur kalo saya gampang pecah, jadilah tumpah..
Kelembutan dan ketulusan selalu bisa membuat saya hujan.
Kekerasan dan kepura-puraan hanya membuat saya lebih kuat, terkadang tanpa hujan. Untuk case itu, saya cukup heartless :'P
Tapi yang ini .....
Kata Seorang Anak Tentang Cinta
“Cinta adalah ketika aku mengenakan parfum kakakku ketika pergi sekolah, dia pun mengenakan parfum kakaknya, sepertinya, aku mencium wanginya, dia mencium wangiku. Cinta adalah ketika seseorang yang aku sukai menyukai baju yang aku kenakan, dan akupun mengenakannya setiap hari. Cinta adalah ketika aku rela memberikan beberapa kentang goreng dari bekalku untuknya tanpa berharap dia memberikan sedikit telur dadarnya untukku. Cinta adalah ketika aku menjahilinya bahkan sampai menangis hanya untuk mendapatkan sedikit perhatiannya. Cinta adalah yang membuat aku tersenyum walau aku sedang lelah setelah pelajaran olahraga,” ucapnya sepulang sekolah seraya mengelap keringat di dahinya.
“Cinta adalah ketika aku sedang ragu untuk tampil dalam lomba pidato, dia memberikan lambaian tangan dan senyuman untuk menyemangatiku. Cinta adalah ketika aku berharap dia yang menenangkanku ketika aku bertengkar dengan temanku. Cinta adalah ketika bulu mataku naik turun melihatnya, dan aku merasakan serpihan bintang keluar dari mataku. Cinta adalah ketika aku celingak-celinguk saat dia gak masuk sekolah,” tuturnya sebelum tidur sambil memandangi langit-langit kamarnya.“Cinta adalah ketika seseorang menyebut namaku dengan cara yang beda, sampai aku sadar bahwa namaku aman di bibirnya,” ujarnya padahal baru saja dia dimarahi ibunya karena tak mau makan. “Lagi gak nafsu,” bantahnya.
“Cinta adalah ketika ibu mencium keningku dan menaikkan selimut sampai ke dagu untuk mengantar aku ke alam mimpi. Cinta adalah ketika ayah menggendongku ke kamar tidur karena aku tertidur saat menonton TV. Cinta adalah ketika ibu melihat ayah yang lusuh dan bau sepulang kerja, tapi tetap menganggapnya pria paling tampan di dunia. Cinta adalah ketika ibu membuatkan kopi untuk ayah, dan menyicipnya hanya untuk memastikan rasanya sedap sebelum disajikan untuk ayah,” gumamnya sambil setengah sadar karena kantuk yang tak tertahankan.“Cinta adalah walaupun ketika lelah bercumbu, tetap ingin bersama, dan membicarakan beberapa hal,” yang ini kata ibu dari seorang anak.
“Cinta adalah ketika ibu menunggu ayah pulang kerja sampai tertidur di sofa. Cinta adalah ketika ayah mencium kening ibu yang tertidur di sofa, dan menyelimutinya. Cinta adalah nenek yang mengucapkan ‘aku sayang kamu’ setiap hari kepada kakek, karena nenek tahu kakek itu pelupa. Cinta adalah ketika nenek sudah tidak bisa lagi membungkuk untuk mengecat kuku kakinya, kakek melakukannya untuk nenek, sampai kakek gak bisa lagi melakukannya. Cinta adalah ketika nenek menyimpan foto kakek walau kakek telah tiada. Cinta adalah ketika nenek tetap mendoakan kakek walau kakek gak akan ada lagi,” ocehnya sepulang berlibur di rumah nenek.
“Cinta adalah ketika nenek meninggal dengan tenang karena nenek yakin akan bertemu kakek di surga,” kata seorang anak tentang cinta.http://daraprayoga.wordpress.com/2011/09/20/kata-seorang-anak-tentang-cinta/
Labels:
Words
Dear Kamu ...
#10HariMenulisSuratCinta
Untuk yang tak tau dimana letaknya. Tak terjangkau baunya.
Dan kemudian suatu saat dialah teman yang selalu saya lihat disetiap pagi setelah bangun tidur. Yang saya ciumi tangannya sebagai tanda penghormatan.
Apakabar?
Aku disini baik-baik saja. Hidup dengan warna warni kehidupan. Aku harap kau disana pun baik, bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Saat ini, kau tenang saja disana, dan aku pun akan tenang. Berdoalah untukku, dan aku pun berdoa untukmu. Kemudian percayalah, setiaku ialah menunggumu. Menunggu kamu yang tak tau rupa, tak tau rasa. Tapi aku yakin, nyaman adalah rasamu. Dan aku tak sabar menunggu rasa itu! Rasa lenganmu, rasa sabarmu, rasa semangatmu, rasa pelukmu, rasa tanggung jawabmu.. Semuanya! Aku tak sabar!
Aku sedang belajar mencintaimu, mencintaimu lebih dalam daripada sebelumnya. Mencintaimu dengan seluruh pasrahnya hati dan jiwaku. Dan saat ini, aku telah selangkah lebih maju untuk mendambamu.
Tertanda,
Nadya
-istrimu.
Untuk yang tak tau dimana letaknya. Tak terjangkau baunya.
Dan kemudian suatu saat dialah teman yang selalu saya lihat disetiap pagi setelah bangun tidur. Yang saya ciumi tangannya sebagai tanda penghormatan.
Apakabar?Aku disini baik-baik saja. Hidup dengan warna warni kehidupan. Aku harap kau disana pun baik, bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Saat ini, kau tenang saja disana, dan aku pun akan tenang. Berdoalah untukku, dan aku pun berdoa untukmu. Kemudian percayalah, setiaku ialah menunggumu. Menunggu kamu yang tak tau rupa, tak tau rasa. Tapi aku yakin, nyaman adalah rasamu. Dan aku tak sabar menunggu rasa itu! Rasa lenganmu, rasa sabarmu, rasa semangatmu, rasa pelukmu, rasa tanggung jawabmu.. Semuanya! Aku tak sabar!
Aku sedang belajar mencintaimu, mencintaimu lebih dalam daripada sebelumnya. Mencintaimu dengan seluruh pasrahnya hati dan jiwaku. Dan saat ini, aku telah selangkah lebih maju untuk mendambamu.
Tertanda,
Nadya
-istrimu.
Labels:
Words
Wanita butuh BUKTI bukan JANJI

Lelaki jantan adalah lelaki yang ketika mencintai
berani MENIKAHI. datangilah wali perempuan itu
yaitu AYAHnya. . .
Bukan dengan rayuan gombal dan sejuta janji, karena
wanita tak butuh JANJI tetapi butuh BUKTI. . .
Ketika menikah sudah jelas dan ada kewajiban dan
hak-hak sebagai suami istri, kalau pacaran apakah kewajiban
dan haknya? Apa ada?
Dan untuk saudariku, wahai para wanita sholehah. . .
Janganlah mau jika diajak berpacaran... pilihlah lelaki yang
paham ilmu agamanya karena dia akan selalu
memuliakan wanita. . .
Ini gue dapet dari salah satu postingan salah satu member di grup Josol. hhmm.. bagus yah, dan yang posting laki-laki pula. Cumaaa, apakah dia sejantan postingannya? who knows.
yaaa, jangan sampe aja postingan bagus-bagus gini, ternyata yang mosting (memposting) ga sebagus postingannya. (ribets deh nad:P)
Intinya, nasihat yang terkandung dalam paragraf tersebut baik, even sangat baik! Namun sangat jarang laki-laki yang memahami hal tersebut loooh. *atau memang niatnya hanya main-main a.k.a belum serius untuk sesuatu hal yang sakral tersebut?
Hanya Tuhan dan tukang ojeg yang tau jawabannya :P

Sooo, pantaskanlah diri kalian (juga saya), untuk mendapatkan pasangan yang baik budi pekertinya, agamanya, nasabnya, dan maisyahnya ;)
Labels:
Words
You are my Sunshine, You are my Rainbow


Seperti matahari, matahari pagi..
Terang. Bersahabat. Penuh harapan.
Berjuta cita serta pemompa gairah hidup.
Dialah cerah menghangatkan.
He is my Sunshine..
Seperti pelangi, pelangi setelah hujan.
Indah. Damai. Menentramkan.
Ia ada setelah hujan.
Dialah pelukis senyum, penggerak tawa.
Dialah tenang membahagiakan.
He is my Rainbow..

Labels:
Words
Akan Indah pada Waktunya

Jika dalam cintamu,
hatimu lebih sering terluka.
Maka lepaskan dia,
dari genggaman penuh khawatirmu.
Jika dia memang cinta sejatimu,
dia akan kembali sebagai belahan jiwa
yang memuliakanmu.
Tapi jika dia tak pernah kembali
maka memang dari awal
dia tak pernah direncanakan bagimu.
Hapuslah sedihmu,
indahkanlah dirimu
dan harumkanlah ruang tamu di hatimu
BAGI CINTA YANG BARU..
Well, I Love You
untuk seseorang disana, yang memang direncanakan oleh Sang Sutradara untukku :')
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150298405743661
Labels:
Words
You know, You are So Special.

sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150665788315602
Right now at this every minute, someone is very proud of you. someone is thinking of you. someone cares about you. someone misses you. someone wants to talk to you. someone wants to be with you. someone hopes you aren't in trouble. someone wants to hold your hand. someone wants you to be happy just for you. someone thinks you ARE a gift. someone wants to hug you. someone loves you. someone admires your strength. someone is thinking of you and smiling. someone wants to be on your shoulder to cry on. someone thinks the world of you. someone wants to protect you. someone would do anything for you. someone wants to be forgiven. someone is grateful for your forgiveness. someone wants to laugh with you about old times. someone remembers you and wishes you were there. someone needs to know that your love is unconditional. someone wants to tell you how much they care. someone wants to share their dreams with you. someone want to hold you in their arms. someone wants YOU to hold them in your arms. someone treasures your spirit. someone wishes she/he could STOP time because of you. someone loves you for who you are. someone wants to be with you. someone is glad that you're her/his only true LOVE. someone wants to be your friend. someone stayed up all night thinking about you. someone is alive because of you. someone believes that you are their soulmate. someone wants to be near you. someone misses your guidance and advice. someone values your guidance and advice. someone has faith in you. someone trusts you. someone needs you to send them this letter. someone needs your support. someone needs you to have faith in them. someone needs you to let them be your friends. someone will cry when they read this...
Labels:
Words
Subscribe to:
Posts (Atom)